
Dimas yang sedang mencari dasinya tiba-tiba menemukan sebuah foto. Foto yang Freya sembunyikan. Dimas menatapnya dan kaget melihat wajah perempuan ini, Dimas ingat dengan wajah ini meskipun yang difoto masih muda. Tapi Dimas ingat betul kalau ini adalah perempuan yang waktu itu.
"Bukankah perempuan ini adalah perempuan yang aku tolong waktu itu, ya yang aku obati juga. Ternyata dia sahabatnya Freya "
Dimas segera menghampiri istrinya yang sedang menyiapkan makanan. Lalu Dimas memperlihatkan foto ini "Aku menemukan foto ini Freya, aku tak sengaja menemukannya "
Raut wajah Freya langsung berubah saat melihat itu. "Aku pergi bekerja dulu aku sudah telat, kamu jangan lupa sarapan ya Dimas. Satu lagi tolong antarkan Irsyad juga "
"Tunggu dulu Freya. Aku ingin bicara denganmu, ini perempuan ini aku pernah_"
Freya malah tidak memperdulikan Dimas dia terus saja berjalan dan mengambil tasnya yang tadi dia simpan di kursi. Dimas tidak mau sampai Freya tidak tahu keadaanya sahabatnya itu, makanya dia berlari mengikutinya "Freya tunggu dulu aku ingin berbicara denganmu. Ini sangat penting sekali kenapa kamu malah kabur seperti itu, tunggulah Freya "
"Ada apa. Kenapa kamu harus mencari tahu, itu adalah privasiku. Tolong jangan buka privasiku yang satu itu. Aku sudah bilang kan padamu Dimas jangan kamu terus mengorek-ngorek tentang dia, aku tak suka dengan kamu yang seperti ini. Kamu sudah membuat aku kecewa Dimas "
"Aku tidak sengaja menemukannya, tolong dengarkan aku bicara dulu jangan seperti ini Freya. Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu ini begitu penting, ini tentang sahabatmu ini "tangan Freya ditarik oleh suaminya. Freya mengambil foto itu dan memasukkannya ke dalam tasnya. Raut marah masih tersirat dalam wajah Freya.
"Aku sudah pernah bilang kan padamu Dimas. Tolong jangan pernah lihat foto ini kenapa kamu sampai nekat, aku tak suka dengan kamu yang seperti ini. Kamu sudah membuat aku marah "
"Dengarkan aku dulu, ini adalah perempuan yang aku tolong waktu itu yang aku ceritakan padamu kalau dia lebam-lebam dan juga akan bunuh diri inilah perempuan ini. Aku jelas mengigat wajahnya dan aku yakin mereka orang yang sama "
"Apa kamu yakin kamu ga salah kan" Freya langsung mendekati suaminya. Benarkah orang yang diceritakan oleh suaminya itu adalah Gea.
"Iya aku ga salah, ini perempuannya. Perempuan ini yang aku tolong. Sebenarnya ada masalah apa kamu sama dia sampai-sampai kamu marah saat aku lihat wajahnya. Aku benar-benar tidak sengaja melihat foto ini, aku minta maaf karena sudah membuat kamu marah "
Freya menghembuskan nafasnya, mungkin sudah saatnya menceritakan semuanya. Lebih baik terbuka saja kan pada suaminya daripada nanti akan menjadi masalah. Freya menarik tangan suaminya dan mereka duduk di depan rumah.
"Ada apa denganmu. Kenapa kamu sampai tidak mau memperlihatkannya padaku atau menceritakan semuanya, kamu selalu bicara kamu punya sahabat tapi kamu ga pernah mau menceritakan apa masalah kalian, aku kan suamimu aku juga berhak tahu. Aku ingin kamu selalu terbuka sama aku Freya "
__ADS_1
"Baiklah aku akan ceritakan semuanya, aku akan terbuka dengan kamu. Dia perempuan itu telah merebut pacarku maksudku mantan pacarku dulu, dia sudah berselingkuh dengan mantan pacarku, makanya kenapa aku tidak mau menceritakan ini semua. Aku tidak mau memberitahumu. Namanya Gea sekarang kamu tidak penasaran lagi kan untuk namanya. Aku sekarang terbuka padamu. Aku kecewa dengannya, sungguh rasa kecewanya masih sampai sekarang sakit hatinya pun masih terasa "
Dimas yang mendengarnya diam, tidak menyangka kalau permasalahannya akan serumit ini. Dimas kira masalahnya tidak akan seperti itu, ternyata perempuan itu pernah merebut pacarnya Freya. Dimas benar-benar baru tahu pantesan dulu saat akan mendekati Freya sangat sulit sekali ternyata dia punya trauma yang besar.
"Aku sungguh tidak tahu kejadiannya seperti itu, tapi aku lihat keadaannya sangat memprihatinkan sekali lalu apa keputusanmu apa kamu akan membantunya. Aku hanya ingin memberitahumu saja jika kamu tak mau membantunya tak masalah aku pun tak akan memaksamu "
"Entahlah separah apa memangnya, mungkin yang kamu maksud dengan laki-laki tua itu Ayah tirinya. Memang Mamanya dulu menikah lagi kulihat dia baik-baik saja, laki-laki itu baik kepada dia tidak pernah melakukan hal-hal yang aneh-aneh, tapi entahlah mungkin dia sekarang berubah. Soalnya aku sudah tak mau ikut campur lagi dengan masalahnya itu"
Freya mengalihkan pandangannya ke arah lain "Entah kenapa sangat sulit sekali aku untuk memaafkan dia. Dia sudah terlalu dalam menyakitiku. Kenapa tidak dari awal saja dia bilang kalau dia suka pada mantan pacarku itu, bukannya malah main belakang aku ini sahabatnya kita ini bersahabat dari kecil, tapi dia malah melakukan itu padaku. Aku menjadi trauma. Aku menjadi takut untuk mencari laki-laki untuk mencari pasangan dan akhirnya aku ketemu sama kamu Dimas dan aku bisa percaya sama kamu. Sungguh waktu itu aku benar-benar tak bisa percaya dengan yang namanya laki-laki "
Dimas yang mengerti perasaan Freya langsung memeluknya dengan erat. Dimas tahu bagaimana rasannya dikhianati oleh orang terdekat "Iya aku mengerti, aku sangat mengerti kalau pun aku ada di posisimu aku juga akan sama sakit hati. Aku sangat mengerti perasaan kamu sayang "
Akhirnya Freya menumpahkan air matanya di dada suaminya, memang semua itu sudah lama bahkan Freya sudah mengikhlaskan semuanya. Tapi tetap saja hatinya masih merasa sakit atas pengkhianatan yang dilakukan sahabatnya itu.
Begitu dalam luka yang ditorehkan oleh sahabatnya itu, tapi keadaannya sekarang sedang memprihatinkan seperti yang Dimas katakan tadi. Kalau temannya itu sepertinya mendapatkan siksaan dari Ayah tirinya.
...---------------...
Gea yang sedang makan dikagetkan dengan sesuatu yang dilempar ke arahnya. Baru saja Gea bisa makan, dari tadi malah Gea terus mual "Itu apa maksudnya kamu hamil kenapa ga bilang, kamu mau buat aku malu Gea"
Gea melihat testpack nya. Kenapa bisa ada di tangan Ayahnya dia pasti lupa untuk membuangnya. Kenapa bodoh sekali kenapa sampai lupa untuk membuang barang itu, sudah ketahuan begini ya Gea harus jujur tak mungkin mengelak sudah ketahuan juga.
Gea langsung dicekik oleh Ayah tirinya "Kenapa tidak bilang padaku. Sejak kapan kamu hamil kamu ingin membuatku malu hamil diluar nikah, kamu ini benar-benar tidak berguna ya Gea. Kamu hanya bisa membuat aku marah saja kenapa kamu begitu ceroboh Gea "
Dea menggenggam tangan Ayahnya yang mencekik lehernya, sakit sekali tapi tak lama kemudian Ayahnya melepaskan tangannya itu, Gea langsung terbatuk-batuk dan menatap takut kepada Ayah tirinya. Kalau tadi tak dilepaskan sudah mati Gea ini.
"Kalau kamu hamil bagaimana aku bisa menjual mu dan juga tubuhmu pasti akan hancur, akan jelek akan gendut sekarang saja kamu sudah gendut. Mungkin waktu itu gendut kamu gara-gara sedang hamil kan. Kamu ini bagaimana tidak bisa menjaga tubuhmu Gea, kamu ini membuatku pusing saja. Padahal sudah aku beri obat agar tak hamil tapi malah kebobolan sekarang "
__ADS_1
"Aku juga tidak berharap seperti ini, memangnya aku mau hamil diluar nikah dan aku tidak tahu siapa Ayahnya. Tolong sudahi semuanya jangan terus jual aku, aku lelah aku juga ingin hidup seperti orang lain. Apakah kamu tidak lelah melakukan ini padaku. Tolong jangan seperti itu "
"Bebas katamu, enak saja dalam mimpi kamu saja sana aku tak peduli "sambil mendorong kepala Gea dengan sangat keras, untung saja Gea tak sampai terjungkal.
"Sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bebas, kamu akan terus ada di genggaman tanganku. Mungkin saja nanti kalau anakmu perempuan aku juga bisa menjualnya, aku akan untung dua kali lipat wajah anakmu pasti akan sama cantiknya denganmu tidak ada bedanya. Aku akan kaya dengan cepat benarkan "
Gea langsung menggelengkan kepalanya, tidak dia tidak mau kalau anak yang ada di dalam perutnya ini sampai mengalami apa yang dia rasakan. Lebih baik anaknya ini digugurkan saja seperti awal yang dia inginkan, tidak dirinya tidak mau sampai anak ini menderita dalam hidupnya seperti dirinya.
Gea juga tak akan bisa membiayainya kalau misalnya sampai dilahirkan. Kasian dia malah akan sengsara Gea tak bisa melakukan apa-apa. Apalagi umurnya sudah tak muda lagi kan.
"Dan badanmu juga harus kembali bagus, aku tidak mau tahu tubuhmu itu tidak boleh terlihat jelek tidak boleh gendut. Tidak boleh cacat dan kalau anak itu laki-laki maka ya sudah buang saja. Aku tidak mau ada bantahan lagi darimu Gea dan ingat sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa lepas dariku. Aku tidak akan pernah melepaskanmu apapun keadaannya. Ingat itu semua kata-kataku Gea"
Ayah tirinya langsung pergi, Gea tak berselera makan lagi. Kenapa Ayahnya itu membuat hidup Gea seperti ini. Hidupnya sungguh berantakan sekali tak pernah ada bahagianya selalu saja seperti ini.
"Kenapa hidupku seperti ini. Aku bahkan tidak bisa menjadi seorang ibu yang benar, aku malah ingin menggugurkan anak ini. Bahkan aku sudah mengecewakan sahabatku sendiri, kenapa aku tidak pernah bisa menjadi orang baik-baik. Kenapa hidupku begitu berbeda dari orang lain"
"Kenapa aku selalu mengecewakan orang-orang terdekatku. Bagaimana ini apakah aku harus mempertahankan anak ini, tapi kalau dipertahankan juga akan menderita sepertiku. Dia tak akan bahagia pastinya "
"Aku ingin punya suami seperti orang lain. Aku ingin punya orang yang menemaniku, menyayangiku. Aku juga ingin punya sahabat lagi seperti dulu sahabat seperti Freya, apakah Freya akan memaafkan ku, aku begitu pusing sekali kepalaku sakit sekali memikirkan ini semua "
Gea menyenderkan badannya dan memijat keningnya. Gea sungguh binggung harus melakukan apa sekarang. Apakah Gea harus kerumah sakit saja dan mengugurkan anak ini.
Tapi apakah dikemudian hari Gea tak akan menyesal karena telah membunuh anaknya. Gea jadi sangat binggung sekali. Apa yang harus dirinya pilih.
Gea memukul-mukul kepalanya, lalu menangis dengan kencang, rasanya Gea ingin mengeluarkan rasa sakitnya ini dengan cara menangis saja.
Tak ada orang yang bisa menolongnya, Gea juga sangat malu untuk meminta bantuan pada Freya. Freya terlalu baik dan Gea terlalu hina, sangat hina sekali.
__ADS_1