Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 34 Datang kerumahnya


__ADS_3

"Waw kamu sudah cantik saja Gea, lalu apa saja yang kamu hidangkan aku akan menyicipinya terlebih dahulu. Aku harus mengecek semuanya agar tak ada kesalahan "


Dengan senang hati Gea memberikannya pada Ayah tirinya masakannya untuk dicoba. Senyum Gea sudah terbit dengan sangat lebar. Freya akan datang kemari hidupnya akan segera bebas dan terlepas dengan Ayah tirinya.


Baru juga masuk kedalam mulut Ayahnya itu, makannya sudah dilepeh dan piring nya pun dilemparkan begitu saja. Gea sampai kaget dan menutup telinganya.


"Gila kamu ya, makanan apa itu berminyak dan pedas sekali. Kamu ingin membunuhku "


"Tidak, mana mungkin aku melakukan itu. Tamu kita adalah Freya dan aku tahu bagaimana selera makan Freya dia sangat suka dengan makanan pedas dan manis. Makannya aku membuatkan itu untuk Freya"


Tubuh Gea langsung didorong sampai mentok kearah tembok "Disini siapa tuan rumahnya hah ? " teriak Ayah tirinya itu.


"Ayah, "


"Kamu tahu tapi kenapa membuat makanan yang membuat aku tidak selera sama sekali. Itu sama saja kamu ingin membunuhku. Aku disini adalah tuan rumahnya seharusnya kamu membuatkan makanan dengan selera ku bukan Freya. Dia hanyalah tamu aku disini adalah orang yang harus diutamakan. Mau nanti tamu itu suka dengan makanannya aku tak peduli, semuanya harus seleraku sialan " sambil mendorong kepala Gea.


"Ya aku akan membuatnya lagi, tolong lepaskan aku. Aku akan membuat yang baru saja "


Gea langsung dilepaskan, Gea mengatur nafasnya. Gea segera berlari kearah dapur untuk membuat hidangan yang baru. Selalu saja seperti ini semuanya pasti dipermasalahkan.


Gea, sudah memasak banyak sekali makanan dan penampilannya juga sudah cantik tapi malah harus membuat yang baru lagi gara-gara ayah tirinya itu. Tapi tenang saja Freya sebentar lagi akan datang maka dirinya akan bebas juga kan dari sini.


...----------------...


Beberapa menit kemudian pintu diketuk. Gea yang masih sibuk langsung ditarik tangannya "Sudah, ayo dia sudah datang. Siapkan yang sudah ada saja "


Gea langsung membawa masakannya. Entah enak entah tidak, yang terpenting sekarang sambut dulu saja Freya dan suaminya. Gea tak akan punya kesempatan lagi kan selain menemuinya dan menerima keritikan dari mereka.


Pintu langsung dibuka oleh ayah tiri Gea, Gea langsung memasang senyum yang manis, saat melihat Freya mereka berdua langsung berpelukan dengan erat sekali.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu, kamu baik-baik saja kan Gea"


Gea melepaskan pelukannya dan menganggukan kepalanya "Aku baik-baik saja kabarmu bagaimana Freya"


"Aku juga baik "


Dimas yang melihat itu sampai senang sekali, istrinya bisa tersenyum lebar lagi. Lalu Gea menatap bingkisan yang dibawa oleh Dimas, Dimas yang mengerti langsung memberikan bunga itu dan juga buah-buahan yang dia bawa tadi.


"Emm ini untuk apa ya ? "tanya Gea


"Ini untuk kalian, ini dari Freya dia sudah menyiapkan semuanya"


Dengan wajah yang agak sedikit kecewa, Gea menganggukan kepalanya dan mengambil bunga itu, serta buah-buahan yang diberikan oleh Dimas. Erik langsung berbicara saat semuanya seperti terasa canggung.


"Bagaimana kalau sebelum kita membicarakan tentang bisnis ini Pak Dimas kita makan dulu saja, ayo kamu harus cicipi makanan yang dibuat oleh anakku, itu sangat nikmat sekali benarkan Freya kamu dulu sering kan merasakan masakannya Gea"


"Tentu Paman, masakan Gea memang selalu enak"


Freya dan Dimas hanya menganggukan kepalanya saja, mereka mengikuti tuan rumah itu. Mereka duduk di kursi masing-masing dan Gea langsung bangkit ingin mengisi piring-piring dari tamu yang ada di hadapannya "Sini Freya biar aku isi ya makanannya kamu mau apa aja"


"Ga usah Gea, aku bisa ambil sendiri. Kamu lebih baik duduk, kamu ini di sini itu Nyonya rumah ga boleh kayak gitu duduk. Kayak sama siapa aja nanti juga aku ambil sendiri"


"Tapi kan Freya kamu itu udah lama ga ketemu sama aku. Aku mau lakuin ini buat kamu"


Erik langsung menarik tangan anaknya "Benar nak kata Freya, kamu harus duduk manis. Anak Ayah ini selalu saja murah hati. Duduklah sahabatmu menyuruhmu untuk duduk mereka akan mengambil makanannya sendiri"


"Iya benar apa kata dari Ayahmu itu Gea "ucap Dimas


Lalu mereka mengambil makanan mereka masing-masing. Gea hanya menatap mereka saja takut-takut makanannya itu akan mengecewakan. Mereka langsung mencicipi makanannya tapi Gea belum memakannya sama sekali.

__ADS_1


Gea sudah melihat ekspresi Freya yang sepertinya tidak suka "Aku rasa ada yang berbeda dari masakanmu ini Gea"


"Iya, Ayahku ini tidak suka makanan pedas dan manis. Makanya sekarang masakanku agak sedikit berbeda"


"Begitu ya, tak masalah tetap enak memang kadang kan kalau sudah bertahun-tahun bisa berubah ya"


"Iya Freya mungkin dari caraku memasak bisa berubah, tapi dari tingkahku sifatku dan sikapku tidak akan bisa berubah sampai kapanpun. Aku akan tetap sama dan tak akan pernah bisa berubah"


"Iya memang watak manusia tidak akan pernah bisa dirubah Gea, akan sama terus seperti itu"


Gea yang setuju menganggukan kepalanya. Mereka kembali menyantap makanan itu. Cukup lama tidak ada pembicaraan sampai saat Gea baru saja memakan makanannya dia sudah merasa mual. Freya yang memang dari tadi menatap Gea langsung khawatir.


"Ada apa dengan kamu. Apa kamu sedang sakit ? Dimas ayo coba cek Gea. Apakah dia baik-baik saja"


Saat Dimas akan bangkit Gea langsung mengangkat tangannya "Tidak usah, aku baik-baik saja aku tidak kenapa-napa aku akan ke kamar mandi dulu ya sebentar "


"Akan aku antar ya"


"Tidak usah Freya "


Gea berjalan dengan cepat ke arah kamar mandi, sedangkan Pak Erik langsung tersenyum ke arah suami istri ini "Akan aku susul dulu ya. Aku khawatir dengan anak gadisku itu"


Erik langsung melangkah pergi mengikuti Gea, sedangkan Freya menatap suaminya "Apakah seorang ayah harus menyusul anaknya yang pergi ke kamar mandi"


"Kenapa tidak sayang, mereka itu ayah dan anak, apalagi Pak Erik sudah menganggap dia seperti anaknya tidak ada yang salah. Di sini mereka hanya mencurahkan kasih sayang mereka satu sama lain tidak ada yang berbeda. Semuanya sama, mereka baik-baik saja tidak perlu ada yang kita khawatirkan. Aku lihat mereka bahagia, melihat Gea bisa tampil secantik itu juga aku sudah menebak mereka baik-baik saja, kalau memang Gea di sakiti oleh ayahnya mungkin penampilannya tidak akan seperti itu"


"Tapi perasaanku tidak enak, perasaanku mengatakan hal yang berbeda"


"Kita sudah lihat kenyataannya Freya, kalau mereka baik-baik saja"

__ADS_1


Freya diam, menunggu kedatangan Gea dan juga Ayah tirinya itu. Kenapa lama sekali mereka di kamar mandi apa yang mereka lakukan.


__ADS_2