
Freya membawa Gea kearah kamar mandi. Freya mengambil handuk yang tadi sudah Freya pinjam dari pekerja disini. Freya mengeringkan rambut Gea. Menggosok-gosoknya dengan perlahan.
Freya begitu khawatir dengan keadaan Gea yang basah kuyup seperti ini. Freya terus mengelap tangan dan rambut Gea. Tak ada yang terlewat sedikit pun.
Freya mengambil hairdryer dan mengeringkan rambut Gea sampai kering. Gea langsung memegang tangan Freya. Tatapan mereka langsung bertemu.
"Apakah kamu baik-baik saja Gea, kita sudah lama tidak bertemu bahkan bertahun-tahun"
"Aku sungguh minta maaf Freya, aku menyesal telah melakukan itu padamu. Aku menyesal telah menghianatimu mungkin semua yang terjadi padaku ini adalah sebuah karma. Aku sungguh minta maaf, aku selama bertahun-tahun merasa bersalah padamu atas apa yang aku lakukan waktu itu"Gea bukannya menjawab pertanyaan dari freya. Gea malah meminta maaf. Karena memang selama ini Gea selalu ingat dan ingin minta maaf langsung seperti ini pada Freya.
"Tak seharusnya aku merebut dia darimu. Tidak seharusnya aku menghianatimu seperti itu Freya aku minta maaf, bahkan tak lama dari itu laki-laki itu meninggalkan aku juga. Sungguh aku minta maaf aku sungguh-sungguh menyesal sekali Freya, bodohnya aku ini mau saja diajak berpacaran oleh laki-laki itu dan membuat hubungan persahabatan kita ini malah hancur"
Gea menundukan kepalanya, dia tidak berani untuk menata Freya rasanya malu sekali sedangkan Freya menatapnya dengan sangat bahagia. Sebenarnya Gea juga bahagia bisa bertemu dengan Freya, tapi rasa malu itu terlalu menyelimuti dirinya kesalahannya begitu besar pada Freya. Bayangkan saja sebuah pengkhianatan yang sangat fatal sekali.
__ADS_1
Freya malah memeluk tubuh Gea "Itu semua sudah masa lalu, aku sudah memaafkanmu Gea. Maafkan aku juga dulu egois karena tiba-tiba meninggalkanmu. Aku tidak menyangka kalau kehidupanmu akan seperti ini, aku minta maaf dulu pernah marah-marah pada kamu. Seharusnya kita tidak memperebutkan laki-laki itu kan "
"Kamu tidak usah minta maaf padaku Freya, di sini bukan kamu yang salah, aku yang salah tidak perlu ada yang dimaafkan darimu memang sudah sepantasnya aku ditinggalkan olehmu. Aku sudah merebut sesuatu yang kamu miliki. Seharusnya aku tidak seperti itu seharusnya aku bersyukur mempunyai sahabat sepertimu, tapi aku malah menghianati kepercayaanmu seperti itu. Maafkan aku sekali lagi. Aku benar-benar menyesal sekali Freya"
Freya melepaskan pelukannya, menggenggam kedua tangan Gea "Sebenarnya apa yang terjadi padamu, apa yang selama ini kamu alami. Kenapa banyak sekali luka memar di tubuh kamu" Freya langsung mengalihkan pembicaraan Freya tak mau membahas tentang masalah itu lagi, rasannya sudah cukup yang ada nanti Freya akan sakit hari lagi, itu sudah berlalu lama sekali bahkan bertahun-tahun juga kan.
Gea yang ditanya seperti itu malah menjadi menangis, mengingat kembali tentang bagaimana Ayah tirinya itu menyiksanya, memperlakukannya dengan sangat buruk ini adalah saatnya Gea untuk jujur semuanya.
Gea harus bisa keluar dari lingkungan yang kejam ini, Gea harus bisa pergi dari rumah Ayah tirinya. Gea harus membesarkan anaknya. Gea tidak mau sampai nasibnya malah turun pada anaknya.
"Sebenarnya apa yang mereka sedang bicarakan, aku menjadi tidak tenang seperti ini jangan sampai Gea mengatakan semuanya. Awas saja anak itu, aku harus lebih berhati-hati lagi kalau membawa Gea. Jangan sampai hal seperti ini kejadian lagi kan"
Erik yang tidak mau menunggu lama lagi dia langsung masuk ke dalam kamar mandi. Tidak peduli ini kamar mandi perempuan yang terpenting Gea harus ada di tangannya dulu, jangan sampai semuanya terbongkar.
__ADS_1
"Anakku Gea kamu ke mana saja aku mencarimu, kamu membuatku khawatir saja kamu kan sedang sakit sayang "
Gea yang mau bicara pada Freya tidak jadi, dia menatap ayahnya yang masuk dan menarik tangannya "Freya kamu ada di sini, sudah lama kita tidak bertemu, kalian akhirnya bertemu lagi setelah penghianatan yang Gea lakukan Freya kamu sudah memaafkannya "
"Hei kenapa ada laki-laki di dalam sini. Kamu ini kenapa masuk ini kamar mandi perempuan, sungguh tidak sopan sekali" ucap salah satu perempuan yang keluar dari salah satu bilik.
"Ini adalah anakku, aku khawatir dengan keadaannya. Dia sedang sakit makanya aku langsung masuk. Maafkan aku jika aku lancang tapi aku hanya ingin menemui anakku dia sudah terlalu lama didalam kamar mandi. Aku takut dia kenapa napa"
"Aku akan membawanya kerumah sakit " ucap Freya.
"Tidak usah repot-repot Freya, dia itu masih punya aku Gea itu masih punya Ayah jadi tidak usah kamu mengantarnya ke dokter. Aku bisa membiayainya dan aku juga masih bisa membayarnya. Jadi tidak usah repot-repot untuk membawanya. Lebih baik kamu pikir-pikir dulu sebelum bertemu dengan Gea lagi, siapa tahu nanti Gea akan kembali berulah dan merebut sesuatu yang kamu punya"
Erik langsung menarik tangan Gea unduk keluar dari kamar mandi. Freya tak bisa melakukan apa-apa hanya bisa diam menatap Gea yang dibawa begitu saja oleh Ayah tirinya.
__ADS_1
Ingatkan Freya terngiang-ngiang dengan nasihat-nasihat orang-orang yang diberikan padanya, kalau Gea akan merebut sesuatu darinya lagi, kalau Freya harus berpikir ulang, harus lebih waspada semuanya terngiang-ngiang dalam kepalanya.
Ucapan Ibunya, Ibu mertuanya lalu sekarang Ayah tiri Gea juga, satu lagi Freya baru ingat kata-kata dari Bagas.