Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 63 Gea sakit hati


__ADS_3

Hari ini dilaksanakannya pernikahan adiknya Freya dan juga kekasihnya itu. Freya sudah ada di gedung bersama orang tuanya dan juga mertuanya. Dimas juga sudah ada di sana Freya sedang menunggu Gea.


Dia sudah Freya undang, tapi lewat pesan karena saat Freya datang ke apartemennya tidak ada Gea, dia tidak ada di apartemennya entah ke mana Freya telepon juga tidak diangkat-angkat. Gea seperti sedang menjauhinya. Entah apa alasannya. Freya juga tidak tahu.


Freya segera melambaikan tangannya saat melihat Gea yang sudah datang dengan riasan yang full dan sangat cantik sekali. Gea segera mendekati Freya dan memeluknya tapi Freya langsung melepaskannya.


"Kamu sudah mulai berbohong ya sama aku, kalau misalnya kamu ga mau pergi sama aku bilang yang jujur aja ya ga usah bohong kayak gitu. Aku kecewa sama kamu "


"Maksud kamu apaan emangnya aku bohong apa sama kamu. Aku mana mungkin bohong sama kamu Freya. Aku ga bisa bohong sama kamu dari dulu kan "


"Kamu malah pergi ke restoran kan, baru aja kamu matiin telepon aku ternyata kamu ada di restoran bukan di apartemen. Pantesan aja kamu nggak bolehin aku untuk pergi ke apartemen kamu ternyata kamu lagi ketemuan sama laki-laki"


Dimas yang mendengar itu langsung kaget. Dia mendekati istrinya dan juga Gea. Dimas berdiri di samping istrinya wajahnya begitu pucat sekali sama halnya dengan Gea dia sama-sama pucat. Mereka berdua ketakutan apalagi ini ditempat umum jangan sampai Freya membuat mereka malu.


"Aku aku pergi dengan dengan emm aku "Gea tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, dia begitu gugup sekali. Gea sangat takut kalau Freya melihatnya dengan Dimas, apalagi sekarang wajah Freya sangat marah sekali padanya terlihat jelas dari raut wajahnya itu.


"Kamu itu kalau berkencan dengan laki-laki bilang padaku, siapa perkenalkan padaku jangan hanya pergi berdua saja. Kamu ini selalu saja seperti itu menyembunyikannya dari ku"


Gea langsung lega mendengar kata-kata itu, berarti Freya tidak melihat siapa laki-lakinya kan. Sama halnya dengan Dimas dia juga lega saat Freya mengatakan itu berarti semuanya aman, perselingkuhannya aman tidak diketahui oleh Freya. Lega sekali rasannya.


"Maaf aku juga ingin bahagia sepertimu dan juga suamimu, makannya aku mencoba untuk berkencan bukannya aku mau berbohong padamu, hanya saja aku belum siap untuk mengatakan semuanya padamu Freya. Tapi saat aku siap nanti aku akan bicara denganmu semuanya, akan aku ceritakan padamu tak akan ada yang terlewat sedikit pun "

__ADS_1


"Tentu kenapa kamu tidak membawanya ke sini sekarang saja ke undangan ini. Agar kamu juga ada temannya. Kamu sudah berdandan cantik seperti ini loh "


"Tidak bisa nanti saja, aku akan memberitahumu suatu saat nanti. Kamu juga akan tahu tapi kamu nanti jangan kecewa ya denganku jangan marah juga. Aku sangat takut kamu marah setelah mengetahui semuanya Freya "


"Memangnya kenapa, aku harus kecewa dan marah. Memang siapa laki-lakinya sampai aku nanti bersikap seperti itu "


"Iya pokoknya aku ingin kamu jangan marah padaku ya. Laki-lakinya akan sangat mengejutkan kamu nanti " sambil menatap Dimas yang juga menatapnya.


Freya hanya tersenyum kecil, bingung dengan kata-kata Gea. Maksudnya apa coba sungguh membingungkan sekali. Freya dipanggil oleh ayahnya untuk maju, Freya segera menghampiri ayahnya sambil menarik tangan suaminya. Tentu saja tidak mungkin Freya meninggalkan suaminya begitu saja.


Freya juga tidak mau diacuhkan terus oleh suaminya ini, apalagi di depan orang tuanya nanti pasti orang tuanya akan banyak bertanya. Freya tak mau membuat mereka khawatir dengan keadaan rumah tangannya ini.


Gea berdiri sendirian menatap sekitar. Gea pergi ke arah makanan tapi tiba-tiba saja tangannya ditarik. Padahal Gea sedang tertarik dengan satu makanan "Siapa yang mengundangmu kemari, aku tidak pernah mengundangmu kemari. Mau apa kamu di undangan anakku, dasar perempuan tidak tahu diri perempuan yang hanya bisa menjual dirinya saja pada laki-laki yang bersuami"


"Tapi aku tidak mengundangmu kamu. Tidak usah mengganggu hidup anakku lagi. Dan nanti jika kamu sudah tidak betah di apartemen itu kembalikan pada anakku lagi semuanya, aku tahu apartemen itu dibeli oleh anakku. Jangan memanfaatkan kebaikan anakku itu kamu sudah membuatnya kecewa dari dulu, banyak sekali yang kamu lakukan yang membuat hati Freya sakit. Masih tidak puas masih ingin mengganggu hidup anakku juga, apalagi yang akan kamu ambil dari anakku sekarang hah "


"Aku tidak pernah meminta apartemen itu pada Freya, tapi dia sendiri yang membelikannya. Aku sudah mau menjual perhiasanku tapi Freya menghalangiku dan tidak membolehkan aku untuk melakukan itu. Aku hanya mengikuti kemauan anak Tante saja "


"Ya seharusnya sadar diri, meskipun Freya menyuruhmu untuk tidak menjual semua itu seharusnya kamu jual dan belikan rumahmu sendiri, tidak usah mengharapkan sesuatu dari anakku lagi. Awas saja kalau sampai kamu mengambil suaminya juga akan aku habisi sekalian kamu ini. Jadilah perempuan baik mulai sekarang bukannya terus mau punya orang lain dasar tidak tahu malu "


"Kenapa Tante begitu benci padaku, padahal Freya sudah memaafkan semuanya. Freya sudah baik-baik saja padaku tapi Tante terus saja menyalahkan aku "

__ADS_1


"Aku bukanlah Freya yang bisa dengan mudah memaafkan orang munafik seperti mu. Freya terlalu baik memang menjadi seorang teman. Dia terlalu memaafkanmu aku dan anakku itu berbeda. Pergi dari sini aku tidak suka kalau pernikahan anakku didatangi oleh perempuan murahan sepertimu yang mau-maunya menjual diri. Sana pergi tidak tahu malu sudah menumpang di rumah anakku, dibelikan rumah segala sekarang tidak tahu malu. Datang kemari juga padahal tidak diundang oleh aku. Sana pergi yang jauh bisa-bisa pernikahan anakku ini sial gara-gara kamu datang kemari "


Gea sungguh sakit hati dengan kata-kata ibunya Freya, dia sampai menangis tidak tahan menahan semua kesakitan ini. Caci maki yang dikeluarkan oleh ibunya Freya itu sangat-sangat menyakiti hatinya.


"Kenapa masih diam di sini dan menangis, aku tidak akan iba dengan air matamu sana pergi nanti yang ada di sini laki-laki yang sudah bersuami kamu rebut. Aku sudah tahu bagaimana dirimu, Ibumu juga sama dulu merebut suami orang dan itu pasti akan turun padamu pada anaknya. Jadi pergi seharusnya dari dulu aku tidak membolehkan anakku untuk berteman dengan kamu yang hanya akan menghancurkan hidupnya saja"


Gea langsung berlari meninggalkan pesta itu, dia tidak berpamitan pada siapapun rasanya sakit sekali dituduh seperti itu. Gea ini punya hati kenapa harus seperti ini sebenci itukah ibunya Freya padannya. Sungguh kata-katanya itu langsung masuk kedalam hatinya.


Dimas yang menyadari kalau Gea pergi langsung melangkah akan menyusulnya, tapi Ibu mertuanya langsung menghalangi jalan keluarnya "Mau ke mana kamu Dimas. Jangan pergi kemana-mana adik iparmu sedang menikah. Cepat kembalilah pada istrimu ini jangan tinggalkan dia. Aku ingin kalian selalu bersama seperti dulu "


"Aku harus keluar dulu Bu, aku ingin menghirup udara segar. Rasanya pengap sekali ada disini terus, aku nanti juga akan kembali lagi "


"Di dalam saja sama saja tidak usah keluar, mau apa mau menemui siapa, mau mengejar siapa. Sudah ayo kembali sebentar lagi akan foto keluarga jangan sampai kamu nanti tak ada "


"Aku tidak mengejar siapa-siapa bu "tapi mata Dimas melihat kesana kemari melihat Gea yang sudah naik taksi.


"Aku minta padamu untuk selalu setia pada anakku Freya. Tolong jangan sakiti Freya sudah terlalu banyak dia disakiti oleh temannya itu. Jangan sampai sekarang dia malah disakiti oleh suaminya sendiri. Aku sudah terlanjur percaya padamu Dimas kalau kamu bisa menjaga anakku dengan sangat baik dan tidak menghianatinya, kembalilah pada istrimu "


Pandangan Dimas sekarang beralih ke ibu mertuanya. Kenapa semua orang berkata seperti ini padanya, sebenarnya apa spesial istrinya sampai semua orang membelanya dan menyuruhnya untuk tidak menghianatinya. Freya sama saja seperti perempuan yang lainnya tak ada bedanya.


"Aku harus pergi Bu, tolong jangan halangi jalanku aku juga nanti akan kembali lagi ke sini. Aku hanya ingin keluar saja merokok di sini. Aku tidak bisa melakukan itu toh aku pun nggak akan pernah kok khianati Freya, pernikahanku sudah lama sudah 10 tahun mana mungkin aku melakukan itu dan menghancurkan semuanya aku juga sudah punya Irsyad"

__ADS_1


"Iya aku tahu tapi dari gelagatmu sudah ketahuan. Sebelum Freya tahu lebih baik kamu mundur Dimas. Jangan sampai karena hanya cinta sesaat kamu pergi meninggalkan anakmu dan menyakiti istrimu juga "


Dimas tidak peduli lagi, dia menerobos Ibu mertuanya itu. Dimas begitu khawatir dengan keadaan Gea, Dimas tidak tahu apa yang dibicarakan Ibu mertuanya ini bersama Gea tapi Dimas yakin kalau Gea pasti dicaci maki oleh ibu mertuanya ini. Dimas tahu betul bagaimana ibunya Freya begitu benci pada Gea.


__ADS_2