
"Freya"
Freya yang akan masuk ke dalam kantor berhenti saat melihat ada Erik datang. Freya menghampirinya dan bertatapan langsung dengannya "Kenapa Paman bisa keluar dari kantor polisi seharusnya kamu sekarang masih mendekam di sana, apakah selama ini apa yang kamu lakukan tidak cukup untuk menyakiti Gea. Apa kamu belum puas sampai-sampai menemuiku. Aku kira kamu sudah tak punya muka karena malu tapi ternyata tidak "
"Aku kemari tidak ingin membahas itu, hanya aku ingin memberitahu satu hal yang akan sangat membuatmu sakit sekali. Bahkan menangis di kemudian hari, kamu akan menyesal karena telah menolong Gea. Kamu pasti ingin waktu diulang lagi setelah mengetahui semua ini "
Freya hanya tertawa mendengar kata-kata dari ayah tirinya. Gea memangnya kenapa apa yang harus dirinya sesali menolong temannya adalah hal yang harus Freya lakukan. Apalagi mereka baru bertemu lagi tak mungkin Freya tega membiarkan Gea menderita seperti itu.
"Jangan tertawa dulu, kamu nanti akan menangis. Kamu tahu suamimu dan juga sahabatmu itu berselingkuh Freya, aku tadi melihat mereka bertemu di sebuah taman mereka berciuman dan sangat mesra sekali. Bahkan mereka sampai berpelukan, apa kamu selama ini tidak curiga dengan tingkah suamimu dan sahabatmu itu jangan terlalu baik dengan orang Freya"
"Sekali-kali kamu itu harus menyelidiki mereka berdua, tidak boleh diam terus seperti ini dan percaya begitu saja. Kalau laki-laki sudah bertemu dengan perempuan lain selain dirimu dan dia mulai tertarik maka ujung-ujungnya adalah perselingkuhan, hati-hati apalagi Gea itu adalah penggoda handal, kamu tidak pernah belajar dari masalalu ya Freya "
Freya diam beberapa saat, dia mengingat kata-kata dari orang tuanya, Ibu mertuanya yang mewanti-wanti nya jangan sampai Gea masuk ke dalam kehidupannya lebih dalam lagi.
"Tidak mungkin, mereka tidak mungkin menghianatiku mereka juga tidak mungkin melakukan itu. Jadi jangan asal bicara kamu saja ingin menghancurkan mereka makanya berbicara seperti ini kan. Lebih baik kamu pulang saja jangan ada di sini atau aku akan panggilkan satpam, aku begitu muak melihat wajahmu kamu hanya ingin membuat aku dan Gea bertengkar sudah aku tak mau bicara lagi dengan kamu "
"Aku berkata jujur Freya, untuk apa aku berbohong padamu. Aku hanya tidak ingin rumah tanggamu hancur tapi rasanya tidak mungkin rumah tangga mu masih utuh, pasti akan hancur apalagi ada orang ketiga dan orang ketiga itu orang terdekatmu sendiri. Bagaimana rasanya saat kamu menolong orang itu tapi dia malah menghianatimu dan berselingkuh dengan suamimu. Coba ceritakan padaku aku ingin mendengar semuanya Freya "
Freya malah menampar Erik dengan sangat keras, Freya tak habis pikir dengan ayah tirinya Gea ini, mau sampai kapan dia seperti ini. Freya rasanya sudah bosan berbicara dengan Ayahnya Gea ini tak akan ada ujungnya sampai kapanpun.
"Sudahlah kamu jangan terus menghasut aku, aku tahu kamu itu bukan laki-laki baik, kamu hanya ingin Gea jatuh lagi ke tanganmu dan kamu menjualnya lagi. Gea itu perempuan terhormat dia itu perempuan baik jadi jangan terus menjelek-jelekkan dia di hadapanku. Aku percaya pada suamiku dan juga sahabatku mereka tidak akan pernah mungkin melakukan itu, mereka tak akan mungkin menyakitiku "
Erik memegang pipinya yang ditampar oleh Freya tadi, mundur beberapa langkah "Kalau kamu memang tidak percaya tak masalah aku tak akan rugi, tapi suatu saat kamu akan tahu yang sebenarnya dan ini akan lebih sakit lagi saat kamu melihat suamimu dan juga sahabatmu itu ada di satu tempat yang sama, berpelukan, berciuman, bergandengan tangan. Lihat saja suatu saat semua itu akan terjadi dan aku akan buktikan semuanya aku akan memberikan bukti padamu Freya"
"Lebih baik kamu pergi sekarang, aku akan bekerja jangan terus merecoki kehidupanku, jangan terus membuat Gea takut denganmu. Pergi jangan terus membuat Gea merasa kalau dia itu tidak berarti. Gara-gara kamu masa depannya hancur semuanya hancur lebih baik kamu pergi, sana pergi jauh-jauh dariku aku tak mau ada kamu "
"Tanpa kamu suruh pun aku akan pergi, lihat saja aku akan memberikan buktinya padamu dan kamu akan tahu sendiri bagaimana perbuatan mereka berdua. Orang yang selama ini kamu tolong itu adalah orang yang salah, dia polos hanya untuk menutupi topengnya saja. Lihat nanti setelah dia membuka topengnya kamu akan tahu perempuan seperti apa dia itu, kamu akan kaget dan marah padannya "
Erik melangkah pergi menjauhi Freya. Freya belum masuk ke dalam memikirkan semua tentang kata-kata dari Erik. Apakah semuanya benar tapi tidak Dimas tidak mungkin kan menghianatinya, suaminya selama ini selalu setia dan menjaga hatinya tidak mungkin suaminya tiba-tiba tertarik begitu saja pada sahabatnya.
Freya yang masih meyakini kalau suami dan juga sahabatnya itu tidak menyakitinya masuk ke dalam kantor. Dia akan bekerja dengan fokus dan tak akan memikirkan kata-kata dari Erik. Laki-laki tua itu sangat menyebalkan sekali.
...----------------...
Sore harinya Freya pulang dan dia melihat anaknya yang diam dengan tatapan kosong. Memang televisi menyala tapi tatapan anaknya bukan tertuju ke sana, tatapannya itu sangat kosong sekali Freya yang khawatir menghampirinya. Anaknya kenapa jadi seperti ini.
__ADS_1
"Mama sudah pulang"
"Iya Mama sudah pulang nak, ada apa dengan kamu sayang, apa yang sedang kamu fikirkan. Mama tak suka melihat kamu seperti ini sayang. Coba cerita dengan Mama apa yang terjadi dengan kamu "
Irsyad mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Mamanya "Mungkin ini sudah cukup Mamah lihat sendiri kelakuan ayah dan juga tante Gea. Aku sudah pernah bilangkan sama Mama jangan terlalu baik dengan orang asing seperti Tante Gea itu "
Freya mengambil ponsel itu dan dia melihat kalau suaminya sedang mengobrol dengan Gea. Mereka tersenyum bahagia berarti apa yang dikatakan Erik tadi benar kan. Lalu mereka berpelukan saat akan melihat video yang lainnya Irsyad anaknya langsung mengambil ponselnya.
"Apakah itu sudah cukup untuk membuktikan kalau ayah itu sudah berkhianat pada Mama, apakah Mama percaya dengan aku "
"Mungkin itu hanya kebetulan saja, mungkin tante Gea hanya bisa bercerita pada ayah makanya dia menemui Ayah seperti itu. Tidak mungkin kan ayah selingkuh dengan tante Gea, mereka tak mungkin menyakiti Mama sayang "Freya mencoba untuk tersenyum di hadapan anaknya, Freya tidak mau salah paham ini malah membuatnya bertengkar dengan suaminya.
"Tapi semuanya sudah ada bukti Mah. Bahkan aku melihat hal yang lebih menjijikan lagi, aku tidak habis pikir dengan ayah. Mama mau bukti apa lagi apa semua ini masih kurang untuk membuktikan kalau ayah itu sudah berkhianat Mah. Apa yang Mama mau Irsyad akan cari "
"Mama akan berbicara dengan ayah, kamu lebih baik sekolah yang benar Irsyad "
"Mana mungkin Ayah bisa jujur pada Mama, dia tidak akan pernah jujur. Ayah akan terus berbohong pada Mama"
Freya mengusap rambut anaknya. Freya mencoba untuk tersenyum dan tidak terlihat sedih bukan apa-apa Freya tidak mau anaknya terus memikirkan tentang hubungannya dan juga Dimas. Freya akan mencari tahu, ya mencari tahu semuanya sendiri. Freya ingin langsung melihat dengan mata kepalanya sendiri.
"Kamu lebih baik fokus sekolah ya Irsyad, lebih banyak lagi belajar. Mama mau kamu jadi anak yang sukses. Mama bekerja juga untuk kamu kan. Maka kamu harus menjadi orang sukses dan membuat Mama bangga sayang "
Freya mengacak-acak rambut anaknya untuk mengalihkan pembicaraan "Lebih baik sekarang Irsyad istirahat tidur atau mungkin mengobrol dengan teman membahas sesuatu. Mama akan mengurus semuanya ya, Mama janji semuanya akan baik-baik saja sayang"
Bukannya Freya tidak percaya dengan anaknya, Freya hanya takut salah paham saja. Freya yakin Freya masih meyakini kalau suaminya itu dan juga sahabatnya tidak akan pernah melakukan itu. Freya tidak mau gegabah lagi seperti dulu saat Gea tiba-tiba memeluk suaminya, pasti ada alasan di balik semua ini.
"Mah jangan pendam semua ini sendirian, Irsyad pasti akan selalu ada di samping Mama. Irsyad akan selalu dukung Mama "
Freya hanya memeluk anaknya saja. Freya tidak mau kalau anaknya terlalu masuk dalam masalah ini, Freya tidak mau kalau Irsyad sampai membenci Dimas ayahnya. Freya akan menyelidiki ini dulu semuanya.
Freya tak mau menuduh tanpa alasan. Takutnya video yang diberikan Irsyad itu tidak akan cukup untuk Dimas, takutnya Dimas akan terus mengelak, Freya sudah tahu suaminya akan seperti apa kalau diperlihatkan video itu. Pasti dia akan balik marah pada Freya apalagi dengan sikapnya yang sudah berubah seperti sekarang.
...----------------...
Malam-malam Freya mendapati sebuah paket dan mengambilnya ternyata itu kunci klinik. Freya sangat senang sekali dia masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan ibu mertuanya lalu memperlihatkan kunci itu pada ibu mertuanya.
__ADS_1
Freya begitu bahagia sekali mendapatkan ini, pasti suaminya juga akan sangat senang sekali. Suaminya akan punya klinik dan waktu mereka untuk berdua pasti akan lebih banyak kan. Freya juga akan lebih bebas untuk menemui suaminya itu.
"Kunci apa Freya,"
"Ini adalah kunci klinik Dimas, sebentar lagi klinik itu akan dibuka mah aku senang sekali akhirnya apa yang selama ini Dimas inginkan akan terwujud aku bahagia sekali. Aku senang sekali mendapatkan ini. Aku tidak menyangka hari ini kuncinya akan diberikan padaku Ma"
Astuti melihat kebahagiaan Freya tentu saja tersenyum. Astuti memeluk Freya dengan erat "Jadi kamu akan seperti apa membuat rencana apa untuk Dimas nanti, Mama tak sabar melihat reaksi Dimas nantinya pasti dia juga kaget dan bahagia. Sungguh Dimas itu beruntung mendapatkan istri seperti kamu sayang"
"Pokoknya nanti aku akan langsung memberikan ini pada Dimas, tapi sekarang aku tidak bisa menghubunginya mah entah ke mana dia, aku terus saja meneleponnya tapi dia tidak mengangkatnya mungkin dia sedang sibuk di rumah sakit ya. Dimas begitu sibuk sampai tak punya waktu untuk keluarganya sendiri"
Astuti melepaskan pelukannya "Ya sudah kamu istirahat dulu saja, kalau misalnya menunggu Dimas kapan dia akan pulang pasti akan lama. Kamu juga kan habis kerja pasti kamu juga lelah. Lebih baik kamu istirahat ya "
"Tentu mah. Aku istirahat dulu ya Mama juga jangan lupa istirahat selalu jaga kesehatan ya Ma "
Freya langsung masuk ke dalam kamarnya, dari tadi dia mengirim pesan pada Dimas tapi tidak ada satupun balasan yang diberikan oleh Dimas. Sebenarnya suaminya ini kemana.
Bahkan Freya pun mengutarakan apa yang ada di dalam ponsel anaknya Irsyad, karena sampai sekarang Freya juga kepikiran, apakah benar sahabatnya dan suaminya itu bisa berselingkuh.
Freya takut kalau Irsyad hanya mengada-ngada saja, Irsyad kan tidak suka dengan Gea, bisa saja kan saat itu mereka sedang bertemu biasa dan tidak sengaja berpelukan. Freya sungguh tak mau ada pertengkaran lagi.
"Di mana Dimas kenapa tidak mengangkat teleponku, kenapa sulit sekali menghubungi suamiku sendiri. Dimas benar-benar membuat aku khawatir "
Freya terus saja memberikan pesan pada suaminya, tidak ada kata lelah sekalipun dari dirinya, Freya harus mendapatkan balasan dari suaminya itu. Freya ingin tahu dimana suaminya berada.
Sedangkan Dimas sendiri masih ada di apartemen Gea. Mereka sedang berpelukan sambil menatap bulan yang menerangi mereka berdua yang sedang memadu kasih, mereka benar-benar tak memikirkan apa-apa.
"Jamu malam ini menginap di sini kan, jangan pulang besok kita akan jalan-jalan. Jangan tinggalkan aku sendirian tolong disini saja ya "
"Tidak bisa sayang aku harus pulang, kalau tidak pulang Freya pasti akan terus mencariku. Aku tidak mau membuatnya curiga atau sampai orang-orang rumah juga curiga. Tolonglah mengerti posisiku ini aku janji besok aku akan cuti dan kita akan jalan-jalan seharian, aku janji akan menghabiskan waktu bersamamu saja tidak akan ada yang mengganggu kita. Apapun itu alasannya aku tak akan meninggalkan kamu kita pergi jalan-jalan sama-sama ya"
Dimas menatap ponselnya yang kembali berdering, itu adalah pesan dari istrinya Freya tapi Dimas mengacuhkannya saja. Dimas tidak mau membuat Gea menangis karena dia mengangkat telepon dari istrinya. Dimas sangat menghargai Gea dan menjaga perasaannya. Tak mau melihat air mata Gea mengalir lagi.
"Tapi kamu janji kan tidak akan pernah meninggalkanku Dimas, kita akan terus seperti ini kita tidak akan terpisahkan kan sampai kapanpun. Kamu janji ya sama aku "
"Tentu saja kita akan terus begini memangnya siapa yang mau memisahkan kita berdua tak akan ada, aku yakin itu tak akan ada yang bisa memisahkan kita"
__ADS_1
Mereka mendekatkan wajah mereka lalu berciuman, mereka melakukan itu tanpa beban sedikit pun. Mereka makin memperdalam ciuman itu.
Mereka saling pandang dan tersenyum, menikmati kisah mereka berdua. Meskipun sembunyi-sembunyi seperti ini rasannya begitu menyenangkan dan begitu bahagia sekali. Tak akan ada yang lebih bahagia dari pada ini.