Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 191 Akan ikut panen


__ADS_3

Freya membuka pintu balkon agar udara sejuk bisa masuk. Ini sudah pagi Freya ingin sekali melihat suasana desa kalau pagi hari seperti ini, ternyata begitu indah. Freya jadi betah tinggal disini. Ingin rasanya punya rumah disini, agar nanti liburan mereka tak usah menyewa lagi Vila.


Jadi mau tinggal lama juga tak masalah, pasti itu akan menyenangkan sekali. Anak-anaknya juga pasti akan suka sekali.


Tidak lama kemudian ternyata suaminya bangun, Freya langsung tersenyum padanya "Selamat pagi "sapa Freya sambil mendekati suaminya.


Amar langsung menarik tangan istrinya dengan perlahan dan memeluknya "Bagaimana apakah kamu senang disini "


Amar tak akan memberitahu tentang Dimas yang kecelakaan. Amar tak mau membuat liburannya ini berantakan hanya karena masalah Dimas.


Toh Dimas punya istri jadi bisa istirnya yang merawatnya, Amar ingin menghabiskan waktu yang banyak disini dengan istirnya, nanti mereka akan disibukan dengan masalah yang ada saat pulang.


"Kalau bisa kita lebih lama saja disini, aku suka disini tempatnya enak sekali. Tapi bagaimana dengan anak-anak apakah Helena tak akan rewel "


"Boleh, kita akan ada disini selama yang kamu mau. Gampang untuk Helena, dia pasti mengerti dengan keadaan kita ini, pasti Irsyad juga akan memberitahu adiknya"


"Hemm, tapi aku khawatir, kenapa kita tak membeli rumah disini pasti akan menyenangkan setiap liburan kita akan pergi kesini bersama keluarga "


"Hemm, sudah mulai mau tinggal disini ya "


Freya tersenyum dengan malu-malu "Begitulah, aku suka disini tempatnya enak sekali"


"Kita akan beli villa ini "


Pandangan Freya langsung teralih kepada suaminya "Kamu yakin "


"Apapun untuk kamu sayang "


Amar langsung mengendong istrinya dan membawanya kedalam kamar mandi "Akhh apa yang akan kamu lakukan Amar "


"Kita mandi bersama"

__ADS_1


"Tidak, aku belum mau "


Tapi apa daya pintu kamar mandi sudah ditutup oleh Amar, dan mereka sudah ada didalam kamar mandi. Freya mau kabur pun sulit tenaga suaminya ini sangat besar.


...----------------...


Akhirnya mereka selesai membersihkan badan mereka itu, cukup lama mereka didalam. Freya mengambil pakaian tebal untuk suaminya dan dirinya. Suaminya terlebih dahulu sudah selesai memakai pakainya, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu.


Amar bergegas pergi ke pintu depan sedangkan Freya masih sibuk dengan pakaiannya. Tak lama kemudian suaminya datang membawa sayur-sayuran dan juga buah-buahan yang baru saja dipanen.


"Kenapa tiba-tiba kamu bawa sayuran "


"Ini dari warga sekitar sayang " sambil menutup pintu kamar.


"Gratis ? "


"Tentu saja tidak, aku sudah memesannya dari mereka dan aku juga sudah membayarnya "


Freya mengambil alih semuanya dan membawanya kearah dapur. Tak mungkin kan mereka menyimpannya didalam kamar.


Saat Freya memakannya buahnya ini sangat manis sekali "Emm, enak manis sekali "


"Tentu saja mereka memilihnya yang paling bagus, mereka begitu ramah-ramah dan juga selalu menghormati tamu tamu yang datang ke villa, makannya aku membawa kamu kemari, karena aku tahu kamu akan suka dengan tempat ini, kamu akan betah disini meskipun kita harus menempuh jarak yang cukup panjang tapi semuanya sudah terbalas kan"


Freya mengangguk-anggukan kepalanya, kemari juga mereka begitu ramah pada dirinya dan juga suaminya. Freya suka akan hal itu.


Freya kembali meminta buah salah pada suaminya. Dan Amar langsung membukannya dengan cepat. Amar tak mau membuat istrinya menunggu.


Tidak lama kemudian mereka kembali keluar dari dalam villa berjalan-jalan dan bertemu kembali dengan para warga. Freya juga tak mau terus ada didalam Villa.


Amar yang melihat ada warteg segera menunjuknya "Mau tidak kita sarapan disana sayang, aku pernah makan disana dan makanan cukup enak "

__ADS_1


"Emm, boleh saja. Aku ikut kamu saja "


Mereka kembali berjalan dengan pelan, karena jalan juga cukup licin. Jangan sampai mereka nanti jatuh tiba-tiba dan membuat liburan ini berantakan.


Keduanya langsung disambut dengan hangat, bahkan yang sedang makan juga begitu ramah pada mereka. Freya melihat lauk pauk yang begitu mengiurkan sekali, banyak disini yang Freya mau pesan.


Tapi takut mubazir Freya hanya memesannya seadanya saja, tak mau terlalu banyak juga nanti tak habis sayang juga kan.


Mereka segera menyantap makannya, Freya makan dengan lahap sekali. Amar sampai tertawa melihat istrinya yang seperti ini. Bahkan Freya juga tambah lagi, katanya dia ingin memakan yang lain.


Mereka berdua tiba-tiba diajak untuk ikut panen sayuran, Freya yang memang senang disini dan sangat antusias dengan kegiatan yang ada disini langsung mengiyakannya. Freya ingin lebih mengenal lagi penduduk disini juga.


Freya sudah tak sabar sekali, besok mereka akan panen. Freya akan bangun pagi-pagi dan menghabiskan waktu bersama pada petani yang ada disini.


Freya nanti akan menceritakan apa saja yang terjadi disini pada Mama Astuti, pasti Mama Astuti juga akan penasaran dan mau datang kesini.


...----------------...


Sedangkan dirumah sakit, Gea sudah tak karuan apalagi saat mendengar suaminya itu hilang ingatan. Akan ada memori-memorinya yang hilang. Gea takut sekali suaminya akan melupakannya.


Benturan di kepala itunya lah yang membuat suaminya harus mengalami hilang ingatan, Gea benar-benar binggung harus bagaimana sekarang.


"Ma, aku sangat takut sekali bagaimana kalau Dimas melupakan aku dan juga anaknya. Aku akan segera melahirkan tidak mungkin kan suamiku melihatku dengan asing, aku takut dia hanya mengingat Freya saja, mengigat keluarnya tapi aku dilupakan "


"Jangan berpikir seperti itu kita tunggu saja Dimas sampai siuman, kamu jangan berpikir yang tidak-tidak itu kan baru prediksi dokter saja sudah diamlah"


Sebenarnya mama Astuti juga sama ketakutan, bagaimana ini, mama Astuti tidak mau kalau hubungan Amar dan Freya yang baru saja dimulai terganggu oleh anaknya.


Mama Astuti tidak mau nanti Freya bermasalah lagi, bahkan Mama Astuti sengaja tak memberitahu Freya tentang kecelakaan ini, toh Freya juga tak usah ikut pusing karena Dimas bukan lagi suaminya Freya.


"Ma tapi kalau misalnya Dimas sampai ingat dengan Freya saja, tolong mama bantu untuk mengingat aku, aku tak akan sanggup nanti "

__ADS_1


"Iya nanti mama akan membantumu, sudahlah diam kamu tak usah takut Dimas akan kembali lagi pada Freya, Freya sudah memiliki suami dia sudah mempunyai hidupnya sendiri, jadi tak usah takut dan risau seperti itu "


Gea hanya bisa menganggukan kepalanya, dia hanya bisa bergantung pada Mama mertuanya sekarang. Semoga saja Mama mertuanya itu mau menolongnya sampai tuntas dan tak hanya bicara saja, Gea tak bisa nanti kalau harus berjuang sendirian, pasti akan sangat sulit sekali.


__ADS_2