Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 46 Mulai tertarik


__ADS_3

2 hari kemudian, seperti biasa Freya dan juga Dimas makan siang bersama. Bahkan Gea juga ada, tadi Dimas memang sengaja menjemputnya karena suruhan dari Freya. Mau tidak mau Dimas harus menjemputnya kalau sampai tidak dijemput istrinya ini akan berisik sekali dan mengomel padannya nanti saat bertemu.


"Porsinya terlalu banyak untukku Dimas. Aku tidak akan bisa menghabiskannya, ini akan terbuang aku tak mau membuang-buang makanan"


Dimas tersenyum pada Gea "Sudah tak masalah kalau tidak habis ya nggak apa-apa, kamu tenang aja tak akan ada yang marah juga sama kamu kan "


Gea menggelengkan kepalanya, dia bangkit ingin meminta tempat untuk dibagi dua, agar bisa langsung dibawa pulang kan tapi lengan Gea langsung ditarik oleh Dimas untuk duduk kembali. Gea jadi malu sendiri diperlakukan seperti ini oleh Dimas.


"Sudah duduklah lagi, jangan kemana-mana. Nanti saja saat akan pulang "


Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang melihat keakraban Dimas dan juga Gea " Lihatlah mereka itu apakah Freya tidak salah memasukkan seorang wanita ke rumahnya dan sekarang Gea bersama suaminya, apalagi Dimas menggenggam tangannya seperti itu, ayo foto ini adalah sebuah bukti untuk Freya, Freya harus selalu ada buktinya kalau tidak dia tak akan percaya "


Dengan cepat mereka memfotonya, tapi malah blur "Loh kok fotonya seperti ini sih, gagal deh gagal ah "


"Sudahlah yang penting kita adalah saksi mata dari mereka. Ayo kita pergi kita bicara pada ibu mertuanya Freya, pasti dia akan sangat kaget ayo cepat pulang pulang. Sebelum mereka melihat kita, bisa saja kan mereka nanti mengelak"


Freya yang baru saja mengambil minumannya bergabung dengan mereka berdua "Ada apa ini. Sepertinya kalian sedang berdebat. Apakah ada masalah dengan makanan kalian"


"Ini temanmu biasa, dia katanya tidak akan habis memakan ini semua. Padahal ini hanya sedikit aku menyuruhnya memakannya dulu kalau masalah habis tidak habis kan urusan nanti, sekarang makan dulu saja ini sudah jam makan siang"


"Benar itu kata Dimas, sudah ayo makan kamu harus banyak makan. Kamu ini kan sedang masa pemulihan"


Gea mengganggukan kepalanya. Gea segera memakan makanannya itu, mereka juga sedikit berbincang, banyak yang mereka bicarakan. Mereka ini sangat kompak sekali.


Gea juga mulai nyaman ada di tengah-tengah suami istri ini, ya merasa hidup Gea merasa hidupnya tenang bahagia dan sempurna saja, meskipun ada di tengah-tengah antara Freya dan Dimas.


...----------------...


"Ada apa, kenapa ini sepertinya ada yang ingin kalian bicarakan dan sangat penting sekali "


"Bu Astuti, aku tadi melihat anakmu bersama temannya Freya itu. Gea yang kalian tampung di dalam rumah, mereka berpegangan tangan apakah kamu tidak takut kalau Gea akan mengambil suaminya Freya. Aduh aku aja yang lihatnya takut-takut"


Astuti diam cukup lama, lalu Astuti menatap tetangganya itu "Mereka itu sudah dewasa, mereka itu pintar dan tidak mungkin lah anakku selingkuh. Sudahlah itu mungkin hanya kebetulan saja mereka pergi bertiga kok, ga cuman Dimas sama Gea aja yang pergi " memang Astuti mengetahui kalau mereka benar-benar pergi bertiga tadi sempat video call.


Jadi pikiran Astuti tidak melayang-layang kemana-mana. Astuti tahu benar kalau mereka benar-benar ada bertiga dan Freya ada bersama mereka. Jadi tidak mungkin kan mereka selingkuh di hadapan Freya.


"Tapi dalam sebuah pernikahan jangan sampai ada orang ketiga, apalagi dia hanya seorang teman bukan saudara kita. Lebih baik berhati-hati aku hanya ingin memperingatkan kamu saja jangan sampai nanti pernikahan mereka hancur padahal sudah terjalin 10 tahun lamanya kan. Apalagi sudah ada Irsyad juga kasihan kan nanti yang akan jadi korban anak"


Astuti langsung memegang tangan tetangganya itu "Iya aku mengerti. Terima kasih ya kamu sudah memberitahuku, nanti aku akan menegur anakku dan juga menantuku. Aku akan memberitahu mereka semuanya jadi kamu bisa tenang "


"Iya itu bagus beritahu mereka, jangan sampai mereka sampai kebablasan. Boleh menolong seseorang tapi ada batasnya, bisa saja dia akan menjadi badai dalam rumah tangga mereka juga kan. Aku hanya tidak mau pernikahan Freya dan juga Dimas hancur makanya aku langsung berbicara denganmu, jadi maaf ya bukannya aku mau menjelek-jelekkan anakmu, memang itu kenyataannya dan memang itu yang aku lihat "


"Tidak tidak, aku mengerti dengan kekhawatiranmu kamu sudah lama juga bertetangga denganku. Pasti kamu ingin yang terbaik untuk anakku dan juga Freya. Aku mengerti sekali kamu sangat perhatian dengan keluarga ini "


"Ya benar sekali, ya sudah aku pulang dulu ya Bu Astuti. Ingat beritahu mereka kalau perlu suruh Freya untuk memulangkan temanya saja. Masa sih dia tidak punya satu keluarga pun atau mungkin Paman bibinya siapapun itu, ada pasti cuma dia tidak mau memberitahu Freya saja"


Astuti mengganggukan kepalanya dan menutup pintu, Astuti jadi memikirkan tentang kata-kata dari tetangganya itu. Dimas apakah akan berani melakukan itu apakah anaknya akan menduakan Freya.


Tapi tidak mungkin kan Dimas melakukan itu kalau mau sudah dilakukan Dimas dari dulu kan dari awal-awal menikah. Sekarang mereka sudah 10 tahun masa Dimas mau melenceng.


...----------------...


Mereka bertiga sudah pulang, masuk ke kamar masing-masing Dimas yang ingin mencari sesuatu keluar malah berpapasan dengan Gea yang baru selesai mandi.


Dimas sampai melong melihat Gea ada di hadapannya, yang begitu memukau. Entah kenapa tiba-tiba saja dia tertarik dengan Gea. Gea begitu cantik dan juga membuatnya tak bisa berkedip.

__ADS_1


Dimas langsung mengalihkan pandangannya dan membalikkan badannya, kenapa bisa Dimas tiba-tiba saja tertarik seperti itu"Maaf aku tidak tahu kalau kamu sedang seperti itu. Aku tidak melihat apa-apa"


Gea langsung menundukkan kepalanya sambil memegang handuknya dengan erat "Maaf seharusnya aku tidak seperti ini aku permisi dulu, kamar mandinya yang ada didalam sedang mampet makannya aku keluar "


Gea langsung masuk ke dalam kamarnya, Dimas juga langsung masuk lagi tiba-tiba Dimas mengingat kebersamaannya bersama Gea, saat dia menolongnya, saat mereka makan bersama saat Gea memaksakannya, pokoknya semuanya terngiang-ngiang dalam kepala Dimas. Entah kenapa tiba-tiba saja Dimas kepikiran terus tentang Gea.


Dimas sampai tersenyum sendiri mengigat semua itu. Dimas baru menyadari kalau Gea itu menarik dan unik saja berbeda dengan perempuan-perempuan lainnya.


"Dimas ada apa dengan mu, kamu baik- baik saja atau kamu sedang tak enak badan "


Dimas yang sedang melamun langsung menatap istrinya yang tiba-tiba ada dihadapannya, sungguh Dimas saking larutnya dalam pikirannya itu sampai tidak tahu kapan istrinya ada di dalam kamar.


"Kamu kenapa kok kayak yang kaget gitu, ada apa kamu baik-baik saja kan "


"Ga aku ga papa aku mau kerjain dulu pekerjaan aku ya, lupa ada yang belum aku bereskan"


Pikiran Dimas masih penuh dengan Gea. Dimas mencoba untuk menghilangkan pikiran-pikiran itu. Karena dia mempunyai istri Freya. Ingat Gea itu adalah temannya Freya, istrinya adalah Freya dan dia tidak boleh memikirkan perempuan lain. Hanya Freya yang boleh dirinya fikirkan tidak boleh perempuan lain.


Dimas terus saya fokus pada laptopnya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya ternyata itu Gea "Emm, kamu ingin apa Dimas aku akan memasak. Mungkin ada sesuatu yang kamu inginkan, biar aku memaksakannya sekarang sekalian"


"Aku tidak mau apa-apa, jadi tolong tutup pintunya lagi, aku sedang fokus bekerja "Dimas langsung menolaknya sambil mengalihkan pandangannya agar tidak menetap Gea. Dimas tak mau sampai melamun lagi.


Freya langsung masuk ke dalam ruangan kerja suaminya, lalu menetap Dimas yang masih mengalihkan pandangannya itu "Biasanya kamu akan mau dengan apa yang Gea masak, kamu akan suka dengan makanannya. Lalu kenapa tiba-tiba sekarang kamu menolaknya ada apa. Apa kamu sedang diet sayang "canda Freya.


"Tidak ada apa-apa Freya, aku hanya sedang tidak mau saja aku tidak mau apa-apa Freya " Dimas terus saja menolak semua yang berhubungan dengan Gea, Dimas tidak mau masuk terlalu dalam pada perasaannya ini, Dimas tidak mau menghianati Freya perempuan yang sudah dia nikahi selama 10 tahun ini.


"Baiklah"


Freya mengajak Gea untuk keluar dari ruangan Dimas. Gea kembali fokus untuk memasak. Dia senang masakannya selalu dimakan oleh mereka dengan lahap, dan tidak ada penolakan serta tidak ada cacian juga serta tidak dimuntahkan lagi.


"Kamu masakan apa sajalah untuk Dimas, apapun yang kamu masak dia akan suka. Dia paling suka dengan makanan yang pedas pedas, seleranya seperti itu kamu pasti akan bisa memasaknya, aku yakin itu"


Freya langsung mengelengkan kepalanya, tidak ada masalah dalam hubungannya dan juga Dimas tidak sedang sakit "Tidak ada, aku dan Dimas tidak ada masalah apa-apa, aku tidak sedang bertengkar dengannya aku baik-baik saja. Kami jarang bertengkar karena tidak perlu ada yang didebatkan kan juga kan"


"Baiklah ini cicipi dulu, apakah sudah sesuai dengan selera suamimu. Aku takut ada yang kurang "


Gea tadi sudah meniupnya terlebih dahulu untuk Freya, Freya segera mencicipinya dan langsung mengangkat jempolnya "Sudah selera suamiku, kamu pintar kalau memasak. Ini benar-benar sudah enak sekali "


Gea bernafas lega dan tersenyum senang, berarti sudah benar masakan ini Gea akan terus memasak untuk Dimas. Apapun yang Dimas mau akan Gea laksanakan sesulit apapun akan Gea lakukan.


"Sepertinya kamu sudah melupakan tentang Ayahmu Gea. Tapi jika itu benar aku senang sekali "


Senyum Gea langsung memudar "Ayah aku sudah mulai melupakannya. Sekarang dia sudah mendekam di penjara jadi tidak ada yang perlu aku khawatirkan lagi kan, aku tidak perlu takut lagi aku juga sudah bersamamu jadi apalagi yang harus aku takutkan. Aku sudah bebas sekarang, seperti apa katamu aku harus selalu bebas dan tidak memikirkan apa-apa lagi kan. Aku sudah mulai melakukannya Freya "


"Iya benar bebaskan semua pikiranmu, lupakan tentang apa yang pernah terjadi padamu. Aku akan selalu ada disampingmu, aku dan juga Dimas akan selalu ada untukmu Gea. Kami berdua selalu mendukung kamu "


"Iya aku tahu, kalian pasti akan selalu mendampingiku dalam keadaan apapun itu, aku percaya kalau kalian akan menjadi teman hidupku. Kalian akan terus menyayangiku "


Freya langsung memeluk Gea dengan erat. Rasanya hidupnya sekarang sudah lengkap, Freya sudah melupakan tentang masa lalunya dan memaafkan semuanya. Freya juga tidak akan pernah mengingat-ingat lagi apa yang pernah Gea lakukan. Masa lalu ya biarkan saja berlalu tak usah di ingat-ingat lagi.


Dimas sendiri di ruangannya tidak fokus dengan pekerjaannya, dia terus saja mengingat-ingat Gea, bayangannya terus saja terngiang-ngiang dalam kepalanya Dimas.


Dimas menutup semua berkasnya dan juga laptopnya, lalu kembali ke kamar, Dimas menyandarkan tubuhnya dan mencoba untuk memejamkan kedua bola matanya, untuk melupakan semua itu tapi semuanya mustahil malah muncul lagi.


Semua bayang-bayang Gea, senyumnya, tawanya apa yang pernah mereka lakukan semuanya kembali teringat di benaknya. Kenapa harus seperti ini padahal hanya singkat Dimas dan Gea bertemu hanya beberapa kali mereka bertemu kan.

__ADS_1


Bahkan Dimas melihat senyum dan juga tawanya hanya sekilas dan sebentar. Tapi kenapa harus terus terngiang-ngiang dalam kepalanya. Apa karena tadi dia melihat Gea dalam keadaan basah sehabis mandi. Kenapa coba Dimas harus tertarik hanya karena melihat itu.


Dimas bangkit dan akan pergi untuk menenangkan dirinya, tapi Freya datang dan menariknya untuk keluar dari kamar "Mau kemana Freya kenapa kamu menarik ku, aku mau keluar dulu mencari udara segar dulu. Aku ingin tenang Freya "


"Ayo kita keluar dulu, mau apa coba mencari udara segar ini sudah malam ini sudah jam 09.00 malam, kamu mau ke mana disini saja saja tak ada bedanya sayang jangan aneh-aneh ya "


Dimas menahan Freya, Dimas tak mau kemana-mana Dimas tak mau melihat wajah Gea "Aku tidak mau ke mana-mana, aku mau disini saja ah "


"Ayo keluar dulu sebentar. Gea sudah membuatkan makanan untuk kamu. Ayo pasti perut mu ini sangat lapar sekali ayo "


"Tidak aku sedang tidak lapar. Bilang saja pada temanmu itu aku sedang tidak mau makan, jangan memaksa aku. Aku sudah bilangkan jangan buat apa-apa tapi kenapa malah memasak coba "


Dimas langsung melangkah ke balkon. Freya merasa aneh dengan suaminya, ada apa biasanya tidak seperti ini biasanya suaminya akan mau-mau saja saat bersama Gea. Tapi sekarang kenapa tidak mau. Biasanya Dimas akan lahap sekali memakan masakan Gea.


Freya melangkah keluar dan melihat Gea yang sudah menyediakan semuanya, dengan rasa bersalah Freya mendekati Gea" Maaf ya suamiku malah sudah tertidur. Aku tidak tahu kalau dia sudah kembali ke dalam kamar. Maafkan aku ya aku sungguh menyesal sekali "Freya mencoba berbohong pada Gea, karena tidak mau mengecewakan sahabatnya ini.


Gea langsung menganggukan kepalanya mengerti dengan penjelasan temannya itu," Tentu tak masalah, makanannya kan bisa dihangatkan nanti untuk besok pagi. Tidak masalah mungkin dia capek, Dia kan sudah banyak bekerja makanya wajar kalau dia tidur siang-siang seperti ini. Jangan pernah merasa bersalah aku baik-baik saja "


"Iya maafkan aku ya, seharusnya aku cek dulu Dimas mungkin kalau tahu begini aku tidak akan menyuruhmu untuk memasak. Aku sangat merasa bersalah sekali Gea "


"Tidak masalah, lebih baik kamu tidur sekarang temani suami kamu jangan terus disini. Dia membutuhkan kamu sana. Aku akan membereskan dapur dulu dan juga makanannya "


"Akan aku bantu kamu dulu, aku tak mungkin membiarkan kamu membereskannya sendirian "


"Lebih baik kamu masuk ke dalam kamar, ini sudah malam kamu juga besok harus bekerja kan banyak pekerjaan yang menunggumu. Jadi istirahatlah istirahat kan tubuhmu ini Freya "


Freya tersenyum dan langsung kembali ke arah kamarnya. Freya menutup pintunya dengan perlahan dan masih melihat suaminya yang ada di balkon. Dengan langkah pelan Freya mendekati suaminya dan memeluknya dari belakang.


"Sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan sampai-sampai kamu seperti tidak mau bicara denganku, apa yang menganggu fikiran kamu ini "


Dimas langsung membalikan badannya dan memeluk istrinya dengan erat "Jangan pernah tinggalkan aku ya Freya. Aku sangat mencintaimu aku benar-benar mencintaimu, jangan pernah ada pikiran kamu akan meninggalkanku. Aku tak akan pernah bisa hidup tanpa kamu "


Freya langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya dalam pelukan suaminya itu "Ya aku tidak akan kemana-mana, aku tetap akan ada di sampingmu. Aku tidak akan pernah pergi darimu"


Dimas sangat ketakutan sekali, Dimas menguatkan hatinya kalau dia tetap akan mencintai Freya, sampai kapanpun dan rasa cintanya ini tak akan terbagi-bagi dengan perempuan manapun. Dimas hanya akan mencintai Freya seorang tidak ada yang lain lagi.


"Jika aku melakukan kesalahan tolong ingatkan aku dan maafkan aku. Jangan sampai kamu meninggalkan aku karena sebuah kesalahan yang telah aku buat, aku minta kamu harus selalu mendampingiku Freya dalam keadaan apapun"


"Memangnya apa yang kamu buat. Memangnya kesalahan apa yang kamu lakukan sampai-sampai aku harus memaafkanmu suatu saat nanti"


"Intinya kalau aku membuat masalah tolong kamu maafkan aku jangan pernah pergi dan jangan pernah meninggalkanku. Karena aku pun tidak akan pernah melakukan itu aku akan tetap ada disampingmu"


Freya sebenarnya tidak mengerti dengan ucapan suaminya ini, kenapa tiba-tiba berkata seperti itu memangnya salah apa suaminya. Memaafkan untuk apa selama ini Dimas tidak pernah membuat masalah kan dengannya, hubungan mereka juga baik-baik saja tidak ada yang aneh.


Dimas melepaskan pelukannya, Dimas menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam kamar menutup pintu kamar balkon dan mereka berbaring bersama-sama. Dimas menatap wajah istrinya sambil membelainya sesekali.


"Kamu tahu aku sangat mencintaimu. Aku sangat-sangat mencintaimu Freya. Bahkan aku tidak sanggup untuk berpaling dengan siapapun, berjanji lah akan selalu menemaniku jika aku punya salah yang sangat besar kamu memaafkanku dengan hati yang lapang dengan hati yang ikhlas"


Freya hanya tersenyum dan mengganggukan kepalanya, Freya mencoba untuk tidak menerka-nerka apa yang terjadi dengan suaminya. Freya tidak mungkin tiba-tiba menuduh suaminya yang tidak tidak, Freya tidak mau ada pertengkaran di dalam rumah tangganya ini, jadi Freya hanya mengiyakan semua yang dikatakan suaminya tidak membantah satu kata pun.


"Ayo sekarang kita tidur aku sudah sangat mengantuk sekali "ucap Dimas.


"Ya aku juga sama sangat mengantuk sekali"


Mereka memejamkan kedua bola matanya. Dimas mencoba untuk menghilangkan bayangan-bayangan Gea yang terus saja menghantuinya, Dimas harus tidur dan menghilangkan itu semua.

__ADS_1


Dimas harus ingat kalau dia sudah punya Freya sudah punya Irsyad juga, Dimas tidak mau melukai kedua orang yang dia sayangi. Jadi lupakan tentang perempuan itu.


Gea hanya Perempuan yang datang dengan sesaat dan Dimas juga hanya tertarik sesaat saja. Jadi lupakan semuanya dan jangan diingat ingat lagi sudah cukup.


__ADS_2