
Susanti membawa Freya masuk ke dalam mobilnya. Susanti menggenggam kedua tangan Freya dengan erat "Kenapa kamu nggak bilang sama aku, kenapa kamu nggak cerita semua ini Freya kita ini teman kan. Lalu kenapa kamu nggak jujur sama aku kamu nggak cerita sama aku"
"Padahal aku selalu cerita apapun sama kamu, tapi kamu kenapa sembunyiin ini semua dari aku. Padahal kalau aku bisa bantu aku pasti akan bantu kamu. Kenapa kamu diam saja Freya "
Freya mencoba tersenyum di depan temannya itu "Aku tidak mau masalah ini sampai tersebar ke mana-mana. Aku juga belum siap untuk bercerita pada siapapun lagi aku ingin semua ini dulu selesai"
"Kamu tahu sendiri kan bagaimana orang-orang melihat rumah tangga aku bersama Dimas, bahagia tidak ada kekurangan sedikitpun, sempurna tapi dalam sekejap semuanya berubah aku dan Dimas harus berpisah. Aku benar-benar bingung harus berbicara dengan kalian seperti apa, aku malu aku tidak bisa mengatakan apa-apa, aku dan Dimas sudah tak bersama lagi kami berdua sudah tak seperti dulu lagi"
"Ya tapi kan kami ini adalah teman kamu, seharusnya kamu jujur aja nggak usah dipendam-pendam kayak gini. Kenapa harus malu kami juga tak akan mungkin menghakimi kamu, dalam rumah tangga pasti akan ada bertengkar nya tak akan terus mulus Freya, aku juga sama pasti ada masalahnya dengan suamiku tak akan terus seperti itu "
Freya menggelengkan kepalanya, Freya tak mau membawa teman-temanya masuk kedalam masalahnya yang rumit ini "Aku dan juga Dimas dulu sangat dipuja oleh kalian karena rumah tangga kami bertahan sampai 10 tahun lamanya, dan tidak ada orang ketiga atau masalah besar yang membuat kami harus berpisah tapi sekarang semua itu malah terjadi. Aku takut kalian akan mentertawakan ku "
Susanti langsung memeluk Freya "Mana mungkin kami akan mentertawakan mu, kalau kami tahu semua ini dari awal mungkin kami sudah melabrak perempuan itu. Kamu kenapa santai sekali saat dia ada seharusnya kamu itu jambak dia atau siram dia sekalian. Kalau aku jadi kamu sudah habis itu perempuan, aku pasti akan menghabisinya aku tak peduli bagaimana kedepannya nanti. Aku begitu muak melihat wajah sok polosnya padahal dia sama sekali tak polos menyebalkan sekali perempuan itu "
"Susanti jika nanti aku melakukan kekerasan lalu aku di penjara bagaimana. Itu yang aku pikirkan mungkin aku juga ingin melakukan itu, tapi aku berpikir dua kali kalau aku sampai melukainya bisa-bisa dia melaporkanku balik. Aku tidak mau membuat Irsyad malu, aku tidak mau dia takut padaku karena aku kasar pada orang lain seperti itu"
"Pokoknya kalau ada apa-apa kamu cerita ya, kalau ada sesuatu yang butuh kami bantu kamu cerita jangan diam terus Freya, kita ini sudah berteman lama. Jadi jangan memendamnya sendiri. Kami juga merasakan apa yang kamu rasakan aku masih tak habis fikir dengan Dimas. Apakah dia di pelet oleh perempuan itu "
"Iya nanti aku akan cerita pada kalian, aku juga sudah tidak mau menahan-nahan Dimas lagi kamu tahu sendiri kan orang selingkuh akan kembali selingkuh nanti, jadi aku tidak mau kembali dengan Dimas sampai kapanpun, apapun yang terjadi aku akan tetap berpisah dengannya"
"Aku lebih baik sendiri dari pada harus sakit hati, aku tak mau sampai mengulangi rasa sakit ini. Karena semua ini benar-benar sangat menyakitkan sekali, aku tak bisa tahan seperti perempuan-perempuan diluar sana yang siap menerima suaminya selingkuh dan kembali memaafkannya "
"Aku bukanlah perempuan kuat, aku ada kalanya lelah dan ingin pergi saja, dan sekarang aku sedang di fase itu"
"Kami akan selalu mendukung keputusanmu Freya, kami akan selalu ada di sampingmu. Kami tidak akan pernah meninggalkanmu. Jadi jangan merasa sendiri ya Freya "
Freya hanya menganggukkan kepalanya, dia mempererat pelukannya pada Susanti. Freya belum bisa bercerita pada siapa-siapa Freya belum percaya. Teman kecilnya saja bisa menghianatinya, apalagi teman yang baru Freya kenal beberapa tahun kan itulah yang Freya pikirkan selama ini kenapa dia bungkam.
Freya jadi tak percaya lagi dengan kata teman, Freya jadi takut kalau teman itu akan membuatnya sakit hati lagi. Freya mulai sekarang harus hati-hati, lebih baik sendiri saja kan dari pada punya teman tapi malah menusuk dari belakang.
...----------------...
Keesokan harinya Freya kedatangan ibunya, Freya hanya diam saja ibunya itu langsung berceloteh dan menanyakan berbagai hal pada Freya.
"Bagaimana apakah Dimas sudah berubah, apa dia masih tetap menemui perempuan itu Freya. Ibu sudah memberikannya pelajaran apa mereka masih seperti itu sayang"
"Ibu Dimas tidak akan pernah mundur sampai kapanpun, aku yakin itu Dimas akan terus bersama Gea. Dimas pasti akan bertahan dengan Gea, ibu tahu sendiri kan Dimas itu seperti apa dan Gea juga seperti apa "
"Kamu sih nggak pernah dengerin kata-kata Ibu, kata ibu juga apa jangan pernah dekati perempuan itu lagi. Dia itu pembawa sial dan pada akhirnya sekarang rumah tangga kamu hancurkan oleh perempuan itu. Ibu tidak habis pikir Freya kamu itu terlalu baik pada orang "
"Kurang-kurangilah kebaikan kamu itu, kamu malah dimanfaatkan seperti ini kan. Kamu malah jadi korban sekarang, sudah tahu Gea itu bukan perempuan baik tapi kamu malah terus maju saja, seharusnya kejadian dulu buat pembelajaran bukannya memaafkan perempuan itu begitu saja "
"Kamu harus membuat Dimas terikat dengan dirimu Freya, kalian sudah satu rumah lagi satu atap lagi, maka kamu harus bisa membuat Dimas tergila-gila lagi padamu. Kamu tidak boleh kalah dengan perempuan itu. Kamu itu punya segalanya Freya, kamu jangan merasa insecure, kamu harus bisa mengalahkan perempuan gatal sok polos itu"
"Dari dulu dia sok polos tapi aslinya dia perebut suami orang, kalau perlu ya kamu buat malu perempuan itu agar dia tahu rasa dibenci oleh seluruh orang"
"Bu apakah aku harus merendahkan diriku, apakah aku harus bersujud itu yang harus aku lakukan Bu, aku tidak mungkin seperti itu Dimas juga jarang pulang ke rumah dia pulang hanya saat pagi hari saja, dia menginap di sana Bu, lalu aku harus merendahkan diriku di hadapan dia Bu mau disimpan di mana harga diriku ini"
"Aku tidak mau memperebutkan Dimas, aku tak mau malah makin sakit hati kalau melakukan itu, karena aku tahu akan seperti apa nantinya Dimas akan tetap memilih Gea, Dimas akan tetap diam bersama Gea Bu, aku akan kalah sampai kapan pun Bu "
"Aku juga sudah mengajukan perceraian, aku tidak mau terus bertahan seperti ini. Aku akan pergi dengan Irsyad nanti, aku tidak mau terus bertahan demi orang yang tidak mempertahankan aku di sini, aku saja yang berjuang Bu aku lelah kalau seperti itu"
"Semuanya akan sia-sia saja kalaupun aku mempertahankan Dimas dia akan besar kepala dan akan melakukan hal yang sama lagi Bu "
"Apa kamu gila ngajuin perceraian nggak salah, ibu ga salah denger kan Freya kamu ga lagi main-main kan"
"Enggak Bu, Freya sudah bulat Freya tidak mau lagi berurusan dengan Dimas. Freya capek Bu Freya lelah sekali Freya ingin bahagia tanpa diam, Freya yakin Freya akan mampu tanpa Dimas, Freya akan bahagia tanpa Dimas juga "
__ADS_1
"Perempuan itu masih saja bersama suamimu ya, awas saja ibu akan membuatnya menyesal, ibu tak akan tinggal diam Freya "
"Iya mereka masih bersama. Bahkan mereka makin lengket lalu aku harus bagaimana, aku tidak bisa bu harus menyembah-nyembah Dimas atau menurunkan harga diriku untuk membujuknya pulang atau membujuknya untuk jatuh cinta lagi padaku, aku tidak bisa memaksakan sesuatu Bu"
"Kalau Dimas sudah tidak mau ya sudah, aku tidak akan memaksanya untuk tetap diam bersamaku itu malah akan makin membuat luka makin dalam bu"
Freya pergi melangkah meninggalkan ibunya. Freya juga mengusap air matanya yang mengalir. Freya harus menenangkan dirinya terlebih dahulu dia harus tenang. Freya harus bisa bertahan demi anak-anaknya Freya harus bisa.
Sedangkan ibunya Freya tak habis pikir saja dengan Gea, dirinya kira Gea akan pergi saat sudah dipermalukan seperti itu, saat sudah banyak yang menghinanya tapi dia masih bertahan.
Apa Gea tak kapok apa Gea ingin mendapatkan yang lebih. Benar-benar yang perempuan itu tak punya harga diri sekali.
Seharusnya dirinya waktu itu lebih mempermalukan lagi Gea. Mungkin dia akan pergi dan meninggalkan Dimas. Perempuan itu memang benar-benar ingin menghancurkan rumah tangga anaknya, perempuan itu memang benar-benar tidak tahu diri.
"Lihat saja aku akan menghancurkan Gea. Aku tidak suka melihat Gea bahagia di atas penderitaan anakku, Gea tidak boleh bahagia dia sudah merenggut kebahagiaan anakku yang selama ini dia punya. Selama ini Freya bahagia saja dengan Dimas tidak pernah ada pengganggu seperti perempuan itu"
Gea seharusnya mati saja ikut dengan ibunya yang sama saja perebut suami orang lain. Mereka berdua memang tak ada bedanya, mereka berdua sama-sama tak punya harga diri.
...----------------...
Freya yang sedang mengganti gorden kamar sangat kesusahan sekali, biasanya yang mengganti ini adalah Dimas tapi Freya tidak boleh tergantung lagi dengan seorang laki-laki. Freya harus mandiri dan bisa melakukannya sendiri.
Saat Freya akan jatuh, Dimas langsung memegang pinggang Freya. tapi Freya langsung melepaskannya mereka saling pandang tapi Freya segera membuang pandangannya itu.
Freya tak mau terjebak lagi, Freya masih memiliki rasa pada Dimas tapi Freya harus melupakan semua itu. Freya harus ingat apa saja yang sudah Dimas lakukan.
Freya tidak boleh bodoh mau diduakan dengan perempuan lain oleh Dimas, lebih baik berpisah daripada harus diduakan. Itulah prinsip hidup Freya selama ini.
"Kenapa Freya kamu tidak memanggilku saja, padahal kan aku ada di rumah aku ada di ruang tamu. Kamu bisa memanggilku untuk membantumu mengganti gorden. Biasanya juga kamu minta bantuanku kan, tidak melakukannya sendiri seperti ini, sangat bahaya bagaimana kalau nanti kamu jatuh. Aku begitu takut terjadi apa-apa dengan kamu Freya "
"Kamu ingat Dimas waktu teman-teman berbicara padaku kalau aku ini beruntung mendapatkan mu dan kamu juga berbicara pada mereka kalau kamu akan selalu berjuang untuk aku, apapun keadaannya meskipun nanti ada halangan dan badai kamu akan selalu bertahan bersama aku, tapi nyatanya apa semua itu cuman omong kosong yang kamu utarakan pada mereka"
"Semua kata-kata yang kamu ucapkan itu hanya untuk membuat mereka semua iri, hanya untuk membuat kamu terlihat sempurna di hadapan teman-temanmu, dan seharusnya juga aku dulu tidak percaya dengan kata-kata busuk mu itu. Karena manusia bisa saja berubah dan benar saja kamu berubah dengan sangat cepat sekali Dimas, sampai-sampai aku tidak menyadarinya"
"Berbulan-bulan aku tidak mengetahui perselingkuhan kalian berdua, penghianatan kalian berdua padahal aku selalu ada bersama kalian. Tapi kalian di belakangku melakukan perselingkuhan, pantas saja kamu saat aku ajak bersama Gea jalan-jalan kamu selalu mau, kamu tidak pernah menolak ternyata kalian berdua sudah punya hubungan makanya kalian tidak bisa dipisahkan"
"Tapi aku bersyukur semua ini cepat diketahui, kalau tidak mungkin aku akan terjebak dengan kamu aku akan terus diduakan dan aku akan tidak tahu hubungan kalian berdua. Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk aku"
"Sudah mulai sekarang aku tidak akan pernah percaya lagi dengan yang namanya laki-laki, apa lagi laki-laki model sepertimu Dimas yang hanya mengandalkan mulutmu saja, untuk merayu perempuan agar percaya dengan kata-katamu itu semua apa yang kamu katakan itu bohong"
"Kamu mengingkari semuanya, kamu benar-benar sudah membuat aku jatuh dengan sangat dalam sekali Dimas dan sekarang aku harus naik sendiri. Aku tidak akan pernah mau berhubungan lagi dengan siapapun"
Dimas memasang wajah memelas nya, Dimas benar-benar menyebalkan sekali "Aku tahu semua itu sangat sakit sekali, aku merasakan apa yang kamu rasakan sayang aku minta maaf. Aku sungguh minta maaf dengan apa yang aku lakukan sekarang, kalau aku bisa mengontrolnya aku juga tidak akan seperti ini aku akan terus bertahan sama kamu. Aku juga tak mau perjuangan kita berdua itu sia-sia saja "
"Tidak kamu sama sekali tidak merasakan apa yang aku rasakan, jika kamu memang merasakan apa yang terjadi padaku mungkin kamu akan selalu menangis sama seperti aku, terpuruk, depresi semuanya tapi kamu tidak aku melihat kamu senang-senang saja. Kamu bahagia bisa tersenyum berbeda dengan aku, kamu dan aku berbeda kamu tidak bisa merasakan bagaimana rasa sakit ini Dimas sebelum kamu sendiri dikhianati "
"Aku berdoa semoga saja tidak akan ada orang yang sama nasibnya sepertiku, merasakan sakit yang begitu dalam. Penghianatan itu adalah satu hal yang sangat menyakitkan Dimas, aku mungkin bisa menghadapi masalah yang lain tapi untuk yang satu itu, aku tak bisa "
Freya mengambil gorden yang kotor dan pergi meninggalkan Dimas di kamar sendirian. Dimas selalu saja merasa bersalah padanya berbicara kalau dia merasakan sakit yang Freya rasakan, tapi di belakangnya apa Dimas menghabiskan waktu dengan Gea.
Apakah itu yang dinamakan merasakan rasa sakitnya. Dimas sekarang hanya sedang berpura-pura saja peduli padanya, Dimas hanya sedang memakai topeng di hadapannya. Dimas itu penuh dengan tipu daya.
...----------------...
"Freya kemarilah, sini sebentar sayang Mama ingin bicara dengan kamu "
Freya mendekati Ibu mertuanya dan duduk berhadapan dengannya "Ada apa ma"
__ADS_1
"Freya apa kamu tidak lupa besok adalah hari ulang tahunnya Irsyad, kita harus merayakannya. Cucu nenek itu sudah dewasa sekarang kita harus merayakannya. Nanti Mama akan panggil dulu Dimas "Astuti segera bangkit dan mencari anaknya itu, Astuti menarik tangan Dimas dan mereka duduk bertiga di ruang tamu. Freya tidak suka dengan situasi seperti ini
"Dengarkan Mama besok adalah ulang tahunnya Irsyad, kita harus merayakannya jangan sampai kita tidak memberi kejutan padanya. Irsyad harus mendapatkan kejutan yang istimewa dan kalian berdua harus terlihat baik-baik saja di depan Irsyad. Kamu juga Dimas seharusnya kamu tidak pergi-pergi terus dari rumah kamu itu seharusnya diam di rumah"
"Jangan terus malah menghampiri perempuan tidak tahu diri itu. Mama itu menyuruh untuk kembali ke rumah ini agar memperbaiki hubunganmu dengan Freya, bukannya malah terus bersama perempuan tidak tahu diri itu"
Dimas menatap Freya yang hanya diam saja. Dimas juga ingin minta maaf pada anaknya, Dimas juga tidak mau masalah ini membuat anaknya malah benci padanya Dimas benar-benar tidak akan pernah sanggup kalau Irsyad membencinya.
"Baiklah mah kita rayakan ulang tahun Irsyad, aku akan mendekor semuanya, Mamah dan Freya tenang saja aku yang akan mencari tempat di mana yang cocok untuk merayakan ulang tahun Irsyad dan kalian di rumah membuat kejutan untuk tengah malamnya, mungkin membuat kue atau apapun itu untuk membuatnya senang, aku juga ingin minta maaf padanya. Aku menyesal telah membuat Irsyad sedih"
"Nah begitu harus kompak, kita harus merayakan ulang tahun Irsyad agar dia tersenyum lagi. Agar Irsyad bisa seperti semula lagi "
"Baiklah Dimas akan segera mencari tempat dan juga dekor-dekor yang lainnya. Dimas masuk dulu ke kamar ya, Dimas akan membuat rencana dulu agar semuanya lancar "
Dimas segera bangkit dan melangkah masuk ke kamar tamu yang dulu ditempati oleh Gea. Dimas benar-benar tidur di sana, seperti yang Freya inginkan Dimas juga binggung kalau tak tidur disana dimana dia harus beristirahat.
Dimas mencari ponselnya dan menelepon Gea "Gea bisa kamu bantu aku, aku punya sesuatu yang harus aku lakukan dan aku tak bisa melakukannya sendiri sayang, aku butuh bantuan kamu "
"Bantu apa, memangnya apa yang harus aku bantu. Aku benar-benar mengingat setiap kata yang Freya katakan. Dia berdoa untuk kebahagiaanku tapi aku malah merebut mu Dimas, aku benar-benar terus merasa bersalah "
"Sudah kubilang kan jangan pernah pikirkan itu lagi, kita sudah berbaikan kan cincin juga sudah kamu pakai lagi. Jadi sudah jangan membahas itu lagi. Aku ingin membahas tentang anakku Irsyad, dia akan ulang tahun kamu harus bantu aku mencari tempat kado dan juga yang lainnya. Bagaimana kamu mau kan membantuku, kamu pasti akan sangat hebat kalau membuat pesta sayang, aku yakin itu kamu akan bisa diandalkan dalam hal apapun"
"Memangnya kapan Irsyad ulang tahun, apakah besok"
"Iya Irsyad ulang tahun besok bantu aku mencari kado untuknya, kado yang terbagus untuknya. Aku ingin dia kembali tersenyum dan aku juga ingin Irsyad memaafkanku. Nanti saat pernikahan kita Irsyad harus datang dia harus bisa tersenyum saat aku menikah denganmu, bagaimana kamu setuju tidak kamu juga harus mengambil hati Irsyad kan. Kamu harus bisa berbaikan dengannya Gea, agar kamu juga bisa merasakan bagaimana punya anak laki-laki yang baik seperti Irsyad "
"Baiklah aku akan membantumu untuk mencari kado untuk Irsyad dan mendekor semuanya, tapi apakah dengan Freya juga. Apakah Freya akan ada juga "
"Tentu saja tidak, Freya hanya akan membuat kue di rumah dengan mama, mereka akan disibukkan dengan kegiatan mereka di rumah. Jadi tidak akan ada yang merecoki kita dan tidak akan ada yang menelpon aku juga. Sekalian kita jalan-jalan juga setuju tidak, aku jamin yang ini tak akan gagal lagi "
"Baiklah kita akan pergi kapan mau sekarang saja"
"Boleh kita pergi sekarang saja, aku sudah tidak sabar ingin mencari hadiah untuk anakku, kamu juga kalau mau cari kado untuk Irsyad boleh jika kamu ingin memberi sesuatu padanya. Pasti Irsyad akan sangat senang sekali, dia pasti akan menyimpan kado dari kamu "
"Iya aku akan memberi sesuatu padanya nanti agar Irsyad juga bisa menerima aku kan, seperti apa yang kamu katakan. Aku berdoa semoga saja Irsyad kamu memanggilku dengan sebutan Mama "
"Aku bersiap dulu kamu juga sama ya segera bersiap, dandan yang cantik, buat aku terpukau dengan kecantikan kamu itu "
Dimas mematikan sambungannya dan Dimas mengambil dompet, kunci mobil itu saja dia bergegas pergi tanpa pamitan pada ibunya ataupun pada Freya yang masih duduk di sana. Dimas menganggap mereka berdua seperti patung saja.
"Sayang tersenyum lah jangan murung terus, anak kamu akan ulang tahu sayang "
Freya hanya tersenyum kecil saja, dia sampai lupa kalau besok adalah ulang tahun anaknya. Freya sampai melupakan segalanya gara-gara memikirkan tentang rumah tangganya. Freya juga belum menemui anaknya lagi.
Dia selalu saja mengurung dirinya di kamar, tidak pernah mau keluar Freya jadi khawatir dengan keadaan Irsyad takut terjadi apa-apa.
"Iya ma aku akan mencoba tersenyum untuk Irsyad"
"Iya sayang harus itu, kamu harus banyak tersenyum ya. Jangan terus kurung Mama yakin Dimas akan kembali lagi sama kamu "
"Dimas ga akan mungkin betah sama perempuan kayak Gea, dia itu bukan type Dimas banget Mama tahu bagaimana Dimas itu "
"Hemm, iya ma aku akan menemui Irsyad dulu aku akan berbicara dengannya. Aku ingin melihat Irsyad apakah dia baik-baik saja "
"Baiklah nak, lihat dulu Irsyad dia jadi sangat pendiam sekali, kamu temui dia "
Freya menganggukan kepalanya dan pergi meninggalkan Mama mertuanya itu.
__ADS_1