Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 131 Tidak boleh seperti itu pada Mama


__ADS_3

Dimas yang khawatir langsung menelpon mamanya, tidak perlu waktu banyak mamahnya langsung mengangkat. Dimas bersyukur Mamanya langsung meresponnya.


"Bagaimana apakah Helena sudah ketemu mah benar kan itu Helena. Aku begitu takut sekali, takut Helena akan hilang "


"Iya dia sudah ketemu dia bertemu dengan Amar. Sekarang dia sudah pulang ke rumah, Mama akan menenangkan dulu Freya ya dia sangat terpukul dengan kejadian ini. Nanti akan mama kabari lagi"


Mama Astuti langsung mendekati lagi Freya, dia bahkan lupa untuk mematikan sambungannya. Freya memeluk Mama Astuti dengan erat. Freya menumpahkan semua rasa sakitnya di dada Mama Astuti.


"Benar apa kata Helena aku ini ibu yang jahat, aku ini ibu yang egois, dulu aku menjauhkannya dari ayahnya Mah sekarang aku menjauhkannya dari Amar aku memang benar-benar ibu yang tidak berguna. Aku tak pantas untuk menjadi seorang ibu "


"Jangan berkata seperti itu. Kamu adalah ibu yang hebat, kamu adalah perempuan hebat Freya, Helena masih kecil pikirannya belum bisa terbuka kamu harus bisa memaklumi semuanya dia belum merasakan bagaimana perihnya hidup ini. Kamu jangan menyalakan diri kamu sendiri, mama tidak suka kamu berkata seperti ini. "


"Tapi yang dikatakan Helena itu memang benar mah, memang benar aku ini bukan ibu yang baik aku ini egois perempuan egois yang hanya memikirkan diriku sendiri, aku ini memang benar-benar tidak berguna. Seharusnya dari awal aku sadar akan hal itu "


Mama Astuti memeluk Freya lebih erat lagi, tidak Freya bukanlah perempuan egois Freya bukanlah perempuan jahat, dia adalah perempuan yang sangat baik dan bisa mengurus anak-anaknya dengan baik. Helena hanya belum mengerti saja tentang semua keadaan ini.


Sedangkan Dimas yang mendengar semua itu dia merasa sangat hancur. Dimas merasa semua ini adalah salahnya, kalau mungkin saja dulu Dimas memberi kesempatan untuk Freya berbicara mungkin Freya akan membicarakan tentang kehamilannya.


Mungkin kalau dulu dia masih tidak terlalu fokus dengan Gea, mungkin Freya akan jujur padanya tidak menyembunyikan hal itu, tidak menyembunyikan kandungannya itu.


Dimas langsung mematikan sambungannya, dia terduduk dan pandangannya kosong "Seharusnya aku tidak datang lagi, seharusnya aku tidak mencari keberadaan mama mungkin Freya dan juga Helena akan bahagia, seharusnya aku tak mengikuti kata-kata Gea "

__ADS_1


"Aku memang pembawa sial, kalau saja aku dulu tidak tertarik dengan Gea mungkin Freya tidak akan sesakit ini. Freya adalah perempuan baik dia adalah perempuan yang sangat perhatian, bahkan dulu Freya saat aku tidak bekerja tidak berpikir untuk selingkuh atau berpaling pada laki-laki lain, aku benar-benar laki-laki bejat aku benar-benar laki-laki yang tidak bisa diharapkan"


"Aku sudah menghancurkan hidup semua orang banyak orang yang aku hancurkan, bahkan anakku sendiri sakit hati oleh kelakuan ku ini "


Untuk kesekian kalinya lagi Dimas menangis, menangisi tentang keadaan keluarganya, tentang penyesalannya selama ini Dimas begitu menyesal dengan apa yang dia ambil dulu. Memang benar penyesalan itu selalu saja datang di akhir.


...----------------...


Freya membawakan makanan untuk Helena, dia sudah memasak makanan kesukaan anaknya itu. Freya melihat Helena yang sedang menggambar, dia begitu fokus pada gambar nya itu, bahkan untuk melihat Freya saja seperti enggan.


"Lihat mama sudah memasakan makanan kesukaanmu, sesuai yang selalu kamu suka. Ayo segeralah makan Helena "


Freya yang tahu Helena sedang marah mencoba untuk tidak ikut emosi dan marah-marah pada anaknya. Freya tidak mau kejadian tadi terulang lagi Freya tidak mau memarahi Helena lagi.


"Makan dulu ya, tak apa tak habis juga "


"Tidak aku tidak mau, kenapa Mama memaksa"


Irsyad yang keluar dari kamar langsung mendekati adiknya "Helena kamu tidak boleh seperti itu. Mama sudah memasakan makanan untukmu ayo makan sekarang. Jangan banyak tingkah seperti ini "


Helena masih diam menatap kakaknya, Irsyad mengambil makanan itu "Mama lebih baik istirahat, biar aku saja yang menyuapi Helena, Mama pasti sangat lelah sekali pulang bekerja jangan terlalu banyak pikirannya mah. Mama harus minum vitamin juga ya "

__ADS_1


Freya hanya menganggukkan kepalanya dan pergi dari ruang tengah, sepertinya Freya harus menenangkan dirinya terlebih dahulu. Harus lebih sabar lagi dengan cobaan hidupnya yang kembali rumit.


Irsyad menatap adiknya "Kamu tidak boleh seperti itu pada Mama. Apalagi kamu mengatakan kalau Mama jahat, kalau kamu tidak ada Mama bagaimana Helena. Kamu tidak akan tumbuh sebesar ini. Mungkin kamu belum mengerti apa-apa, tapi kamu jangan memperlakukan Mama seperti itu, Mama yang telah melahirkan kamu"


Helena menundukkan kepalanya karena di marahi oleh kakaknya, sebenarnya Irsyad tidak memarahi adiknya hanya saja Irsyad ingin membuat adiknya tidak egois seperti tadi, Irsyad mendengar ceritanya dari neneknya Irsyad tidak mau mamanya tersakiti.


"Tapi kakak mama tidak membolehkan aku untuk bertemu dengan ayah, aku ingin selalu bertemu dengan ayah "


"Kalau begitu, ada alasannya Mama melakukan itu kamu tidak boleh marah-marah seperti itu pada mama. Mama selama ini yang berjuang untuk kita, mamah yang bekerja untuk kita Helena, seharusnya kita selalu mendukung Mama seharusnya kita selalu mengerti dengan keputusan Mama, kita tidak boleh egois seperti itu. Kalau Mama menyuruh kamu untuk jangan temui ayah, maka jangan temui. Ikuti apa yang dikatakan oleh Mama "


"Tapi mama yang egois kakak bukan aku"


"Mungkin kamu tidak tahu apa-apa tentang kehidupan Mama, tapi setidaknya jangan buat mama sedih Helena, ayo sekarang makan. Kakak akan temani kamu makan jangan buat mama sedih dengan kelakuan kamu yang seperti ini, apalagi dengan kamu yang marah-marah dengan Mama"


Helena lagi-lagi diam, karena takut dengan kakaknya. Helena mengambil makanan itu dan memakannya sambil sesekali menatap kakaknya.


"Suatu saat kamu akan tahu, kalau kamu ada di posisi Mama kamu tidak akan bisa melakukannya Helena, jangan pernah marah lagi dengan mama. Kita hanya punya mama kita hanya punya dia, jika mama memutuskan sesuatu berarti itu memang sudah yang terbaik untuk kita"


Helena tidak menjawab seperti tadi, hanya diam sambil memakan makanannya itu. Helena benar-benar belum mengerti dengan yang terjadi, yang Helena mau hanya ayahnya saja. Helena hanya ingin ditemani oleh ayahnya saja itu sudah cukup Helena tidak mau apa-apa.


"Habiskan Helena jangan berfikir tentang ayah dulu, kita ikuti semua kemauan Mama "

__ADS_1


__ADS_2