Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 160 Sudah tahu semua


__ADS_3

Irsyad yang baru saja masuk ke tempat kuliahnya dipandang oleh teman-temannya tapi Irsyad tidak peduli, dia terus berjalan ke arah kelasnya, toh dia tidak punya masalah apa-apa. Apa mungkin kejadian semalam sudah tersebar ke mana-mana.


Ya pasti sudah, kemarin kan ada teman-temannya Laila pasti mereka akan bergosip kemana-mana. Irsyad yakin itu perempuan itu kan mulutnya sangat suka sekali bergosip.


Irsyad duduk di kursinya dan menatap temannya yang langsung mengerubunginya "Irsyad bener yang terjadi sama Laila, kita semua ga salah dengarkan"


"Mikir aja kapan gue deketin dia, seharusnya kalian tahu dulu gimana sikap gue sama Laila, kalau gue welcome ya kemungkinan iya"


Temannya itu menganggukkan kepalanya dengan kompak "Iya juga ya, kapan kalian dekat dan kapan juga kalian pulang sama-sama, malahan Laila nggak pernah kamu bawa kan kalau dia pengen pulang bareng sama kamu, semuanya sudah tersebar udah tahu. Kalau misalnya sampai kedengaran ya sama dosen-dosen udahlah habis Irsyad, kamu bisa-bisa dipanggil nanti "


"Yang terpenting aku tidak melakukan hal itu kan, kalaupun iya aku pasti akan mengaku. Sekarang begini saja kalau kalian percaya padaku atau pada perempuan itu kapan sih kalian melihat aku bersamanya atau mungkin aku baik padanya, tak pernah kan aku seperti itu "


"Laila memang sepertinya ingin menjebak mu, kamu harus hati-hati enak aja nanti dia hamil anak orang lain tapi kamu yang tanggung jawab"


"Ya sudah kalau sudah tahu kenapa harus diperpanjang, aku ke sini mau belajar bukan mau membahas perempuan itu. Aku sudah pusing sekali dari semalam, sekarang aku hanya ingin tenang dan tak memikirkan tentang hal itu "


Teman-teman Irsyad yang memang tahu bagaimana Irsyad langsung menjauh, mereka kembali duduk di tempat mereka masing-masing. Sedangkan Irsyad juga mengeluarkan semua buku-buku pelajarannya. Irsyad tidak akan pernah memikirkan hal itu bukan dirinya yang salah.


Jadi untuk apa dipikirkan juga nanti juga akan ketahuan kok apa yang sebenarnya terjadi. Lambat laun semuanya akan terbuka.


...----------------...


Hari ini Laila pulang, bersama kedua orang tuanya. Laila benar-benar tidak punya tenaga sedikitpun ayahnya juga dari kemarin tidak berbicara dengannya, ayahnya benar-benar bungkam. Laila malah jadi merasa takut.


Lebih baik Ayahnya meledak-ledak daripada harus seperti ini, dia bungkam tanpa mau mengatakan sesuatu padanya itu lebih menakutkan.


"Apa kalian berdua marah padaku, apa kalian benci padaku. Kenapa kalian terus mendiamkan ku aku juga tidak mau seperti ini"


"Pikir saja, memangnya ada orang tua yang tidak kecewa saat anaknya melakukan hal seperti itu di luar nikah seperti ini Laila, sebenarnya pikiranmu itu ke mana. Kenapa kamu tega membuat orang tuamu malu kenapa Laila, kamu ini masih kuliah masa depan kamu itu masih sangat panjang. Kenapa kamu menghancurkannya dengan sekejap seperti itu jatuh cinta boleh tapi tidak harus bodoh juga kan " ucap ayahnya Laila yang akhirnya berbicara juga, mengakhiri kediamannya.


"Aku khilaf, aku kira tak akan seperti ini. Aku benar-benar tak berharap akan seperti ini "

__ADS_1


"Khilaf melakukan hal seperti itu, aneh sekali kamu ini. Aku tidak percaya kamu bisa mengecewakan orang tua kamu sedalam ini. Sekarang apakah laki-laki itu ada datang ke rumah atau menjemput kamu saat di rumah sakit, tidak ada kan dia tidak peduli sama sekali. Dia hanya ingin menghancurkan kamu saja tahu "


"Nanti juga dia akan peduli, biarkan Irsyad berpikir dulu ayah jangan terus kamu mendesaknya yang ada dia malah akan kabur. Apalagi Ayah kemarin kenapa malah memukulinya seharusnya diajak bicara baik-baik saja, pasti dia akan mengakui semuanya tanpa harus melakukan kekerasan seperti itu, dia juga akan takut kalau Ayah memperlakukannya seperti itu"


"Kapan itu kapan, Ayah ingin tahu kapan laki-laki itu akan peduli padamu. Datang kemari dan mengakui semuanya bahkan setelah orang-orang tahu saja dia biasa-biasa saja seperti merasa tidak bersalah, dia benar-benar kurang ajar Laila, kamu ini benar-benar membuat aku stres "


Laila menghapus air matanya, Layla juga bingung harus seperti apa sekarang. Disini Laila juga tertekan. Bagaimana nanti kalau dirinya masuk kuliah, apakah teman-temanya akan mendukungnya atau malah sebaliknya, malah mencelanya.


"Lalu aku harus bagaimana ayah, apakah aku harus mengejar-ngejarnya datang ke rumahnya yang ada keluarganya akan mengusirku. Mereka tidak akan pernah menerimaku kemarin saja Ibunya datang ke ruanganku dia mengancam-ngancam aku ayah, aku ga berdaya ayah "


"Ya kamu juga kenapa bisa sampai seperti ini, kamu ini ya ampun Laila. Aku menyekolahkan mu untuk pintar untuk bisa membedakan mana yang benar tapi ini kamu dengan sukarela memberikan semuanya"


Ayahnya Laila langsung saja masuk ke dalam rumah, meninggalkan istrinya dan juga anaknya di dalam mobil, Laila memeluk ibunya dengan erat sekali. Siapa lagi orang yang peduli padannya selain ibunya ini tak ada lagi.


"Aku harus gimana Bu, aku harus gimana. Aku benar-benar serba salah sekali, aku benar-benar sudah pusing sekali "


Ibunya tidak menjawab hanya memeluk Laila dengan erat dan mengusap rambutnya, bingung juga harus bagaimana apakah harus marah tapi tidak ada gunanya juga kan marah semuanya sudah terjadi.


Semarah marahnya seorang ibu, dia tak akan mungkin membenci anaknya atas perbuatan yang telah dia lakukan.


...----------------...


Mama Astuti menepuk tangan Freya, dari tadi Freya hanya melamun saja. Mama Astuti benar-benar khawatir dengan keadaan Freya ini.


"Kamu ada masalah apa. Kenapa tiba-tiba melamun seperti itu, kamu dan juga Amar sudah baik-baik saja lalu apalagi yang perlu kamu pikirkan. Tak perlu ada yang kamu khawatirkan lagi kan, kalian berdua akan berbicara langsung pada neneknya Amar semuanya pasti akan berjalan dengan lancar Freya"


"Tidak ada mah, hanya saja Freya sedang memikirkan pekerjaan Freya sudah itu saja tak ada yang lain "


"Benar tidak ada yang lain, mama lihat kemarin Irsyad babak belur, dia kenapa mukanya biru-biru tadi saat sarapan juga mama tanya tak menjawab, ada apa sih Freya "


"Tidak semuanya baik-baik saja Mah, tak ada yang terjadi"

__ADS_1


"Kalau ada apa-apa cerita sama Mama nggak usah dipendam-pendam kayak gitu dari dulu juga kita selalu ceritakan. Ada apa sih Freya sebenarnya ada apa. Jangan buat mama jadi penasaran seperti ini dan Mama nanti cari tahu sendiri"


Freya memijat keningnya, Freya segera menceritakan semua yang terjadi pada mamanya ini percuma juga kalau misalnya di sembunyikan nanti juga mamanya akan tahu.


Freya juga tidak bisa menyimpan apa-apa dari mamanya ini, selama ini Freya selalu bercerita apapun tak pernah ada yang disembunyikan satupun.


"Kenapa bisa seperti itu, siapa yang menuduh cucu mama seperti itu, mana mungkin Irsyad begitu "


"Aku juga nggak tahu mah. Aku lagi beresin semua masalah ini mah, masalah terus datang bertubi-tubi pada keluargaku ini aku akan menyelesaikan satu persatu. Aku benar-benar pusing dengan semua masalah yang datang "


"Yang sabar ya sayang sabar, mama akan selalu menemani kamu "


Dipeluknya Freya dan ditepuk-tepuk punggungnya. Dirinya yakin nanti kedepannya pasti tidak akan ada masalah lagi.


...----------------...


"Ayah akhirnya kamu datang juga menjemputku. Aku rindu sekali dijemput oleh ayah. Aku senang saat tadi melihat ayah yang berdiri tak jauh dari sekolah ku ini"


Helena langsung masuk ke dalam pelukan ayahnya itu, Amar sendiri langsung menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"Ayah datang kemari tidak bersama mama, ayah berangkat sendiri saja "


"Tidak Mama sedang di rumah, makanya hanya ayah saja yang menjemput bagaimana sekarang sudah tidak murung lagi kan, ayah sudah bisa menjemput kamu lagi. Ayah sudah bisa leluasa lagi dan Mama juga tak akan marah lagi "


"Iya aku suka, aku senang sekali sekarang akhirnya ayah bisa menjemputku lagi. Akhirnya kita bisa bersama-sama lagi Ayah aku begitu rindu sekali bisa melakukan apapun dengan ayah, aku tak menyangka ayah akan kembali menjemputku "


"Tentu saja kita akan bisa makan es krim sama-sama lagi dan juga bermain di Timezone lagi"


"Yey aku senang sekali"


Amar segera melajukan mobilnya dan pergi dari parkiran sekolah. Amar akan mengantarkan Helena pulang dulu dan menjemput Freya, neneknya ingin berbicara dengan Freya. Entah apa yang akan neneknya bicarakan tapi Amar akan terus mendampingi Freya tidak akan pernah meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2