
flashback on
Brian melihat Laila yang sedang menangis Brian dengan perlahan mendekatinya, penasaran juga ada apa sih sebenarnya dengan perempuan ini selalu saja galau tak pernah ceria.
"Kamu kenapa nangis kayak gini ada masalah Laila, aku lihat-lihat setiap hari kamu kayaknya nangis terus, ga cape emang terus nangis, aku aja yang lihatnya cape tahu. Satu lagi apa kamu juga nggak malu sama teman-teman yang lain, kamu itu udah dewasa loh"
Laila mengusap air matanya, dia malu dilihat oleh Brian temannya Irsyad lagi-lagi Laila menangis, karena Irsyad siapa lagi coba yang bisa membuatnya menangis seperti ini kalau bukan Irsyad.
Irsyad selalu saja menolaknya, bahkan tidak pernah mau memberikannya kesempatan satu kali saja, Irsyad selalu menolaknya Laila sudah mengejarnya sejak lama tapi apa tidak ada kemajuan sama sekali.
Malahan Irsyad makin menjauh saja, Irsyad juga selalu menampakan wajah yang begitu benci padanya, tak pernah ada senyum untuknya.
"Jadi kenapa kamu nangis terus kayak gini, coba ceritakan sama aku siapa tahu aku bisa bantu"
"Irsyad dari dulu selalu saja nolak aku, pokoknya dia nggak pernah mau sama aku, apa sih sebenarnya kurangnya aku, aku cantik, manis, pengertian, perhatian, aku juga ga akan buat Irsyad malu kok. Aku akan buat dia bangga malahan, tapi tetap aja dia ga mau sama aku "
"Kurangnya kamu nggak ada kok mau aku bantu, aku bisa loh buat kamu sama Irsyad dekat. Aku kan temennya Irsyad jadi aku bisa melakukan apapun itu"
"Memangnya kamu bisa bantu aku, memangnya kamu bisa menyelesaikan semua masalah ini, aku takut nanti kalau kamu dengan aku jadi bermasalah dengan Irsyad, aku takut Irsyad malah jadi cemburu lagi, aku aja kejar-kejar dia dari dulu nggak bisa emangnya apa yang kamu bisa lakuin"
"Ga akan cemburu dia, kalau dia cemburu sama kamu ya bagus. Aku ingin teman dekatnya Irsyad, jadi aku tahu apa kesukaannya dan gimana cara kamu buat deketin dia mau nggak. Tapi ada syaratnya, aku ga percuma loh bantu kamu itu "
"Apa syaratnya. Aku mau " tanpa pikir panjang Laila mau-mau saja.
Brian duduk di samping Laila dan lebih mendapatkan dirinya "Gimana kalau kamu kasih tubuhmu itu dulu padaku, baru aku akan melakukan pekerjaanku dengan baik. Aku yakin bisa bantu kamu sampai mendapatkan Irsyad, bagaimana aku untung kamu juga untung mau kan. Kita sama-sama diuntungkan disini "
"Kamu yakin semua itu akan berhasil dengan aku memberikan tubuh aku padamu. Apakah semuanya akan berhasil aku takut ini gagal. Aku hanya ingin memberikan semua ini pada Irsyad tidak untuk laki-laki lain, aku sangat takut sekali "
"Iya semua ada di tanganmu, jika kamu mau dia ayo kalau kamu nggak mau ya nggak apa-apa aku nggak akan pernah maksa kok. Aku cuman punya waktu 1 jam nih kalau kamu mau temuin aku ya "
Brian sengaja memberikan waktu yang mepet agar Laila tidak bisa berpikir lagi dan dia langsung mau saja, itulah strateginya dari tadi entah kenapa dia tiba-tiba terpikirkan hal semacam itu sebenarnya hanya iseng tapi kalau dilihat-lihat tubuh Laila ok juga.
Brian sudah berdiri, tapi Laila langsung menahan tangannya dan Brian kembali duduk "Baik aku akan memberikan segalanya untuk kamu, tapi aku mau Irsyad jadi milik aku, aku mau dia menjadi milikku. Aku mau pokoknya Irsyad tidak kemana-mana harus selalu bersamaku tidak boleh dengan perempuan lain"
__ADS_1
"Baiklah kita lakukan itu nanti, kita ketemu ya kita ke belakang sekolah di sana ada ruangan kosong. Tak akan ada yang tahu, hanya aku saja yang tahu "
Laila langsung menganggukan kepalanya dengan cepat, dia benar-benar tidak memikirkan konsekuensi kedepannya, yang terpenting apa dia bisa mendapatkan Irsyad.
Laila bisa menikah dengan Irsyad meskipun dia harus kehilangan keperawanannya hanya demi Irsyad, kalau dia tidak seperti ini maka tidak akan ada yang membantunya semoga saja pengorbanan nya ini tidak sia-sia kan.
Benar saja sore harinya Laila datang ke sana, dia benar-benar memberikan apa yang Brian minta, Laila juga tidak banyak berontak dia menikmati segala hal yang Brian lakukan.
Yang Laila fikiran dan bayangkan saat melakukannya adalah Irsyad, laki-laki yang dirinya cintai itu.
Awalnya mereka hanya melakukan satu kali waktu itu, tapi makin kemari Brian juga ketagihan dan meminta Laila untuk melakukan nya lagi dan Laila mau-mau saja. Brian terus saja mengiming-imingi akan mendekatkan dia dengan Irsyad.
Terus saja seperti itu dan pada akhirnya 2 bulan kemudian Laila menemui Brian, dan mengatakan sesuatu yang membuat Brian syok dan tak percaya saja kenapa begitu cepat sekali.
"Ada apa sih kamu membawaku kemari, mau bicara apa biasanya juga kita langsung bicara aja, ga tarik-tarik kayak gini "
"Aku hamil Brian gimana. Aku takut nanti kalau orang tua aku tahu, aku bisa dimarahi oleh mereka. Dan aku juga nggak akan dapetin Irsyad malah semua ini sia-sia aja tahu nggak sih"
"Aku minum terus kok, tapi nggak tahu pas aku cek aku benar-benar hamil gimana aku harus gimana. Aku binggung aku ga mau ya pusing sendiri "
"Gini aja, kamu kan mau sama Irsyad lebih baik kamu gunain kehamilan kamu ini, buat jebak Irsyad ya kamu bilang aja sama orang tua kamu seolah-olah kamu dihamili sama Irsyad gampang kan. Itu pasti akan membuat Irsyad luluh dan mau sama kamu"
"Tapi Irsyad bakal marah nggak, dia bakal tahu nggak Irsyad itu nggak pernah pegang aku, bahkan dipegang sama aku aja dia nggak mau apalagi lakuin hal kayak gitu sama aku kamu itu gimana sih Brian. Jangan buat aku jadi malu deh nantinya "
"Ya semua itu ada di tangan kamu, jika kamu memang ingin bersama Irsyad ya silakan kamu berbicara pada orang tua kamu kalau kamu itu hamil sama Irsyad. Jangan sama aku ya percuma dong nanti kamu nggak akan pernah nikah sama Irsyad malah sama aku emangnya mau, kamu mau nanti tinggal seumur hidup sama aku "
Laila tentu saja langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat, dia tidak mau menikah dengan Brian. Maunya dengan Irsyad saja. Tidak mau dengan laki-laki yang ada di hadapannya ini.
Ya meskipun Laila selama ini selalu menikmati apa yang mereka berdua lakukan, tapi kan itu hanya semata-mata untuk mendapatkan Irsyad saja.
"Ya pokoknya semua keputusan ada di kamu, kalau kamu mau ya kamu ikutin kata-kata aku, bilang sama orang tua kamu kalau Irsyad yang udah lakuin ini jangan bawa-bawa aku, kalau kamu sampai bawa-bawa aku nanti kedepannya maka akan panjang. Irsyad juga pasti langsung mau tanggung jawab deh dia itu anaknya nggak pikir panjang "
"Pasti akan memikirkan bagaimana tanggapan orang, lalu orang tuanya dia pasti akan langsung mau apalagi kalau sampai ditekan oleh orang tua kamu"
__ADS_1
"Tapi nggak akan ada yang tahu kan"
"Ya kan cuman kita aja yang tahu, aku juga ga akan bongkar apa-apa, yang terpenting kamu punya orang yang tanggung jawab kan dan orang yang ingin sekali kamu buat tanggung jawab itu kan Irsyad bukan aku jadi temui saja dia. Ingat Irsyad harus bisa tanggung jawab, pinter-pinter kamu aja lah "
"Baiklah aku akan menemuinya, aku akan mengatakan pada orang tuaku kalau Irsyad yang telah melakukan ini. Tapi kamu juga harus lindungi aku, kalau ada apa-apa kamu harus halangi ya "
"Iya iya tenang aja, tenang semuanya akan beres di tanganku kamu tidak usah ragu mengatakan hal ini pada orang tuamu. Pokoknya aman lah aku sudah menjamin semuanya "
Laila menganggukan kepalanya dengan cepat, dia langsung pergi meninggalkan Brian. Brian sendiri tersenyum bahagia ternyata mudah sekali ya membodohi orang seperti Laila.
Dia sudah sangat dibutakan oleh cinta. Iya enak sih melakukannya dengan Laila, tapi yang tanggung jawab adalah Irsyad itu adalah sebuah bonus yang begitu menguntungkan untuk Brian.
Anaknya itu akan hidup bahagia, Irsyad adalah orang kaya Laila juga cukup kaya, jadi anaknya tidak usah seperti dirinya yang serba kekurangan. Anaknya akan tercukupi segalanya.
Brian bisa menuntaskan kuliahnya dengan tenang, sedangkan Irsyad mungkin nanti akan dikeluarkan dan mengurus anaknya. Hidup ini memang adil sekali. Enak rasanya mendekati perempuan polos seperti Layla dan menggunakannya sepuasnya. Irsyad hanya akan mendapatkan bekasnya saja.
Flashback of
"Sialan lu Brian lo berani ya udah kayak gini sama gue, kenapa sih Brian lo sampai setega ini sama gue, apa sih kurangnya gue sebagai teman, gue kurang baik apa sama lo "
"Iya iya aku minta maaf l. Aku minta maaf sekali lagi aku minta maaf, aku nggak akan lakuin kayak gini lagi Irsyad aku udah kasih tahu semuanya kan jadi tolong jangan sampai aku dikeluarin dari kampus. Aku benar-benar enggak tahu kalau sampai dikeluarin dan bagaimana nanti respon orang tua aku kalau aku sampai ga kuliah lagi "
"Oke untuk kali ini kamu selamat, tapi jika sampai kejadian kayak gini lagi aku nggak tahu deh. Aku benar-benar kecewa Brian lebih baik dari awal aku itu nggak punya temen aja, daripada punya temen kayak kamu yang nusuk aku dari belakang. Kamu benar-benar udah hancurin kepercayaan aku selama ini. Aku tuh udah percaya banget sama kamu tahu "
"Iya aku salah, aku telah memanfaatkan Laila aku memang laki-laki yang bodoh. Aku benar-benar tidak tahu diri sekali "
Irsyad tidak mau lagi berbicara, dia langsung membawa kamera itu dengan orang kepercayaannya, dia akan pergi ke rumah Layla sekarang juga masalah ini harus cepat selesai.
Tapi Irsyad kembali lagi dan menggusur Brian untuk dia bawa agar nanti kalau misalnya orang tuanya masih tidak percaya ada Brian yang akan menjelaskan segalanya.
Takutnya orang tuanya Layla mengatakan kalau rekaman ini adalah editan, bisa saja kan kita tidak akan pernah tahu apa yang akan dipikirkan orang nanti.
Apalagi orang tuanya Laila itu keras sekali, mereka itu seenaknya dan mau menang sendiri seperti saat di rumah sakit, orang tuanya Laila kan ingin menang sendiri tidak mau disalahkan dalam hal apapun.
__ADS_1