Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 208 lagi lagi harus Freya


__ADS_3

Gea yang sudah sangat buntu langsung menelpon mama Astuti dari tadi dia sudah mengetuk pintu tapi Dimas tidak mau membukannya, dia tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi selain mama Astuti. Hanya mama Astuti yang bisa membantunya.


"Ada apa kamu menelponku. Bukannya kamu sudah siap mengurus suamimu, urus saja dia sendirian jangan menghubungi aku atau meminta bantuan"


"Tolong mah sekali ini saja Dimas mengurung dirinya, aku tadi menceritakan tentang bagaimanakah kami bertemu dia memaksa ingin mengetahui semuanya makanya aku ceritakan"


"Bodoh dasar bodoh kamu, kenapa malah dibicarakan seharusnya kamu merahasiakan semuanya bukan yang malah berbicara pada Dimas. Kamu ini bagaimana sih, dasar ya perempuan ga bisa jaga rahasia, kamu ini sudah membuat aku pusing kamu urus saja sendiri Dimas, aku tak mau urusan lagi "


"Jangan seperti itu tolong bantu aku, mama yang bisa membujuk Dimas dari tadi dia terus memecahkan barang-barang yang ada di kamar. Bahkan aku mendengar Dimas seperti memukul sesuatu aku takut dia terluka ma, aku tak mau Dimas masuk rumah sakit lagi "


"Dasar kamu ini tidak becus. Sudah aku bilang kan lebih baik Dimas dibawa olehku saja, lihat belum juga satu hari kamu sudah tak becus mengurusnya "


Sambungan langsung diputuskan begitu saja oleh Mama Astuti. Gea begitu bingung dia kembali mengetuk pintu dengan perlahan. Ge juga sudah sangat lemas sekali.


"Dimas tolong buka pintunya jangan seperti ini, kamu membuat aku khawatir membuat semua orang khawatir jangan mengurung seperti ini. Aku begitu khawatir dengan keadaanmu buka pintunya ayo Dimas, apakah kamu tak kasian dengan aku. Aku sedang mengandung jangan buat aku jadi banyak fikiran "


Masih tak ada jawaban hanya terdengar barang-barang yang dijatuhkan saja. Gea kembali mengetuk pintunya dengan keras bahkan menggedor-gedornya.


Tapi semua itu hanya percuma saja. Bahkan tangan Gea saja sudah sakit karena dari tadi terus menggedor pintu itu, Gea tidak bisa mendobrak pintu ini apalagi Bibi juga sedang belanja tidak ada di rumah.


Mau minta bantuan pada tetangga Gea malu dia tidak mau kalau tetangga semua tahu kalau Dimas itu sedang hilang ingatan, Gea ingin merahasiakan semua yang terjadi di keluarganya ini, tidak mau sampai orang-orang tahu.

__ADS_1


"Dimas jangan buat aku takut buka pintunya buka, ayo cepat buka "


Gea yang sudah lelah langsung terduduk begitu saja sambil memegang perutnya. Gea menangis tidak tahu harus seperti apa lagi membujuk Dimas sepertinya tidak akan pernah bisa dibujuk olehnya.


...----------------...


Mama Astuti yang baru sampai langsung masuk begitu saja ke dalam rumah. Mama Astuti menatap Gea yang masih saja menangis. Mama Astuti mendorong bahu Gea tidak peduli Gea sedang mengandung.


"Kamu ini bodoh, kenapa bisa sampai anakku seperti itu. Kamu ini kalau melakukan sesuatu tidak berpikir dulu, pasti kamu sudah menyinggung hati anakku kan makannya seperti ini "


Setelah memarahi Gea Mama Astuti mengetuk pintu dengan perlahan, tak peduli Gea yang sedang mengandung "Dimas ayo buka pintunya. Kita bicara berdua ya jangan mengurung diri seperti ini dan jangan menyakiti dirimu. Ayo buka pintunya buka Mama mohon sama kamu jangan seperti ini, mama ingin bicara dengan kamu nak"


Terdengar kembali barang-barang yang dilemparkan oleh Dimas. Mama Astuti juga sampai kaget. Mama Astuti menatap Gea yang masih duduk lemas seperti itu.


"Sebenarnya apa yang kamu katakan pada Dimas sampai-sampai Dimas mengamuk seperti ini, apa saja yang kamu katakan Gea, kenapa kamu tidak berpikir dulu sebelum mengatakan hal itu ha" kembali mama Astuti menanyakan hal yang sama. Karena yang tadi belum dapat jawaban dari Gea.


"Aku hanya menjelaskan apa yang terjadi pada kita mah, aku tidak mau seperti mama yang menyembunyikan segalanya, dan pada akhirnya harus terbongkar juga kan. Aku tidak mau berbohong dan nanti aku yang malah akan disalahkan lebih baik jujur kan"


"Yah lebih baik jujur tapi kenyataannya seperti ini kan Dimas jadi mengurung diri dan menyakiti dirinya sendiri menghancurkan setiap barang. Seharusnya kamu berpikir ke sana. Kalau tidak mau berbohong tidak usah menceritakannya dulu jadi seperti ini kan masalahnya jadi panjang, sekarang kamu tidak bisa membujuk suamiku sendiri kamu menyuruh suamimu itu untuk keluar tidak bisa kan "


Gea yang sudah lemas untuk berdebat hanya diam saja. Gea mengusap air matanya dan memeluk perutnya. Gea tak tahu harus bagaimana, menjadi serba salah seperti ini. Jujur salah berbohong salah juga.

__ADS_1


"Dimas ayo buka pintunya kita bicara dengan tenang, kita bicara sama-sama ya nak"


"Aku tidak akan keluar sebelum Freya yang datang kemari, aku tidak akan pernah mau keluar. Aku hanya ingin Freya. Aku hanya ingin dia yang berbicara denganku, aku tidak mau berbicara dengan siapa-siapa lagi "


"Nak jangan seperti itu sekarang Freya sudah berbeda dia sudah punya suami. Dia harus mengurus suaminya jangan keras kepala seperti ini Dimas, kamu harus mengerti sekarang posisi kamu dan juga Freya sudah berbeda sekali kalian sudah bukan suami istri lagi"


Suara Dimas tidak terdengar tapi barang-barang yang sepertinya makin parah dilempar-lemparkan oleh Dimas. Bahkan ada suara pecahan juga apakah kaca juga dipecahkan oleh Dimas.


"Dimas buka pintunya Mama khawatir jangan membuat mama sedih seperti ini nak "


"Aku sudah bilang kan aku ingin Freya datang kemari, aku hanya akan keluar saat Freya yang datang kemari aku hanya ingin dia. Aku akan berhenti melemparkan semua ini kalau Freya yang datang aku tidak bisa menerima semua ini"


Mama Astuti yang tidak mau mengganggu Freya hanya diam, dia memikirkan cara agar Dimas bisa keluar.


"Ma sudah minta bantuan saja pada Freya, aku takut Dimas malah menyakiti dirinya sendiri, bagaimana kalau nanti dia kenapa napa "


"Ini gara gara kamu Gea, kalau kamu tidak melakukan itu semuanya tidak akan seperti ini kamu memang benar-benar perempuan bodoh, saat sudah seperti ini kamu tidak mau tanggung jawab kan, harus aku yang membujuk sekarang Freya lagi yang harus kemari, harus bagaimana aku menjelaskan pada Amar harus ditaruh di mana lagi mukaku ini hah. Kamu ini perempuan pembuat ulah tidak ada gunanya kamu menikah dengan anakku"


Mama Astuti langsung keluar dari rumah itu. Dia langsung bangkit dan menatap Mama mertuanya yang pergi bagaimana ini kenapa Mama mertuanya malah pergi meninggalkannya sendiri.


Apakah dia sendiri yang harus meminta bantuan pada Freya. Gea mengambil ponselnya dan akan menghubungi Freya tapi Gea langsung mengelengkan kepalanya, bagaimana dengan suaminya kalau Gea tak menghubungi Freya Dimas tidak akan keluar sampai kapanpun.

__ADS_1


__ADS_2