Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 60 Lebih mementingkan dia lagi


__ADS_3

Gea menggapai sesuatu tapi tidak ada, Gea langsung menjambak rambut ayahnya itu dengan sekuat tenaga. Dan akhirnya cekikan itu dilepaskan oleh ayah tirinya. Gea terbatuk-batuk dan mengambil nafas dengan cepat rasanya dia tadi akan mati, kalau saja dia tadi tidak menjamak rambut Ayah tirinya itu mungkin sudah lewat kebahagiaan yang baru saja dia dapatkan mungkin akan hilang. Sia-sia saja kan jadinya.


Gea berlari ke arah dapur dan mengambil pisau, lalu mengacungkannya ke Ayah tirinya. Erik langsung mengangkat tangannya "Ada apa denganmu. Kenapa begitu kasar padaku, kamu sekarang sudah mulai berani ayo turunkan pisaumu itu dan kita bicara baik-baik. Kita ini ayah dan anak kenapa harus seperti itu, tidak baik ayo turunkan pisau itu anak cantikku "


"Bukan, kita tidak punya hubungan apa-apa kamu bahkan bukan Ayahku, kamu hanya orang yang telah menghancurkan hidupku pergi dari sini dan jangan pernah datangi aku lagi atau aku akan lapor polisi. Aku benar-benar akan membuat kamu busuk disana"


Erik tertawa mendengar itu, tapi Gea benar-benar mengambil ponselnya dan menelpon polisi. Wajah Erik langsung pucat. Tidak menyangka kalau Gea akan seberani ini.


"Pergi dari sini atau kamu akan ditangkap polisi sekarang juga, pergi dari sini jangan pernah ada di sini. Aku tidak mau ada kamu pergi aku sudah bahagia sekarang "


"Tidak akan, silakan saja memangnya apa yang akan kamu katakan lagi saat Polisi datang di sini. Aku ingin tahu seberani apa dirimu itu apakah Freya sudah mengajarkanmu bagaimana bicara yang baik dan benar. Sampai kamu berani padaku "


Tidak lama kemudian pintu diketuk, polisi juga langsung masuk Gea masih menodongkan pisau itu ke Ayah tirinya "Pak tolong tangkap dia, dia sudah mengacaukan rumahku, dia adalah orang yang telah mengacaukan hidupku. Tolong Pak dia mau membunuhku, dia itu berbahaya sekali "


"Simpan dulu Bu pisaunya simpan"


Gea dengan perlahan menyimpan pisaunya lalu dia menatap ke arah polisi lagi. Erik yang pasti akan membela diri segera melakukannya "Ini hanyalah masalah kecil Pak. Bukan apa-apa dia sedang marah padaku, anak ini begitu keras pada ayahnya inilah contohnya dia marah padaku jadi menodongkan pisau seperti itu, tadi dia mengamuk makanya aku mencoba untuk menenangkannya tapi dia malah menodongkan pisau dan menelepon polisi. Aku begitu pusing bagaimana mendidik anak ini Pak "


"Tidak bukan seperti itu keadaannya, memang kenyataannya dia telah melakukan kekerasan padaku aku juga sudah pernah melaporkan dia ke kantor polisi, tapi dia keluar lagi kamu bisa mengecek riwayat kriminalnya. Dia pernah melecehkan ku, pernah menyiksaku dan juga menjual aku tolong penjarakan dia. Aku tidak bisa aku tidak mau ada dia di sini lagi, dia menerobos rumahku aku punya surat-surat rumah ini dan aku benar adalah pemilik rumah ini"

__ADS_1


Gea bergegas mengambil surat rumah itu dan memberikannya pada polisi, lalu juga memberikan beberapa bukti yang telah dilakukan oleh ayah tirinya itu.


Polisi yang melihat semuanya langsung menangkap Erik. Erik menatap Gea dengan sangat marah "Lihat saja kamu tidak akan pernah lepas dariku Gea, suatu saat aku akan kembali lagi dan kamu akan habis. Aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang"


Erik ditarik paksa oleh para polisi itu. Gea langsung menangis dia terduduk lemas kembali. Gea mengambil ponselnya dan menghubungi Dimas. Dimas harus datang ke sini Dimas harus cepat-cepat datang kemari Gea begitu sangat ketakutan sekali.


Sedangkan Dimas sendiri dia ada di luar kamar bersama Freya. Freya menggenggam kedua tangan suaminya ada sesuatu yang ingin Freya katakan.


"Dimas ada yang ingin aku katakan padamu ini sangat penting sekali"


"Apa itu Freya "


"Aku punya kabar bahagia untukmu, aku sebenarnya Ha_"


"Tunggu dulu aku mendengar suara ponsel yang berdering "ucap Dimas sambil melepaskan genggaman tangan Freya. Dimas bahkan berlari ke arah kamarnya untuk mengambil ponsel itu. Freya menjadi kecewa dengan sikap Dimas yang seperti ini, dia menjadi lebih mementingkan ponselnya daripada Freya. Sungguh perubahan yang begitu terlihat sekali.


Freya duduk di kursi dan menunggu suaminya datang, Dimas sendiri di dalam kamar sedang mengangkat telepon dari Gea.


"Ada apa kenapa Gea"

__ADS_1


"Tolong datang ke sini Dimas. Tolong aku sangat ketakutan sekali, aku takut sekali tolong datang kemari tadi ayah tiriku datang dan dia akan membunuhku. Tolong datang kemari aku sangat ketakutan sekali, aku takut sekali "


"Apa tenang-tenang, aku akan datang ke sana kamu tenang ya, aku akan datang ke sana kunci pintu dan kamu sudah lapor polisi kan"


"Ya sudah polisi tadi sudah datang kemari dan membawanya. Tapi tolong aku tidak bisa sendirian datanglah kemari, aku sangat ketakutan sekali Dimas"


"Baiklah baiklah tunggu aku di sana ya jangan kemana-mana, jangan buka pintu. Aku akan bawa kunci cadangan "


Dimas bergegas mengambil jaketnya dia begitu khawatir sekali dengan keadaan Gea, bahkan Dimas menghiraukan panggilan Freya yang terus saja memanggil namanya. Dimas seperti acuh dan seperti kalau di ruang tamu itu tidak ada orang.


Freya yang khawatir dengan keadaan suaminya segera berlari keluar dia mencegat mobil suaminya "Sebenarnya kamu ini mau ke mana sih, tiba-tiba pergi gitu aja tanpa izin dulu sama aku. Apa sih yang buat kamu jadi sibuk banget"


Dimas yang tadinya akan masuk ke dalam mobil segera menghampiri Freya "Aku punya pasien yang harus segera dioperasi. Tolong mengerti aku Freya, kamu tahu kan aku adalah seorang dokter maka aku harus selalu cepat menanggapi semuanya. Jangan membuat pekerjaanku ini menjadi terhalangi karena ego kamu Freya"


"Aku tidak pernah menghalangi mu. Aku hanya bertanya mau kemana kamu biasanya kalau ada operasi atau ada pasien darurat kamu akan langsung mengabari ku dulu, kamu akan berbicara dulu padaku dan izin akan pergi, tanpa langsung pergi seperti ini. Aku merasa kalau aku sudah tidak mengenali suamiku lagi"


"Aku masih sama dan aku tidak pernah berubah, masuk ke dalam rumah dan jangan terus menghalangi jalanku. Ini sangat penting kamu ini tahu kan tugas aku sebagai dokter ini bagaimana cepat awas"


Dimas menarik tangan Freya dan langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan Freya begitu saja di luar rumah. Dimas bahkan tidak peduli dengan Freya yang akan menangis, sakit hati atau apapun itu yang terpenting sekarang adalah Gea apakah dia baik-baik saja, apakah ada luka yang serius atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2