Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 23 Terlalu sakit


__ADS_3

"Sayang jangan marah padaku " saat masuk kamar Freya langsung mendekati suaminya dan memeluknya.


Tapi Dimas langsung melepaskan pelukan itu "Kamu ini terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu. Aku kira kamu akan libur saja karena kesiangan tapi kamu tetap pergi kerja. Kenapa kamu takut kalau aku tak akan bisa membiayai kamu lagi, karena sekarang aku sudah tak kerja "


Freya langsung mengelengkan kepalanya "Tidak bukan begitu, kalau aku banyak mengambil cuti yang ada aku akan dikeluarkan Dimas. Bukannya kita sudah sepakat kalau aku boleh kerja atas izin mu "


"Ya tapi kamu terlalu sibuk "


"Aku libur hari sabtu dan Minggu, itu adalah hari kita tolong biarkan aku bekerja dihari Senin sampai Jumat dengan tenang Dimas "


"Oh jadi maksud kamu aku ini menganggu "


"Tidak bukan begitu Dimas "


Dimas malah masuk kedalam kamar mandi, Freya yang tak sempat menahan pintu hanya bisa mematung dan memegang gagang pintu. Rasannya hatinya ini lelah sekali.


Kalau sudah seperti ini kadang Freya lelah sekali "Mama kamu sedang apa "


Freya langsung merubah ekspresi nya saat melihat anaknya Irsyad. Dihampirinya Irsyad dan dipeluknya anak satu-satunya itu.


"Tidak, Mama tidak sedang apa-apa sayang. Ayo kita berbincang di kamar mu sayang "


Freya mengandeng tangan Irsyad, lebih baik Freya menenangkan diri dulu saja dikamar sang anak. Dari pada nanti sama-sama tersulut emosi dan malah pertengkaran hebat yang mereka lakukan, lebih baik Freya saja yang menghindar.


...----------------...


Dimas melihat jamnya dan kesal karena tak mendengar suara Freya "Apakah dia sudah lupa dengan aku, apakah Freya tidak mau membujukku kenapa dia tak ada"

__ADS_1


"Aduh banyak nyamuk sekali " sambul mengusap tangannya yang gatal.


"Benar-benar ya Freya ini tak sayang dengan suaminya. Aku disini sedang kesal padanya tapi dia tak ada inisiatif untuk membujukku"


Sedangkan Freya yang baru ingat dengan suaminya menepuk jidatnya "Mama harus kekamar dulu ya, Mama lupa kalau Ayah kamu sedang merajuk pada Mama "


"Selalu saja begitu, Ayah itu seperti anak kecil Mama" protes Irsyad.


Freya yang mendengarnya tersenyum lalu mencubit pipi anaknya dengan pelan "Nanti suatu saat kamu akan merasakannya sayang, Mama tinggal dulu ya "


"Baiklah Ma"


Freya bergegas pergi kekamarnya dan kembali berdiri didepan pintu kamar mandi "Hemm, kamu akan akan terus diam didalam kamar mandi Dimas, ini sudah mau dua jam loh 5 menit lagi kamu hebat bisa bertahan disana selama 2 jam "


Freya melangkah ketempat tidurnya dan menyenderkan tubuhnya sambil membaca novel yang belum beres Freya baca.


Dimas yang kesal keluar dari dalam kamar mandi dan langsung berkaca pinggang dihadapan sang istri "Kamu ini ya membiarkan aku diam dikamar mandi selama itu, sedangkan kamu malah asyik membaca buku "


"Hemm, begitu ya " Dimas mengambil buku yang Freya sedang baca "Aku ambil saja buku ini, kamu terlalu fokus dengan buku ini "


"Hey, jangan seperti itu. Itu sedang aku baca sini kembalikan bukuku "


Tapi Dimas malah mengangkat buku itu tinggi-tinggi agar tak bisa diambil istrinya. Freya yang tak terima langsung loncat dan ingin mengambil buku itu tapi sulit sekali.


"Dimas kembalikan "


"Sini ambil sendiri, ayo ambilah "

__ADS_1


Freya terus loncat-loncat tapi tak bisa, Dimas yang melihat itu tertawa. Istrinya begitu lucu kalau sedang seperti ini. Kemarah Dimas juga langsung hilang.


Tiba-tiba saja ada yang terjatuh dari dalam buku itu. Freya yang melihat itu langsung mengambilnya. Dimas sampai curiga "Apa itu, apa yang kamu sembunyikan "


Freya langsung memasukannya kedalam laci dan menguncinya "Aku taku ini pasti foto sahabatmu itu. Sebenarnya apa sih yang kamu sembunyikan dari aku rahasia apa itu, kamu selalu membicarakannya tapi kamu tidak pernah mau memberitahu namanya bahkan wajahnya masalah apa sebenarnya yang kamu pendam"


Raut wajah Freya langsung berubah, Freya mengenal nafasnya dan mengangkat bahunya "Lebih baik kamu ceritakan padaku, ada masalah apa diantara kalian berdua itu. Kita ini sudah suami istri masa kamu masih menyembunyikannya dariku "


Freya mengelengkan kepalanya, "Sulit sangat sulit sekali "


"Siapa tahu dengan cara kamu bercerita semuanya akan kamu lupakan, rasa sakit yang kamu rasakan itu akan hilang"


"Kenapa kamu sangat yakin kalau foto itu adalah foto sahabatku bagaimana kalau itu foto mantanku" Freya mencoba untuk mengalihkan pembicaraannya.


Freya berjalan menjauh dari suaminya. Dimas mengikutinya dari belakang dan memeluk istrinya dari belakang "Jika memang itu foto mantanmu akan aku habisi dia"


"Kamu seorang dokter. Seharusnya kamu itu menyembuhkan bukan menyakitinya "


Dimas membalikan badan istrinya untuk menatap matanya "Aku tidak percaya kalau itu foto mantanmu, karena hatimu hanya untukku Freya. Aku tahu kamu sedang mengalihkan pembicaraan kita" sambil menunjuk dada Freya.


"Dimas jika kamu tahu bahwa itu adalah sebuah rahasia. Kenapa kamu selalu saja menanyakan sahabatku itu kenapa"


"Bukan begitu, aku hanya ingin kita saling terbuka. Apa yang terjadi dengan kalian sampai kamu tak mau memberitahu aku "


"Intinya aku tidak mau membicarakan tentangnya, mungkin aku memberitahumu kalau aku mempunyai sahabat tapi aku tidak mau memberitahu keseluruhannya, itu terlalu sakit untuk dibicarakan"


"Lukanya begitu dalam. Sampai-sampai aku tidak bisa menceritakannya pada siapapun aku begitu menyayanginya tapi rasa sakit itu mengalahkan semuanya"

__ADS_1


Dimas menangkup pipi istrinya dan mengecup keningnya "Baiklah, maafkan aku bila itu sangat menyakitkan sekali untukmu. Aku tidak akan bertanya lagi padamu. Aku akan menunggu kamu sendiri yang berbicara "


Dimas memeluk istrinya dengan sangat erat sekali. Dimas tidak mau membuat istrinya menjadi sendiri. Jadi sudahi saja dulu pembahasan ini.


__ADS_2