
Dimas sengaja pergi ke sekolah anaknya dia melihat Helena yang sedang bermain dengan anak-anak lain. Dengan memberanikan diri Dimas menghampiri Helena, Dimas sangat ingin berbicara dengan anaknya ini. Semoga saja Helena mau kan berbicara dan duduk dengannya.
"Apakah Om boleh berbicara dengan kamu, apakah om boleh ada disini Helena "
Helena cukup kaget dia yang akan kabur ditahan oleh Dimas. Helena juga tak mau membuat kegaduhan dan berteriak.
"Om tidak akan melakukan apa-apa dengan kamu om hanya ingin berbicara saja. Om hanya ingin mengobrol saja dengan kamu. Bisakan kita bicara Helena"
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku, memangnya kita perlu ya berbicara berdua seperti ini"
"Bisa duduk di sampingku di sini, hanya sebentar aku berjanji hanya berbicara sebentar saja tak akan lama"
Helena diam saja, lalu menatap sekitar banyak orang kalau diapa-apakan oleh orang ini Helena bisa berteriak dengan kencang kan. Baiklah Helena segera duduk di samping ayahnya itu. Tapi Helena juga menjaga jarak agar tak terlalu dekat.
"Kemarin kamu ke mana, kenapa aku melihat kamu ada di jalan. Kenapa kamu keluar dari dalam sekolah, seharusnya kamu sekolah kan "
Helena menatap Ayahnya sekilas lalu kembali fokus pada teman-temannya yang sedang bermain "Tentu saja aku ingin menemui Ayah, aku sangat rindu dengan ayah, tapi mama tidak membolehkan aku bertemu dengan ayah padahal aku sudah sangat-sangat ingin bertemu dengan ayah. Aku begitu rindu dengan ayahku itu. Biasannya ayah yang akan mengantar jemput ku, lalu membawaku jalan-jalan tapi sekarang tak ada "
"Kamu sangat menyayangi Amar Helena "
"Tentu saja karena dia kan Ayahku, masa aku tidak menyayanginya. Kamu ini bagaimana sih"
"Bukannya mamamu sudah memberitahu kalau Ayahmu itu aku"
__ADS_1
Helena langsung menatap ayahnya "Iya aku tahu Ayahku adalah kamu, tapi aku tidak mau. Aku maunya ayah Amar saja, kamu saja sudah pergi meninggalkanku lalu untuk apa kamu kembali, untuk apa kamu datang lagi"
Dimas yang ditanya seperti itu oleh Helena hanya bisa diam saja, untuk apa dia kembali tentu saja untuk mendapatkan Freya kembali, tapi kalau dipikir-pikir Dimas malah akan menyakiti Freya Irsyad dan juga Helena.
Akan lebih banyak lagi orang yang tersakiti, Amar juga akan tersakiti olehnya, lalu Gea dan juga anak yang sedang dikandung Gea juga.
"Bisakah kita berteman seperti ini saja. Rasanya senang sekali mengobrol denganmu Helena, aku merasa sangat dekat sekali dengan kamu "
"Aku tidak mau berteman dengan orang dewasa. Aku ini masih kecil dan aku harusnya berteman dengan anak kecil yang seusia denganku saja"
"Bagaimana kalau aku kembali dengan ibumu Helena"
"Tidak itu tidak akan pernah terjadi, Mama tidak akan pernah mau apalagi kamu juga sudah punya istri kan, kamu juga akan punya anak lalu kenapa kamu ingin Mamaku. Mama hanya mencintai ayah ku saja. Yaitu Ayah Amar "
"Aku ingin kembali karena aku ingin menebus segalanya Helena "
"Aku telah meninggalkan kalian, aku telah meninggalkan kakakmu, mamamu, Ibuku sendiri dan juga dirimu Helena. Aku begitu banyak salah pada kalian dan aku ingin menebus semuanya "
"Tidak usah kembali sudah ada Ayah Amar, dia akan memperbaiki segalanya. Dia adalah kebahagiaan kami. Kamu lebih baik bersama pasanganmu saja. Rasanya dulu saat kamu belum datang semuanya baik-baik saja, semuanya tak ada masalah. Mama juga sangat bahagia sekali dengan ayahku "
Hati Dimas langsung nyeri mendengarkan kata-kata itu dari anaknya sendiri, berarti selama ini dia dianggap pengganggu oleh anaknya. Tapi Dimas benar-benar tidak bermaksud untuk mengganggu keluarga hangat mereka.
"Apakah sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, aku harus bermain dengan teman-temanku sebelum nanti jam masuk berbunyi. Aku tak mau melewatkan jam bermain aku "
__ADS_1
"Tentu sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, kamu boleh main. Terima kasih karena sudah memberikan waktu untukku. Aku senang duduk seperti ini dengan kamu "
"Yah sama-sama"
Helena langsung berlari ke arah teman-temannya lagi, dia langsung bermain lagi bersama teman-temannya. Dimas masih di sana menatap anaknya yang begitu ceria bermain.
Anaknya begitu membutuhkan Amar dibandingkan dirinya, apakah harus mengalah dan mundur dan melupakan tentang dirinya yang akan mengambil hati Freya lagi, karena anaknya pun sepertinya sudah tidak berharap untuk dirinya kembali.
...----------------...
Neneknya Amar langsung berjalan dengan sangat kencang ke arah cucunya itu, lalu melepaskan genggaman tangan Amar dan juga Freya, rasannya panas sekali melihat itu.
"Ya ampun Freya, kenapa kamu ada di sini. Harusnya kamu tidak ada di sini bukannya hubungan kalian sudah berakhir kan. Untuk apa kamu di sini tidak penting tahu, pasti ini ulah kamu kan Freya, kamu ini bener-benar pembawa sial" sambil membersihkan tangan cucunya.
Amar langsung menyela neneknya "Nenek ini apa-apaan Freya ini yang menolongku. Kenapa nenek berkata seperti itu seolah-olah Freya itu apa saja, dia yang sudah membawa aku ke rumah sakit ini. Tolong hargai Freya nenek. Ini semua bukan salah Freya sudahlah Nek kenapa kamu ini sangat memusuhi Freya sekali "
Mama Amar langsung maju dan mengusap punggung Freya "Ibu jangan tiba-tiba berkata seperti itu pada Freya, seharusnya ibu bertanya dulu pada Amar apa yang terjadi kenapa Amar bisa seperti ini. Lihat Freya lagi kan yang menolong Amar jadi nenek jangan seperti itu, nenek harus mengurangi rasa benci nenek itu pada Freya "
"Sudahlah tetap saja di mataku tetap Freya yang salah, dia yang salah bukan cucuku. Pasti cucuku celaka juga karena ingin menemui perempuan ini kan. Apalagi sih yang cucuku kejar dari perempuan ini menurutku tidak ada yang spesial darinya" sambil menatap Freya dari atas sampai bawah, lalu mendelikan matanya dan menatap lagi ke arah Amar cucunya.
Mamanya Amar mencoba untuk menenangkan Freya dan tidak terpancing dengan kata-kata dari ibunya itu, benar-benar ibunya ini membuatnya malu saja dengan kata-kata yang tidak seharusnya dilontarkan pada Freya. Seperti bukan orang tua saja Ibunya ini .
"Maaf ya, maaf nenek berkata seperti itu sama kamu Freya "
__ADS_1
Freya langsung menggelengkan kepalanya dan menggenggam kedua tangan mamanya Amar "Aku baik-baik saja Mah, aku baik-baik saja sudah tidak masalah, mau nenek berkata apapun aku tidak masalah"
Nenek langsung keluar dari ruangan Amar, entah mau apa dia tiba-tiba saja keluar dan meninggalkan Freya, Amar dan juga anaknya itu tapi tak ada yang mengejarnya.