
Freya yang sedang beristirahat dengan suaminya dan mengisi perut dulu hanya diam saja, dia tak memakan makanannya. Hanya diam melamun saja. Fikirannya sedang melayang kemana-mana. Freya tak bisa kalau tak memikirkan tentang semua kejadian ini.
"Sayang dimakan dulu. Jangan memikirkan itu semua, semuanya pasti akan selesai, aku yakin kita akan bisa melalui semuanya "
"Iya aku tahu selesai tapi akan dengan sangat sulit, aku benar-benar lelah selalu saja menghadapi masalah seperti ini, kapan sih aku bisa bahagia dan tak memikirkan banyak masalah"
"Aku yakin tidak akan sulit Gea tidak akan membiarkan suaminya untuk dekat lagi denganmu. Kamu tahu sendiri kan bagaimana istrinya. Pasti sekarang mama Astuti sedang berdebat dengan Gea, dia pasti tidak mau kalau suaminya hanya mengingatmu saja"
"Ya tentu, dia tidak akan membiarkannya. Tapi tetap saja Dimas akan marah-marah padaku, aku sudah bisa menebak akan hal itu, tadi saja di telfon dia marah-marah kan padaku "
"Aku akan melindungi mu tenang saja aku nanti akan menjelaskan secara perlahan, dia pasti akan mengerti dan akan menerima semuanya "
"Baiklah rasanya mau pulang aku takut, bukan takut apa-apa aku takut masalah ini makin besar dan nanti malah menimbulkan kekacauan yang lebih besar lagi. Aku benar-benar takut sekali "
Amar mengusap punggung istrinya, Amar ingin istrinya ini rileks tidak tegang seperti ini, saat di motor pun tadi istrinya tidak banyak bicara bahkan tidak seperti saat mereka berangkat istrinya selalu bertanya ini itu dan melihat ke sana kemari.
Tapi memang tadi saat Amar melihat di kaca spion istrinya hanya dia melamun sambil memeluknya, kalaupun Amar menjadi Freya ya sama kepikiran masa lalu yang Freya sudah lupakan, yang sudah Freya hilangkan bahkan sudah Freya buang jauh-jauh malah kembali lagi dan akan membuat masalah dalam hidupnya. Tentu saja dia tidak mau kan.
Setelah selesai makan mereka melajukan kembali motornya. Amar juga sedikit mempercepatnya agar mereka cepat sampai di rumah sakit dan membicarakan masalah ini, agar semuanya cepat selesai agar semua masalah ini tidak berlarut-larut lagi.
...----------------...
__ADS_1
Gea yang tadi sudah diusir oleh Mama Astuti tidak tinggal diam, saat melihat Mama Astuti keluar dari ruangan suaminya langsung masuk dan melihat suaminya yang terbangun.
"Kamu kan sedang mengandung. Kenapa datang kemari lagi kamu tetangga sebelah rumahku kan"
Gea mengelengkan kepalanya "Bagaimana keadaanmu, kamu sudah tidak apa-apa kan kepalamu sudah tidak sakit lagi kan Dimas, coba kamu katakan sama aku, apa yang sakit siapa tahu aku bisa meredakannya "
"Tidak, aku bertanya padamu kenapa kamu datang kemari ke ruanganku lagi, apakah di pagi buta seperti ini kamu berobat. Apakah kamu juga di rawat disini"
Gea kembali menggelengkan kepalanya. Gea berjalan ke arah suaminya dan duduk di kursi. Gea sebelumnya sudah melihat ke sana kemari dulu takut tiba-tiba Mamah Astuti datang.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu dan ini sangat penting sekali, aku tidak bisa terus membiarkan kamu seperti ini, kamu harus tahu yang sesungguhnya kalau aku sekarang istri kamu bukan Freya. Kamu sudah lama berpisah dengan Freya "
"Dengarkan aku bukan tertawa seperti itu. Aku mengatakan yang sejujurnya kalau aku ini sebenarnya adalah istrimu. Sedangkan Freya dia bukan istrimu kenapa dia bisa berfoto dengan laki-laki lain, karena dia itu suaminya mereka itu baru menikah. Kamu harus ingat dengan aku Dimas, aku adalah istri kamu dan yang sedang aku kandung ini anak yang ada di dalam perutku ini adalah anak kamu. Meskipun kamu tidak ingat kamu harus kembali sama aku kamu nggak bisa kembali sama Freya dia udah bahagia sama pilihannya"
Dimas langsung menepis tangan Gea yang ada di mulutnya "Jangan mengada-ngada aku tidak mungkin berpisah dengan Freya, aku tidak mungkin punya hubungan dengan kamu dan menikah dengan kamu dan anak yang kamu kandung juga tidak mungkin anak aku. Jangan banyak membual kamu ya "
Gea mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto pernikahan mereka, lalu foto saat mereka berfoto berdua lalu saat Dimas mengelus perutnya semua foto itu ada. Dimas yang melihatnya langsung mengelak.
"Mungkin kamu mengeditnya, kamu pasti salah orang"
"Untuk apa aku mengeditnya Aku sama sekali tidak melakukan itu, ini adalah foto kita tidak mungkin aku melakukan hal yang semurahan itu, lihat di sini ada tanggalnya kapan foto ini diambil. Ini foto saat kita menikah diambil 7 tahun yang lalu, lalu aku bagaimana mengeditnya tidak mungkin kan jadi kamu tidak bisa mengelak lagi Dimas. Aku ini adalah istri kamu, kamu juga sudah punya anak perempuan dari Freya namanya Helena kamu bisa lihat perkembangan Irsyad juga sangat cepat kan, ya karena kamu sudah melupakan 7 tahun kejadian yang pernah terjadi sama kita berdua, kenapa hanya itu saja yang kamu lupakan Dimas "
__ADS_1
Dimas hanya diam saja dia tidak menjawab. Dimas menatap ke arah lain lalu memegang kepalanya, tiba-tiba saja kepalanya itu sakit Dimas berteriak-teriak.
Gea yang ketakutan tentu saja langsung mundur dan keluar dari dalam ruangan Dimas. Gea memanggil-manggil dokter untuk datang kemari Mama Astuti yang baru datang juga langsung menarik tangan Gea.
"Apa yang kamu lakukan Dimas, Gea harus istirahat kenapa kamu tiba-tiba masuk seperti itu. Aku sudah mengusir kamu untuk pergi dan jangan bilang apa-apa pada Dimas, Dimas belum boleh tahu, dia belum siap mendengar apa-apa "
"Aku sudah menjelaskan semuanya pada Dimas. Aku tidak mau menyimpan sesuatu apapun dari suamiku itu. Bahkan aku sudah memperlihatkan foto pernikahan kami, kebersamaan kami dan semuanya aku tidak mau masalah ini lebih besar lagi aku_"
Plak
Mama Astuti menampar Gea, belum selesai berbicara tapi Mama Astuti sudah melakukan kekerasan padanya "Sudah aku bilang jangan katakan apa-apa pada Dimas, kamu ini ingin membuat anakku makin sakit makin drop makin parah, iya itu keinginan kamu kan selama ini "
"Aku tidak pernah ingin membuat Dimas seperti itu. Aku hanya ingin kebenaran ini terungkap. Aku tidak mau membuat hidup orang lain kacau katanya kamu menyayangi Freya tapi apa nyatanya kamu membiarkan Freya berpura-pura menjadi istrinya Dimas sama saja bohong. Aku akan mengungkapkan terus-menerus pada Dimas dan nanti saat Dimas diperbolehkan untuk pulang aku akan membawanya pulang. Aku tidak mau Dimas tinggal di tempat orang lain kami punya rumah dan Dimas punya tanggung jawab aku beserta anak yang ada dalam kandungan ini"
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan Gea, uang aku akan berikan padamu dan kamu pergi dari kehidupan anakku, tak usah kembali lagi aku tak suka mempunyai menantu seperti kamu, tak bisa diajak bicara dengan baik-baik "
"Aku hanya ingin suamiku. Aku hanya ingin suamiku tak mau yang lain, mau kamu memberikan aku berapapun uang itu aku tidak akan terima, dan aku juga tidak mau kamu menghancurkan hidup temanku Freya. Sudah cukup dia disakiti oleh aku waktu itu dan jangan ditambah lagi dengan Freya harus pura-pura menjadi istrinya Dimas, apakah kamu berharap kalau Freya akan tidur satu ranjang dengan Dimas sedangkan mereka berdua sudah punya pasangan. Seharusnya sebelum melakukan kebohongan Mamah itu memikirkan konsekuensinya, memikirkan ke arah sana bukannya memikirkan tentang bagaimana kesehatan Dimas"
Gea yang kelelahan langsung duduk dia mengusap perutnya, anaknya bergerak dengan aktif, pokoknya Gea akan berjuang demi kebahagian anaknya. Gea tidak mau Dimas melupakan tentang anaknya ini, anak yang sedang dirinya kandung.
Gea tak mau perjuangannya selama ini hanya sia-sia saja. Gea tak mau Dimas melupakan Gea untuk selamanya. Gea masih butuh sosok Dimas, anaknya juga sama.
__ADS_1