Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 29 Pertemuan pertama


__ADS_3

Gea yang baru saja mengeluarkan kembali sarapannya menatap pantulan wajahnya yang begitu pucat. Dengan langkah yang lunglai Gea berjalan kearah ruang tengah dan menyalakan televisi. Agar tidak terlalu sepi saja.


"Enak sekali ya kamu Nyonya rumah, diam seperti ini menonton televisi tanpa menyediakan kopi untukku. Hebat sekali Nyonya rumah ini"


Gea menatap Ayahnya sekilas "Aku begitu lemas sekali tolong beri aku waktu untuk beristirahat sebentar saja, atau kalau bisa tolong carikan dulu pelayan untuk membantuku. Kamu tahu kan bagaimana keadaanku sekarang Ayah"


"Enak sekali cepat buatkan aku kopi, tidak ada pelayan jangan mentang-mentang kamu hamil kamu ingin dimanja tak akan ada yang berbeda semuanya akan sama "


Tangan Gea ditarik sampai Gea berdiri. Gea memegang kepalanya yang sakit. Wajah Gea diusap oleh Ayah tirinya itu.


"Apa-apaan ini wajahmu begitu pucat dan jelek sekali. Ini aku berikan uang padamu cepat ke klinik dan rawat wajahmu ini, tanganmu juga ini jelek sekali ayolah jangan membuat semuanya kacau Gea. Aku tidak suka melihatmu yang jelek seperti ini buatkan kopi setelah itu kita pergi untuk mempercantik dirimu ini"


Punggung Gea langsung didorong, untung saja Gea tak terjatuh. Meskipun lemas tapi Gea terus saja berjalan untuk melakukan apa yang Ayahnya mau.


...----------------...


Freya yang sedang dijalan melihat ada Gea didalam mobil sebelahnya. Bahkan Freya sampai membelalakkan matanya saking kagetnya dan juga senang akhirnya bisa bertemu dengan Gea.


"Aku harus mengikutinya. Aku tidak boleh kehilangan jejak Gea "


Freya benar-benar mengikuti mobil itu. Freya bahkan tidak memikirkan tentang pekerjaannya, yang terpenting sekarang adalah Freya bisa menemui Gea dulu saya. Tidak mau melihat Gea sampai disakiti lagi, apalagi mendengar cerita dari suaminya kalau dia itu sudah disiksa sejak lama kan tidak benar ini.


Freya segera menghubungi suaminya. Freya harus datang dengan suaminya tidak mungkin datang sendirian, yang ada Freya akan kalah dan tidak bisa membantu temannya itu.


"Hallo sayang ada apa. Apa kamu merindukan aku padahal kan kita baru saja berpisah "


"Aku melihat Gea. Sekarang aku sedang mengikuti mobil itu dia pergi bersama Ayahnya. Bisakah kamu menyusul ku, aku tidak mungkin sendirian aku takut kalau dia akan marah padaku nantinya kalau ada kamu kan kalian bisa berbicara nantinya"Freya langsung saja pada intinya.


"Baiklah sayang, beritahu aku sekarang kamu sedang dimana nanti aku akan menyusulmu "


"Akan aku berikan lokasinya sama aku ya"


"Baiklah sayang, aku akan menyusulmu "

__ADS_1


Setelah berbicara dengan suaminya Freya mematikan sambungannya, Freya kembali fokus pada jalanan. Freya tak mau kehilangan jejak Gea. Ini adalah kesempatan Freya kan.


Freya mengusap air matanya, saking senangnya bisa bertemu lagi dengan Gea. Mereka sudah lama berpisah. Freya tak akan mengigat kembali tentang masalah itu biarkan itu menjadi masa lalu saja.


...----------------...


Gea turun dengan sangat perlahan. Tubuhnya benar-benar lemas sekali. Gea sebenarnya ingin beristirahat bukannya perawatan seperti ini.


"Cepat sedikit jalan mu ini. Lelet sekali ya aku kesal melihatnya "


"Aku lemas sekali Ayah "


"Alasan saja, kamu memang banyak alasan. Duduk disini aku akan menemui dokternya dulu. Awas jangan menghilang tiba-tiba atau aku akan menghukummu Gea "


Gea hanya menganggukan kepalanya saja. Gea melihat sekitar yang lumayan ramai juga. Gea melihat kearah kanan dan ada kolam renang disana. Entah kenapa Gea ingin sekali kesana.


Dengan senyum yang mengembang Gea berjalan kearah kolam itu. Membuka sepatunya dan duduk ditepi kolam lalu menurunkan kakinya untuk direndam.


"Sayang "


Freya langsung mengalihkan pandangannya pada suaminya "Dimas, aku yakin dia masuk kemari tapi aku tak menemukannya "


"Mungkin dia sedang perawatan wajah. Mungkin dia sudah didalam "


"Kita berpencar saja ya Dimas, agar cepat ketemu aku ingin cepat-cepat melihatnya dan melihat keadaannya sekarang, apakah dia baik-baik saja atau masih ada luka-luka itu"


"Baiklah sayang, aku kearah sana " ucap Dimas sambil menunjuk kearah kanan.


"Iya "


Freya langsung melangkah pergi, begitupun dengan Dimas. Dia juga sama segera mencari keberadaan Gea. Dimas masih ingat dengan wajah perempuan itu, jadi tak akan sulit untuk Dimas.


Sedangkan Gea sendiri sedang menatap anak-anak yang berlarian ditepi kolam. Mereka begitu bahagia sekali.

__ADS_1


Gea jadi membayangkan kalau anaknya nanti seperti itu, berlari kesana kemari dan tertawa lepas juga. Semoga saja nanti Ayahnya berubah fikiran saat melihat anak yang dirinya lahirkan dan tak akan membuatnya menderita.


"Ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak. Mulai sekarang Ibu akan mempertahankan kamu. Kamu diperut Ibu yang anteng ya "


Bruk


Tiba-tiba saja ada anak kecil yang jatuh dan tak sengaja menyenggol Gea sampai Gea terjatuh, saking Gea duduknya terlalu depan.


Gea sangat kaget sekali. Gea tengelam dan mengangkat tangannya "Tolong "


Gea kembali tengelam, tapi Gea mencoba untuk meminta tolong meski air kolam banyak yang masuk kedalam mulutnya serat hidungnya.


Anak kecil tadi panik, dia berlari masuk dan menghampiri Dimas "Om tolong ada yang kecebur. Om tolong itu kasihan Om"


"Hah siapa "


"Ayo kemari om "


Tangan Dimas ditari kearah kolam renang, Dimas melihat itu ada sebuah tangan. Dimas tanpa banyak bicara lagi langsung lompat dan menolong orang yang tengelam itu.


Saat didalam air Dimas melihat itu adalah Gea. Dimas menarik tangan Gea, Gea yang merasa ada yang memegang tangannya langsung membuka matanya dan memegang erat tangan itu.


Gea lalu memeluk tubuh laki-laki itu. Dimas langsung membawa Gea keluar dari dalam kolam renang. Dimas membopong tubuh Gea.


Gea yang menatap wajah orang yang menolongnya lagi, tidak menyangka orang yang menolongnya adalah orang yang selama ini dia bayangkan. Orang yang selalu menghantui hidupnya, yang selalu datang dalam mimpinya.


Dokter itu. Gea tersenyum senang menatap wajah laki-laki itu dengan lekat. Ini bukan mimpikan ini kenyataan kalau dia bisa bertemu lagi dengannya. Sungguh keajaiban untuk kedua kalinya Gea bertemu dengan dia dan ditolong juga olehnya lagi.


Apakah ini sebuah pertanda kalau mereka berdua adalah jodoh, kalau mereka akan bersama-sama menjadi sepasang suami istri.


Tapi lamunan Gea pecah saat mendengar suara yang dia kenal. Gea langsung mengalihkan pandangannya ternyata itu Freya. Laki-laki itu langsung menurunkan Gea. Dan Freya langsung mengandeng tangan Gea menjauh dari laki-laki itu.


Tatapan Gea terus menatap laki-laki itu, tapi disatu sisi Gea senang juga bisa bertemu dengan Freya lagi. Hidupnya akan kembali seperti semula. Freya pasti akan membantunya.

__ADS_1


__ADS_2