Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 141 Temui saja


__ADS_3

Amar melihat ponsel yang berdering ternyata dari Dimas dengan cepat Amar mengangkat telepon itu, dan Amar langsung marah pada Dimas. Amar sudah kesal dengan Dimas yang tak mengangkat telfonnya tadi.


"Kamu ini bagaimana katanya semua itu akan lancar dan berhasil, tapi apa Freya malah pergi begitu saja tanpa mau mendatangiku terlebih dahulu atau berbicara denganku. Sebenarnya kamu ini niat tidak sih membantu aku Dimas, kenapa Freya malah seperti itu responnya "


"Tenang Amar, tenang semuanya itu perlu waktu kamu tidak bisa terburu-buru seperti itu. Namanya juga Freya dia akan menimbang-nimbang semuanya dulu, dia tidak akan gegabah kamu harus mengerti. Freya itu selalu saja memikirkan semuanya dengan mata-matang jadi tunggu saja, semuanya akan berhasil dan kamu akan bisa menikah dengan Freya"


"Tunggu, kamu kira nanti setelah ini kamu akan memberiku apa lagi ide apa lag Apakah semuanya akan gagal lagi dan aku yakin pasti itu akan gagal lagi. Jangan mempermainkan aku Dimas, jika kamu memang ingin membantu aku maka bantu aku dengan benar. Jangan seperti ini "


"Aku juga sedang membantumu dengan benar Amar, mana mungkin aku memberikan bantuan yang berbohong padamu hal itu belum pernah aku berikan pada Freya, dan Freya pasti akan suka dia sangat menyukai bunga"


"Yayaya semua perempuan itu sangat suka dengan bunga, jadi jangan bohongi aku Dimas "


"Aju mengerti tapi Freya berbeda. Ya intinya tunggu dulu saja semuanya pasti akan berjalan lancar, aku sudah pernah berumah tangga dengan Freya jadi aku tahu bagaimana seleranya"


"Ya kamu yang lebih tahu, sedangkan aku tidak tahu apa-apa"


"Jangan cemburu, aku tidak melakukan apa-apa aku hanya memberimu saja "


"Aku sama sekali tidak cemburu akan aku tunggu apa yang kamu katakan itu, aku ingin tahu apakah semuanya akan lancar dan sesuai dengan apa yang kamu bicarakan "


"Ya tunggu saja, aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Freya akan menerima kamu kembali, Freya akan menikah dengan kamu "


Amar hanya bergumam saja setelah berbasa-basi sedikit dengan Dimas Amar langsung mematikan ponselnya. Dia akan mengikuti kemana perginya Freya, Ammar begitu khawatir kenapa Freya pergi begitu saja.


...----------------...

__ADS_1


Sedangkan Gea yang sudah sedikit tenang keluar dari dalam mobil. Dia tidak mungkin terus mengurung diri di dalam mobil seperti ini. Dimas juga tidak akan pernah kembali lagi lihat Gea sudah 1 jam di dalam mobil tapi Dimas tidak ada datang untuk menemuinya.


Gea berjalan dengan lunglai masuk ke dalam rumah, Gea juga mengusap perutnya yang makin hari makin besar saja. Gea takut nanti anaknya tidak disayangi oleh Dimas.


Gea masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya begitu saja, pandangannya begitu kosong pikiran Gea kemana-mana. Gea memikirkan sedang apa suaminya sekarang, sedang bersama siapa. Bahkan tadi dia mencoba untuk menelpon suaminya tapi suaminya sedang di panggilan lain berarti suaminya sedang menghubungi seseorang kan.


"Apakah aku akan merasakan apa yang Freya rasakan. Apakah aku akan menjadi Freya yang kedua. Apakah aku harus merasakan semua ini kenapa harus aku, aku tidak mau ada diposisi itu. Aku takut sekali "


Gea begitu tak siap kalau harus menjadi Freya berikutnya. Gea tidak mau disakiti oleh Dimas. Gea ingin rumah tangganya selalu baik-baik saja dan tidak ada orang ketiga sama sekali.


"Aku harus lebih waspada, saat Dimas pulang malam nanti akan aku cek ponselnya, akan aku lihat dengan siapa dia sebenarnya berhubungan jangan sampai Dimas malah berhubungan dengan Freya. Aku pasti akan langsung mendatangi Freya, enak sekali dia kalau sampai merebut suamiku "


Gea mengusap air matanya, Gea akan menenangkan diri terlebih dahulu untuk sekarang Gea tidak mau membuat tubuhnya ini menjadi drop, dan anaknya yang ada di dalam kandungannya kenapa-napa.


Nanti kalau terjadi sesuatu pada anaknya Dimas malah akan makin marah padanya, dan bisa saja nanti Dimas meninggalkannya. Gea harus punya senjata agar Dimas selalu di sampingnya yaitu anaknya.


"Dimas harus selalu ada bersama aku, Dimas tak boleh pergi kemana-mana. Kalau bukan aku sendiri yang meninggalkan Dimas, maka Dimas tak boleh pergi "


...----------------...


Freya masuk ke dalam rumahnya dan mencari Mamanya itu. Saat sudah menemukannya Freya segera menepuk bahunya karena dari tadi Mamanya hanya melamun saja.


"Mama kenapa kok malah melamun ada apa, apa ada masalah Ma "


Mama Astuti yang masih memikirkan Gea yang datang ke rumahnya langsung menarik tangan Freya. Akan dirinya ceritanya semuanya.

__ADS_1


"Kenapa Mah ada apa"


"Duduk dulu sini "sambil menepuk kursi yang ada di sebelahnya.


Freya lantas duduk dan menatap Mama Astuti dengan penasaran "Sebenarnya apa yang terjadi dengan mama sampai-sampai mama harus melamun seperti tadi, aku malah jadi khawatir "


"Mama ingin mengatakan sesuatu padamu, mama tidak mau ada rahasia di antara kita berdua. Tadi Gea datang kemari dan dia ingin bertemu dengan mama"


Mama Astuti melihat dulu ekspresi Freya, tapi ekspresinya biasa-biasa saja tidak ada kemarahan atau kesedihan Freya seperti acuh dan tidak peduli "Lalu kenapa Mama tidak berbicara dengannya, apa Mama sudah berbincang-bincang dengannya"


"Iya kita bicara tapi dia ingin sesuatu yang tidak bisa Mama berikan. Dia ini disayangi seperti mama menyayangi kamu Freya tapi mama tidak bisa. Mama tidak akan pernah bisa melakukan hal itu, kamu tahu sendiri kan dia itu perempuan yang sangat Mama benci, mama tak akan pernah bisa ramah padannya sampai kapan pun itu "


"Mau sampai kapan Mama benci sama dia, Mama ga mungkin kan terus benci sama dia "


"Selamanya Mama ga akan pernah punya simpati sedikitpun padanya. Mama nggak mau hati kamu sakit saat melihat mama malah dekat sama Gea tapi mama juga nggak ada niatan buat deket sama Gea kok "


"Mungkin itu bawaan dari bayinya Mah, kenapa nggak Mamah temuin dulu aja ngobrol biasa dulu, siapa tahu kalian bisa dekat nanti kedepannya"


"Apa kamu tidak marah"


"Untuk apa Freya marah mah, mau bagaimanapun sekarang dia adalah menantu Mama. Mungkin Freya masih sakit hati dengan apa yang dia lakukan tapi Freya sedang mencoba untuk melupakan segalanya. Freya tidak mau terus berlarut-larut dalam kesedihan dan juga amarah. Freya tidak mau di dalam hati Freya ini ada kebencian"


Mama Astuti menggenggam kedua tangan Freya. memang tidak pernah salah pilihannya ini. Hanya Dimas saja yang salah telah mengecewakan Freya.


"Jika mama memang ingin menemui Gea temui saja. Freya tidak akan pernah melarang apapun yang akan Mama lakukan. Freya hanya kasihan saja dengan anak yang dikandung olehnya. Mungkin dia ingin diusap oleh neneknya"

__ADS_1


Mama Astuti hanya tersenyum saja dia tidak tahu harus berbicara apa lagi. Freya terlalu baik untuk disakiti dan anaknya terlalu jahat telah melakukan semua ini, sudah menyakiti perempuan yang begitu baik seperti Freya.


__ADS_2