Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 210 Aku tidak suka seperti ini


__ADS_3

Freya sudah sampai dirumah Dimas. Freya menatap rumah itu, dari tadi Freya rasannya engan masuk. Mama Astuti juga sudah menghubunginya. Freya ingin menunggu suaminya datang saja kemari.


Helena juga yang kebingungan dengan tingkah mamanya akhirnya bertanya "Ma kenapa kita tak masuk kerumah, kenapa kita hanya diam disini saja disini, apakah Mama tak merasa panas "


Freya mengusap rambut anaknya dan membawanya ketempat yang lebih nyaman. Freya mendudukkan anaknya sedangkan dirinya hanya diam berdiri.


"Kita tunggu Ayah ya, ayah akan datang kemari "


"Iya ma "


Helena tak lagi bertanya, dia sudah tahu alasan mamanya diam tak langsung masuk. Helena menatap satu persatu mobil yang datang. Saat melihat mobil ayahnya datang Helena langsung bangkit dan berlari kearah ayahnya yang baru saja keluar dari dalam mobil.


Amar langsung mendekati istrinya sambil mengendong Helena. Amar mencium kening istrinya "Jangan gelisah seperti itu sayang, aku ada disamping kamu " sambil mengandeng tangan Freya.


"Aku lelah dengan semua ini, aku ingin semua ini segara berakhir "


"Sebentar lagi akan berakhir sayang, ayo masuk dan kita temui Dimas. Aku akan bicara dengannya, ayo "


Freya menghela nafasnya. Freya mengikuti langkah suaminya. Langkahnya ini rasannya berat sekali. Freya ingin sekali lari dan tak kembali kemari.


Saat mereka masuk, pandangan mama Astuti dan Gea langsung teralih pada mereka. Freya makin dekat kearah mereka.


"Kalian datang kemari bersama " tanya mama Astuti yang seperti heran dan tak terima.


"Iya ma, aku ingin datang bersama Amar dan juga Helena. Aku tak ingin ada kebohongan apa-apa. Dari pada Amar hanya mendengar cerita dariku saja lebih baik dia menemaniku, agar dikemudian hari juga tak ada ke salah pahaman "


Mama Astuti hanya menganggukan kepalanya. Yang terpenting Freya bisa membujuk anaknya kan untuk keluar dari dalam kamar ini.


"Freya Dimas ada didalam sini, tolong kamu bantu ya agar Dimas keluar dan tak terus mengurung dirinya didalam kamar seperti ini "

__ADS_1


Freya masih memegang tangan suaminya. Mereka melangkah bersama. Freya mengetuk pintu itu dengan perlahan.


"Dimas ini aku, ayo keluar "


"Freya kamu datang " terdengar suara Dimas yang begitu senang dan bahagia.


"Iya aku datang, kenapa kamu mengurung diri seperti itu. Ayo keluar jangan seperti itu "


"Kamu benar-benar datang kemari untuk aku kan "


Freya langsung menatap suaminya, meminta jawaban, apa yang harus Freya katakan. Kata-kata Dimas ini bener-benar seperti Freya datang untuknya, Amar menganggukan kepalanya seperti menyuruh Freya untuk mengatakan ya.


"Ya aku datang kemari karena diberitahu oleh mama Astuti " mau bagaimana pun Freya harus menjaga hati suaminya. Meskipun suaminya seperti biasa-biasa saja tapi tetap saja Freya harus menjaga perasaannya.


"Hemm, begitu ya. Aku kira kamu datang kemari karena khawatir dengan aku "


"Baik aku akan keluar, tapi kamu akan tetap disini kan bersama aku "


"Dimas kamu tahu kan kita ini sudah tak punya hubungan apa-apa lagi. Aku dan kamu sudah bercerai"


"Ya aku ingin kembali dengan kamu "


"Keluar Dimas, aku tak suka berbicara seperti itu, apakah kamu akan terus seperti itu. Cepat buka pintunya dan jadilah laki-laki yang menghadapi masalahnya langsung, tak seperti ini bersembunyi"


Terdengar suara kunci yang dibuka, lalu pintu dibuka dengan perlahan, saat melihat ada Amar Dimas akan kembali menutup pintu. Tapi kalah cepat dengan Amar yang langsung mendorong pintu kamar itu.


Bahkan Dimas sampai terjatuh, mama Astuti langsung mengambil kuncinya takut nanti Dimas mengurung diri lagi, lalu Gea membantu Dimas untuk bangun. Tapi Dimas yang memang tak mau diganggu langsung mendorong Gea.


"Lepaskan jangan ganggu aku, aku bisa berdiri sendiri tanpa bantuan kamu. Jadi jangan sok membantuku "

__ADS_1


Gea mundur perlahan, Gea tak mau kenapa-napa dengan kandungannya ini. Gea sangat malu sekali wajahnya ini akan ditaruh dimana dihadapan keluarganya Dimas berani melakukan itu.


Dimas kembali akan menutup pintu, Amar lagi-lagi bisa menahannya. Untungnya Helena sudah Amar turunkan dan sedang bermain.


Amar menarik kerah pakaian Dimas dan mengusurnya keruang tengah "Kamu ini laki-laki jangan main kurung saja, tak pantas laki-laki seperti itu, jangan jadi pengecut dan jangan pernah kasar pada istri sendiri"


Amar langsung mendudukkan Dimas. Dimas menatap benci pada Amar yang ikut campur.


"Aku tak berharap kamu datang" sambil menampar Amar dengan kemarahan yang begitu dalam.


"Istriku ada disini, maka aku akan datang kemari menemaninya. Aku adalah suaminya jadi aku berhak ada disamping istriku sampai kapan pun itu "


Dimas memalingkan pandangannya "Aku hanya ingin bicara dengan Freya berdua saja, tak ada yang boleh menemaninya. Aku hanya ingin dengan Freya saja"


"Tak bisa aku tak mau Dimas, kalau kamu mau bicara dengan aku maka bicaralah, aku ingin suamiku selalu tahu apa yang terjadi, aku tak mau ada yang disembunyikan "


"Freya jangan_ "


Freya langsung menyela ucapan mama Astuti " Maaf ma, aku tak bisa bicara berdua dengan Dimas. Jika ingin bicara denganku harus ada Amar. Aku ingin ada suamiku. Ayo Dimas kamu ingin bicara apa " sambil menatap Dimas yang juga menatapnya.


"Aku hanya ingin kembali dengan kamu Freya aku tak bisa hidup tanpa kamu, kenapa kamu begitu sama aku"


"Hah maksudnya bagaimana jadi aku yang salah "


"Kenapa kamu tak bertahan dengan aku "


"Sudah tak benar pembicaraan ini, Gea sudah menjelaskan semuanya. Aku tak suka jika membahas ini. Aku tak mau lebih baik aku pulang"


Freya langsung melangkah pergi, Dimas yang tak mau Freya pergi langsung mengejarnya tanpa memperdulikan Amar.

__ADS_1


__ADS_2