Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 198 Semuanya dicoba


__ADS_3

Hari berikutnya terlewati juga, seperti biasanya Amar dan juga Freya berjalan-jalan pagi di sekitar desa, mereka juga kembali makan di warung yang sama karena memang makanannya begitu enak. Freya juga sudah mendapatkan resep dan nanti akan mencoba untuk memasak semua itu di rumah.


Freya akan mempelajari semuanya tidak akan ada yang terlewat olehnya, Freya begitu senang mendapatkannya.


Untungnya Indah benar-benar tidak datang lagi ke villa ataupun menemui mereka. Freya menjadi tenang kan tidak ada pengganggu lagi rasanya Freya sudah plong saja pikiran dan hatinya ini. Para warga juga sekarang sedang membicarakan panen mereka yang kemarin itu berhasil dan penjualan yang sangat menguntungkan juga pastinya.


Amar juga menjaga dirinya dengan sangat ketat, saat ada serangga yang akan hinggap pada dirinya juga langsung Amar usir, hal sekecil apapun akan Amar perhatikan.


"Kalian ini mengingatkan saya saat baru pertama menikah kemana-mana selalu berdua, apa-apa selalu berdua pokoknya menghabiskan waktu terus-menerus tapi bedanya saya hanya bisa mengajak istri saya nonton layar tancap, itupun kadang seminggu sekali kadang dua minggu sekali "ucap salah satu warga yang duduk dekat dengan mereka.


Freya tersipu malu mendengar itu, warga yang lain juga menceritakan bagaimana pengalaman mereka, bahkan hanya ada yang mengajak istrinya untuk jalan-jalan saja memakai motor, lalu jalan kaki dan banyak lagi.


Freya membayangkan saat zaman dulu mereka melakukan itu pasti sangat penuh makna sekali, sekarang saja Freya bersama Amar sangat menyenangkan apalagi dulu dilakukan secara sederhana tapi yang terpenting bahagia sama-sama kan.


"Kalau kalian mau jalan-jalan ke pasar atau mungkin membeli sesuatu belanja aja dekat kok dari sini nggak jauh-jauh banget "ucap salah satu warga setelah menceritakan bagaimana masa lalu mereka itu.


Freya dan juga Amar langsung melirik ke arah bapak-bapak yang berbicara tadi "Kira-kira berapa jam pak dari sini untuk ke pasar itu "


"Setengah jam kalau dari sini pakai motor, kalau jalan kaki sih beda lagi Pak"


Freya langsung tersenyum senang. Freya ingin tahu pasar disini seperti apa, nanti juga mereka kalau pulang ke kota Freya hanya akan duduk-duduk saja di rumah karena Amar juga meminta dirinya untuk berhenti bekerja saja. dan Freya setuju saja, Freya akan mengikuti kemauan suaminya Freya tidak akan membantah.


Amar menyuruhnya untuk fokus mengurus anak-anak dan juga mengurus Amar juga, jadi Freya akan mengikuti kemauan suaminya waktu itu kan Freya terlalu fokus bekerja karena memang dirinya sendiri tapi sekarang tidak kan ada Amar.

__ADS_1


Freya akan mengantungkan hidupnya ini pada Amar, anak-anak juga sudah tenang Freya sudah memiliki tabungan untuk anak-anak nanti, untuk sekolah mereka dan yang lainnya. Freya sudah menyiapkan segalanya.


Akhirnya mereka benar-benar pergi ke pasar Freya mengajak suaminya. Freya benar-benar tidak sabar untuk pergi ke sana. Apalagi berbelanja untuk anak-anaknya nanti dan juga untuk mama Astuti.


Warga-warga di sini begitu ramah saat Freya dan juga Amar pergi menaiki motor mereka melambaikan tangan dan bertanya ya karena Amar juga menjalankan motornya secara perlahan. Freya merasa menjadi artis dadakan.


Sesampainya di sana Freya cukup kaget karena ternyata penuh sekali di sini, ada banyak pengunjung dan juga penjual yang membawa berbagai macam dagangannya itu, ada juga yang di bawah yang menjual pakaian dan juga buah-buahan serta sayuran.


Sepertinya Freya akan banyak membeli barang di sini dan juga makanan, Freya juga ingin membeli camilan untuk nanti di vila sambil nonton televisi juga.


Mereka langsung masuk ke dalam pasar tidak peduli mereka harus berdesak-desakan di sana, karena memang tujuannya ini ke pasar kan. Ya pastilah di dalam pasar akan berdesak-desakan seperti ini tidak mungkin akan kosong.


Freya menatap ada telur gulung Freya langsung mengajak suaminya kesana "Aku mau telur gulung, kamu mau "


"Boleh sayang"


Harganya juga murah bahkan Freya juga membawa untuk dibawa pulang nanti agar Mama Astuti bisa mencobanya dan juga anak-anaknya bisa mencobanya juga. Pasti mereka juga akan ketagihan dengan salak ini, karena memang rasannya manis dan enak.


Freya juga membeli beberapa baju terusan, Freya hanya membawa beberapa pakaian saja. Freya juga membeli kaos dalaman untuk dirinya dan suaminya, lalu membeli celana training juga untuk suaminya.


Agar suaminya itu lebih giat lagi nanti berolahraga, bagus-bagus juga di sini bahannya. Jadi Freya cukup banyak membeli pakaian disini, tapi yang Freya beli kebanyakan pakaian untuk Helena.


Freya terkejut saat masuk ke daerah tempat potong ayam karena suara pisau yang dibanting ke arah kayu sangat kencang, Freya sangat kaget sekali "Ya ampun aku bisa jantungan kalau setiap hari ada di sini, kaget sekali apakah harus sampai seperti itu memotong daging"

__ADS_1


Amar malah tertawa melihat istrinya yang seperti itu "Sudah biasa kalau di pasar seperti ini, namanya juga pedagang potong-potong ayam lihat tuh yang lain juga sama aja, mereka semangat banget jualannya "


"Iya sih semangat semangat tapi ya ga kayak gitu juga, bikin kaget tahu mau beli daging juga takut kena pisaunya. Gimana kalau pisaunya itu tiba-tiba copot kan takut. Apa kita mau beli"


"Boleh sayang di kulkas juga masih banyak sayuran kan enak juga tuh makan sama daging nanti atau beli ikan juga boleh tuh "


"Iya boleh aku juga lagi mau tuh"


Amar dan juga Freya membagi tugas Amar membeli daging ayam dan Freya beli ikan, setelah selesai mereka bertemu lagi di tempat yang semula sambil membawa kantong kresek masing-masing.


Setelah selesai membeli ayam dan juga ikan Freya kembali ke arah tempat jajanan. Freya membeli banyak sekali jajanan entah itu akan habis entah tidak, tapi Freya benar-benar tergiur melihat ini mau melihat itu may jadi semuanya dia beli.


Bahkan saat pulang mereka menjinjing kresek yang sangat banyak sekali, sampai-sampai Amar kewalahan karena terlalu banyak yang mereka beli, motor mereka juga penuh dengan barang-barang ini. Untung saja bagasinya cukup besar jadi bisa menampung sedikit barang-barang yang mereka beli ini dan untuk selebihnya hanya bisa dipegang.


"Sayang kamu ini belanja banyak banget sih ga salah"


"Ya kan sekalian buat oleh-oleh juga, buat mama Helena juga pasti akan senang sekali mendapatkan oleh-oleh ini. Masa kita pulang dengan tangan kosong nanti Helena malah akan marah kita udah lama di sini tapi nggak bawa apa-apa buat dia"


"Iya benar juga sayang, tapi kamu lupa ga beli tas, akan kita bawa bagaimana oleh-olehnya ini "


"Ya ampun aku lupa, seharusnya kita beli"


"Nanti kita balik lagi saja untuk beli tas ya "

__ADS_1


"Iya, aku setuju "


Selama perjalanan Freya memakan camilan yang dia beli, Freya sudah lapar lagi meskipun tadi mereka sudah sarapan soalnya cemilan camilan di sini sangat banyak sekali dan Freya ingin mencoba satu-satu penasaran dengan semuanya jadi wajib untuk dicoba.


__ADS_2