
"Ada apa lagi Amar aku harus pergi bekerja, aku tak punya waktu banyak. Aku tahu juga kamu banyak pekerjaan. Kamu lebih baik fokus pada pekerjaan kamu jangan padamu "
"Aku harus berbicara denganmu Freya, aku tak bisa terus begini. Apa kamu akan tega dengan aku "
"Mau bicara apa lagi. Aku mau minta maaf sama kamu Amar aku ga bisa terusin hubungan ini, aku pernah disakiti oleh Dimas begitu dalam bahkan berbekas sampai sekarang. Aku sampai-sampai tidak bisa melupakan semua itu, itu sangat menyakitkan sekali dan aku tidak mau kembali terulang lagi akan hal itu. Aku tidak mau nanti kamu juga menyakitiku"
"Kamu tahu aku begitu hancur waktu itu. Aku tak mau mengulanginya lagi. Sudahlah kamu turuti saja kemauan nenek kamu itu. Kalau pun aku kembali lagi sama kamu, apakah nenek kamu akan terima aku dan anak-anak aku Amar, jawabnya tentu saja tidak akan"
"Aku tidak akan pernah menyakitimu Freya. Aku benar-benar mencintaimu. Helena juga sangat membutuhkan aku, apa kamu akan membiarkan dia seperti itu apakah kamu akan membiarkan anakmu itu terus menangis, pasti dia sudah sangat merindukan aku"
"Lambat laun nanti juga anakku akan mengerti. Helena akan mengerti dengan semua ini, jadi kamu tidak usah khawatir dengan keadaannya. Aku yakin Helena lambat lawan akan melupakan kamu. Aku minta sama kamu Amar untuk menyudahi hubungan ini, aku benar-benar sudah tidak mau melakukan pernikahan lagi denganmu. Aku mundur dan aku tidak akan pernah maju lagi sampai kapanpun. Aku juga tak akan pernah melakukan pernikahan dengan laki-laki manapun lagi "
Freya langsung saja meninggalkan Amar begitu saja. Amar merasa putus asa dia pun pergi dari rumah itu. Mama Astuti yang melihatnya sungguh gelisah bagaimana ini agar mereka bisa bersatu lagi agar mereka bisa kembali lagi seperti semula. Mama Astuti begitu khawatir dengan hubungan mereka.
Mama Astuti sudah begitu percaya pada Amar, Amar pasti bisa membuat Freya bahagia bersama anak-anaknya juga.
...----------------...
"Dimas bagaimana apa kamu sudah berbicara dengan mama kamu, kalau aku ingin bertemu dengannya. Aku sudah sangat tak sabar ingin bertemu dengan Mama kamu itu "
Dimas yang sedang membereskan barang-barangnya langsung menganggukkan kepalanya "Aku sudah berbicara dengan mama dan mungkin nanti dia akan datang kemari. Kamu yang sabar aja nanti juga mama datang kemari kalau dia sudah punya waktu luang"
"Tapi mama kamu ga marah kan sama aku mama kamu ga benci kan sama aku, dia akan baik-baik aja kan sama aku "
__ADS_1
"Kamu udah tahu bagaimana Mama aku, jadi jangan tanyakan hal itu padaku. Kamu sudah mengerti kan bagaimana sikap Mamaku, jika nanti kamu bertemu dengan Mama aku dan dia bicara yang tidak-tidak jangan menangis. Ini adalah kemauan kamu aku sudah membujuknya dan dia mau, aku tak akan bertanggung jawab nanti kalau kamu menangis gara-gara Mama "
"Aku hanya ingin dekat saja dengan mamamu itu Dimas. Aku ingin seperti Freya yang dekat dengan mamamu, mereka seperti ibu dan anak. Aku ingin seperti itu. Aku juga ingin disayang olehnya aku sudah tidak punya orang tua lagi, aku sudah tak punya siapa-siapa lagi "
"Iya aku mengerti, aku mengerti ya sudah aku harus berangkat kerja dulu kamu hati-hati di rumah, kalau ada apa-apa kamu bisa langsung telepon aku. Aku usahakan langsung datang kemari "
"Iya nanti aku akan menelponmu, tapi kamu tidak macam-macam kan Dimas di rumah sakit, kamu tidak punya perempuan lain kan "
"Perempuan lain apa, aku tidak punya. Ya sudah aku pergi dulu ya. Aku takut terlambat"
Dimas mencium kening Gea dan langsung melangkah pergi begitu saja. Kenapa Dimas berangkat pagi-pagi karena dia ingin melihat Helena. Siapa tahu Dimas bisa berbicara lagi dengan anaknya, Dimas akan perlahan mendekatinya.
...----------------...
"Helena"
Helena mengurutkan keningnya saat melihat Dimas yang ada di sini lagi "Mau apalagi Paman ke sekolah, ada yang ketinggalannya kemarin" tanya Helena langsung.
"Tidak, aku hanya ingin melihatmu sekolah saja apa kamu betah sekolah di sini"
"Tentu saja ini kan pilihan Ayah, jadi aku suka dengan sekolah ini. Apalagi di sini teman-temannya juga baik-baik"
"Oh pilihan Ayah Amar ternyata pantas saja "
__ADS_1
"Iya pilihan Ayah Amar, aku juga masuk ke sekolah ini kan bersama ayah Amar waktu itu. Dia yang membantuku masuk ke sekolah ini"
"Begitu ya, bisa kita mengobrol lagi seperti kemarin. Aku suka berbicara dengan kamu "
Helena tiba-tiba ingat dengan kata-kata kakaknya, kalau dia tidak boleh terlalu dekat dengan paman Dimas. Kalau tak dituruti pasti Kakaknya nanti akan marah kan.
"Tapi aku harus masuk ke dalam kelas, aku harus sekolah segera. Kamu juga sama kan harus segera bekerja. Lalu kenapa kamu menemuiku seharusnya kamu sekarang sudah berangkat kerja seperti ayahku yang selalu pergi pagi-pagi. Mama juga selalu pergi pagi-pagi"
"Iya ini juga aku mau berangkat kerja, tapi ingin mengobrol saja dulu denganmu. Rasanya asik saja berbicara dengan kamu"
"Oh begitu ya, tapi aku harus segera masuk aku permisi ya. Aku masuk dulu ke kelas"
Helena langsung saja berlari ke dalam kelasnya. Sebenarnya masih ada beberapa menit lagi dia masuk, tapi Helena mengingat tentang kata-kata kakaknya kalau Helena tidak boleh terlalu dekat. Nanti kalau misalnya kakaknya sampai tahu Helena pasti akan dimarahi.
Dimas juga tidak mengejarnya, Dimas tahu ini sudah akan masuk jam sekolah, jadi Dimas tidak akan mengganggu anaknya yang akan belajar. Dimas kembali masuk ke dalam mobil dan pergi untuk bekerja seperti apa yang dikatakan oleh Helena kalau dirinya harus pergi bekerja.
Mungkin saja kalau dulu dia tidak berpisah dengan Freya, Dimas akan sangat dekat sekali dengan Helena. Pasti sekarang Dimas yang mengantar sekolah yang menjemputnya pasti itu akan sangat menyenangkan sekali.
Tapi ya namanya juga penyesalan pasti datang terakhir, tidak mungkin datang di awal kalau memang datang di awal mungkin Dimas tak akan gegabah seperti dulu.
Sudahlah kalau membahas tentang masa lalu tak akan ada habisnya. Akan terus seperti itu, yang Dimas ingat hanya akan penyesalan dan penyesalan saja.
Tapi Dimas senang Helena sudah mau mengobrol dengannya. Sudah sedikit terbuka dengannya berarti itu adalah sebuah kemajuan kan.
__ADS_1