
Freya datang ke rumah sakit untuk mengantarkan makan siang untuk Amar, hari ini Freya sengaja ingin menemui Amar mereka sudah lama tidak bertemu karena Freya juga banyak pekerjaan bahkan selama ini yang menjemput Helena malah Amar.
Saat Freya berbelok ke arah ruangan Amar, Freya melihat Dimas sedang menggendong seorang anak kecil, Freya malah ingat tentang masa lalunya saat Irsyad masih kecil dan Dimas memangkunya seperti itu mungkin seperti it. Masa lalu itu terus saja berputar di kepalanya, kenapa sangat tiba-tiba sekali masa lalu itu masuk dalam pikiran Freya.
Dimas yang melihat keberadaan Freya segera mendekatinya masih dengan menggendong anak itu "Freya kamu ada di sini, sesuatu yang kebetulan kita bisa ketemu disini "
Freya hanya menganggukan kepalanya saja, Freya menatap anak kecil itu yang begitu anteng dan diam di gendongannya Dimas. Mungkin kalau saja dulu Freya memberitahu Dimas tentang keberadaan Helena, tentang kehamilan itu pasti Dimas masih ada di sampingnya dan juga akan menggendong Helena seperti ini, Helena tidak akan kehilangan sosok ayah dan mencari sosok Ayah di diri Amar.
"Mau bertemu dengan Amar Freya, atau mungkin kamu kemari ingin memeriksakan sesuatu "
"Tentu aku mau bertemu dengannya, untuk apa aku datang kemari kalau tidak sakit "
__ADS_1
"Iya aku tahu, lihat aku menggendong salah satu anak pasienku. Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah kembali dan aku harus belajar lagi terakhir kali aku menggendong Irsyad 16 tahun yang lalu saat ini Irsyad masih bayi, rasannya kejadian itu seperti baru saja Freya terjadi "
"Yah lama sekali dan masih ingat"
"Tentu saja aku sangat ingat sekali saat itu, saat pertama kali kita mempunyai seorang anak. Saat itu aku tidak tahu apa-apa kamu juga sama sepertiku dan mama yang selalu menemani kita dan mengajari kita bagaimana mengurus anak dengan benar sampai Irsyad tumbuh menjadi laki-laki yang tampan pintar dan juga ceria seperti sekarang "
"Iya tapi semua itu sudah berubah Dimas semenjak penghianatan kamu, semuanya benar-benar tak terduga. Kamu sudah merubahnya Dimas "
"Iya semua hancur karena aku Freya, aku tahu dan aku tak mengelak akan hal itu, aku akan bertemu dengan Mamaku apa kamu tidak melarangnya Freya, apakah kamu tak akan marah padaku "
"Iya Freya mau ikut bergabung, mungkin kamu ingin ikut kami mengobrol pasti akan sangat menyenangkan sekali "
__ADS_1
"Tidak terima kasih atas tawarannya, aku tak akan ikut silahkan kalian habiskan waktu bersama-sama berdua"
"Aku akan pergi sekarang, jika kamu ingin pulang bersamaku bersama maka aku akan memberikanmu tumpangan. Aku sudah diberikan mobil kantor oleh Jordi agar aku lebih cepat saja katanya pergi ke rumah sakit. Aku akan menjemput Mama setelah itu kami akan makan di luar"
"Terima kasih tidak usah, aku akan bertemu dengan Amar aku akan menghabiskan waktu dengan Amar, kamu silakan menghabiskan waktu dengan mamamu kalian sudah lama kan tidak bertemu bahkan kalian sudah lama bermusuhan karena aku"
Dimas menganggukkan kepalanya, Dimas melihat kalau Freya sekarang sedikit bisa mengatur emosinya dan tidak marah-marah lagi dengan Dimas. Semoga saja Freya akan terus seperti ini agar Dimas lebih leluasa nanti mendekatinya.
Sekarang akan mendekati mamanya dulu, siapa tahu mamanya bisa membantunya kan mumpung Freya juga belum menikah dengan Amar. Masih ada kesempatan.
"Aku permisi dulu aku harus menemui Amar"
__ADS_1
"Iya silakan Freya"
Freya kembali melangkah ke arah ruangannya Amar. Dia mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan, dari sudut matanya Freya melihat kalau Dimas masih ada di sana menatapnya sambil menggendong anak itu, masih belum pergi tapi Freya tidak peduli dia masuk saja ke ruangan Amar.