Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 115 Apakah tidak ada kesempatan


__ADS_3

Helena yang baru saja pulang bersama Amar langsung berlari ke arah neneknya dia memeluk neneknya dengan erat "Nenek aku sudah menonton film di bioskop dengan ayah, itu sangat menyenangkan sekali Nenek. Tapi sayangnya Mama tidak bisa ikut, kalau saja Mama ikut pasti akan lebih menyenangkan lagi. Semoga saja nanti mama bisa ikut "


Astuti mencubit pipi Helena dengan pelan "Mama kan sedang bekerja jadi Mama tidak bisa ikut. Memangnya film apa yang kamu tonton di sana, nenek jadi penasaran sekali, sampai-sampai Helena begitu senang seperti ini "


"Film Frozen nenek. Ada Ana ada Elsa, Olaf banyak lagi pokoknya aku senang sekali. Setelah itu kami membeli es krim dan juga main permainan di Timezone. Ayah benar-benar membawaku bermain sepuasnya, ayah benar-benar baik sekali "


"Nenek senang mendengar semua itu, nanti nenek bolehkan ikut dengan kalian "


Helena menganggukan kepalanya, lalu dia berjalan ke arah Amar dan menggenggam kedua tangan Amar "Ayah tidak akan pernah meninggalkan Helena Mamah dan juga Kakak Irsyad kan, seperti Paman Dimas meninggalkan kami semua. Ayah akan terus bersama kami kan, ayah tak akan kemana-mana kan"


"Tentu saja Ayah tidak mungkin meninggalkan kamu, Ayah tidak mungkin pergi dari samping kamu sayang ayah akan selalu setia ada di sisi Helena, Mamah dan juga Kakak Irsyad. Kita akan selalu bersama kita tidak akan terpisahkan, kamu bisa pegang janji ayah ini "


"Terima kasih Ayah kamu sudah menjadi Ayah yang terbaik untukku. Aku bahagia sekali memiliki Ayah seperti kamu dan mama juga adalah perempuan yang sangat beruntung karena memiliki ayah"


Helena memeluk tubuh Amar dengan sangat erat, Astuti yang tadinya sedang tersenyum lebar langsung memudar. Anaknya itu benar-benar sudah menyakiti 4 hati sekaligus, sekarang Helena juga pasti sakit hati dengan ayahnya yang tiba-tiba meninggalkannya begitu saja kan.


Itu adalah pilihan anaknya Dimas, dan sekarang adalah konsekuensi yang harus Dimas terima. Helena anaknya sendiri malah menyayangi laki-laki lain menyaingi orang lain, menganggap orang lain sebagai ayahnya.


Semoga saja hubungan mereka nanti baik-baik saja, semoga saja nanti Helena dan Irsyad menerima Dimas menjadi ayahnya lagi. Mau bagaimanapun Dimas adalah ayahnya Helena, nanti pun saat menikah Helena akan membutuhkan Dimas untuk menjadi walinya kan.


Astuti nanti akan secara perlahan berbicara dengan cucu-cucunya. Irsyad yang akan Astuti terlebih dahulu ajak bicara, karena Irsyad sudah dewasa dan akan bisa diajak berbicara dengan baik-baik.


Kalau Helena akan sangat susah. Dia masih kecil dan pasti masih keras kepala.


----------------


Freya yang sedang makan siang dikagetkan dengan seorang laki-laki yang tiba-tiba saja duduk di hadapannya. Freya menatap laki-laki itu dan ternyata Dimas. Mau apa juga, Freya harus tenang dan jangan sampai emosi.

__ADS_1


"Hanya sendiri Freya, dimana calon suamimu biasanya dia akan ikut kemanapun kamu pergi. Tapi sekarang dia tak ada "


Freya mencoba untuk mengatur emosinya, tidak mau tersurat emosi atau membuat masalah di restoran ini, baru saja kan Freya datang dan memesan makanan tidak mungkin dia tiba-tiba pergi.


Nanti malah Dimas berfikir yang tidak-tidak dan menganggap kalau Freya masih berharap pada Dimas. Jangan sampai laki-laki itu berfikir seperti itu.


"Amar sedang membawa Helena jalan-jalan, mereka sepertinya sedang menonton film bioskop mereka sering melakukan semua itu. Makanya aku makan sendiri di sini, tapi tak masalah untukku yang terpenting anakku Helena bahagia dan dia bisa merasakan kasih sayang seorang ayah dengan penuh"


Dimas mengangguk-anggukan kepalanya mengerti, meskipun mulutnya ini gatal ingin bertanya kenapa waktu itu Freya tidak berbicara tentang kehamilannya"Boleh aku duduk di sini "tanya Dimas.


Tapi Dimas sudah duduk dan berhadapan langsung dengan Freya, padahal Freya belum membolehkan Dimas duduk. Kalau begitu tak usah izin saja kan.


"Sepertinya masih banyak kursi kosong, kamu bisa menempati kursi yang lain tidak usah di sini juga kan"


"Kenapa kamu takut teringat masa lalu kita, kamu takut tiba-tiba nanti malah jadi berpaling denganku ya Freya takut hati kamu itu goyah dan malah mencintai aku "


"Aku tahu dia pasti akan sangat ketakutan sekali karena dia mengambil mu dariku, dia takut kalau kamu nanti diambil lagi oleh aku, makanya responnya seperti itu tapi tenang saja aku tidak akan melakukan itu aku sudah punya Amar. Dia adalah laki-laki hebat, dia adalah laki-laki yang bisa menyembuhkan lukaku yang sangat dalam sekali, bahkan sekarang aku sudah bebas dari semua luka-luka itu berkat Amar"


"Aku bahagia sekali sekarang punya pasangan seperti Amar, ya meskipun kami berdua baru bertunangan saja tapi aku yakin Amar tidak akan membuatku kecewa seperti kamu yang hanya bisa bicara saja tanpa ada bukti sedikitpun"


Freya sengaja berbicara seperti itu agar Dimas sadar dan tidak semena-mena seperti tadi mengatakan kalau dia akan berpaling lagi pada Dimas. Freya tidak akan mungkin melakukan itu Freya tidak akan kembali pada laki-laki yang pernah menghianatinya.


Enak saja, dirinya ini sudah disakiti tak sudi kalau nanti harus disakiti lagi. Freya juga ingin bahagia memangnya Dimas saja yang ingin bahagia dirinya juga.


Dimas masih diam, dia belum menimpali kata-kata dari Freya dia masih menata Freya dengan lekat. Rasannya mantan istrinya ini makin cantik saja, bahkan wajahnya makin terawat saja. Dulu juga cantik tapi sekarang lebih-lebih lagi.


"Silakan kamu cari kursi yang lain, aku tidak mau punya masalah dengan istri kamu. Aku ingin hidupku ini tenang seperti saat kamu pergi bersama Gea, aku tenang tidak ada yang mengganggu tidak ada pikiran dan aku juga fokus bekerja dan tidak usah merebut-rebutkan laki-laki yang tak berguna "

__ADS_1


"Apakah semuanya sudah hilang Freya, apakah tak ada yang tersisa Freya "


Freya yang mengerti apa yang dimaksud Dimas langsung menganggukkan kepalanya "Tentu saja semuanya sudah hilang. Tidak ada yang tersisa dari hatiku, pikiranku ataupun dalam ingatanku. Aku benar-benar sudah mengubur semua masa lalu itu dan aku tidak akan menggalinya lagi sampai kapanpun, apakah jawabanku sudah membuatmu puas Dimas, atau kamu ingin jawaban yang lain "


"Apakah tidak ada kesempatan lagi untukku. Mungkin ada sedikit yang tersisa dari hatimu itu Freya, siapa tahu masih ada "


"Tidak ada untuk apa aku memberikanmu kesempatan, jika kamu memang ingin dekat dengan anak kamu Irsyad atau Helena silakan ,asal jangan pernah mengambil mereka, karena mereka adalah tanggung jawabku bukan tanggung jawabmu. Irsyad dan Helena adalah anakku, aku tahu kamu juga ayahnya tapi kamu tidak berhak untuk melawanku di pengadilan nanti. Aku pastikan kamu akan kalah melawan aku Dimas"


"Irsyad tidak mungkin memaafkanku, dia tak akan mungkin mau dengan aku dan berbicara lagi dengan aku, Irsyad sudah sangat kecewa dengan aku Freya"


"Bisa saja dia memaafkanmu jika kamu memang tulus meminta maaf padannya. Dia sudah terlalu kecewa padamu Dimas, makannya jangan pernah kecewakan hati anakmu karena dia akan terus mengingatnya sampai kapan pun itu "


"Aku tahu dia sangat-sangat kecewa padaku dan akan sulit suntuk membuka hati Irsyad lagi. Aku ingin Irsyad seperti dulu lagi Freya. Dan hanya kamu yang bisa memberitahu Irsyad dia akan patuh dengan kamu. Coba kamu bicara dengannya "


"Jangan suruh-suruh aku berjuang saja sendiri, siapa yang membuat luka kenapa aku yang harus memperbaikinya apa tak salah. Jangan pernah mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi, kamu ingin orang lain menjadi yang dulu lagi sedangkan kamu sudah menyakiti hatinya, itu tidak akan pernah terjadi Dimas, apakah sudah selesai pembicaraan ini sepertinya kita tidak usah berbicara lagi "


Dimas langsung menggeser kursinya dan mencoba tersenyum pada Freya "Baiklah aku permisi dulu, terima kasih atas waktunya siapa tahu nanti kita bisa bertemu lagi dan mengobrol-ngobrol banyak lagi. Selamat ya atas pertunangan kamu dengan Amar semoga saja kalian sampai menikah dan hidup bahagia tanpa ada orang ketiga "


"Jangan lupa kalau kalian sampai menikah undang-undang aku, aku dan Gea pasti akan datang ke pesta itu. Kami berdua akan sangat bahagia sekali nanti melihat kamu dan juga Amar di pelaminan "


"Tentu saja nanti kalian akan aku undang, kami berdua akan menikah dengan sesegera mungkin, agar kami berdua bisa tinggal satu atap dan tidak kebablasan seperti orang di masa laluku"


Dimas tentu saja tahu siapa yang dimaksud oleh Freya, dia hanya menganggukkan kepalanya dan pergi begitu saja dari restoran memang tadi Dimas sengaja mengikuti Freya.


Dimas bahkan sampai meminta waktu pada Jordi untuk keluar dulu dari rumah sakit dan meminta dokter lain untuk menggantikannya terlebih dahulu, hanya untuk mengikuti Freya saja. Dimas berbicara pada Jordi kalau dia hanya akan menemui istrinya padahal Dimas ingin menemui Freya.


Mau apa juga menemui istrinya, Dimas sudah tak ada selera pada istrinya itu. Yang ada terus saja muak.

__ADS_1


__ADS_2