Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 36 Harus diganti semuanya


__ADS_3

Gea yang sedang mengambil tasnya lagi-lagi ditemui oleh Ayah tirinya. "Apa lagi, aku tadi awalnya sudah menolaknya kan. Tapi kamu malah menyuruhku untuk pergi bersama Freya, aku sudah membantahnya ingat itu jangan salahkan aku dan pukul aku"


"Ya memang aku sengaja melakukan itu, aku ingin mereka tak curiga. Jangan harap kamu bisa menceritakan semuanya pada mereka aku tak akan membiarkan itu semua terjadi. Kalau aku melarangmu yang ada mereka akan makin betah dirumah ini"


Gea sudah muak mendengar ocehan itu selalu saja begitu. Kalau tidak mau Gea menceritakan apa-apa ya sudah jangan biarkan Gea pergi dengan Freya kan ini malah sebaliknya. Alasannya pasti itu saja, tak pernah berubah.


"Bawa ponsel ini, aku akan mendengarkan percakapan kalian berdua. Ingat jangan pernah matikan ponsel ini. Aku akan menelfon mu. Awas saja kalau kamu macam-macam maka kamu akan tahu akibatnya apa. Kamu tahu sendiri kan bagaimana aku jadi jangan macam-macam dengan aku"


Ponsel itu dimasukan kedalam tasnya Gea. Lalu Ayah tirinya itu mencium pipi Gea beberapa kali dan membawakan keluar kamar. Freya sudah menunggunya dengan senyum yang begitu manis. Senang rasannya bisa bersama Gea lagi.


"Ini Freya aku sudah menyiapkan temanmu, semoga kalian di sana bisa menceritakan apapun itu dengan bebas ya. Kami para laki-laki biarkan untuk membahas bisnis"


"Tentu Paman "


Freya menarik tangan Gea dan mereka keluar dari dalam rumah. Sedangkan Erik langsung kembali fokus dengan Dimas untuk membicarakan bisnisnya. Ini adalah peluang besar yang harus dirinya manfaatkan.


...----------------...


Mereka berdua sudah ada didalam cafe itu, mereka duduk ditengah-tengah Freya begitu senang sekali akhirnya mereka bisa bersama seperti ini lagi. Cafenya lumayan penuh.


Freya mengenggam kedua tangan Gea dan tersenyum bahagia. Tadi mereka sudah memesan minuman dan juga camilan. Hanya itu saja yang mereka pesan, karena tadi kan habis makan juga.


"Aku tidak menyangka kalau kita berdua akan bertemu lagi. Sungguh aku begitu senang sekali Gea. Aku merasa kalau semua ini adalah mimpi"


"Aku juga bahagia sekali bisa bertemu denganmu. Apalagi kamu sudah memaafkan ku, dari dulu aku selalu memikirkan tentang kesalahan ku itu. Aku sungguh menyesal Freya"


"Sudah itu adalah masa lalu tak perlu diingat lagi, tak ada gunanya lagi kan. Aku pun sudah melupakannya aku sudah mendapatkan laki-laki yang lebih dari segalanya "


Gea menganggukan kepalanya, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk dirinya berbicara pada Freya. tapi ponsel ini bagaimana ? Bagaimana kalau Ayahnya malah kemari dan menggagalkan semuanya. Ayahnya sungguh tak bisa ditebak fikirannya itu.


"Kenapa Gea sepertinya sedang ada yang kamu fikirkan, kamu ceritakan saja padaku. Kita kan sering bercerita jadi sekarang jangan sungkan lagi"


"Aku, aku ingin bicara sesuatu padamu. Ini sangat penting sekali Freya " Gea menatap ke kanan ke kiri takut-takut malah ada Ayahnya.


"Apa itu " tanya Freya dengan penasaran.


"Emm, sebenarnya ayahku itu_"tiba-tiba saja muncul ingatan-ingatan penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh ayah tirinya. Jika Gea melakukan kesalahan Gea menjadi takut sekali, takut kalau semua itu akan terjadi lagi kalau Gea berbicara pada Gea. Mungkin yang lebih parah lagi Gea akan dibawa jauh dari sini dan tak akan pernah bisa bertemu dengan Freya lagi.


Minuman tiba lebih dulu, Freya melepaskan genggaman tangannya "Kenapa dengan Ayahmu, apa dia melakukan sesuatu padamu Gea. Ayo bicara denganku, aku pasti akan membantumu"


Tangan Gea gemetaran sampai minuman yang akan dia minum tumpah "Aduh maafkan aku Freya, aku aku emm ini aku " Gea begitu gugup sekali.


Freya kembali mengenggam tangan Gea "Tenang, kamu jangan takut ada aku kan di sini. Ada apa sebenarnya ceritakan padaku"


"Emm tidak, kita pesan minuman yang lain saja ya, sepertinya aku kurang suka dengan minuman ini. Aku lupa kalau aku tak suka dengan rasa ini"


Gea mengambil buku menu dan melihat-lihat semuanya. Tak lupa dengan senyumnya tak ingin membuat Freya khawatir dengannya. Gea tak bisa membicarakannya sekarang, rasa takutnya begitu besar sekali. Sampai-sampai mengalahkan segalanya.


Sedangkan Freya sendiri dia tak percaya kalau Gea baik-baik saja 'Aku tak percaya Gea kalau kamu baik-baik saja, dengan melihat keadaanmu yang seperti ini, seperti orang ketakutan. Kamu tidak mau menceritakannya padaku bahkan kamu malah menyembunyikannya dari aku. Aku janji tak akan pernah meninggalkan kamu. Aku akan terus ada disamping kamu. Aku tak akan egois seperti dulu lagi. Aku akan membantumu bagaimana pun caranya'


Gea menatap Freya lagi dan tersenyum canggung semuanya gagal. Ternyata dia tidak seberani Freya. Ternyata dia tidak bisa mengungkapkan semuanya di hadapan Freya. Sekarang entahlah Gea makin pusing saja dengan semua ini. Harus bagaimana dirinya agar bisa lepas dari Ayah tirinya itu. Kenapa begitu sulit hanya untuk berbicara saja.


...----------------...


Gea sudah kembali ke dalam rumahnya dan ayah tirinya sudah ada di depan pintu "Siapa yang menyuruhmu untuk mematikan ponselnya, apa saja yang kalian bicarakan di belakangku hah. Pasti kamu menjelek-jelekan aku kan "


"Maksudnya apa Ayah. Aku sama sekali tidak mematikan ponselnya, kamu lihat saja. Aku bahkan tidak membuka tas ini dari tadi, aku hanya memeluknya saja tak ada yang aku lakukan "


"Bohong kamu pasti bohong, kamu sedang berbohong kan padaku. Lebih baik aku memberikan hukuman saja padamu, dasar perempuan tidak patuh dan tidak tahu diri "


"Jangan sakiti aku lagi tolong jangan sakiti aku, aku tak membuat kesalahan apa-apa kamu tahu kan didalam perutku ini ada seorang bayi "


"Akhh berisik ayo sini ikut aku, kamu harus mengganti uang yang telah kamu gunakan untuk membeli bahan-bahan makanan untuk menyambut Freya dan juga suaminya itu. Aku sudah habis banyak uang hanya untuk menyambut mereka ayo kamu harus mengganti. Apalagi kamu memasak dua kali menghabis-habiskan saja bahan makanan ku "

__ADS_1


"Jangan jual aku lagi tolong. Jangan perlakukan aku seperti itu lagi, aku tak mau tolong lepaskan aku "


Tapi ayah tirinya terus saja menarik tangan Gea, tidak peduli dengan teriakan Gea. Bahkan para tetangga pun menatap mereka, tapi tidak ada yang berani untuk menegurnya atau melaporkannya ke kantor polisi. Mereka hanya melihat dan lalu melakukan aktivitas mereka masing-masing lagi seperti tidak mau ikut campur.


Karena memang Gea juga jarang keluar rumah dan Ayahnya tak akur dengan para tetangga jadi mereka seperti tak peduli.


...----------------...


Sedangkan Dimas dan juga Freya sedang di perjalanan pulang. Mereka hanya saling diam saja Dimas yang melihat gelagat istrinya yang berbeda lalu segera bertanya. Dimas tak mau kalau istrinya ini terlalu banyak fikiran.


"Bagaimana apakah kamu menemukan sesuatu. Apakah Gea berbicara padamu tentang kelakuan ayahnya, apakah ada yang membuatmu khawatir lagi sayang. Sampai-sampai aku lihat kamu sedang memikirkan sesuatu "


"Tidak, dia sama sekali tidak membicarakan apa-apa tapi aku melihat gelagat aneh darinya. Sepertinya dia sangat ketakutan sekali pasti ada yang terjadi padanya, aku sungguh yakin ada yang terjadi pada Gea dia tidak baik-baik saja harus bagaimana aku ini. Aku selalu merasakan kalau Gea sedang tidak baik-biak saja. Kamu tahu kan pertemanan kami sudah terjalin lama "


"Tapi kulihat mereka baik-baik saja. Lihatlah keluarga mereka seperti semestinya tak ada yang beda seperti anak dan ayah. Bahkan tadi saat kamu mengajak Gea untuk keluar pun ayahnya tidak marah kan tidak melarangnya bahkan membolehkannya saja. Jadi menurutku mereka baik-baik saja, mungkin itu hanya perasaanmu saja karena sudah tidak bertemu dengan Gea jadi kamu merasa ketakutan kalau dia akan pergi lagi meninggalkan kamu"


"Ya tapi tetap saja dalam hatiku berkata tidak. Kalau Gea itu tidak baik-baik saja aku mengenal bagaimana Gea aku tahu bagaimana dia, dia tak pernah segugup itu kalau hanya berdua denganku saja. Dia pasti akan selalu jujur dan mengatakan semuanya tanpa ragu"


"Ya sudah kamu tenang saja, kita punya nomor ponselnya kan kita bisa menghubungi mereka kapan saja. Jadi kamu tidak usah takut. Bahkan aku sudah menjalin kerjasama dengan Ayahnya jadi kamu bisa memantaunya dengan sepuasnya, kamu bisa menemuinya kapan pun juga kan. Tak perlu ada yang kamu takutkan lagi. Semuanya pasti akan baik-baik saja"


Freya masih gelisah saja, Dimas memberhentikan mobilnya dipinggir dan menatap istrinya "Lebih baik sekarang kita menghabiskan waktu sayang mumpung kita sedang berdua seperti ini, dan aku juga punya kabar baik untukmu sayang. Kamu pasti akan sangat senang sekali mendengarnya "


"Kabar apa itu Dimas, aku malah jadi penasaran. Apa yang akan kamu beritahu padaku"


"Aku sudah diterima bekerja di sana dirumah sakit swasta itu, maka sekarang aku ingin membahagiakan istriku kita ke mall. Kamu harus ke salon memberi pakaian sepatu tas semuanya. Pokoknya apapun yang kamu mau akan aku belikan"


Freya tersenyum senang mendengar kabar dari suaminya ini "Ya ampun aku turut senang sekali atas pencapaianmu, aku bahagia sekali kamu bisa bekerja di sana dan nanti juga kamu bisa buka klinik juga aku senang sekali "


"Iya sayang kita pergi sekarang ya"


Freya menganggukan kepalanya, Dimas juga bahagia melihat senyum istrinya kembali terbit. Dimas tidak mau kalau istrinya terus saja memikirkan tentang Gea Gea dan Gea. Memangnya hidup mereka itu mengurusi hidup Gea saja, tidak kan mereka juga punya kehidupan yang lain.


Maka mereka harus menghabiskan waktu berdua seperti ini. Dimas akan membahagiakan istrinya apapun yang istrinya mau akan Dimas berikan. Sudah lama juga kan mereka tidak berbelanja seperti ini dan ini adalah saatnya untuk Dimas memanjakan istrinya. Mereka berdua terlalu sibuk dengan pekerjaan dan sekarang adalah hari mereka.


...----------------...


"Ya tentu saja bekerja, sama masuk dan bekerja di sana. Aku tidak mau tahu kamu harus mengganti uangku. Jika kamu tidak mau dijual maka cari uang di sini mau kamu bekerja apapun aku tidak peduli yang terpenting uang yang telah kamu gunakan untuk membeli bahan-bahan makanan itu, perhiasan semuanya bahkan pakaianmu sekarang harus diganti masuk dan aku ingin uang itu kembali ke dalam kantong ku. Hari ini juga tak mau lama-lama aku ya"


"Tapi aku tidak tahu apa-apa, apa yang harus aku lakukan Ayah aku tidak pernah mengerti aku tidak pernah bekerja. Aku sungguh tak bisa melakukannya. Aku takut sekali mereka pasti akan menolakku. Aku pasti akan kesusahan Ayah"


"Aku tidak tahu, terserah kamu saja mau melakukan seperti apa yang terpenting aku ingin kamu mengembalikan semua uangku. Aku tidak peduli mau kamu jadi apapun itu di sini, aku akan menunggumu dan kamu tidak akan pernah bisa kabur jadi cepat masuk dan jangan bantah aku atau mungkin kamu ingin aku jual saja, ya itu lebih baik akan lebih menghasilkan banyak uang lagi "


Gea langsung menggelengkan kepalanya, Gea masih memikirkan anaknya. Tidak mungkin kan harus melakukan hubungan terlarang itu saat dirinya sedang mengandung seperti ini, baiklah Gea akan masuk ke dalam dan mencoba mencari uang itu. Kenapa sekarang menjadi minta ganti uang ayahnya ini kenapa sih, tidak biasanya.


Gea berjalan masuk ke dalam mall itu, Gea bingung harus ke mana harus mencari pekerjaan ke mana. Di sini banyak orang sekali toko-toko juga sangat banyak sekali, lalu harus yang mana Gea datangi Gea bingung sekali belum pernah ada pengalaman sedikitpun tentang pekerjaan.


Sedangkan Freya dan juga Dimas masuk ke mall yang sama, tapi Gea tidak menyadarinya Freya menatap suaminya karena gemas seharusnya Freya kan yang memberikan hadiah yang membelanjakan suaminya, karena suaminya sudah mendapatkan pekerjaan lagi maka Freya harus memberikannya.


"Dimas kenapa malah kamu yang akan membelanjakan aku. Seharusnya aku yang memberimu barang-barang itu, aku yang membelanjakan mu karena kamu sudah baik membantuku bertemu dengan Gea, lalu aku juga diberikan kabar yang bahagia darimu. Seharusnya aku yang membelikan sesuatu untukmu. Biar aku saja membelikan kamu sesuatu jadi ayo kamu beli apa yang kamu mau "


"Tidak sayang aku saja, ini adalah hari bahagia kita atau begini saja. Karena kita berdua sedang bahagia kita berpencar saja aku akan membelikan barang yang sangat ingin kamu mau dan kamu juga akan mencari barang yang ingin sekali aku mau, terserah kamu saja yang sedang kamu pikirkan. Aku tidak akan meminta terserah kamu saja. Apapun yang kamu berikan aku akan suka kita berpisah di sini dan kita akan bertemu lagi di sini bagaimana, kamu setuju kan dengan keputusan ku ini. Pasti setuju dong masa sih tidak sayang "


Freya setuju dengan ucapan suaminya itu, akan lebih adil kan mereka berdua kan sedang bahagia "Baiklah kita berpisah dan aku akan mencari hadiah untukmu sayang. Aku akan membelikan apa yang ada didalam kepalaku ini "


"Tentu sayang kita berpisah di sini, nanti kita akan bertemu lagi "


Mereka berdua benar-benar berpencar untuk mencari hadiah untuk masing-masing. Dalam fikiran mereka sudah terfikir akan membeli apa. Jadi mereka tak pusing harus masuk toko yang mana.


Gea sudah masuk ke satu toko satu dan ke toko yang lain tapi tidak ada yang menerimanya bekerja. Gea sudah bingung harus ke mana lagi. Mereka menolak alasannya karena Gea harus membawa surat lamaran dan yang lainnya, sedangkan Gea datang kemari dengan tangan kosong saja kan dia bingung harus melakukan apa.


Gea bahkan tidak tahu kan akan diperlakukan seperti ini oleh Ayah tirinya ini. Ini untuk pertama kalinya Ayah tirinya melakukan ini. Begitu tiba-tiba sekali jadi Gea binggung dan juga ketakutan juga.


Gea masuk ke toko pakaian perempuan dan bertemu dengan perempuan yang menggunakan pakaian formal dengan memberanikan diri dia mendekatinya "Permisi Bu maaf apakah di toko Ibu sedang membutuhkan karyawan "

__ADS_1


"Karyawan ya sebenarnya sih ada karyawanku yang baru saja keluar, kamu mau masuk bawa lamaran kan"


"Em tidak Bu" jujur Gea, karena memang dirinya tak membawa apa-apa.


"Ya sudahlah tokoku sedang penuh sekali. Sekarang aku sangat butuh pelayan jadi tak masalah nanti lamaran bisa menyusul kamu bisa langsung bekerja ya, kita bicara didalam bagaimana pekerjaannya dan juga gajinya. Aku membayar pelayanku dengan upah harian dan akan ada bonus juga, sekarang tolong langsung saja bekerja nanti kalau ada apa-apa kamu bisa tanya kok padaku atau pada karyawan lainnya"


Gea langsung tersenyum, akhirnya ada juga yang mau menerimanya bekerja kalau tidak sudahlah habis dirinya ini. Satu lagi gajihnya langsung dibayar itu akan memudahkan Gea untuk keluar lagi kalau semuanya sudah tercukupi. Ini pasti pakaiannya mahal-mahal dan akan banyak juga pasti keuntungannya ini.


"Baiklah Bu terima kasih, terima kasih karena telah membantuku"


"Lalu namamu siapa"


"Namaku Gea Bu "


"Baiklah Gea, mulai hari ini kamu mulai bekerja di toko ku, ayo layani customer-customer-ku dengan baik. Nanti juga kamu akan terbiasa dan nyaman bekerja disini. Apalagi dengan gaji yang mengiurkan dan juga bonusnya "


Gea menganggukan kepalanya. Gea bersemangat ini adalah hari pertamanya untuk bekerja dan ini akan menjadi pengalaman pertama dia untuk bekerja semoga saja semuanya baik-baik saja dan lancar tidak ada kesalahan. Semoga saja ini menjadi bekal kedepannya kalau dirinya ingin kabur dari Ayahnya Gea sudah tahu bagaimana caranya bekerja dan sudah punya pengalaman juga kan.


...----------------...


Sedangkan Freya yang sudah selesai berbelanja untuk suaminya segera menelponnya. Freya sudah tak sabar ingin melihat suaminya dan ingin tahu apa yang suaminya belikan pasti akan sangat spesial sekali kan. Suaminya itu kadang penuh dengan kejutan sekali.


"Kamu di mana Dimas aku sudah di tempat yang tadi, aku sudah belanja untukmu sudah lengkap pokoknya apa yang ada dalam pikiranku sudah aku berikan, sudah aku wujudkan untuk diberikan padamu. Pokoknya aku sudah siap dan ingin cepat-cepat memperlihatkannya padamu "


"Ya ampun sayang kenapa cepat sekali, aku belum menemukannya lebih baik kamu tunggu saja di tempat yang lain jangan di sana ya. Aku masih mencari hadiah untukmu aku masih pusing harus membeli yang mana. Pilihannya begitu banyak sampai-sampai aku binggung sayangku "


"Baiklah aku akan menunggumu jangan lama-lama ya, kasian Irsyad kita tinggalkan seharian pasti dia bertanya-tanya "


"Iya sayang, sebentar lagi aku akan selesai "


Freya tiba-tiba saja ingin ingat pada Gea sepertinya Freya akan memberikan hadiah untuk Gea sekalian mumpung di sini kan, di mall kapan lagi Freya bisa memberikan hadiah pada temannya itu sudah lama juga Freya tidak memberikannya maka sekarang adalah waktunya.


Pasti Gea akan menyukainya. Karena apapun yang Freya berikan Gea akan suka, apapun itu tak terkecuali. Freya menjadi bersemangat kembali. Nanti ingin melihat ekspresi Gea saat dirinya memberikan hadiah.


Sambil menunggu Dimas kan lebih baik Freya mencari kesibukan yang lain dulu saja, pasti suaminya itu akan lama dan pasti akan banyak yang dia beli Freya tahu bagaimana suaminya itu.


...----------------...


Gea tersenyum saat sudah mendapatkan komisi dari bosnya karena tadi mereka sebelum bekerja sudah berbicara kalau Gea berhasil menjual satu pakaian Gea akan mendapatkan bonus dan banyak sekali yang tadi dia layani dan sampai membeli.


Sepertinya ini sudah cukup, Gea sudah cukup sampai disini saja bekerjannya. Karena perutnya juga sakit dari tadi terus saja berdiri. Kakinya sudah pegal rasannya.


Gea senang sekali saat sudah mendapatkan uang itu, karena langsung dibayar cash tadi untunglah. Gea bisa dia mendekati bosnya yang tadi. Akan berbicara kalau Gea sudah bekerjanya tak akan lama.


"Ada apa Gea, ayo kerja lagi aku lihat pekerjaanmu bagus banyak sekali yang membeli dan juga tertarik saat kamu menawarkan pakaian-pakaian ku itu. Kamu sangat bagus sekali menawarkannya pada mereka aku suka dengan cara kerjamu itu. Ayo sana kerja lagi nanti aku akan menambahkan bonus mu lagi "


"Tapi uang ini sudah cukup Bu, uangnya sudah terkumpul dan aku sudah bisa pulang Bu " girang Gea.


"Sudah cukup bagaimana, kamu harus tetap bekerja di sini. Kita kan sudah membicarakannya tadi, jangan tiba-tiba pergi seperti itu Gea. Kamu baru saja masuk dan bekerja di toko ku ayo jangan main-main kembalilah pada posisimu itu "


"Tapi aku hanya butuh uang segini saja. Terima kasih atas bantuannya Bu aku sangat berterima kasih uang ini sudah cukup. Aku bahagia sekali masih ada orang baik yang mau membantuku "


Gea langsung pergi begitu saja, tidak memperdulikan bosnya yang terus berteriak. Memang uangnya sudah cukup Gea juga tadi menghitung kok berapa pengeluarannya untuk membeli makanan dan semuanya.


Pokoknya sudah dihitung semuanya, memang aneh kan dia bisa dengan cepat mendapatkan uangnya, tapi ya untung saja di sini langsung dibayar cash, meskipun dia harus bekerja dengan sangat lelah sekali.


Mungkin ini sudah rezeki dari anaknya. Gea begitu senang sekali. Ternyata cukup mudah juga yang mencari uang seperti ini. Apa mungkin nanti Gea kabur saja dari Ayahnya ya.


Sedangkan Ayah tirinya di bawah malah sedang mengobrol dengan perempuan dari tadi, dia mengawasi Gea tapi dia sibuk dengan perempuan-perempuan yang ada di sini.


Menawarkan mereka pekerjaan dan yang lainnya. Tak lupa menggoda nya juga serta menawarkan mereka gajih yang besar. Padahal itu salah satu modusnya saja agar bisa mendekati para perempuan-perempuan cantik ini.


Memang sudah biasa Ayah tirinya Gea seperti ini kalau bertemu dengan seorang perempuan. Seperti sedang menemukan sebuah emas dan akan dia pergunakan dengan sebaik-baiknya.

__ADS_1


__ADS_2