
Freya yang sedang perawatan di dalam rumah dikagetkan dengan ibunya yang datang, sudah lama ibunya tidak pernah datang padanya. Pokoknya semenjak dirinya bercerai dengan Dimas ibunya tak pernah datang ke rumah lagi dan ibunya tidak mau pernah mengangkat teleponnya lagi.
Bahkan sampai datang ke rumahnya ibunya tidak mau menerimanya, malah mendiamkannya saja hanya ayahnya saja yang bertanya padanya dan menyambutnya di sana.
"Sayang kenapa kamu tidak memberitahu ibu kalau kamu ini akan menikah, kamu ini sudah lupa dengan ibumu sendiri "
Ibunya itu langsung memeluk Freya dengan erat Freya kaget sekali.
"Mau bagaimana Freya datang ke rumah sedangkan ibu saja tidak menerima Freya. Freya takut nanti ibu kayak dulu usir Freya lagi, jadi lebih baik Freya ga kerumah ibu aja "
"Ibu minta maaf. Ibu tahu ibu salah Ibu minta maaf sama kamu, sekarang ibu ada untuk kamu kenapa kamu juga harus melibatkan mantan ibu mertua kamu itu. Ibu masih ada loh, kamu bisa minta tolong sama ibu langsung "sambil menatap mama Astuti dengan sinis.
"Ibu tolong jangan ada pertengkarannya, Freya mau nikah ibu duduk aja di sini Freya lagi perawatan dulu. Ibu ga usah bahas-bahas yang lain ya "
Ibunya Freya patuh langsung duduk tapi mulutnya itu tidak pernah bisa diam. Dia terus saja menatap ibunya Dimas dengan sangat sinis seperti tidak terima. Padahal kalau dipikir-pikir selama ini yang selalu ada bersama Freya adalah mama Astuti.
Yang selalu membuatnya semangat adalah Mama Astuti sedangkan ibunya malah menyalahkan Freya yang menceraikan Dimas, menyalahkan kalau Freya tidak menjadi seorang istri yang benar, kalau Freya tidak bisa menjaga suaminya dengan baik.
Kalau Freya terlalu baik pada sahabatnya itu, kalau Freya terlalu biasa-biasa saja menghadapi Gea. Padahal selama ini Freya begitu mati-matian untuk mempertahankan suaminya, untuk mempertahankan segalanya tapi takdir berkata lain.
__ADS_1
Tapi Freya sekarang sudah mendapatkan gantinya yang lebih-lebih lagi dari Dimas, dan Ibunya baru datang kemari lagi. Freya tidak mau sampai ada pertengkaran di hari bahagianya nanti.
"Iya tapi kamu seharusnya tidak membawa mantan ibu mertuamu itu tinggal bersama, kamu ini Freya salah besar seharusnya ibu kamu sendiri yang kamu bawa tinggal disini "
"Ibu tahu kan mama Astuti yang selalu ada untuk aku, jadi tolong jangan mama anggap kalau mama Astuti itu adalah mantan ibu mertuaku, dia bukan mantan ibu mertuaku dia adalah Ibuku. Dia adalah segalanya untuk amu seperti ibu sama kalian tidak ada bedanya"
"Jangan samakan ibumu ini dengan mantan ibu mertuamu itu, sangat berbeda sekali, apa yang perlu Ibu bantu akan Ibu bantu apa yang kamu perlukan Ibu sudah datang Freya. Jadi kamu tidak usah tergantung lagi pada orang lain. Pada ibu saja ya sayang "sambil menatap Mama Astuti dari atas sampai bawah.
"Ibu bisa tolong ambilkan selendang di kamar Freya, ada di dalam lemari. Selendang yang waktu itu ibu belikan untuk Freya "
"Baiklah akan Ibu ambilkan sekarang untuk anak ibu yang paling cantik ini. Tunggu ya Ibu ambilkan sekarang"
"Tenang aja Freya Mama nggak apa-apa kok, mama baik-baik aja mungkin mama kamu hanya cemburu saja karena mama tinggal di sini. Tidak masalah Mama tidak akan terbawa suasana juga, sudah sana kamu perawatan lagi orang yang mau nikah itu harus cantik kamu itu harus cantik banget sayang, ayo cepat buat Amar tak bisa berpaling dari kamu "
Setelah melihat senyum mama Astuti Freya menjadi tenang. Freya tidak bisa menyakiti hati Mama Astuti, Mama Astuti begitu berharga untuk Freya, Mama Astuti begitu segalanya untuknya dia rela berkorban untuk Freya bahkan memusuhi anaknya untuknya.
Mengusir Dimas juga waktu itu pokoknya mama Astuti tidak akan pernah bisa tergantikan, meskipun ibunya masih ada tapi tetap saja Freya menyayangi mereka tapi dengan berbeda cara.
...----------------...
__ADS_1
Tangan Freya begitu dingin dia tidak menyangka kalau dirinya akan kembali menikah untuk kedua kalinya, mungkin waktu itu saat disakiti Dimas Freya mengatakan kalau dia tidak akan pernah menikah lagi sampai kapanpun. Tapi takdir berkata lain Freya menikah untuk kedua kalinya.
Freya begitu gugup dengan semua ini, Freya sangat takut, saat nanti menghadapi banyak orang akan bagaimana respon mereka saat melihat Freya menikah lagi.
Semoga saja semuanya lancar tidak ada gangguan lagi, Freya ingin hari pernikahannya ini hanya ada sebuah kebahagiaan tidak ada pertengkaran ataupun saling cekcok. Pokoknya Freya ingin semuanya sempurna apalagi tidak ada yang melarang mereka untuk menikah, neneknya Amar juga sudah baik-baik sajakah.
"Mah"
Freya menatap anaknya yang datang ke dalam kamar, Freya tersenyum ke arah Irsyad, Irsyad juga tersenyum padanya "Irsyad kemarilah"
Irsyad langsung mendekati Ibunya dan berkata "Mama harus bahagia, Mama harus tersenyum jangan sampai mama sakit hati lagi, Irsyad nggak kuat Irsyad nggak bisa lihat mama yang sedih mama yang ketakutan, Mama yang terpuruk Irsyad mau sekarang mama bahagia bersama paman Amar. Jika suatu saat Paman Amar menyakiti Mama, Mama tahu harus pulang sama siapa, bilang sama Irsyad. Irsyad sendiri yang akan kasih pelajaran sama paman Amar nanti"
Freya ingin menangis, dia sudah tidak tahan tapi wajahnya sudah dirias Freya hanya bisa menahannya "Iya mamah pasti akan bahagia bersama Paman Amar, Mama yakin Paman Amar tidak akan pernah menyakiti Mama. Kamu harus selalu ada di samping mama ya Irsyad, kamu jangan pernah sungkan saat Mama nanti sudah menikah dengan paman Amar"
Irsyad mengganggukan kepalanya "Irsyad sudah menganggap Paman Amar seperti ayah Irsyad sendiri, Irsyad senang pilihan Mama adalah paman Amar yang baik dan juga selalu ada untuk mamah. Bahkan Paman Amar selalu bertahan dalam keadaan apapun"
"Syukurlah mama senang mendengarnya. Tapi kamu jangan pernah sungkan jika ingin ada yang kamu ceritakan maka datanglah pada Mama, seperti dulu jangan pernah ada yang berubah Irsyad. Mama akan selalu mendengarkan setiap cerita kamu keluh rasa kamu pokoknya jangan pernah ada yang disembunyikan di antara kita berdua ya. Mama tidak mau tiba-tiba kamu berubah saat Mama sudah menikah"
Irsyad menundukkan kepalanya dia menggenggam tangan mamanya dengan lembut, Irsyad tahu setelah menikah mamanya akan berbeda tapi Irsyad tidak akan mempermasalahkan.
__ADS_1
Irsyad akan sama Irsyad akan masih sama menceritakan segala hal pada mamanya Irsyad janji tidak akan pernah ada yang dirinya sembunyikan dari mamanya. Irsyad bahagia melihat mamanya bahagia.