Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 53 Sudah punya rumah


__ADS_3

Dimas sudah datang ke apartemen itu, di ruang tengah tidak ada siapa-siapa kosong Dimas bingung ke mana Gea. Katanya ada orang yang punya apartemen tapi tidak ada tidak ada siapa-siapa. Dimas mencari keberadaan Gea.


Ternyata Gea ada di kamar sedang mendorong barang yang cukup besar menurut Dimas, karena Dimas kasihan Dimas segera masuk dan membantunya pandangan mereka kembali beradu dan untuk beberapa menit mereka diam.


Pandang mereka terus saja seperti itu bahkan tidak ada yang mau memutuskan pandangannya, tapi tiba-tiba saja pintu kamar itu tertutup dengan sangat kencang sampai-sampai membuat mereka melihat ke arah pintu. Mereka sekarang baru tersadar.


Dimas mengecek pintu kamar itu ternyata tidak bisa dibuka. Sialan kenapa harus terjebak "Ini pintu belum dibenarkan juga katanya hari ini akan dibenarkan, tapi kenapa ini tak bisa dibuka seperti ini "


"Baru pintu depan saja kalau pintu kamar belum. Katanya nanti ada urusan sebentar tadi juga yang punya apartemen keluar dulu, dia bilang akan kembali lagi ke sini tapi entah kapan "


"Ya ampun masa kita harus terjebak di sini, tidak mungkin kan kita harus disini terus. Aku masih banyak pekerjaan"


Pintu benar-benar tidak bisa dibuka bahkan ponsel Dimas juga ada di ruang tengah, tadi dia menyimpannya begitu saja bodohnya dan Gea juga ternyata sama ponselnya di sana tidak dibawa ke dalam kamar. Dimas tadi menyimpannya bersama tasnya juga. Kenapa sih harus kejadian seperti ini.


Di dalam kamar Gea mencoba untuk mencari bantuan dengan melihat ke bawah jendela, tapi percuma saja tidak ada orang dan tidak mungkin ada yang mendengarnya sedangkan dia ada di lantai 8. Harus dengan cara apa lagi agar mereka bisa keluar dari sini.


"Bagaimana ini Dimas. Aku tidak mau ada salah paham lagi antara aku dan juga Freya, akan berapa lama kita terjebak di sini. Aku tak mau Freya marah lagi padaku. Yang kemarin saja belum usai masa mau ditambah dengan yang baru lagi "


"Nanti juga Freya akan datang ke sini, aku yakin itu dia tidak akan salah paham pintunya kan memang terkunci tidak bisa dibuka, dia tidak akan salah paham lagi. Tenang saja Gea tak usah sampai ketakutan seperti itu "


Gea begitu cemas dia takut kalau Freya meninggalkannya, Gea tidak bisa kalau Freya terus saja mendiamkannya seperti ini sungguh dirinya tidak bisa.


Tidak terasa malam pun tiba, mereka berdua mencari sesuatu untuk menjadi penerangan. Gea mendapatkan sebuah lilin lalu menyalakannya untung saja di sana ada koreknya juga lalu Gea mendekati Dimas dan mendekatkan lilin itu ke arah Dimas.


Mereka malah saling pandang lagi di tengah-tengah mereka ada lilin. Tak ada habis-habisnya mereka saling pandang dari tadi, mereka seperti melupakan segalanya. Bahkan melupakan janji-janji yang telah mereka buat.


Sedangkan Freya sendiri yang baru pulang baru ingat kalau suaminya belum mengabarinya atau menelponnya, ini sudah sangat malam dan saat mengecek kamar Gea juga masih kosong tidak ada siapa-siapa. Berarti mereka berdua masih ada disana ditempat yang sama.


"Ma apakah Dimas dari tadi belum ada pulang"


"Belum sayang, Dimas belum pulang dari tadi dia tidak ada pulang. Mungkin dia masih banyak pekerjaan sayang "


Freya langsung menghubungi ponselnya Dimas, pasti dia masih di apartemen, sedang apa mereka, kenapa tak diangkat apa mereka berdua baik-baik saja. Freya harus datang kesana takut terjadi apa-apa. Freya akan berfikir positif dulu saja.


Pandangan mereka baru terputus karena mendengar suara ponsel Dimas yang berdering. Gea langsung mengalihkan pandangannya dan membelakangi Dimas, lagi-lagi dia malah tergoda malah saling pandang lagi.


Freya sendiri langsung pergi bergegas kembali untuk menjemput suaminya itu, jangan sampai dirinya melihat kalau suaminya melakukan sesuatu yang bisa membuat kecewa "Biar mama temani ya. Kamu jangan pergi sendiri sayang "


"Sama Irsyad saja nenek, nenek dirumah saja ya. Mama akan aman bersama Irsyad "


Freya menatap anaknya yang keluar dari kamar "Biar mama saja sendiri kamu di rumah ya, kamu lebih baik tidur saja. Mama tak apa sendiri "


Bukan apa-apa Freya takut kalau Dimas dan juga Gea sedang melakukan sesuatu, kalau misalnya Irsyad ikut dan melihat ini malah benci anaknya ini pada Ayahnya.


"Irsyad harus ikut Ma, Irsyad ga mau Mama pergi sendirian"


Irsyad mengambil jaketnya dan menggandeng tangan mamanya untuk keluar dari dalam rumah, Freya juga tidak bisa menolak anaknya sudah menarik tangannya terlebih dahulu mereka masuk ke dalam mobil dan pergi ke apartemen Gea.

__ADS_1


...----------------...


Dimas yang melihat Gea masih terus saja membelakanginya langsung bertanya" Kenapa denganmu kenapa kamu gugup sekali ada apa tadi kita baik-baik saja kan, kita tadi tak kenapa-napa"


Gea masih saja membelakangi Dimas dengan air mata yang mengalir "Aku ingin cepat keluar dari sini aku tidak mau ada salah paham lagi, aku ingin cepat keluar aku tidak mau ada disini. Tolong lakukan sesuatu jangan diam saja aku ingin keluar keluar keluar"


Dimas yang mengerti perasaan Gea mencoba membuka pintu lagi dan berteriak-teriak untuk meminta bantuan, tapi tidak ada satu orang pun yang datang. Tak ada yang membantu mereka. Apa suara mereka tak terdengar sampai-sampai tak ada yang datang menolong.


Sedangkan Freya dan juga Irsyad sudah sampai di apartemen itu, mereka langsung menuju ke lantai 8. Freya dan Irsyad melihat ponsel Ayahnya ada di sini dan juga ponsel Gea.


Irsyad mengambil ponsel itu dan menyimpannya di saku jaketnya. Jantung Irsyad sudah berdeguk dengan kencang. Takut melihat ayahnya sedang bersama tante Gea berduaan dan malah membuat mamanya menangis.


Mereka mengecek satu persatu ruangan dan saat Freya mengecek ruangan yang susah sekali pintunya dibuka Dimas langsung teriak "Freya apakah itu dirimu, tolong aku tolong. Aku terjebak di sini bersama Gea tiba-tiba saja terkunci"


Pintu langsung terbuka Dimas melihat anak istrinya ada di hadapannya. Gea juga langsung menghapus air matanya dia begitu gugup sekali dengan keadaan ini. Apalagi ada anaknya Freya juga yang tak suka dengannya.


"Kenapa ayah bisa terkurung di sini bersama tante Gea. Kenapa juga ponsel ayah bisa ada di luar biasanya Ayah selalu membawa ponsel ayah kemana-mana tidak pernah ditinggalkan"


"Pintunya macet, tadi ayah hanya membantu tante Gea untuk mengangkat barang berat tapi tiba-tiba pintunya terkunci. Ayah juga tidak tahu kalau akan kejadian seperti ini, memang ayah teledor karena menyimpan ponsel ayah bersama tas ayah begitu saja"


"Begitu ya Ayah. Aku kira disengaja"


Freya langsung memelototi anaknya, Freya tidak mau Irsyad menyudutkan ayahnya takut-takut nanti malah Dimas akan salah paham marah juga pada Irsyad. Freya tak mau anaknya ini dimarahi.


"Kalau saja aku tidak datang mungkin kalian berdua akan terjebak di sini ya berduaan. Hanya berdua saja "ucapan Freya sambil tersenyum dan menatap Gea yang menundukkan kepalanya. Seperti sedang ketakutan.


Mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya saja, mereka sekarang pulang ke rumah Dimas mengendarai mobilnya sendiri sedangkan Gea langsung ikut masuk kedalam mobil Freya dan juga Irsyad.


...----------------...


Malam-malam Gea keluar dari kamarnya dia malah diam di depan jendela ruang tengah, dia menatap keluar dengan pikiran yang terus saja memikirkan Dimas. Kenapa hatinya ini tidak bisa sekali diajak bekerja sama.


Dimas sendiri yang tidak bisa tidur keluar juga dia menghampiri Gea yang hanya diam berdiri. Dimas berdiri di sampingnya dan Gea mulai berbicara. Gea akan meminta sesuatu pada Dimas semoga saja dia mau kan.


"Aku besok akan pergi dari rumah ini. Aku minta kamu jangan pernah sakiti Freya ya. Jaga dia baik-baik, dia sepertinya sudah tidak terlalu percaya dengan aku memang masalah dahulu itu sangat menyakitkan sampai-sampai Freya saat melihat aku memelukmu dia langsung curiga. Karena memang aku perlu dicurigai dan ada lagi yang ingin aku minta padamu. Bisakah saat nanti aku besok pergi kamu ada untukku. Aku ingin melihatmu untuk terakhir kalinya setelah itu aku tidak akan pernah mau bertemu lagi dengan kamu"


"Maaf aku tidak bisa, aku tidak bisa kalau besok harus ada dan melihatmu pergi kalau mau pergi ya silakan pergi saja, aku tidak mau makin lama menyakiti Freya. Aku tidak mau Freya kecewa denganku apalagi anakku juga Irsyad. Aku tidak mau dia menjadi korban dalam keegoisanku ini jadi kamu mengertilah"


Gea langsung menatap Dimas mereka kembali bertatapan, mata Gea sudah berkaca-kaca tapi Dimas langsung melengos pergi begitu saja. Dimas tidak mau terlena lagi dan nanti malah terbuai dengan apa yang dia lihat. Dimas tidak mau perasaan ini makin dalam lagi sudah cukup semuanya sudah cukup sampai disini saja.


Apalagi anaknya Irsyad sepertinya sudah curiga sekali. Dimas tidak mau menjadi contoh yang jelek untuk anaknya Irsyad, suatu saat Irsyad akan menikah dan dia harus selalu setia pada istrinya dan Dimas harus mencontohkan yang baik kan pada anaknya.


Kalau saja Dimas tidak setia pada ibunya, nanti Irsyad akan mencontohnya dan menyakiti perempuan yang dia cintai, maka dengan sekuat tenaga Dimas harus melupakan semua nya melupakan perasaannya pada Gea yang datang tiba-tiba itu.


...----------------...


Gea sekarang sedang berpamitan pada ibu mertuanya Freya. Benar saja tidak ada Dimas di sini bahkan Irsyad pun tidak ada, sepertinya memang Irsyad sudah berangkat sekolah. Pasti ini yang diinginkan anak itu kan Gea pergi dari rumahnya dan tidak kembali lagi.

__ADS_1


Dari pertama datang juga anaknya Freya padanya sudah sangat tidak suka kan. Sudah memberikan tatapan yang tidak suka.


Gea begitu kecewa dengan Dimas, dia tidak ada untuk mengatakan selamat tinggal atau apapun padanya. Dimas benar-benar ingin menjauhinya. Tapi itu bagus dia juga kan mau menjauhinya. Tadinya hanya ingin melihat untuk terakhir kalinya tapi ternyata Dimas tidak mau.


"Terima kasih karena Tante sudah mau menerimaku di sini, Tante sudah mau memberikan tempat untukku tinggal saat aku sedang terpuruk seperti ini, aku sangat bersyukur bisa ada di keluarga kalian. Aku senang pernah ada di sini. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan kalian semua, hanya kalianlah yang peduli padaku"


"Tentu demi kebahagiaan menantuku, aku akan selalu melakukan apapun itu meskipun itu menentang hatiku. Aku tidak mungkin kan menyuruhmu keluar sedangkan menantuku ingin kamu tinggal di sini. Aku tidak bisa seegois itu kebahagiaan menantuku adalah nomor satu "


Gea tersenyum kecil sepertinya Gea tidak akan pernah bisa menggantikan Freya sampai kapanpun. Ibu mertuanya ini sangat menyayanginya sekali, kalaupun nanti dia merebut Dimas dari Freya dirinya tidak akan pernah diterima oleh ibu mertuanya ini, yang ada dia akan dimusuhi seterusnya.


"Iya Tante aku mengerti, tante sangat menyayangi Freya. Terima kasih untuk segalanya aku pamit pergi dulu tante mungkin Tante nanti bisa datang ke sana untuk makan malam di rumahku. Sekalian untuk perpisahan terakhir"


"Iya nanti aku akan coba mengatur waktu. Terima kasih juga karena kamu sudah banyak membantu di sini dengan cara memasak dan membereskan rumah juga. Terima kasih atas bantuanmu itu"


"Tentu Tante itu adalah sudah kewajibanku, masa aku sudah menumpang di rumah ini tapi aku malah berleha-leha dan ingin dilayani aku tidak mungkin seperti itu. Sebisa mungkin aku akan membantu pekerjaan tante di rumah ini, agar lebih ringan dan tidak terlalu banyak"


Mereka berdua segera pergi Freya yang mengantarkan Gea untuk pergi ke rumah barunya itu, sedangkan barang-barangnya sudah dikirim terlebih dahulu dari kemarin. Freya dengan cepat memesan semua kebutuhan yang harus ada di dalam rumah itu.


Saat sudah ada di dalam mobil Gea langsung membuka pembicaraan dengan Freya "Freya tolong jangan diamkan aku seperti ini, aku tidak suka dengan kamu yang terus saja diam. Tidak seperti biasanya kamu biasanya cerewet pada aku banyak bertanya, banyak bercerita tapi sekarang kamu diam seperti ini karena kesalahpahaman waktu itu. Aku tahu kamu masih marah kan sama aku makanya kayak gini"


"Aku sedang tidak mau bercerita dan aku juga tidak ada yang perlu aku ceritakan lagi padamu, semuanya aku sudah ceritakan bahkan tentang suamiku sendiri saja aku sudah ceritakan padamu kan Gea. Lalu apalagi yang harus aku ceritakan padamu, apa perlu aku ceritakan kebiasaan Dimas yang lainnya"


"Iya tapi tolong jangan diamkan aku terus-menerus, aku merasa canggung jadinya aku ini terlalu banyak meminta bantuanmu, tapi aku belum bisa membalas semuanya. Bahkan satu pun aku belum bisa membalasnya"


"Tidak masalah aku menolongmu juga tidak meminta balasannya Gea, yang terpenting kamu sudah bahagia kan sekarang bisa lepas dari ayah tirimu itu sudah cukup kan. Kamu juga akan segera bahagia. Kamu sekarang bisa mengatur kebahagiaanmu sendiri, tanpa harus diatur-atur lagi oleh ayah tirimu itu"


"Iya tapi kebahagiaanku juga ada di tanganmu, kalau kamu terus seperti ini aku tidak akan pernah bahagia Freya, jadi tolong maafkan aku. Aku harus melakukan apa supaya kamu memaafkanku"


"Jaga hatimu saja agar tidak tertarik pada suamiku dan jaga juga penglihatanmu agar tidak terus menatap suamiku. Itu saja yang aku ingin beritahu padamu. Kamu tahu kan pernikahanku dan juga Dimas sudah 10 tahun lamanya, jadi tolong jangan hancurkan sesuatu yang sudah terjalin lama. Apalagi aku punya Irsyad apa kamu ingin membuat hati anak kecil itu sakit saat melihat ayahnya berpaling pada perempuan lain"


"Tapi aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Dimas, aku benar-benar tidak ada hubungan kami hanya teman saja"


"Iya aku tahu, aku mengerti kalau kalian tidak punya hubungan apa-apa tapi dari kalian yang selalu bersama itu akan menimbulkan rasa sayang juga kan. Mungkin kamu akan berpikir aku terlalu posesif pada Dimas hanya karena kamu memeluknya saja, aku sudah menuduhmu yang tidak tidak titik, bukan apa-apa aku punya masa lalu yang jelek bersama kamu"


"Dari awal juga seharusnya aku tidak terlalu mendekatkan kalian berdua kan, mungkin tidak akan seperti ini kamu juga tidak akan berani memeluk suamiku tiba-tiba seperti kemarin, memang sebenarnya di sini aku yang salah aku menyadarinya"


"Iya aku tahu aku pernah mengecewakan kamu, aku pernah membuat kamu tidak percaya lagi padaku. Memang membangun sebuah kepercayaan itu sangat sulit dan aku janji tidak akan pernah mengecewakanmu lagi"


"Iya semoga saja ya, kamu tidak seperti itu lagi. Aku akan mencoba untuk melupakan hal yang telah kamu lakukan waktu itu, saat memeluk Dimas tiba-tiba, dan membuat semua orang berpikir yang tidak-tidak juga, lain kali kamu harus berpikir ulang jika ingin melakukan sesuatu Gea. Aku membantumu dengan sepenuh hati dan kamu jangan membuat aku malah menyesali karena telah membantumu dan mendekatkan suamiku padamu"


Gea tidak menjawab lagi dia hanya diam saja, tapi kata-kata yang dibicarakan oleh Freya begitu menohok pada hatinya. Seperti Freya sedang memperingatinya kalau dia itu harus melupakan Dimas, dan menjauhi Dimas juga.


Mereka akhirnya sampai juga di apartemen itu. Freya benar-benar mengantarkan Gea sampai ke dalam apartemen. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti mereka dengan menyamar menjadi orang yang membantu pindahan ke sini.


Setelah Freya pergi Gea hanya ditinggal sendiri dengan orang-orang yang mengangkut-angkut barangnya seperti tempat tidur, TV, lemari segalanya semuanya pokoknya sudah di siapkan.


Gea hanya perlu menempatinya saja Dimas dan juga Freya sudah melengkapi semuanya, jadi tak ada yang kurang semuanya sudah pas sesuai ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2