Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 59 Diberikan pada orang lain


__ADS_3

Dimas benar-benar datang ke apartemen itu, saat pintu dibuka Gea langsung memeluk Dimas dengan sangat erat sekali. Sekarang bahkan Gea tidak malu-malu lagi dia memperlihatkan kasih sayangnya langsung pada Dimas.


Tidak memikirkan siapa-siapa lagi, hanya memikirkan tentang dirinya dan juga kebahagiaannya. Itu saja yang difikirkan oleh Gea. Gea ingin bahagia dan juga tak mau memikirkan dulu tentang orang lain. Yang terpenting sekarang adalah kebahagiannya.


"Aku seneng akhirnya kamu datang juga, aku kira kamu akan langsung ke rumah sakit. Kamu ini benar-benar laki-laki baik aku bahagia sekali ada kamu disini "


Mereka melepaskan pelukannya terlebih dahulu, lalu Dimas menutup pintunya juga "Tidak mungkin, aku pasti akan menemuimu dulu tidak mungkin aku tiba-tiba pergi begitu saja sayang. Hari ini kamu masak apa sayang harumnya begitu enak pasti masakannya juga tak kalah enak "


Gea langsung tersenyum saat mendapat pujian itu, dia menarik tangan Dimas ke arah meja makan dan memperlihatkan masakan yang sudah jadi, bahkan bekal pun sudah tersedia di sana. Gea begitu bersemangat karena masakannya begitu dinanti-nanti oleh Dimas.


"Aku memasak makanan kesukaanmu, kamu pasti sangat suka sekali. Aku yakin itu, karena aku yang membuatnya. Aku sudah tahu bagaimana selera makan kamu. Apalagi Freya selalu memberitahu aku apa saja yang kamu suka jadi tak sulit untuk aku "


Dimas langsung duduk dan mengambil nasi serta lauk pauknya. Dimas langsung mencicipinya sambil menatap ke arah Gea "Masakan kamu memang enak, tidak pernah ada yang gagal kamu ini benar-benar hebat sayang. Aku tidak menyangka akan diberi makan seenak ini rasanya enak sekali. Bisa-bisa aku akan lebih berisi lagi sayang "


"Benarkah, kamu suka dengan makananku , kamu sedang tak berbohong kan "


Gea baru pertama kali dipuji oleh laki-laki yang dekat dengannya, selama hidup dengan ayah tirinya tidak pernah ada pujian. Yang ada caci maki makanan yang Gea masak itu selalu dimuntahkan atau dibuang. Rasanya sakit sekali dan sekarang ada yang memujinya Gea langsung seperti di atas langit. Gea begitu bahagia sekali rasannya tak bisa digambarkan bagaimana bahagianya ini.

__ADS_1


"Benar sayang, ayo sini duduk makan bersamaku. Kenapa kamu hanya menatapku saja, makananmu ini sungguh-sungguh sangat enak sekali, tidak akan pernah ada yang bisa memasak seperti ini selain dirimu. Cepat duduk kita makan sama-sama, aku datang ke sini juga tidak untuk makan sendiri tapi untuk makan bersamamu"


Gea dengan semangat menganggukan kepalanya, dia segera duduk dan makan bersama Dimas. Bahkan sesekali mereka juga saling suap, cinta telah menggelapkan mereka berdua. Bahkan mereka tidak berpikir bagaimana konsekuensi kedepannya bagaimana dengan hati yang mereka sakiti.


...----------------...


Dimas yang baru saja sampai di rumah sakit menatap 2 bekal yang dia bawa, ada dari istrinya dan juga dari Gea harus yang mana Dimas makan. Rasanya tidak akan sanggup kalau Dimas harus memakan keduanya. Dimas harus memilih salah satu.


Dimas memanggil satpam untuk mendekat ke arahnya "Pak ini ada makanan untukmu, nanti tempatnya berikan lagi padaku ya. Jangan lupa ya Pak "


"Wah Pak Dimas punya bekal dua, Bu Freya bekalin dua ya. Baik banget sih Pak Bu Freya. Bapak beruntung sekali "


Hari ini Dimas mengerjakan semua tugasnya dengan begitu semangat. Pokoknya hatinya, pikirannya sekarang sudah plong tidak ada lagi kegelisahan, tidak ada lagi rasa takut dan rasa ingin menghindar. Sekarang Gea sudah ada di sampingnya Gea sudah jadi menjadi miliknya.


Dimas yang baru ingat harus mengabari Gea segera mengeluarkan ponselnya. Dimas harus selalu mengabari Gea, agar Gea tidak khawatir dan menerka-nerka. Dimas tak mau membuat Gea kefikiran dan berfikir yang tidak-tidak juga.


Dimas : Sayang aku sudah ada di rumah sakit. Aku akan bekerja dulu ya, kamu di rumah hati-hati. Ingat jangan keluar rumah tanpa aku, aku tidak mau kecantikanmu itu malah dinikmati oleh laki-laki lain aku mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu sayang.

__ADS_1


Dimas kembali menyimpan ponselnya dan kembali bekerja. Dia akan menunggu pasien pertamanya untuk hari ini.


...----------------...


Gea yang sedang menyediakan makanan malam nanti untuk Dimas mendengar ada suara bel pintu rumahnya. Dengan senang Gea pergi ke arah pintu dan menyangka kalau itu Dimas, yang datang ya pasti itu Dimas siapa lagi kalau bukan dia.


Bahkan Gea tidak mengecek dulu. Gea langsung membuka pintu dan alangkah kagetnya saat yang datang itu adalah Ayah tirinya. Gea yang akan menutup pintu tak sempat, karena Gea langsung didorong begitu saja oleh ayah tirinya itu, lalu pintu langsung ditutup dengan sangat kencang sekali.


"Mau apa kamu kemari, keluar ini rumahku kamu tidak berhak ada di sini. Keluar saja jangan datang kemari "


Erik mendorong Gea sampai dia tersungkur ke kursi, Gea segera bangkit tapi Erik menghimpit tubuh Gea untuk tetap duduk di kursi. Tak akan Erik lepaskan Gea.


"Kenapa anakku, kenapa kamu sangat takut denganku. Aku ini ayahmu aku ingin berkunjung ke rumah baru anakku cukup luas dan cukup enak juga. Bolehkah aku tinggal di sini bersamamu kita hidup bersama lagi ini kan rumahmu berarti rumahku juga kan sayang. Aku begitu rindu dengan dirimu kita sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua nak"


"Tidak enyahlah dari di sini, jangan pernah datang lagi kemari pergi dari sini aku tidak mau ada kamu. Pergi jangan ganggu aku lagi "


Gea mendorong dada ayahnya itu dengan keras, tapi itu percuma saja. Erik menarik tangan Gea dan membawanya ke arah kamar, tapi Gea mencoba untuk memberontak Gea menahan sekuat tenaga. Erik kembali membanting Gea kemeja makan, sampai-sampai punggung Gea sakit sekali rasanya mengenai piring-piring yang baru Gea susun tadi.

__ADS_1


Lalu leher Gea dicekik dengan sangat erat oleh ayahnya itu "Sudah berani melawan ya, sudah berani membuat aku marah. Kamu ini bukan siapa-siapa kamu ini tidak akan pernah bisa melawanku. Aku tak akan membiarkan kamu hidup Gea. Akan aku habisi kamu "


Gea terus saja mencoba menggapai sesuatu, nafasnya sudah sangat tipis Gea tidak mau mati konyol begitu saja. Hidupnya belum bahagia baru saja hidupnya akan dimulai jangan sampai semua ini hancur. Gea tak akan rela, Gea tak mau mati konyol ditangan Ayah tirinya.


__ADS_2