Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 107 Hadiah dari Amar


__ADS_3

Gea yang sudah bingung mencari kemana pergi suaminya akhirnya menyerah juga. Gea benar-benar bingung ke mana suaminya itu pergi ke mana dia. Kenapa tiba-tiba pergi seperti ini bahkan ponselnya saja susah untuk dihubungi.


Suaminya seperti memang sudah merencanakan semua ini agar Gea tidak tahu. Suaminya ini memang menyebalkan sekali awas saja saat pulang Gea akan langsung memarahinya.


"Apakah aku harus pulang saja tidak mungkin kan aku mengecek satu persatu restoran untuk mencari suamiku Dimas, mungkin saja mereka berdua sedang makan malam Freya dan juga Dimas. Aku juga dulu seperti itu kan bersama Dimas bersembunyi-sembunyi untuk makan malam, tidak tidak suamiku tidak mungkin selingkuh kan"


"Akhh kenapa aku jadi pusing sendiri, kenapa malah jadi seperti ini sih. Dimas awas saja aku tak akan memaafkan kamu, aku akan marah sama kamu dan tak akan luluh begitu saja "


Gea begitu khawatir dengan pikirannya sendiri, Gea benar-benar ketakutan sendiri takut kalau Dimas kembali lagi dengan Freya, masa lalu itu kan selalu indah makanya Gea sangat ketakutan sekali. Gea tidak bisa mempertahankan Dimas, Gea tidak punya apa-apa anak pun dia tidak punya kan, untuk mempertahankan suaminya untuk ada di sampingnya.


Dimas itu adalah laki-laki yang sangat mudah untuk berpaling, Dimas akan cepat mencintai seorang perempuan, dia begitu lemah dengan hal itu, Gea sudah tahu bagaimana suaminya itu setelah hidup selama 7 tahun bersamanya.


Dulu saja Freya mempunyai anak dia mempunyai Irsyad tapi tetap saja Dimas pergi kan dari sampingnya. Dimas masih tidak bisa dipertahankan oleh Freya, Dimas akan mudah meninggalkan segalanya demi perempuan.


"Lebih baik aku pulang saja rasanya lemas kakiku ini, aku dari tadi terus saja mencari suamiku yang entah kemana perginya, dia seperti hantu hilang begitu saja tanpa ada kabar sedikit pun, dia benar-benar membuat aku kesal "


Gea menyetop kan taksi dan naik, dia lebih baik pulang saja menunggu suaminya pulang siapa tahu suaminya sudah ada di rumah, ponselnya sedang habis baterai, ya Gea harus berpikir ke sana harus berpikir positif.


Gea tak boleh berfikir negatif dulu tanpa ada bukti, Gea harus tenang sekarang tak boleh terus seperti itu. Kalau Gea terus berfikir suaminya dengan Freya malah akan terus membuat kepalanya sakit saja.


...----------------...


Saat lampu sudah menyala Freya langsung mencari ibunya, dia menatap ibunya dengan khawatir "Mama ke mana saja tadi saat mati lampu, Mama tidak ada apa Mama baik-baik saja kan tak ada yang terjadi dengan Mama kan "


"Mama tadi hanya sedang kebingungan. Kenapa ini sampai terjadi makanya Mama tadi mencari orang untuk bisa menyalakan lampu ini, sekarang sudah menyalakan. Maafkan mama ya tiba-tiba tadi pergi Mama ingin semua nya berjalan dengan lancar Mama tidak mau ada masalah sedikitpun, jadi mama harus cepat-cepat mencari orang yang bisa memperbaikinya"


"Aku kira Mama ke mana membuatku khawatir saja, aku sudah akan menyuruh penjaga untuk mencari mama. Aku takut Mama kenapa-napa "


Astuti mengusap punggung Freya dengan perlahan. Amar langsung maju ke arah depan dan dia berbicara pada semua orang yang ada di sini.


"Ini adalah kebahagiaan untukku, aku dulu menunggu-nunggu hal ini terjadi dan sekarang aku mendapatkan Freya, aku mendapatkan bidadariku aku bahagia sekali bisa bertunangan dengan Freya, aku awalnya semua ini hanya mimpi tapi nyatanya ini adalah sebuah kenyataan aku bahagia sekali"


Amar menata Freya dan menarik tangannya untuk maju ke depan, lalu Amar menatap Freya dengan lekat dan penuh cinta sekali, Freya sendiri hanya bisa tersenyum dan tersipu malu ditatap seperti itu oleh Amar. Freya benar-benar seperti remaja lagi saja ditatap seperti itu langsung malu.


Tatapan Amar begitu dalam sekali, Freya untuk pertama kalinya diperlakukan seperti ini lagi. Jadi wajar kalau Freya sampai tersipu malu seperti ini.


"Freya adalah perempuan pertama yang bisa menaklukkan hatiku yang keras, dia adalah satu-satunya perempuan yang membuat aku bisa tertarik padanya bisa mencintainya begitu dalam, aku berjanji tidak akan menyakiti Freya. Aku tidak akan pernah membuat dia menangis aku akan memberikannya sebuah kebahagiaan yang begitu besar sekali"


"Dan untuk Irsyad dan Helena terima kasih karena telah menerima aku untuk masuk dalam keluarga kalian, untuk Mamah juga yang selalu mendukung hubunganku dengan Freya. Mama selalu mendampingi kami semua. Terima kasih untuk semua orang yang sudah mendukung hubungan aku dan juga Freya, aku bahagia bisa mendapatkan Freya, Freya adalah suatu anugerah yang dikirimkan oleh tuhan untukku. Freya adalah segalanya untukku Freya adalah hidupku"


"Aku sangat mencintaimu Freya, aku tak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah kamu berikan padaku ini, aku akan tetap menjaga semuanya agar baik-baik saja aku akan menjadi laki-laki terakhir dalam hidupmu, aku benar-benar bahagia sekali bisa mendapatkan kamu Freya "


Sedangkan Dimas dia tidak pulang, dia di sana menatap Freya yang bahagia ada sesuatu yang sakit dalam hatinya saat melihat Freya digenggam erat tangannya oleh laki-laki lain, lalu keningnya dicium dipeluk seperti itu rasanya Dimas tidak rela melihat semua itu.


Kenapa rasannya begitu sakit, apakah dulu juga Freya merasakan ini saat Dimas berselingkuh dengan Gea, dengan sahabatnya. Apakah Freya hancur sehancur dirinya sekarang. Sungguh ini menyakitkan sekali.


Dimas sampai menundukkan kepalanya saat melihat Freya keningnya dicium oleh laki-laki lain, dulu hanya dirinya saja yang berhak melakukan itu bahkan kadang Dimas juga selalu cemburu jika anaknya Irsyad dekat-dekat dengan Freya, tapi sekarang lihatlah ada laki-laki lain yang menggantikannya yang membuat Freya bahagia.


Seharusnya hanya dirinya saja yang berhak membuat Freya bahagia, yang membuat Freya tersenyum seperti itu. Dimas dulu benar-benar di butakan oleh cintanya pada Gea.


Dimas menggenggam erat kain yang ada di sana dia melampiaskan kemarahannya ke sana. Dimas tidak mungkin kan tiba-tiba datang di depan mereka dan menarik tangan Freya. Dimas sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan Freya, Dimas benar-benar menyesal dengan apa yang pernah dia lakukan.


Dimas juga takut nanti Amar akan memecatnya. Dimas tak siap, Dimas masih ingin bekerja dimana lagi dirinya akan mendapatkan uang kalau bukan kerja dirumah sakitnya Amar.

__ADS_1


Dimas juga menatap Irsyad yang begitu bahagia, melihat mamahnya bahagia dengan orang lain, lalu Helena tidak kalah bahagianya anak itu terus saja menatap Amar dan juga Freya, terlihat raut bahagia di wajah Helena itu, bagaimana kalau Helena tahu dirinya lah ayahnya.


Dimas ingin memeluk kedua anaknya itu, Dimas ingin kembali hidupnya penuh canda tawa dan juga kebahagiaan. Pasti kalau Dimas masih bersama Freya Dimas sedang menonton tv dengan kedua anaknya, sedang bermain-main pokoknya sedang bahagia mereka ini.


Dimas ingin sekali minta maaf kepada Irsyad ingin memohon agar semuanya kembali lagi, ingin Irsyad bisa memeluknya kembali seperti dulu, Irsyad yang menceritakan berbagai hal padanya, tapi semua itu pasti sangat mustahil Irsyad sudah sangat benci padanya.


Irsyad saja bahkan dulu berani untuk memukulnya. Irsyad tak mungkin memaafkannya dengan cepat, sebelum Freya sendiri yang memintanya.


Astuti menarik tangan cucunya itu Helena langsung berhenti dan menatap neneknya "Ada apa Nenek, aku sedang memilih kue yang baru "


"Kamu ini dari tadi makan makanan yang manis dan juga es krim, kamu ingin sakit gigi lihat gigi kamu itu sudah ompong apa kamu mau bertambah ompong lagi, kamu mau tak punya gigi nantinya "


"Nenek kapan lagi aku makan, lihat ayah dan juga Mama sedang bahagia mereka sedang menghabiskan waktu mereka. Mumpung mereka tidak sadar aku memakan makanan manis makanya sekarang adalah waktunya aku tidak akan sakit gigi nenek, aku jamin itu, hanya kali ini saja nanti aku tak akan makan makanan manis itu lagi "


"Tidak tidak kamu tidak boleh memakan makanan manis itu lagi, nenek melarangnya. Sudah hentikan nanti saat kamu sakit gigi kamu malah merengek"


"Nenek menyebalkan sekali, aku kesal pada nenek tahu "


Helena langsung berlari dan pergi ke arah kamar mandi untuk bersembunyi, dia kesal dengan tingkah neneknya. Astuti hanya menggelengkan kepalanya mengingat bagaimana dulu Dimas selalu bersembunyi di kamar mandi jika marah pada Freya, anak ini benar-benar sama dengan ayahnya tapi Astuti tidak mau sampai Dimas tahu.


"Mau ke mana dia Nek, kenapa tiba-tiba berlari seperti itu Helena. Bukannya dia tadi baik-baik saja ya nek "tanya Irsyad yang memang khawatir dengan keadaan adiknya.


"Kamu tahu sendiri kan bagaimana adikmu itu, dia akan bersembunyi di kamar mandi saat dia marah seperti ayahmu Dimas sama saja mereka ini, tapi nenek bersyukur Dimas tidak pernah mengetahui siapa Helena sebenarnya. Nenek sangat lega sekali, jangan sampai ayah mu itu tahu tentang semua ini Irsyad"


"Yah aku juga ingin Ayah tidak pernah mengetahui Helena, karena dia tidak pantas untuk mengetahui semua ini. Dia itu sudah tak dianggap keluarga lagi, bahkan aku muak melihat wajahnya yang seperti tak merasa bersalah "


Dimas yang memang dari tadi diam di belakang tentu saja mendengar semua percakapan itu, antara Irsyad dan juga mamahnya benar kan Helena adalah anaknya. Helena adalah darah dagingnya benar-benar mereka ini sudah membohonginya, mereka benar-benar pintar membuat drama sampai-sampai Dimas tidak tahu selama 7 Tahun lamanya.


Awas saja apa yang akan Dimas lakukan, mereka begitu keterlaluan sekali. Mereka hanya ingin bahagia sendiri sedangkan Dimas seperti ini.


"Aku sudah mendengar semua percakapanmu dengan Irsyad, sudah aku tebakan Helena itu adalah anakku dia adalah darah dagingku. Kenapa kalian semua selalu menyembunyikan semua ini. Kenapa kalian tidak memberitahu aku, kenapa kalian menyembunyikan semuanya apa salahku sebenarnya aku hanya ingin tahu tentang Helena"


"Aku ini ayahnya, kenapa hanya aku saja yang tak tahu, seharusnya aku yang lebih tahu "


"Kata siapa, kamu salah dengar lebih baik pergi dari sini. Aku tidak mau istri gatal kamu itu datang kemari dan menghancurkan pesta anakku Freya, cepat pergi Dimas aku tak segan untuk lapor polisi karena kamu datang kemari dan membuat kerusuhan "


"Jangan berbohong lagi Mah atau aku akan hancurkan pesta ini dan aku akan membuat semua orang tahu kalau Helena itu adalah anakku, aku akan menyakiti Freya lagi mah, aku akan membuat Freya hancur lagi, aku tak akan pernah pergi sebelum mendapatkan jawaban yang pasti "


Astuti langsung menghela nafasnya dan menahan tubuh anaknya yang akan pergi, jangan sampai semua ini kacau gara-gara Dimas " Ya Helena adalah anakmu, dia adalah darah dagingku dia adalah keturunanmu, aku sudah pernah berbicara dengan istrimu itu dengan Gea kalau Freya sedang mengandung. Tapi apa dia berbicara padamu tidak, pasti jawabannya adalah tidak Gea menyembunyikan semua ini kan, perempuan licik itu pasti tak akan mengalah, dia hanya ingin kamu saja Dimas dia tak memikirkan anak kamu yang ada didalam kandungannya Freya "


Dimas langsung menggelengkan kepalanya "Tidak mungkin, tidak mungkin Gea menyembunyikan hal besar seperti ini, dia pasti akan memberitahu ku, tak mungkin Gea menyimpan rahasia sebesar ini, dia itu orang baik Gea adalah perempuan baik tidak mungkin dia akan setega itu dengan aku ma, kamu jangan mengada-ngada " Dimas benar-benar tak percaya dengan mamahnya.


"Tapi pada kenyataannya apa, istrimu itu tidak memberitahumu kan sebelum kalian menikah dan sebelum kamu bercerai dengan Freya, aku pernah datang ke rumahmu ke apartemen yang dibelikan oleh Freya itu. Aku berbicara dengan Gea dan aku memberitahu Gea kalau Freya itu sedang mengandung aku sudah mengatakan pada pelakor itu semuanya, sekarang yang perlu kamu pertanyakan adalah istrimu itu. Kenapa dia tidak memberitahumu yang sebenarnya, kamu pergi sana tanyakan padanya apa alasannya sampai dia tidak memberitahumu"


Astuti menahan amarahnya dan kembali melanjutkan bicaranya "Makannya Mama tak pernah suka dengan Gea, dia itu memakai topeng Dimas. Lihat sekarang kamu lihat kan saat topengnya terbuka semua kebusukannya langsung keluar, kamu melepaskan berlian demi kerikil "


"Jangan pernah kamu ambil Helena, karena itu tidak akan pernah bisa kamu ambil. Helena akan tetap menjadi anak Amar dan juga Freya, dia tidak akan pernah mau bersamamu Dimas, dan aku juga akan melindungi semua keluargaku sekarang, kamu sudah puas kan mendengar semuanya. Helena adalah anakmu dia adalah putrimu yang kamu telantarkan kamu telah meninggalkan Freya dalam keadaan hamil"


"Yang harus disalahkan di sini adalah Gea. Kenapa dia tidak berbicara dengan kamu, kenapa dia tidak memberitahu kebenarannya padamu aku sudah memberitahunya dari awal, aku ingin dia mundur waktu itu tapi apa kenyataannya dia terus maju dan melanjutkan hubungan ini, bahkan menyembunyikan hal besar ini"


"Aku dulu ingin kamu dan Freya juga bersama-sama lagi. Makanya aku membongkar itu pada Gea agar dia mundur dan pergi meninggalkan kamu, tapi karena memang kenyataannya dia perempuan tidak tahu diri dan tidak punya hati maka dia akan terus maju dan menyakiti Freya, meskipun dia tahu keadaan Freya yang sebenarnya. Padahal mereka sudah bersahabat lama kan tapi Gea tidak mempunyai hati sama sekali"


Dimas yang mendengar semua itu tentu hancur. Kenapa Gea menyembunyikan semua hal ini darinya. Kenapa dia diam saja Dimas berjalan keluar dari gedung itu dengan lunglai.

__ADS_1


Astuti hanya bisa diam menatap anaknya yang pergi, Astuti tidak mungkin membiarkan Dimas mengacaukan pesta ini, pesta ini sudah dibuat dengan sangat sempurna. Astuti tidak mau semuanya hancur karena Dimas karena drama-drama yang akan Dimas lakukan.


...----------------...


Dimas berjalan pulang dengan tatapan kosong, dia benar-benar tak menyangka semua ini akan terjadi padanya istrinya akan berbohong seperti ini. Kenapa Gea tidak mengatakannya.


Dimas dulu berpikir Gea adalah perempuan yang sangat baik. Gea adalah perempuan yang mau menyerahkan dirinya pada Dimas, tapi nyatanya Gea adalah perempuan yang penuh rahasia, bahkan merahasiakan tentang kehamilan Freya, kenapa juga mamanya hanya berbicara pada Gea saja, tak langsung pada dirinya saja.


Dimas dikagetkan dengan suara klakson mobil yang begitu melengking sekali "Kalau jalan itu hati-hati, di pinggir dong jangan di tengah-tengah kalau mau bunuh diri jangan di sini pergi sana ke jembatan dan lompat. Menghalangi saja" ucap salah satu pengemudi dengan suara yang melengking.


Dimas memundurkan langkahnya dan dia menatap mobil-mobil yang berlalu lalang, benar-benar pikirannya ini sedang kacau, istri yang selama ini dia percaya ternyata sudah membohonginya sudah membuatnya seperti ini sudah membuat hidupnya hancur.


Dimas tidak bisa bertemu dengan Helena, tidak tahu bagaimana saat Helena dilahirkan, juga Dimas memikirkan saat Freya melahirkan pasti Freya sangat membutuhkan dirinya, membutuhkan seorang suami di sampingnya tapi dirinya malah tidak ada di samping Freya.


Sekarang Dimas harus bagaimana mendapatkan hati Helena, sedangkan Helena sendiri sudah menganggap Amar sebagai ayahnya, dia harus bisa mendapatkan hati anaknya.


Helena harus menganggapnya sebagai ayah, mau bagaimanapun dia lah Ayah kandungnya, Amar hanyalah laki-laki yang kebetulan datang di hidup Freya saat Helena lahir.


Kalau saja waktu itu Dimas masih memata-matai keluarganya mungkin Dimas akan tahu kalau Freya dengan mengandung, semuanya sudah terjadi dan tak bisa diulang lagi Dimas benar-benar menyesal sekali.


...----------------...


Sedangkan Amar dia membawa Freya ke tempat yang sudah dia sediakan, mereka akan makan malam di sini berdua. Sedangkan tamu-tamu di dalam, mereka juga tadi keluar dari dalam ruangan itu dengan mengendap-endap.


Amar ingin menghabiskan waktu berdua dengan Freya saja. Hanya Freya saja dan tak ada gangguan dari siapapun.


"Sebenarnya kamu ingin bawa aku ke mana Amar. Seharusnya kita menyambut tamu-tamu yang ada di dalam, bukannya kita memisahkan diri seperti ini. Pasti mereka akan bertanya-tanya kemana kita"


"Mereka juga akan mengerti. Aku hanya ingin berdua denganmu saja Freya ayo ikut aku, kita harus menghabiskan waktu berdua "


Freya menatap sekitar dekornya di sini juga bagus, dengan bunga-bunga hidup dan juga air mancur lalu Freya melihat ada meja bundar paling ujung mereka datang ke sana dan Amar membantu Freya untuk duduk.


Freya menatap makanan yang ada di depannya "Semua ini adalah makanan kesukaanku lalu makanan kesukaanmu mana Amar, kenapa hanya makanan yang aku suka saja yang ada disini "


"Aku akan memakan, makanan kesukaanmu juga. Aku sudah menyiapkan ini semuanya aku akan membuatmu bahagia dalam keadaan apapun Freya"


Tiba-tiba saja Freya mengingat kata-kata itu yang selalu diucapkan oleh Dimas, dulu Dimas selalu berkata seperti itu. Dia selalu membuat gombalan yang membuat Freya senang dan membuat Freya bahagia.


Kata-kata yang Dimas dulu katakan hampir sama dengan yang dikatakan oleh Amar, senyum Freya tiba-tiba saja menghilang. Entah kenapa Freya selalu mengigat setiap kata yang diucapkan oleh Dimas padahal itu sudah berlalu lama.


"Aku akan mencintaimu dengan sepenuh hati Freya, aku akan memberikan segalanya untukmu"


Freya kembali mencoba untuk tersenyum Amar dan juga Dimas berbeda, mereka berdua tidak mungkin sama. Amar kembali berbicara "Aku memberikan berbagai macam hadiah untuk kamu, dulu aku sering membelikannya tapi aku takut untuk memberikannya padamu, aku takut kamu menolaknya dan malah marah padaku. Karena tiba-tiba aku memberikan hadiah ini padamu, tapi karena kita sudah bertunangan maka aku akan berikan semuanya padamu sekarang"


Amar mengeluarkan beberapa kotak dan memberikannya pada Freya, dengan senang hati Freya mengambilnya dengan senyum manisnya sambil menatap Amar, satu persatu Freya membuka semua hadiah yang diberikan oleh Amar.


Freya membuka satu persatu hadiah itu dan saat hadiah terakhir Freya sangat suka sekali, sangat-sangat suka sebuah anting berkilau dan ini adalah selera Freya "Aku suka dengan ini, aku suka semuanya tapi ini yang paling mencuri hatiku. Terima kasih karena kamu sudah memberikan semua ini padaku Amar, aku benar-benar beruntung mendapatkan mu"


Amar tentu saja langsung tersenyum, dia menggapai tangan Freya dan mereka berdansa bersama "Aku ingin kita semua bahagia, aku ingin Irsyad dan juga Helena bahagia bersama aku, aku akan menjadi ayah yang baik untuk mereka, aku akan menjadi suami terbaik untuk kamu juga. Aku sangat-sangat bersyukur bisa mendapatkan kamu Freya, kamu adalah segalanya kamu adalah hidupku jangan pernah berpikir ulang lagi untuk menikah denganku ya"


"Tentu mana mungkin aku akan berpikir ulang. Aku akan menikah denganmu, aku akan membuka lembaran baru bersama kamu Amar. Terima kasih karena kamu sudah menerima aku dan juga menerima kedua anakku, apakah kamu ke depannya tidak akan menyesal Amar "


Amar mencium kening Freya cukup lama lalu dia menatap mata Freya kembali "Aku tidak akan pernah menyesal dengan pilihanku, aku sudah sangat bahagia dengan pilihanku kalau memang aku akan menyesal kenapa tidak kemarin-kemarin saja, aku sudah menunggu semua hal ini terjadi Freya jadi aku tidak akan pernah menyesal"

__ADS_1


Freya dibuat tersipu lagi oleh Amar dia menundukan kepalanya dengan senyum manisnya, Freya benar-benar bahagia hari ini meskipun kadang bayang-bayang dari Dimas selalu saja terngiang-ngiang dalam kepalanya, tapi ini adalah hari spesialnya.


Maka Freya harus perlahan melupakan kenangan-kenangannya bersama Dimas. Amar tidak sama dia berbeda dan tidak akan sama seperti Dimas. Freya akan membuka lembaran bahagia bersama Amar.


__ADS_2