
"Dimas, lihat pakaianku ini sudah sangat ketat sekali, apakah kamu tak ada niatan untuk membelikan aku pakaian baru. Perutku ini makin hari makin besar"
"Nanti sore kita akan belanja ya, kita belanja pakaian yang memang kamu butuhkan dan juga perlengkapan anak kita nanti untuk lahiran agar sekalian saja "
"Kalau masalah untuk lahiran nanti saja masih lama juga kan"
"Baiklah, aku akan mengikuti kamu saja. Jadi kita hanya cari pakaian untuk kamu saja"
"Hemm, untuk aku saja"
"Baiklah aku harus pergi bekerja dulu agar nanti aku bisa langsung pulang dengan cepat. Kamu hati-hati di rumah ya kalau butuh sesuatu kamu tinggal panggil Bibi aku udah cari temen buat kamu biar kamu nggak kerja sendiri"
Gea mengganggukan kepalanya dengan setuju. Dia mendekati suaminya dan memeluknya dengan erat "Terima kasih ya kamu sudah memenuhi segalanya untuk aku, kamu juga udah baik sama aku, mau bawa orang buat bantu aku di sini dan kamu juga udah berubah nggak kayak waktu itu ga hilang-hilangan"
Dimas mencium puncak kepala Gea "Iya aku juga minta maaf ya karena terlalu egois dan mikirin diri aku sendiri, tanpa mikiran kamu dan juga anak yang ada dalam kandungan kamu, kalian berdua harus sehat-sehat nanti kita kan akan pergi ke pernikahannya Freya ya "
Gea menganggukan kepalanya lagi, Gea begitu bahagia sekali sekarang. Setelah apa yang terjadi dengan Irsyad waktu itu semuanya seperti menjadi berubah. Mama mertuanya juga jadi sering datang kemari dan menengok keadaannya.
Perubahan yang begitu besar kan, Gea senang sekali saat dirinya sedang mengandung seperti ini tidak ada yang membuatnya pusing atau stress, semua orang benar-benar baik padanya tanpa memikirkan bagaimana dulu Gea.
Gea melepaskan pelukannya dan suaminya langsung berpamitan untuk pergi ke rumah sakit. Gea menatap kepergian suaminya dia juga melambaikan tangannya saat suaminya meng klaksonnya tadi, baru saja dia akan masuk ada ibu mertuanya yang datang membawa beberapa kresek dan memberikannya padanya.
"Mama bawa apa ini banyak sekali"
"Buah-buahan untuk kamu, ibu hamil itu kan harus banyak makan buah-buahan tadi sekalian beli buat di rumah buat Freya"
"Makasih Ma udah ingat sama aku, aku seneng banget deh "
__ADS_1
Mama Astuti hanya menganggukan kepalanya dan mengusap perut dari Gea, perutnya ini sudah makin besar mama Astuti jadi tidak sabar ingin menunggu cucunya keluar, semoga saja mirip dengan Dimas.
"Berapa bulan lagi dia keluar"
"6 bulan lagi Mah, Mama mau masuk dulu ke rumah, kenapa kita malah mengobrol di luar seperti ini"
"Tidak aku ke sini hanya ingin mengantarkanmu buah-buahan saja, aku dengar juga dari Dimas kamu sudah ada teman sudah ada Bibi kan jadi aku tidak usah khawatir dan bolak-balik kemari. Aku masih harus membantu Freya untuk mengurus pernikahannya masih banyak yang harus kami urus"
"Apakah boleh sesekali aku membantu ke sana. Aku janji tidak akan mengganggu kalaupun Mama tidak mengizinkannya aku tidak akan pergi ke sana"
"Bukannya aku menolak. Tapi keadaanmu sedang mengandung seperti ini lebih baik ibu yang sedang mengandung seperti ini banyak istirahat saja, di sana juga sudah banyak orang yang membantu kok nanti takutnya malah banyak orang yang akan mencaci maki mu, lebih baik kamu di rumah saja kamu harus menjaga mentalmu kan, ibu ibu disana begitu frontal kalau bicara "
Gea baru sadar dia ini kan merebut suaminya Freya waktu itu, lalu sekarang dia ingin membantu pernikahan Freya yang ada orang-orang malah akan banyak nanya seperti apa yang diucapkan Mama mertuanya, benar juga yang ada Gea hanya sakit hati saja hanya akan memikirkan semua kata-kata dari orang itu.
"Baiklah aku akan istirahat seperti apa yang Mama mau"
"Ya mah hati-hati di jalan"
Mama Astuti lagi-lagi hanya menganggukan kepalanya dan pergi dari rumah anaknya itu. Dimas juga sudah membeli rumah baru dan mama Astuti juga bersyukur akan hal itu.
----------------
"Amar tapi aku suka bunga yang itu untuk dekornya, kenapa tiba-tiba bunganya berubah menjadi warna putih semua. Aku ingin berwarna tidak mau putih"
"Tapi sayang putih itu kan cantik kalau semuanya di rias dengan warna putih kesannya itu akan sangat cantik"
"Ya tapi jangan putih aja, ada merahnya juga ada birunya ya. Pokoknya banyak warna aku suka seperti itu kita pilih yang cocok dengan warna putih tapi sebenarnya sih warna apapun kalau disandingkan dengan warna putih akan cocok ya jangan putih semua"
__ADS_1
Freya dan juga Amar sekarang sedang ada di gedung melihat dekorasi yang akan mereka gunakan. Memang dari awal semua dari bunga dekor dan juga hal-hal kecil memang Amar yang memilih. Karena waktu itu kan Freya sedang marah.
"Tunggu dulu sayang aku lihat dulu akan cocok warna apa putih tetap saja meskipun putih cocok dengan warna apapun, jangan terlalu menyimpan banyak warna"
"Ya lalu warna apa hijau"
"Tidak tidak sayang tidak jangan hijau putih dengan apa ya tapi aku lebih suka putih saja"
"Amar jangan menyebalkan seperti itu, tolong jangan putih semaunya "
Amar memeluk Freya dari samping dan masih memikirkan bunga apa yang cocok "Baiklah warna merah bagaimana putih dan merah mau"
"Boleh asal jangan putih semua bunganya"
"Baiklah putih dan merah"
Amar segera berbicara dengan orang dekornya dan memberitahu bunga warna apa yang akan mereka gunakan, kalau untuk dekor yang lainnya Freya sudah setuju tidak ada yang diubah. Pilihan Amar memang sudah cantik hanya bunganya saja yang Freya tidak suka.
"Sudah sayang apakah ada yang mau diubah lagi"
"Sudah cukup ini saja lalu sekarang kita akan pergi ke mana"
"Kita beli pakaian untuk seserahan dan juga perhiasan, ada yang kurang dan Mamah menyuruhku untuk membawamu pergi membelinya"
"Bukannya mama kamu sudah memberi perhiasan yang banyak, belum lagi pakaian juga sudah dibeli"
"Iya kata Mama sih ada yang kurang, ini udah mama lis di ponselku, tas, sepatu, pakaian lalu gelang katanya masih kurang begitu Freya, aku benar-benar tak bohong. Coba kamu lihat pesannya "
__ADS_1
Freya menatap pesan yang diberikan oleh ibunya Amar, baiklah kalau itu memang disuruh oleh ibu mertuanya tidak akan banyak membantah. Freya sebenarnya tidak pernah meminta akan dibawakan apa saja. Freya mengikuti saja apa yang keluarga Amar mau Freya tidak akan banyak meminta.