Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 72 Suka bekasku kan


__ADS_3

Sedangkan Dimas dia sama sekali tidak pergi ke apartemennya Gea, Dimas tidak mau menambah masalahnya ini. Dimas tak mau berhubungan lagi dengan Gea. Rumah tangganya hancur, entah bisa diperbaiki entah tidak.


Anaknya juga pasti sudah benci padanya, istrinya apa lagi, ibunya juga sama. Dimas tak akan pernah bisa diterima lagi dalam keluarganya ini. Kenapa semua ini bisa terjadi padannya. Padahal Gea baru saja datang dalam hidupnya tapi bisa menghancurkan semuanya dengan cepat seperti itu.


Dimas menjalankan mobilnya dengan sangat kencang sekali, tidak peduli dengan ada yang ada dihadapannya. Pikiran Dimas sekarang sedang kacau bahkan ponselnya terus saja berdering dan Dimas tahu itu dari Gea yang terus meneleponnya dari tadi. Dimas tak akan mengangkatnya biar kan saja seperti itu. Dimas tak mau Freya makin marah nantinya.


Dimas ingin tenang, sekarang Dimas ingin semuanya baik-baik lagi tapi bagaimana caranya. Apakah Freya akan menerimanya kembali apakah Freya mau menerima dirinya yang banyak salah ini. Freya sudah dirinya sakiti dengan sangat dalam sekali. Berjanji tak akan pernah selingkuh tapi nyatanya dirinya malah selingkuh seperti ini.


Sedangkan Gea sendiri dia sudah sangat ketakutan sekali, karena Dimas tidak mengangkat teleponnya "Sebenarnya kamu ke mana Dimas, kenapa sampai-sampai aku menelpon kamu tidak mengangkatnya. Aku hanya ingin tahu keadaanmu jangan seperti ini aku begitu khawatir, aku tak bisa kalau terus diam seperti ini "


Gea yang sudah penuh dengan air mata, dia sudah menangis tak karuan dari tadi. Setelah telepon terakhir dari Dimas itu Gea sudah tidak bisa menghubunginya lagi. Dimas memang nomornya aktif tapi tidak diangkat sama sekali.


Dimas tak biasanya seperti ini. Dimas akan selalu mengangkat telepon dalam keadaan apapun, bahkan kalaupun Dimas sedang sibuk akan operasi pasti dia akan menyempatkan diri untuk mengangkat telepon Gea.


Dimas mulai berubah Gea tak mau itu, sumber kebahagiannya adalah Dimas. Dimas adalah segalanya untuknya jangan sampai Gea kehilangan Dimas untuk selamanya.


Gea yang sudah panik dia langsung pergi dari apartemennya. Gea akan menemui Dimas saja di rumahnya. Tidak peduli Freya akan marah atau pun nanti Ibu mertuanya itu akan marah lagi padanya, yang terpenting sekarang adalah dia menemukan Dimas dulu. Gea harus berbicara dengannya dulu dan Gea juga akan berbicara dengan Freya, Dimas harus bisa berani menghadapi semuanya.


Gea ke sana menggunakan taksi. Setelah sampai di sana dia bergegas mengetuk pintu rumah Freya. Dan kebetulan sekali yang membuka pintu adalah Freya, Gea melihat mata Freya yang sembab dan penampilannya juga tidak seperti biasanya, Freya begitu berantakan.


"Mau apa lagi kamu kemari, mau mengambil barang-barang suamiku yang lainnya. Sudah puas Gea Dimas sudah ada di apartemen mu kan, mau apa lagi kamu hah dasar perempuan tidak tahu diri, tidak tahu malu masih saja berani datang kemari pergi kamu "


"Dimas tidak ada, dia tidak datang padaku makanya aku mencarinya ke sini. Aku juga sudah menelponnya tapi tidak bisa dihubungi. Aku minta maaf Freya atas apa yang pernah aku lakukan, aku sungguh menyesal atas apa yang aku lakukan ini "


"Terus saja minta maaf sampai mulutmu itu busuk, kamu akan melakukan kesalahan berapa kali lagi sampai-sampai terus meminta maaf padaku, tapi pada akhirnya kamu malah akan terus melakukan hal yang sama lagi. Dimas tidak ada di sini dia sudah pergi cari saja dia sampai ke ujung dunia ambil bekasku. Memang dari dulu kamu suka kan bekasku perempuan murahan "

__ADS_1


"Pertemanan kita sudah putus sampai di sini, aku tidak akan pernah membantumu lagi, aku tidak akan pernah membiarkanmu masuk lagi ke dalam hidupku. Aku sangat-sangat menyesal karena telah menolongmu. Kamu tahu aku sangat berharap lebih padamu kalau kamu akan merubah segalanya, sikapmu itu tapi kenyataannya apa kamu sama sekali tidak merubahnya. Kamu masih sama perempuan perusak hubungan orang lain, tak ada yang berubah dari kamu Gea. Kamu dulu memang pantas mendapatkan siksaan dari Ayahmu itu "


"Kalaupun nanti kamu dalam kesusahan aku tidak akan pernah menolongmu. Aku akan menjadi manusia jahat saat bertemu denganmu Gea, aku tidak suka denganmu mulai sekarang dan sampai kapanpun. Aku berharap karma akan datang padamu bahkan akan lebih dari apa yang aku rasakan. Aku mau kamu mendapatkan hal yang lebih pedih dariku, ingat itu kata-kataku, semuanya akan terjadi padamu. Kamu akan mendapatkan karma yang begitu menyakitkan sekali "


Gea menundukkan kepalanya, sumpah serapah dari Freya sungguh menyakitkan hatinya, sakit sekali rasannya ini "Ya aku tahu aku memang salah Freya, aku juga tak mau seperti ini. Aku juga ingin punya suami tapi bukan suami orang, tapi mau bagaimana lagi aku malah terjebak dengan suamimu itu aku juga tak mau ada dalam posisi ini Freya aku sungguh tak mau. Aku juga tak mau pertemanan kita hancur begitu saja "


"Sudahlah dari awal memang kamu pelakor ya akan tetap seperti itu, tak akan pernah berubah perempuan seperti kamu akan terus seperti ini "


"Baiklah aku mengerti kalau kesalahanku ini sangat besar sekali, kalau memang aku ini memang benar-benar salah aku minta maaf padamu. Yang terpenting aku sudah minta maaf, tapi sekarang Dimas tidak ada bagaimana Freya aku tidak tahu harus menghubunginya bagaimana lagi, dia tidak datang ke apartemenku. Mungkin kamu tahu ke mana dia"


Gea masih tak tahu malu, dia masih saja bertanya tentang Dimas. Benar-benar Gea itu bermuka tebal air matanya hanya air mata buaya saja.


Freya mendelikan matanya dengan kesal "Kalaupun aku tahu aku tidak akan pernah memberitahu seorang pelakor sepertimu. Pergi dari rumahku dan jangan pernah datang lagi kemari. Dasar tak tahu malu "


Freya mendorong bahunya Gea dengan kencang sampai-sampai Gea terjatuh, tapi Freya tidak peduli dia menutup pintunya dengan sangat kencang, air mata Freya juga sudah mengalir rasanya tidak sanggup berhadapan dengan perempuan licik seperti dia itu.


Astuti mendekati Freya yang menangis di depan pintu "Ada apa nak siapa di depan, apa ada tamu sayang "


Freya mengelengkan kepalanya dan membawa Ibu mertuanya untuk duduk di ruang tengah "Dimas tidak ada, katanya Dimas tidak pergi ke rumah Gea lalu dia ke mana" nau bagaimanapun Freya masih saja mengkhawatirkan keadaan suaminya. Freya masih punya rasa pada suaminya meskipun sudah disakiti sedalam ini. Tapi tetap saja rasa khawatirnya ini begitu dalam pada suaminya itu.


"Pasti dia pulang ke rumah Gea kan, tidak mungkin kalau dia pulang ke tempat lain. Dia sudah punya tempat lagi Freya dia sudah punya tempat tinggal yang baru. Sudah biarkan saja dia jangan fikirkan Dimas dan juga perempuan murahan itu "


"Tapi kenyataannya tidak mah. Dia tidak pulang ke rumah Gea jadi ke mana Dimas, apa dia baik-baik saja"


Freya mengeluarkan ponselnya dan menelepon semua teman-teman Dimas, tapi mereka tidak ada yang tahu kemana Dimas. Bahkan mereka tidak kedatangan Dimas. Dimas benar-benar menghilang begitu saja. Sampai tak ada yang tahu.

__ADS_1


Sedangkan Gea sendiri dia mencoba untuk kuat dia bangun dan pergi lagi. Gea akan mencari keberadaan Dimas, Gea terus saja menghubungi Dimas dia tak ada henti-hentinya menangis dan menelepon Dimas, tak lupa juga mengirim pesan kalau dia begitu mengkhawatirkan Dimas dan menyuruh Dimas untuk pulang ke apartemennya saja jangan pergi ke mana-mana.


Jangan sampai Dimas malah pulang ketempat lain. Padahal Gea akan menerima Dimas dengan tangan terbuka. Harus kemana Gea mencari Dimas sedangkan Gea tak tahu teman-temanya Dimas siapa saja.


Dimas masih melajukan mobilnya dengan kencang, dia tidak peduli dengan suara telepon yang terus saja berdering di ponselnya. Dimas malah menghantamkan mobilnya ke bahu jalan sampai-sampai Dimas kecelakaan dengan sangat parah sekali. Dia masih sadar dia hanya bisa tersenyum menata foto Freya yang menggantung mencoba untuk menggapainya tapi dia sudah tidak kuat.


"Aku begitu menyesal Freya tolong maafkan aku, aku memang benar-benar bodoh maafkan aku Freya. Maafkan suamimu yang bodoh ini aku sungguh menyesal Freya "


Dimas langsung tak sadarkan diri Dimas benar-benar kehilangan darah yang cukup banyak. Dimas sengaja melakukan itu lebih baik mati daripada harus menghadapi masalah-masalah yang ada ini.


Apalagi Freya sudah membencinya tak ada lagi tujuan hidupnya. Freya adalah segalanya untuknya Freya adalah hidupnya.


...----------------...


Gea berlari tergesa-gesa dia dikabari kalau Dimas kecelakaan. Tentu saja Gea sangat kaget dan histeris akan hal itu. Gea melihat Dimas yang sedang ditangani dokter, tangan Dimas juga sampai di perban seperti itu belum lagi kepalanya.


Gea langsung masuk ke dalam kamar inap Dimas "Dokter tolong selamatkan Dimas, dia adalah hidupku aku tidak akan pernah bisa hidup tanpanya. Tolong selamatkan dia aku minta tolong padamu, aku tak mau kehilangan Dimas "


"Tenang ya bu semuanya akan baik-baik saja, ibu bisa tenang Tuan Dimas akan baik-baik saja"


"Tapi dokter yakinkan tidak akan ada hal yang terjadi lagi pada Dimas. Aku tidak akan pernah bisa hidup tanpanya. Tolong selamatkan dia jangan buat dia pergi dariku aku tidak bisa kalau tampannya"


"Iya kami berjanji akan menyelamatkannya dan sebentar lagi juga Tuan Dimas akan siuman"


Gea menganggukan kepalanya dengan cepat, Gea langsung duduk dan menggenggam tangan Dimas dengan erat diciumnya tangan Dimas itu dengan bertubi-tubi.

__ADS_1


Rasanya lega sekali saat mendengar kabar itu, Gea tak percaya kalau Dimas akan seperti ini. Tapi Gea juga bersyukur Dimas selamat.


Gea akan menjaganya dengan baik. Gea akan mengurusnya seperti Gea mengurus suaminya sendiri, Gea tak akan pernah meninggalkan Dimas sampai kapanpun itu.


__ADS_2