Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 103 Jordi berulah lagi


__ADS_3

Akhirnya Gea sampai di ruangan suaminya, ruangannya tidak terlalu besar seperti dulu hanya ruangan biasa saja. Gea menyimpan kotak makannya dan duduk berhadapan dengan suaminya yang sedang sibuk dengan berkas-berkas yang sedang dia baca, entah persetujuan apa Gea juga tidak tahu dan tak mau tahu juga.


Rasannya melihat banyak kertas seperti ini membuat Gea pusing, dan ingin cepat-cepat saja tidur. Lebih baik tidurkan dari pada mengerjakan pekerjaan sebanyak ini melelahkan sekali. Melihatnya saja Gea sudah malas apalagi kalau dirinya yang mengerjakannya.


"Akhirnya kamu datang juga, aku sudah lama menunggumu tadinya aku ingin makan di kantin saja, tapi kamu sudah datang sekarang. Kamu pergi kemana dulu Gea, tak mungkin kan kamu nyasar pergi kesini "


"Ya kalau begitu kamu tidak menghargai aku yang sudah datang capek-capek ke sini, ke rumah sakit hanya untuk mengantarkan makan siang mu saja, kamu tak boleh seperti itu Dimas, aku sudah mengeluarkan uang untuk datang kemari ya " Gea sampai mendelikan matanya "Aku tak kemana-mana dulu tadi aku pusing mencari ruangan kamu. Disini tak ada yang aku kenal jadi wajar kalau aku lama, ada yang aku kenal tapi dia begitu jutek "


Dimas menutup sesuatu yang sedang dia periksa lalu menatap istrinya yang cemberut" Sebenarnya ada apa dengan kamu, kenapa kamu seperti sedang kesel pada seseorang, apa ada yang terjadi" Dimas sangat curiga apalagi setelah istrinya tadi berbicara seperti itu.


Dimas sekarang sudah tahu bagaimana watak Gea, jadi dirinya sudah bisa menebak kalau sedang ada yang terjadi dengan istrinya itu.


"Entahlah, aku sedang tidak ingin berbicara saja dan aku juga pusing dengan semua hal yang terjadi. Aku benar-benar pusing sekali sampai-sampai kepala ku ini akan pecah saja "


"Memangnya apa yang terjadi, kalau kepala kamu pecah kamu akan tiada Gea, kamu akan tutup usia"


Gea mendelikan matannya mendengar kata-kata Dimas, benar-benar ya suaminya ini "Iya intinya aku lagi kesel aja, aku pokoknya tidak mau lagi datang kemari. Aku lebih baik diam dirumah saja, aku lebih baik tidur saja dari pada harus datang kemari "


"Apa ada orang yang menyinggung mu, atau mungkin ada orang yang menyakiti kamu. Ini baru pertama kali loh kamu datang kemari, masa sudah berbicara seperti itu. Yang aku tahu orang-orang yang ada disini ramah-ramah bahkan saat aku masuk kemari mereka begitu baik sekali"


"Tidak ada juga, tapi kulihat Amar suaminya Freya itu begitu jutek dan menyebalkan. Padahal aku hanya memintanya untuk menunjukkan ruangan mu saja, tapi dia seperti acuh tak acuh dan langsung pergi meninggalkanku, sungguh menyebalkan sekali kan dasar orang sombong "


Dimas menyandarkan tubuhnya di kursi, ini toh yang membuat istrinya jadul marah-marah hanya karena masalah sepele saja "Memangnya kamu siapa sampai harus diantarkan ke ruanganku, kamu bisa kan tanya pada suster atau pada staf yang lain. Mereka juga akan tahu. Amar itu adalah orang yang punya rumah sakit ini. Apa kamu tidak malu tiba-tiba mau diantarkan olehnya untuk datang ke ruanganku. Seharusnya kamu sadar diri Gea, jangan ulangi itu lagi kamu membuat aku malu sebagai suami kamu"


Diceramahi seperti itu oleh suaminya Gea malah jadi kesal kan, bukannya membelanya suaminya ini malah berkata seperti itu. Suaminya ini benar-benar tak ada sayang-sayangnya pada dirinya.


"Kan yang aku kenal hanya dia, tadinya aku hanya ingin diantarkan oleh orang yang aku kenal saja. Aku kan malu kalau harus bertanya sama sini. Aku belum tahu dengan semua orang yang di sini dan bagaimana sifat mereka, makanya saat melihat Amar aku langsung bertanya apa adanya di mana ruangan mu. Dan kalau bisa antarkan aku ke ruangan mu, tapi dia langsung melengos pergi begitu saja aku tahu dia orang yang punya rumah sakit ini tapi setidaknya hargai aku. Aku ini adalah istri kamu, kamu kan sudah bekerja disini kalau tak ada kamu bagaimana coba"


"Kalau tak ada aku banyak dokter yang lain, ingat disini dokter bukan aku saja masih banyak Gea. Sudahlah jangan membahas hal yang tidak penting masalah seperti itu tidak usah membuatmu marah. Itu mungkin memang sudah wataknya Amar seperti itu"


"Tapi pada Freya kenapa tidak, pada Freya begitu perhatian dan baik sekali, padahal aku ini temannya Freya loh seharusnya dia juga baik padaku, dia juga seharusnya menghormati aku "


"Ya karena dia istrinya, memangnya ada suami yang akan dingin pada istrinya sendiri, dia tidak mungkin lah yang ada dia akan sangat perhatian pada istrinya, sudahlah jangan membahas yang tidak penting, sudah aku bicarakan tadi kalau kamu hanya ingin mendumal di sini lebih baik pulang. Sana pulang saja aku masih banyak pekerjaan jangan buat aku tak fokus Gea"


"Tidak aku tidak mau pulang, nanti saja menunggumu pulang. Bagaimana kalau nanti tiba-tiba ada suster yang mendekatimu bisa-bisa kamu pindah haluan, kamu itu kan gampang sekali tergoda Dimas kamu itu hanya melihat fisik saja langsung berpindah, lihatlah saat dulu kamu juga pasti suka denganku karena fisikku kan, laki-laki itu yang di lihat paling pertama adalah fisik "


Dimas menghela nafasnya" Sudah dapat kerja malah dicurigai " Dimas memijat keningnya pusing dengan tingkah istrinya "Aku ini sudah tua mana mungkin aku selingkuh lagi, berpikirlah yang benar-benar jangan melantur seperti itu, aku disini hanya ingin bekerja saja tak lebih dari itu, jadi jangan fikir yang aneh-aneh lah "


"Siapa tahu kan, kita belum dapat momongan dan kamu mungkin berpikir untuk mencari perempuan yang lebih muda lagi dari aku, kita tidak tahu ke depannya akan seperti apa, dulu saja kamu sangat mencintai Freya bahkan selalu mengatakan cinta, selalu mengatakan kalau kamu tidak akan pernah meninggalkan Freya, tapi nyatanya kamu bisa berpaling sama aku kan kamu bahkan menikahi aku"

__ADS_1


"Laki-laki itu kadang tak sesuai dengan bicaranya, hati berkata apa tapi ucapannya berkata apa, pokoknya laki-laki itu tak pernah benar "


"Itu hanyalah sebuah masa lalu, aku tidak akan mengulangi sesuatu yang sudah membuatku menyesal. Sudahlah kenapa menjadi membahas yang sudah terjadi, selalu saja seperti ini kamu ya "


"Maksudmu apa "Gea sampai mengerutkan keningnya, apakah Dimas menyesal telah menikahinya kenapa Dimas berkata demikian menyebalkan sekali ya.


"Tidak ada, semuanya baik-baik sudah kamu pulang saja lebih baik, daripada kamu mengganggu pekerjaanku. Aku baru saja masuk pekerjaan tolong jangan membuat semuanya jadi kacau. Kalau kamu masih ingin aku bekerja dan menafkahi kamu maka biarkan aku bekerja dengan tenang dan jangan terus berbicara yang tidak-tidak, karena aku tidak mungkin melakukan itu. Sudah sana " Dimas mengibaskan tangannya untuk istrinya segera keluar dari ruangnya ini.


Gea malah menggebrak meja dan pergi begitu saja. Gea kesal dengan sikap suaminya, apa maksudnya tadi harusnya dia terus menekan suaminya tapi Gea juga tidak bisa karena kalau dia bertengkar dengan Dimas di dalam ruangannya dan terdengar oleh staf lain, lalu nanti ada yang bilang pada Jordi atau Amar semuanya bisa kacau.


Suaminya akan dipecat, Gea tidak mau kerja cuci baju orang lain lagi. Gea ingin bersantai dia ingin menghabiskan waktunya untuk merawat dirinya agar menjadi lebih cantik lagi seperti dulu. Gea harus kembali seperti dulu yang terawat tidak seperti ini sungguh sangat memalukan sekali dirinya yang sekarang.


Dimas hanya menghela nafasnya saat istrinya sudah pergi dengan kemarahan yang tidak tentu. Dimas juga tidak mau mengejarnya lebih baik bekerja saja daripada harus melayani istrinya yang marah-marah seperti itu. Malah akan panjang ceritanya dan akan membuatnya malu juga.


Gea itu tak akan ingat sedang dimana, meskipun sedang ditempat umum Gea akan bertengkar dengannya dan berteriak dengan keras. Seolah-olah dia yang paling tersakiti.


Dimas juga kan malu kalau nanti sampai bertengkar di rumah sakit, di sini kan banyak orang yang sakit nanti mendengar teriakan Gea mereka malah akan makin sakit, teriakan Gea itu sangat mengganggu dirinya saja kadang tidak suka mendengarnya dan tidak betah kalau dia sudah marah-marah.


Dimas rasannya ingin kabur saja kalau Gea sudah berteriak-teriak sambil menangis.


...----------------...


Tiba-tiba saja ada yang mendekatinya, Gea menatap itu ternyata Jordi mau apa dia kesini coba "Tumben ada di sini pasti udah ketemu sama Dimas ya, ketemu sama pujaan hatinya, tenang Dimas disini ga akan selingkuh kok dia hanya ingin bekerja saja disini"


Gea mencoba untuk merubah sikapnya, dia tidak boleh terlihat marah-marah di depan laki-laki. Gea harus terlihat anggun dan polos "Iya aku tadi habis mengantarkan makan siang untuk Dimas, memang sudah kebiasaan dari dulu sebelum menikah juga aku selalu melakukan itu, Dimas selalu aku berikan bekal tadi hanya kelupaan saja, makanya aku mengantarkannya kemari aku tidak mau sampai suamiku makan yang sembarangan"


"Aku ingin suamiku terus makan yang sehat-sehat dan hanya makan yang aku masakan saja "


"Hemm begitu ya, jadi hanya karena sebuah bekal saja Dimas langsung berpaling padamu ya, hemm hebat juga kalau kamu buka restoran apakah semua laki-laki akan berpaling juga padamu nantinya "


Gea langsung menatap Jordi dengan raut wajah yang kesal, apa-apaan coba seenaknya saja berbicara "Maksud kamu apa, memangnya aku memberikannya pelet. Jangan asal bicara ya kamu "


"Iya siapa tahu, aku tidak tahu kan bagaimana kamu melancarkan aksimu itu, aku baru pertama kali bertemu denganmu dan kita juga baru pertama kenal, jadi aku tak terlalu tahu kamu bagaimana, makannya aku bertanya seperti itu, memangnya ada yang salahnya kata-kataku itu istrinya Dimas "


"Kenapa kamu selalu saja membahas masa lalu, semuanya sudah berlalu bahkan Freya juga sudah baik-baik saja. Saat makan malam dia baik-baik juga kan, sekarang juga dia sudah punya Amar. Lalu kenapa kamu terus mengungkit semuanya, semua itu sudah berakhir dan kamu juga hanya seorang teman kan. Kamu bukan siapa-siapa mereka seharusnya teman itu tak terlalu ikut campur masalah temannya yang lain"


"Ya karena aku seorang teman dan aku peduli pada Dimas dan Freya makanya aku selalu tidak suka melihatmu Gea. Wajahmu polos tingkahmu juga polos, tapi kenyataannya semua itu hanyalah sebuah topeng aku dari dulu ingin bertemu denganmu. Tapi tidak pernah kesampaian dan sekarang kita bertemu, aku hanya melihat mu dari foto saja dan menurutku kamu biasa-biasa saja "


Jordi berhenti berbicara sejenak lalu dia menatap Gea dari atas dari sampai bawah "Tidak ada yang spesial darimu, sebenarnya Freya lebih segalanya. Dia lebih unggul darimu, tapi mungkin karena Dimas terlalu dibutakan oleh cinta sesaatnya maka dia tergoda olehmu, jangan lakukan hal seperti itu lagi ya kamu ini kan perempuan, seharusnya kamu mengerti perasaan Freya, bukannya malah merebutnya. Biasanya sesama perempuan akan mengerti tapi kamu ternyata tidak, hanya mementingkan diri sendiri saja"

__ADS_1


"Kamu sudah di tolong oleh Freya, tapi apa bayarannya kamu malah menghancurkan hidupnya, menghancurkan masa depannya menghancurkan rumah tangganya. Aku masih tidak habis pikir ada sahabat seperti dirimu, aku sih sekarang senang melihat Freya yang bahagia bersama Amar, mereka begitu cocok dan serasi, aku sih berharap kalau mereka itu bertemu dari dulu, agar Freya tak pernah merasakan sakit "


"Iya aku tahu aku tidak mengerti perasaan Freya, kalau sudah cinta mau bagaimana lagi, tak bisa aku membiarkan hatiku sakit "


"Nah ini sikap yang sangat egois sekali, seharusnya kamu bisa menurunkan egomu ini, demi membuat persahabatan kamu dengan Freya masih utuh, biarkan Dimas mengejar mu tapi kamu pergi menjauh dari Dimas, nanti lama-lama Dimas akan melupakanmu. Seharusnya kamu melakukan itu tapi nyatanya kamu itu egois, tidak akan pernah mau kalah oleh siapapun aku tahu bagaimana sikapmu itu yang sebenarnya, semua yang kamu tampilkan di hadapan semua orang itu hanyalah sebuah topeng dan saat kamu membukanya maka semua orang akan kaget dan menjauhi mu "


"Tapi ya sudahlah semuanya juga sudah berakhir, semuanya sudah berlalu juga kamu sudah merebut Dimas juga kan "


"Kalau kamu hanya ingin menghinaku saja tidak usah berbicara denganku. Aku di sini masih sabar menghadapi kamu ya, aku punya batas kesabaran jadi jangan terus pancing aku dengan kata-kata kamu yang tidak berguna itu "


"Teruslah sabar menghadapi ku, karena kita akan terus bertemu. Suamimu bekerja padaku maka kamu juga akan banyak bertemu denganku secara tidak langsung. Tapi bagaimana menjadi perebut suami orang hidupmu bahagia, apakah semuanya terjamin atau mungkin sebaliknya. Apa kamu sudah mendapatkan karmanya Gea, boleh aku tahu apa saja yang kamu terima"


Gea langsung bangkit, dia tidak mau berbicara lagi dengan Jordi, kata-katanya sungguh membuatnya sakit dia tidak suka dengan semua yang dikatakan oleh Jordi, Jordi terlalu memojokkannya. Kenapa harus selalu dirinya yang disalahkan. Dimas juga salah kan, Freya juga salah karena tidak bisa menjaga suaminya dengan benar.


Kalau saja Freya bisa mengurus suaminya mungkin semua ini tak akan pernah terjadi, hubungan mereka juga akan baik-baik saja.


"Lebih baik kita urus hidup kita masing-masing, tidak usah ikut campur tentang bagaimana rumah tanggaku dan karma apa yang sudah aku terima, kamu hanya perlu menjadi teman Dimas dan juga Freya tidak usah ikut terlalu dalam masuk dalam keluarga kami. Aku tahu kamu punya segalanya makanya kamu berani berbicara seperti ini, tapi aku tidak akan pernah tinggal diam. Aku tak akan membiarkan orang lain menghinaku "


"Benar kata-katamu selalu benar, kalau kamu tidak menjadi seorang pelakor mungkin aku bisa mempekerjakan mu waktu itu, membantu keuanganmu tapi aku berpikir kalau sudah menjadi pelakor dipekerjakan tak akan benar, malah akan menggoda suami orang lain dan menghancurkan banyak perempuan, kamu kan tidak tahu malu "


Gea menggenggam tangannya dengan erat, dia mengepalkan tangannya, Gea begitu marah dengan setiap kata yang Jordi ucapkan rasanya ingin menampar mulut laki-laki itu.


Tapi dia sadar diri suaminya bekerja di sini, suaminya mencari nafkah di sini kalau misalnya dia melakukan itu sama saja Gea bunuh diri, sama saja dia menghancurkan karir suaminya lagi.


Gea tidak mau sampai hidup sengsara lagi, Gea ingin hidup bahagia punya rumah sendiri, tidak tinggal di rumah kecil ingin rumah yang besar, ingin membeli perhiasan, ingin membeli mobil dan banyak lagi impian-impian yang belum dia wujudkan.


Sebelum Gea mendapatkan laki-laki lain, laki-laki mapan lagi, Gea harus merubah penampilannya dulu kan untuk menjadi menarik itu butuh uang dan Dimas lah yang bisa merubahnya, jadi Gea harus sabar.


Tak boleh terburu-buru Dimas baru saja bekerja dan Gea harus menikmati uangnya. Enak saja nanti Dimas bahagia sendirian.


"Tidak usah, aku tidak membutuhkan pekerjaan darimu, aku bisa mencari pekerjaan lain. Jadi tidak usah kegeeran sampai kamu mau memberikanku pekerjaan, masih banyak di luar sana yang mau memberiku pekerjaan. Permisi percuma aku berbicara denganmu karena kamu hanya akan menghinaku dan menghinaku, kamu itu benar-benar perusak suasana dimana ada kamu maka semuanya akan hancur "


Gea mengambil tasnya dan pergi begitu saja meninggalkan Jordi, sedangkan Jordi hanya tersenyum kecil. Dia sangat suka kalau memojokkan seseorang yang sudah membuat teman-temannya hancur, Jordi sungguh tidak suka dengan istrinya Dimas.


Jordi merasa kalau di otak kecil Gea itu dia sedang merencanakan sesuatu, bahkan Jordi juga tahu tadi Gea yang mengejar Amar, tapi untungnya Amar langsung pergi begitu saja.


Jordi yakin Amar tidak akan seperti Dimas yang tergoda oleh perempuan seperti Gea. Dia percaya pada Amar kalau Amar bisa menjaga Freya dengan baik, Amar akan menjadi suami yang baik dan juga ayah yang baik untuk anak-anak Freya.


"Gea adalah perempuan licik yang harus selalu diwaspadai, aku harus lebih waspada lagi, jangan sampai ada staf ku yang tertarik dengan ular sepertinya. Bisa merasa memang dia "

__ADS_1


Jordi segera bangkit dan pergi dari kantin, dia jadi tak berselera untuk makan. Lebih baik masuk kedalam ruangannya saja.


__ADS_2