
Dimas langsung maju ke depan dan menatap Erik dengan sangat marah. Laki-laki ini kalau didiamkan akan makin melunjak saja "Berani-beraninya kamu melakukan ini kepada istriku, berani kamu menyentuhnya lagi maka akan aku hajar kamu dan aku juga akan menyuruh seluruh rumah sakit untuk tidak bisa menolongmu. Akan aku habisi kamu ya"
Erik mencengkram tangan Gea yang tadi dia tarik. Gea hanya diam saja tidak bisa melakukan apa-apa takut saja, Gea sedikit bergerak nanti malah dia yang disakiti oleh ayahnya ini. Gea sudah sangat lelah sekali disakiti terus oleh Ayah tirinya ini.
"Maka biarkan aku dan juga Gea pergi semuanya akan baik-baik saja, aku tak akan menyentuh istrimu itu. Jangan ikut-ikut masalah keluargaku. Kami baik-baik saja dan juga hidup kami sudah bahagia, tapi saat datang kalian semuanya malah jadi berantakan "
"Aku tidak akan pernah melakukan itu melepaskan Gea, dan jangan pernah sentuh istriku lagi. Dia akan tinggal dengan kami, keputusanku sudah bulat "
Erik tertawa mendengar itu, lucu sekali mereka ini ingin menampung Gea dirumahnya " Mau sampai kapan kalian menampung perempuan ini, mau sampai dia mati atau mungkin kamu berminat untuk menjadikan Gea istri keduamu ? Agar kalian bertiga bisa terus bersama-sama "
Dimas langsung mencengkram kerah pakaian Erik" Lebih baik kamu sekarang pergi dari sini, daripada aku memanggil satpam dan kamu diusir secara tidak hormat di sini. Atau mungkin aku telfon sama polisi, agar sekalian kamu dipenjara saja. Kamu sudah melakukan kekerasan kan pada Gea jadi itu mudah saja untuk menjebloskan kamu kedalam penjara "
Erik melepaskan cengkeraman tangannya di tangannya Gea. Gea langsung berlari ke arah Freya dan memeluknya dengan erat. Gea begitu takut dan sekarang Gea begitu lemas sekali. Perutnya masih sakit "Kamu tenang saja paman mulai sekarang Gea adalah tanggung jawabku, aku yang akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Gea "
"Baiklah baiklah kalau itu memang sudah keputusan kalian berdua, tapi kalau dia membuat masalah atau menjadi beban hidup kalian berdua jangan salahkan aku dan jangan kembalikan dia padaku. Selamat kalian akan mendapatkan badai yang besar dengan menampung perempuan ini. Aku jamin mulai sekarang hidup kamu Freya tak akan tenang kamu akan menyesal karena telah menampung Gea "
Erik langsung pergi begitu saja meninggalkan anaknya Gea di sana. Erik juga tidak bisa melakukan apa-apa kalau sudah berurusan dengan Polisi. Erik angkat tangan, Erik masih ingin hidup dengan tenang dan tidak mau berurusan dengan Polisi.
Biarkan saja dulu Gea. Nanti Erik akan mencari cara bagaimana untuk mengambil Gea, kalau tidak ada Gea tidak ada yang bekerja. Gea adalah sumber kekayaannya.
...----------------...
Mereka bertiga sudah ada di depan rumahnya Freya dan juga Dimas, Gea masih diam dia malu kalau masuk ke dalam rumah Freya, pasti di dalamnya ada keluarga Dimas juga kan apa tanggapan mereka. Apa mereka akan menyambut Gea atau malah sebaliknya.
"Kenapa kamu masih diam di sini ayo masuk, ayo jangan sungkan anggap saja ini rumah kamu sendiri ya" Freya mencoba untuk menenangkan Gea.
"Tapi aku takut nanti kalau keluarga kalian tidak menerimaku, aku ini disini hanya orang asing. Aku ini bukan bagian dari keluarga kalian "
"Jangan berkata seperti itu ayo masuk, kamu ini temanku berarti kamu adalah keluargaku Gea "
Freya menuntun Gea untuk masuk ke dalam rumahnya, Dimas yang membuka pintu di sana juga sudah ada Astuti dan Irsyad, kebetulan hari ini hari Minggu. Jadi mereka ada dirumah tidak kemana-mana.
Astuti yang melihat kedatangan Gea wajahnya langsung berubah seperti tidak suka. Irsyad sendiri bingung dengan orang yang Mamanya bawa. Mamanya biasanya tak pernah membawa teman kerumah.
"Mama ini temanku Gea, yang pernah aku ceritakan itu. Mama masih ingat kan dengannya "
Astuti hanya mengganggukan kepalanya saja, dari awal Astuti tak terlalu suka dengan Gea "Ma untuk beberapa hari Gea akan tinggal di sini. Ya sudah aku antar dulu Gea ke kamarnya dulu ya"
Freya akan berbicara nanti dengan Mama mertunya sekarang Freya akan mengantarkan Gea kekamarnya dulu. Freya tidak mau Gea mendengar pembicaraan dirinya dan juga Mama mertuanya.
Lagi-lagi Astuti hanya menganggukan kepalanya. Setelah kepergian Freya dan juga Gea, Astuti menatap anaknya Dimas "Kenapa kamu mengizinkan istrimu untuk membawa perempuan lain ke dalam rumah tangga kalian, ke dalam kehidupan kalian itu tidak baik "
__ADS_1
"Ceritanya panjang sekali. Dia sedang ada masalah, makanya kami membawanya kemari dulu hanya beberapa hari saja tidak akan lama, aku janji sama Mama dia tak akan membuat masalah disini. Dia perempuan pendiam "
"Dia sedang ada masalah. Bagaimana kalau dia akan membuat masalah di sini. Mama punya firasat aneh tentangnya, Mama kurang setuju dia ada disini "
"Ma sudah ya Dimas mau tidur Dimas lelah sekali hanya beberapa hari saja. Jangan membuat Freya sedih ya. Kasian dia sudah memperjuangkan temannya itu, jadi jangan buat Freya kecewa Ma dengan penolakan Mama nantinya "
Dimas langsung melengos begitu saja masuk ke dalam kamarnya. Dimas memang ingin segera istirahat karena badannya sudah lelah menunggu Gea di rumah sakit. Cukup melelahkan sekali apalagi Dimas siang harus ke rumah sakit.
...----------------...
Freya duduk berhadapan dengan mamanya "Maafkan Freya ga bilang sama Mama dulu, seharusnya Freya bilang dulu kan tapi ini mendadak banget Ma, keadaannya bener-bener gawat banget Ma "
"Mau sampai kapan dia tinggal di sini Freya, kamu ga salah bawa perempuan lain ke dalam rumah ini. Bukan maksudnya Mama tidak suka hanya saja apakah dia tidak akan menjadi badai dalam rumah tangga kalian berdua nantinya"
Freya menggenggam kedua tangan Mamanya itu "Ma aku yakin dia tidak akan mungkin seperti itu, aku yakin kalau dia akan baik. Mama juga nanti kalau sudah mengenalnya akan suka dengannya, hanya beberapa hari saja aku sedang mencari solusi yang lain Ma. Aku akan mencarikan rumah untuknya mungkin "
"Baiklah cepat kamu cari solusi. Mama tidak mau kalau dia terus tinggal di sini, mungkin dia awal akan baik tapi saat melihat rumah tangga kamu dengan Dimas bisa saja dia iri dan melakukan sesuatu untuk merebut suamimu. Kita ini harus berpikir logis mungkin dia temanmu tapi bisa saja dia menusuk mu dari belakang Freya, jangan terlalu percaya pada orang lain. Segera pisahkan dia jangan lama-lama tinggal di sini. Kamu harus lihat orang-orang sekitarmu. Mama hanya ingin mengingatkan jangan pernah membawa seorang perempuan atau laki-laki kedalam lingkungan rumah tangga kalian, apalagi belum punya pasangan yang ada mereka akan merebut apa yang kamu punya nantinya "
"Iya Mah Freya akan cari rumah untuknya Freya janji tidak akan lama. Gea tidak akan selamanya tinggal di sini Ma, aku janji itu sama Mama "
Astuti lagi-lagi hanya menganggukan kepalanya saja, Astuti takut kalau perempuan itu akan tinggal di rumah ini selamanya. Astuti begitu gelisah bukan apa-apa memasukkan seorang perempuan ke dalam rumah itu bisa saja menjadi malapetaka kan, jadi badai dalam rumah tangga anaknya dan juga menantunya.
Astuti tidak mau itu sampai terjadi. Astuti tidak akan terima kalau itu sampai terjadi, awas saja kalau sampai terjadi akan Astuti jambak rambutnya Gea itu. Dari tampangnya saja sudah terlihat kalau perempuan itu pendiam tapi menghanyutkan.
...----------------...
Gea membalikan badannya saat ada yang menepuk bahunya ternyata Freya, "Apakah kamu tidak salah membawaku ke rumahmu, aku ini malah akan menjadi badai dalam keluargamu sepertinya mereka tidak suka dengan aku Freya. Aku tidak mau membuat keluarga kalian menjadi bermasalah " Gea akhirnya mengatakan apa yang mengganjal dalam hatinya ini.
Freya menarik tangan Gea untuk duduk di tempat tidurnya "Kenapa kamu berbicara seperti itu, kata siapa Mama tidak menerimamu yang ada dia senang kamu datang ke sini. Aku sering menceritakan kamu di sini"bohong Freya, Freya berbohong agar Gea tidak kepikiran terus, kasian dia sedang banyak masalah jangan ditambah lagi dengan masalah lainnya.
"Kamu terlalu baik Dimas juga sama dia sama baiknya denganmu, sampai-sampai kalian berbesar hati membawaku ke rumah kalian. Mungkin kalau keluarga lain akan berpikir dua kali. Mereka pasti akan banyak mempertimbangkannya dulu "
"Dengan membawamu kemari aku kembali mengingat masa kecilku bersamamu. Dimas akan selalu mendukungku apapun yang aku lakukan, Dimas itu orangnya baik sekali dia tak akan masalah dengan ini. Jadi lebih baik sekarang kamu istirahat saja ya. Jangan banyak fikiran kamu harus memulihkan dulu tubuhmu ini "
"Bagaimana kalau misalnya Ayah tiba-tiba kemari dan membuat masalah. Aku tidak mau membuat keluargamu dalam masalah lagi, ini saja sudah memusingkan kalian berdua kan ditambah nanti kalau misalnya Ayah mengancam Mama mertuamu bagaimana. Pasti masalahnya akan panjang sekali, apalagi Ayah itu orangnya keras kepala sekali Freya aku sangat takut sekali "
"Dia tidak akan berani kemari, aku jamin itu. Kamu tidak boleh takut lagi padanya kamu sudah lepas darinya. Kamu tidak akan mendapatkan kekerasan lagi atau apapun yang dia lakukan padamu, sebenarnya aku ingin melaporkannya ke kantor polisi saja tapi aku takut kamu tidak siap nanti saat diintrogasi oleh mereka, jadi lebih baik sekarang kamu pulihkan dulu keadaan kamu ya. Setelah kamu tenang baru kita bisa melapor, kita harus bertindak agar dia tak melakukan hal seperti ini pada orang lain "
"Sekarang kamu istirahat, tidak ada yang perlu kamu takuti lagi. Aku ada disini sama kamu "
"Iya karena ada kamu, kamu bersama aku, aku tak akan takut apa-apa lagi "
__ADS_1
"Iya aku ada di kamar sebelah atau mungkin aku akan di sini saja. Dimas pasti akan mengerti dia tak akan masalah"
"Tidak jangan, kamu lebih baik bersama suamimu saja yang ada aku akan merasa bersalah dengan memisahkan kalian berdua hanya karena aku saja. Jangan lakukan itu sudah terlalu banyak pengorbanan yang kamu lakukan untuk aku Freya, aku tak mau menyusahkan kamu lagi "
Freya memeluk Gea dan mengusap punggungnya "Kamu istirahat ya, nanti kamu harus segera minum obat "
"Kamu juga Freya, aku tahu pasti kamu lelah sekali"
Freya menganggukan kepalanya dan keluar dari kamar Gea. Gea masih diam dan menatap kepergian Freya.
'Apakah keputusanku ini sudah benar dengan meninggalkan semuanya. Ataukah aku akan menjadi duri untuk Freya. Bahkan aku sudah tertarik dengan suaminya aku harus bagaimana ini, apakah aku harus kembali pada Ayahku aku takut rasa cintaku itu makin besar pada Dimas aku takut apa yang pernah aku lakukan terulang kembali. Sungguh aku takut sekali'
...---------------...
"Gea ayo sarapan dulu, nanti setelah itu kamu harus minum obat juga "
"Aku belum lapar Freya, lebih baik kamu duluan saja. Aku nanti saja "
"Tidak bisa seperti itu, ayo cepat aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Jangan malu kan ada aku "
Freya membawa Gea ke ruang makan, di sana keluarganya sudah berkumpul Gea duduk dengan canggung. Menatap satu persatu orang yang ada disini.
"Mama Tante ini akan tinggal di sini sampai kapan, dia itu siapa kenapa harus tinggal bersama kita. Apakah dia kerabat jauh kita "
Irsyad yang biasanya tidak ikut campur dalam hal apapun sekarang malah bertanya seperti ini pada Freya. Freya menatap anaknya lalu tersenyum "Tante Gea akan tinggal di sini beberapa hari, dia adalah teman masa kecil Mama. Bisa dianggap dia kerabat jauh kita Irsyad"
"Baiklah Mama. Kukira Tante Gea akan tinggal di sini selamanya"
Gea hanya diam saja sepertinya anak Freya juga tidak menyukainya. Apakah Gea dia harus kembali saja pada ayah tirinya itu.
"Kenapa diam saja, ayo makan Gea, jangan membiarkan perutmu kosong itu tidak baik "
Freya menyiapkan segalanya untuk Gea. Lalu setelah itu Freya melayani suaminya dan mereka segera makan bersama, dari tadi tatapan Irsyad terus saja ke arah Gea tapi bukan tatapan suka sebaliknya entah kenapa.
Setelah sarapan itu selesai, Irsyad berpamitan pergi kesekolah. Tak lupa Freya mengantarkannya sampai depan rumah.
Tapi anaknya itu tak langsung pergi, dia dulu dan menatap Mamanya "Mama aku harap Tante Gea tak akan membuat Mama sakit hati ya"
"Maksud kamu apa sayang, kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu " Freya benar-benar binggung dengan tingkah anaknya ini.
"Ya pokoknya aku selalu berdoa untuk kebahagian Mama dan juga Ayah. Aku berangkat sekolah dulu ya Mama. Mama hati-hati "
__ADS_1
Irsyad membawa sepeda nya dan pergi, Freya masih diam memikirkan kata-kata dari keluarganya. Kenapa mereka sampai ragu dan seperti ketakutan dengan Gea. Memangnya apa yang akan Gea lakukan Freya mengenal Gea seperti apa, tidak mungkin kan Gea menjadi badai dalam rumah tangganya. Gea pasti sudah berubah tak seperti dulu lagi.
Mungkin Irsyad dan Mamanya belum siap saja menerima Gea. Makannya seperti itu, Freya yakin Gea tak akan menghancurkan rumah tangganya, Gea sudah berubah ya Freya yakin itu.