
Sekarang Freya dan juga Amar sudah ada dimeja makan, Freya sudah selesai memasak dan Amar sudah siap untuk menyantap makanan yang dibuatkan oleh istrinya ini, pasti akan enak dan sangat lezat sekali karena masakan Freya ini tidak pernah gagal dari dulu bahkan Amar juga pernah kan beberapa kali diberikan bekal oleh Freya.
"Emm sudah aku tebak makanan yang kamu buat ini tidak akan pernah gagal selalu saja enak. Aku benar-benar suka dengan makananmu ini sayang"
Freya jadi tersipu malu kalau di puji seperti ini Amar selalu saja mengatakan makanannya enak seperti ini, Freya kan jadi malu sendiri.
"Ayo makan sayang kamu kenapa malah diam saja makanan yang kamu masak ini sangat enak sekali. Mungkin dalam beberapa bulan tubuhku ini akan bertambah berat, karena kamu selalu mau masak makanan enak seperti ini aku suka sekali "sambil mengangkat dua jempolnya.
Freya hanya bisa tersenyum melihat tingkah suaminya itu, kalau dilihat-lihat tingkah suaminya seperti anak kecil juga. Tadi sudah menelpon Helena dia begitu ingin segera bertemu dengannya dan juga Amar, tapi ya karena liburan mereka belum selesai jadi Amar membujuknya, membujuk Helena untuk sabar beberapa hari lagi dan seperti biasa Amar selalu berhasil membuat Helena tenang dan mengikuti kata-kata dari Amar sungguh anak itu hanya menurut pada Amar saja.
Mereka makan dengan tenang, mereka juga melupakan tentang perempuan berkepang satu itu, biarkan dulu nama itu enyah dalam pikiran mereka. Mereka tidak mau memikirkan dulu dia sudahlah biarkan, dia juga tidak akan mungkin datang kemari lagi kan untuk apa dia ke sini.
Suaminya makan sampai beberapa kali tambah, tadinya Freya ingin menjadikan lauk-pauk ini sampai malam nanti tapi ternyata suaminya menghabiskan semuanya, tapi Freya senang semuanya habis tak tersisa sedikitpun, berarti suaminya ini sangat-sangat suka dengan makanannya
...----------------...
__ADS_1
Di dalam kamar Freya yang sedang fokus menatap ponselnya untuk mengerjakan beberapa pekerjaannya tiba-tiba saja seperti melihat bayangan yang lewat dari arah kaca. Freya langsung menyimpan ponselnya dan lebih fokus lagi melihat ke arah kaca itu Freya takut kalau itu pencuri Freya segera menepuk kaki suaminya.
"Kamu lihat nggak tadi ada bayangan loh, aku lihat jelas banget tadi nggak sengaja lihat kaca tiba-tiba kayak ada yang lewat"
"Iya aku juga tadi lihat kok, ada bayangan siapa ya yang datang kemari, lewat belakang lagi aneh banget"
Amar langsung bangkit dari tempat tidurnya, dia akan mengecek siapa itu. Padahal mereka baru saja mau beristirahat karena lelah sudah berkebun, sore hari memang enak untuk tiduran kan Amar mengecek semua keadaan di luar tapi dia melihat ada orang di dekat tembok yang mengintip. Amar segera mengeluarkan ponselnya dan memotretnya. Untung saja berhasil meskipun orang itu langsung pergi begitu saja.
Amar langsung mengirimkan foto itu pada Pak RT, Amar tidak mau privasi dirinya dan Freya diganggu seperti ini sama saja kan dia itu ingin mengganggu mereka berdua, mengganggu Amar dan juga Freya.
"Ini perempuan ini yang datang ke dalam tadi, siapa sih perempuan ini namanya aku tak tahu "
"Ini Indah, mau apalagi dia kemari aku pikir dia tidak akan datang kemari lagi tapi ternyata dia malah seperti penguntit. Aku benar-benar tidak menyangka, apakah dia gila apakah dia sudah tidak punya pikiran. Aku malah jadi takut deh kalau selama kita disini dia seperti itu, aku takutnya nanti dia masuk kerumah "
"Masa sih dia gila sayang, kalau dia gila mungkin dia tak akan bisa berkomunikasi dengan benar"
__ADS_1
Freya menganggukan kepalanya benar juga apa yang dikatakan suaminya itu. Tidak lama kemudian Freya melihat ada lagi yang datang ternyata itu Pak RT. Freya dan juga Amar segera keluar dari rumah dan melihat Pak RT yang menarik perempuan itu dari persembunyiannya. Ternyata dia tidak benar-benar pergi dia hanya bersembunyi saja.
"Keluar nak, apa yang kamu lakukan kenapa kamu tiba-tiba ada di sini, kamu tidak pernah berkeliling ke villa seperti ini. Mau apa kemari kamu "
Tapi indah hanya diam saja menatap Amar dengan sangat intens, dia seperti tergila-gila dengan suaminya Freya ini. Indah juga tidak seperti merasa bersalah dia merasa apa yang dia lakukan ini memang benar.
"Minta maaf Indah, kamu tidak boleh melakukan hal seperti ini. Kamu ini akan mengganggu privasi orang lain kamu tidak berhak melakukan hal semacam itu sangat memalukan sekali, kita ini seharusnya menghormati tamu yang datang kemari, bukannya kamu malah seperti itu ayo minta maaf sekarang juga"
Tapi perempuan itu hanya diam saja Indah hanya tetap fokus menatap ke arah Amar, tatapannya itu terus saja melihat ke arah wajahnya Amar dan sesekali dia juga tersenyum.
Amar yang sudah jengkel langsung maju dan ingin tahu apa sih maunya perempuan ini "Ini maksudnya apa Pak "sambil menatap Pak RT" Biasanya aku datang kemari tidak pernah seperti ini. Tapi sekarang kenapa tiba-tiba ada warga yang nakal seperti ini. Tolong jelaskan padaku Pak, ada apa ini sebenarnya, kami di sini ingin nyaman bukan diganggu seperti ini Pak, tolong ini demi kenyamanan saya dan juga istri saya, kami sangat menyukai tempat ini jangan buat kami jadi tak mau datang lagi kemari "
"Maafkan kami Pak, Indah ini memang dulu pernah sakit dan sangat parah sekali Pak sampai-sampai dia harus dirawat ke sana kemari, dan akhirnya entah kenapa dia menjadi seperti ini kalau ada yang datang kemari dia selalu datang ke villa maaf karena telah mengganggu privasi kalian karena telah membuat kalian tidak nyaman juga di sini, tapi Indah tak berbahaya dia hanya suka jalan-jalan saja "
Freya mengerutkan keningnya "Sakit parah ? Memangnya kalau sakit parah akan berimbas menjadi seperti itu ya Pak, dia akan senang mengintip orang lain akan senang mengganggu privasi orang lain begitu, aku merasa aneh saja dengan penjelasan Bapak ini seperti tidak masuk akal saja"
__ADS_1
Pak RT seperti diam memikirkan apa jawaban yang pas untuk dia berikan pada saya Freya. Yang bisa menyakinkan kedua suami istri ini, kalau apa yang dia katakan ini memang benar-benar apa adanya, dan memang seperti itu tak ada yang di tutup-tutupi.