
Freya merasakan perutnya begitu berat. Freya membuka kedua bola matanya ternyata suaminya ada disampingnya. Sedangkan anaknya Irsyad tak ada.
Freya menatap jamnya ternyata sudah jam 8 lagi, Freya terlambat perlu ke kantornya "Ya ampun aku kembali telat, kenapa bisa terjadi "
Freya melepaskan pelukan suaminya dengan paksa, Freya langsung berlari kearah kamarnya. Freya harus segera bersiap-siap.
"Freya hati-hati nanti kamu jatuh, ada apa dengan kamu ini lari-lari kayak gitu "
"Freya telat Mama, kenapa Mama ga bangunin Freya"
"Mama kira kamu ga kerja sayang, makannya kamu ga bangun "
"Freya kerja Ma, Freya mau siap-siap dulu "
Dimas yang terganggu oleh istrinya membuka matanya, Dimas tahu istrinya bekerja dan Dimas tadi sengaja tak membangunkannya.
Dimas ingin Freya tak bekerja saja. Tapi Freya malah bangun dan sekarang mau pergi bekerja. Gagal deh Dimas buta Freya ga kerja.
Dimas memejamkan kembali matanya. Sudahlah tak apa istrinya kerja. Dimas juga harus mengurus pekerjaannya yang belum bereskan.
...----------------...
"Freya kamu ga akan sarapan dulu "
"Ga akan Ma, aku udah telat banget aku pergi sekarang ya Ma"
"Hati-hati ya "
__ADS_1
"Iya Ma "
Freya sama sekali tak pamitan dengan suaminya tak sempat. Freya tak bisa kalau harus telat terus seperti ini. Suaminya juga yang biasannya bangun pagi tapi sekarang malah tak bangun pagi.
"Semoga saja bosku itu tak marah. Aku ga mau sampai dimarahi olehnya "
Freya bahkan menjalankan mobil dengan sangat cepat sekali. Tak peduli dengan orang-orang yang marah padanya yang terpenting sampai kantor dulu saja kan.
...----------------...
Dimas baru keluar dari kamar anaknya. Dimas duduk dengan lesu disamping Mamanya "Kamu kenapa ga kerja. Emangnya ga ada pasien ya "
"Aku sudah mengundurkan diri Ma "
"Apa kenapa bisa kamu mengundurkan diri. Kamu ga lagi bohong Mama kan " Astuti masih tak percaya dengan apa yang anaknya katakan. Kenapa anaknya tiba-tiba mengatakan ini sungguh dirinya tak mau anaknya keluar dari rumah sakit itu.
"Aku ingin punya klinik sendiri, aku pengen buka sendiri aja. Aku udah bosan dirumah sakit itu "
"Ma ini sudah keputusan Dimas, bahkan Freya juga sudah setuju dengan semua ini. Dia tak masalah Dimas keluar makannya Dimas berani karena Freya juga sudah mengizinkan "
Astuti mengibas-ngibas wajahnya. Rasannya ingin pingsan. Apa yang selama ini anaknya mau sudah tercapai tapi sekarang malah dilepaskan dengan mudah sekali.
"Kenapa sih kamu ini main ambil keputusan gitu aja Dimas. Mama ga habis fikir sama kamu. Kamu itu punya istri dan anak "
"Iya aku tahu Ma, aku bakal buktiin sama Mama, kalau aku akan sukses aku tak akan mungkin jadi pengangguran Ma. Mama hanya perlu percaya aja sama aku "
Astuti hanya diam saja, diwajahnya tersirat kekecewaan. Padahal Astuti dengan susah-susah menyekolahkan anaknya lalu memasukan kerumah sakit itu juga dengan bantuan Astuti tapi anaknya dengan mudah langsung keluar.
__ADS_1
"Ma tolong jangan kecewa sama aku, aku janji ga akan gagal "
"Mama pusing banget Dimas, seharusnya sebelum keluar itu kamu buat dulu klinik bukannya udah keluar baru mau buka klinik gimana kalau gagal, bukannya Mama ga percaya sama kamu"
"Iya aku tahu Ma, tapi kalau kayak gitu malah aku yang keteteran belum tugas dari rumah sakit, belum lagi aku harus siapi semua kebutuhan di kelinik"
"Ga tahu ah, Mama pusing banget dengan keputusan kamu ini, Mama benar-benar kecewa "
Dimas hanya diam saja. Dimas malah jadi binggung kan. Istrinya sudah setuju tapi Mamanya malah seperti ini. Mau bagaimana lagi sudah terlanjur juga. Kalau Dimas masuk lagi malah akan malu kan. Nanti coba Dimas bicara lagi saja dengan istrinya Freya.
...--------------...
Freya datang dengan gos-ngosan. Untung saja bosnya belum datang. Freya bernafas lega. Katanya bosnya pergi mengantar anaknya kedokter dulu.
"Aman aku, untung saja bos tak ada. Kalau sampai ada habis aku ini huff "
Freya mendudukkan bokongnya, hatinya tenang sekali. Freya cepat-cepat membuka laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya yang lumayan banyak.
Freya melihat ponselnya yang berdering suaminya yang menelfon. Freya mengangkatnya meskipun pekerjaan sangat banyak seperti ini.
"Iya sayangku ada apa "
"Kenapa kamu kerja sih sayang, padahal hari ini kamu cuti aja "
"Dimas kalau aku banyak cuti yang ada aku akan dikeluarkan "
"Hemm, aku tahu kamu memang lebih memilih pekerjaan kamu dari pada aku" sambungan langsung Dimas matikan.
__ADS_1
"Dimas ini kenapa sih, pusing ah "
Freya mengesampingkan dulu suaminya. Lebih baik sekarang kerjakan dulu tugasnya lah.