
Freya dan juga Amar yang baru saja sampai di rumah Freya dikagetkan dengan ponsel Amar yang berdering. Amar langsung mengangkatnya karena itu dari neneknya Amar tidak mau nanti neneknya malah marah-marah saat Amar pulang.
"Ada apa sih Nek kenapa, Amar juga nanti pulang "
"Pulang sekarang juga. Jangan terus bersama Freya kamu ini seharian terus saja bersama perempuan itu, nenek ingin berbicara sesuatu denganmu dan ini tentang pernikahanmu. Cepat pulang Amar, atau pernikahan kamu itu tak akan pernah terjadi "
"Ada apa sih Nek, semuanya sudah bicarakan apalagi yang perlu dibicarakan lagi. Aku sudah menyiapkan segalanya, mau nenek setuju atau pun tidak aku tak peduli "
"Pulang sekarang, menikah tanpa restu nenek lihat saja apa yang akan nenek lakukan, nenek bisa melakukan apa saja Amar "
"Baiklah"
Amar langsung mematikan sambungannya dan menatap Freya "Aku harus pulang sayang, entah ada apa nenek tiba-tiba menyuruhku untuk pulang, nanti aku akan datang lagi kemari ya"
"Ya sudah kamu temui dulu nenek kamu, siapa tahu ada pembicaraan yang sangat penting sampai nenek kamu menyuruh kamu untuk segera pulang "
"Baiklah aku pulang, katakan pada Helena aku pulang dulu"
Amar mencium kening Freya dan langsung pergi setelah itu. Freya yang memang tidak mau bertanya lebih juga langsung masuk ke dalam rumah, dia takut terlalu ikut campur saja dalam keluarga Amar. Freya kan belum masuk dalam keluarga itu. Freya masih baru tunangan Amar saja.
Freya melihat mamanya yang sangat murung sekali Freya mendekatinya dan bertanya "Ada apa Mah, bukannya kamu akan pergi bersama Dimas, apakah kalian sudah berbicaranya "
"Maafkan Mama tadi neneknya Amar datang kemari, dan tidak sengaja bertemu dengan Dimas, dia tiba-tiba saja pergi. Mama takutnya Amar tiba-tiba akan membatalkan pernikahan ini. Mama sungguh minta maaf Freya atas semua ini "
Freya yang mendengarnya tentu saja kaget, baru saja tadi bersama Amar pergi dan neneknya menelpon Amar "Mama jangan main-main deh"
"Mama nggak main-main tadi neneknya Amar kemari, terus dia bicara dengan Mama dan Dimas datang kemari, mamah lupa tadi tak memberi kabar pada Dimas Freya "
__ADS_1
Freya menghela nafasnya "Kenapa juga Dimas harus muncul, kenapa juga dia harus kembali lagi, dia waktu itu sudah menghilang tapi sekarang muncul lagi saat kebahagian ku akan diraih "
"Kenapa sih mah harus kayak gini terus, saat aku akan bahagia selalu saja ada masalahnya. Apakah aku memang tak ditakdirkan untuk hidup bahagia apakah hidupku ini harus selalu banyak masalah "
"Mama yang salah seharusnya Mama tak minta Dimas untuk datang kemari, seharusnya Mama meminta Dimas untuk bertemu saja di suatu tempat Freya. Dimas juga tak tahu kalau neneknya Amar ada disini"
Freya tiba-tiba saja lemas dan duduk sambil menyenderkan tubuhnya, dia memijat keningnya "Kenapa kedatangan Dimas harus saja membawa masalah dalam proses masa depanku ini, padahal aku tak menganggu rumah tanga Dimas, bahkan aku tak menuntut apa apa darinya. Nenek Amar baru saja setuju dengan hubungan ini, dia baru saja menerima aku, pasti ini akan menjadi sebuah alasan untuk neneknya Amar tak merestui hubungan ku lagi, pasti pernikahan ini juga akan terus diundur dan entah sampai kapan "
Astuti ikut duduk di samping Freya "Iya pasti itu akan menjadi alasannya, tapi mama yakin kalau Amar pasti akan membantu kamu dia akan berbicara dengan neneknya. Mama yakin Amar akan berjuang untuk semuanya Freya"
"Aku harus pergi ke sana dan bertemu dengan neneknya Amar, aku tidak bisa diam saja seperti ini aku harus pergi. Aku tak tenang sama sekali "
Freya langsung pergi begitu saja. Freya tidak mau hubungannya ini tiba-tiba hancur, Freya tak akan pernah melepaskan Amar lagi. Amar begitu baik sekali dia yang bisa menerima segala kekurangan dari Freya ini.
Freya sudah sadar kalau Amar itu sangat berarti untuk hidupnya, Amar itu segalanya untuknya kalau tidak ada Amar dulu Freya akan bagaimana hidupnya akan bagaimana. Dulu saja Amar yang sangat baik mengaku sebagai ayahnya Helena saat Helena menanyakan sosok ayahnya.
Bagaimana ini, Astuti juga sangat takut kalau pernikahan ini tak akan terjadi. Pernikahan ini akan kacau gara-gara dirinya yang ceroboh. Sudah tahu Freya akan menikah dan pasti akan banyak ujiannya, malah dirinya medatangkan masalah lagi untuk Freya.
...----------------...
"Dimas akhirnya kamu pulang juga aku kira kamu akan menginap lagi di rumah sakit, aku begitu merindukan kamu. Apakah kamu tak kasian dengan aku yang dirumah sendirian dan sedang mengandung seperti ini"
"Tidak, aku akan pulang bukannya itu yang kamu mau"
Dimas yang tadinya akan mengajak Mamanya pergi malah menjadi pulang kan gara-gara mamanya tadi malah marah-marah padanya, padahal apa salahnya bukannya mereka akan bertemu dan berbicara.
Dimas baru saja datang tadi langsung dimarahi dan di usir untuk pulang. Mamanya ini benar-benar aneh sekali.
__ADS_1
Ada masalah apa yang datang di keluarga Freya, sepertinya sangat menegangkan sampai-sampai mamahnya ketakutan sekali tadi. Dimas rasannya ingin diam disana dan melihat ada apa, pertengkaran apa yang akan dirinya lihat nanti.
"Kamu mau makan apa, aku akan masak sekarang. Aku akan memasak makanan yang banyak untuk kamu "
Dimas menatap istrinya "Seharusnya sebelum aku pulang itu kamu sudah memasak segalanya Gea. Meskipun aku mau pulang atau tidak kamu harus memasak, kamu harus menyediakan segalanya. Ini aku pulang baru memasak kamu ini bagaimana sih jadi istri "
"Ya tadinya mubazir saja aku hanya diam sendiri di rumah, makanya aku hanya memasak makanan sedikit. Aku tidak tahu kalau kamu akan pulang Dimas, kamu juga tidak mengabari aku dulu. Biasannya kamu akan memberitahu aku "
"Kalau tahu begini aku lebih baik makan di luar saja tadi, aku ini sudah sangat kelaparan Gea"
Dimas bangkit lagi dan akan pergi dari rumahnya. Tapi Gea langsung menarik tangannya dan menggelengkan kepalanya "Jangan pergi kemana-mana aku akan memasak dengan cepat, kamu ini baru pulang mau ke mana lagi apa kamu tidak kasihan dengan aku, aku begitu membutuhkan kamu Dimas, aku sangat ingin kamu ada dirumah menemani aku meskipun hanya sebentar "
"Ya sudah aku tunggu, cepat jangan lama aku ini sudah sangat kelaparan makanya aku pulang kemari"
"Kamu janji kan ga .akan pernah tidur lagi di rumah sakit, kamu akan pulang setiap hari mulai sekarang Dimas, aku takut ada sesuatu yang terjadi dengan aku tapi kamu ga ada, aku benar-benar sendiri disini Dimas, aku sudah tak punya siap-siapa lagi hanya kamu yang aku punya jadi tolong jangan terus mendiamkan aku seperti ini "
"Aku nggak janji, aku nggak bisa janji, dirumah sakit banyak pasien yang harus aku tangani, jadi kamu harus mengerti posisi aku sekarang, dulu aja saat aku menikah dengan Freya, aku jarang pulang tapi dia tidak mempermasalahkan semua itu. Freya biasa-biasa saja karena dia tahu kalau aku ini sedang bekerja mencari uang "
"Aku dan juga Freya tidak sama, kami berbeda jadi jangan terus menyamakan aku dengan Freya. Lihat dari wajahku saja dari segalanya kami ini berbeda. Jadi kamu jangan terus membandingkan aku dengan mantan istrimu itu, aku sangat berbeda sekali dengan Freya "
"Jika kamu tidak mau dibandingkan maka jadi istri yang baik, bahkan melebihi Freya dulu maka aku tidak akan mengigat tentang masa laluku tentang mantan istriku itu, aku tak akan membandingkan kalian berdua lagi "
Dimas melepaskan genggaman tangan Gea dan masuk ke dalam kamar. Lebih baik istirahat saja dulu sambil menunggu istrinya selesai memasak. Dimas juga ingin menghubungi mamanya menanyakan masalah apa yang terjadi.
Dimas penasaran dengan semua itu, Dimas ingin tahu saja kalaupun pernikahan Freya gagal Dimas akan senang sekali, berarti dia masih punya kesempatan untuk mendekati Freya dan kembali menjalani hidup rumah tangga mereka nanti.
Dimas tak sabar ingin memiliki Freya lagi seutuhnya. Freya pasti akan bahagia hidup dengannya nanti.
__ADS_1