Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 172 Bertemu lagi


__ADS_3

"Sudah yang ini saja pakaiannya. Aku suka memangnya Mama menyuruh berapa pakaian yang harus dibeli, sepertinya yang kemarin juga sudah sangat cukup sekali tahu"


"Di sini sih Mama bilang harus beli dress 2, celana 2, pakaian biasa 2 lalu sepatu dua dan tas 3 katanya"


Freya yang mendengar semua itu cukup kaget, padahal waktu itu mereka sudah berbelanja banyak sekali pakaian, sepatu, tas banyak lagi sekarang harus beli segitu lagi.


"Kenapa harus belanja banyak-banyak. Memangnya nanti yang datang akan banyak, apakah tidak akan sayang mama membelikan banyak seperti ini untuk aku"


"Iya nanti keluarga besar aku datang semua, makanya Mama menyuruh untuk berbelanja lagi, tadi saja sudah datang beberapa mobil dan besok akan ada datang lagi. Makanya Mama menyuruh lagi kita untuk belanja mungkin nanti akan ada tambahan-tambahan lagi. Mama juga ingin menambahkan mas kawinnya katanya"


Freya terharu sekali mendengar mamanya Amar yang begitu baik padanya, padahal dirinya ini hanyalah perempuan yang sudah memiliki anak sudah pernah menikah, tapi Mamanya Amar seperti membuatnya spesial Freya sampai meneteskan air matanya.


"Loh kok nangis sih sayang, kenapa kamu nggak suka ya belanja banyak kayak gini. Kamu nggak mau ya kalau misalnya nanti yang datang ke pernikahan kita banyak banget, aku akan bicara sama Mama kalau kamu ga mau banyak yang datang ".


Freya mengelengkan kepalanya "Bukan kayak gitu, aku cuman terharu aja sama mama kamu padahal aku ini janda. Aku ini perempuan beranak dua tapi mama kamu memperlakukan aku begitu spesial, dia bahkan membawakan banyak seserahan untuk aku belum lagi mas kawin, aku benar-benar terharu sekali "


Amar mengusap rambut Freya "Itu tandanya Mama aku sangat mengharapkan kamu untuk menjadi menantunya, seperti aku yang mengharapkan kamu menjadi istriku status bukanlah halangan dalam hal apapun sayang jadi kamu mulai sekarang tak usah malu lagi ya "


"Iya aku tahu tapi aku merasa di spesial kan di sini"


"Kamu memang spesial, kamu adalah perempuan spesial yang datang dalam keluarga kami " sambil mencium kedua tangan Freya.


"Eh ada calon pengantin nih, kebetulan sekali kita bisa bertemu disini "

__ADS_1


Freya langsung menarik tangannya, yang berbicara ternyata Dimas, Amar langsung menarik pinggang Freya dan memeluknya dengan posesif, Freya melihat Dimas yang datang dengan istrinya.


Gea yang melihat Freya langsung menundukan kepalanya, dia malu dengan setiap kata yang pernah dia katakan pada Freya. Apalagi setelah mereka waktu itu bertemu Gea begitu kasar pada Freya meminta maaf dengan tidak sopan, dan seolah-olah Freya lah yang salah dan harus minta maaf padannya.


"Kok bisa sih kamu juga ada di sini Dimas "tanya Amar hanya untuk basa basi saja agar tak terlihat canggung.


"Ya kenapa ini kan mall tempat umum, jadi aku bisa ada di manapun tenang aku tidak mengikuti kalian berdua, aku kemari datang dengan istriku kalian ini akan menikah tapi kenapa masih keluar belum dipingit ya. Seharusnya kalian itu sudah tak bertemu lagi "


"Belum masih ada yang ingin kami beli, kalian datang kemari untuk membeli apa, bukannya anak kalian masih lama ya "


"Tidak, ini istriku ingin membeli pakaian kalau untuk anakku nanti saja kalau sudah dekat baru membelinya"


Amar hanya menganggukkan kepalanya Amar melihat dulu bagaimana tingkah Frey, tapi dia biasa-biasa saja seperti tidak peduli tidak ada raut wajah cemburu. Freya baik-baik saja Amar yakin Freya sudah melupakan Dimas.


"Tentu saja terima kasih"


"Freya " panggil Gea dengan suara yang kecil, bahkan kalau mereka ada didekat orang yang berisik sedikit saja tak akan terdengar suaranya itu.


Pandangan Freya langsung tertuju ke arah Gea "Ada apa"


"Aku ingin minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan, ini tulus dari hatiku yang paling dalam aku minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan waktu itu maupun sekarang. Aku tahu sikapku itu tidak baik aku seperti anak kecil yang ingin dimaafkan oleh kamu, padahal aku yang salah sekali lagi aku minta maaf. Aku ingin hidupku damai dan tidak ada kebencian" Gea mengangkat pandangannya dan menatap Freya langsung.


"Semuanya sudah berlalu aku juga sudah melupakannya, sekarang kita jalani saja hidup masing-masing. Tak usah ada lagi yang dibahas semuanya sudah selesai "

__ADS_1


"Terima kasih aku senang mendengar hal ini darimu, aku terus saja merasa bersalah atas apa yang aku lakukan selama ini. Aku sekarang sedang mengandung jadi aku tidak mau sampai ada orang yang membenciku makanya aku ingin meminta maaf pada setiap orang yang pernah aku sakiti, terutama kamu yang pernah aku sakiti dengan sangat dalam sekali"


"Iya aku mengerti semuanya sudah dilupakan dan aku juga tidak mau terus mengungkit-ungkit hal yang sudah terjadi itu, sudah takdirku seperti itu jadi mau di apakan pun tak akan bisa berubah"


"Kalau begitu aku dan juga Amar permisi dulu kami harus pulang masih banyak yang harus kami urus sekali. ini "


"Tentu Freya hati-hati"


Freya dan juga Amar langsung pergi dari hadapan Dimas, mereka harus segera di pingit seperti apa yang dikatakan oleh Dimas. Tapi hanya sebentar mungkin mereka tidak akan bertemu karena waktunya sudah mepet sekali.


"Bagaimana kamu sudah tenang sekarang, apakah sekarang sudah merasa baik-baik saja "


"Aku sudah tenang Dimas, sekarang meskipun tidak ada kata aku maafkan dari mulut Freya tapi aku yakin dia sudah memaafkan segala hal yang pernah aku lakukan. Memang sulit pasti untuk mengucapkan hal itu tapi aku senang bisa bicara lagi dengannya baik-baik seperti ini"


"Sudah sekarang kita belanja kebutuhan kamu, membeli pakaian yang seperti apa. Kamu ingin yang seperti apa Freya "


"Untuk ibu hamil saja, aku kan sedang mengandung masa aku beli pakaian yang pendek kalau begitu tidak usah beli saja, mungkin beli beberapa saja tak akan terpakai lama juga kan "


"Ya sudah kita masuk toko itu dulu, kita lihat-lihat dulu apakah ada yang cocok dengan kamu "


Dimas memilih beberapa pakaian untuk istrinya itu, banyak yang mereka beli, Dimas juga tidak mau nanti kalau harus bolak-balik kan jadi lebih baik sekalian beli banyak saja mumpung dia juga punya rezeki, kenapa tidak membahagiakan istrinya dengan membeli macam-macam pakaian yang dia mau apalagi kan.


Dimas mencari uang juga untuk mereka nanti, kalau untuk melahirkan Dimas sudah ada itu bisa tenang.

__ADS_1


__ADS_2