
Amar yang melihat ada Dimas langsung melengos pergi begitu saja, tapi Dimas tentu saja langsung mengejar Amar. Dia dari tadi sudah menunggu Amar, bahkan Dimas sampai melupakan makannya hanya untuk menunggu Amar.
"Ada apa lagi sih aku tidak mau mengikuti kemauanmu lagi Dimas, pada akhirnya apa gagal. Aku benar-benar gagal untuk mendapatkan Freya lagi. Sudahlah jika kamu hanya ingin menghancurkan aku bersama Freya lupakan, jangan pernah bantu aku lagi. Lupakan segalanya "
"Ini ambillah kado ini, aku sudah mempersiapkan segalanya aku yakin yang ini akan berhasil, kita harus terus berjuang "
"Kenapa aku tidak ulang tahun. Kenapa kamu memberiku kado, jangan aneh-aneh Dimas "
"Bukan untukmu Amar, tapi ini untuk Freya, dia pasti akan senang saat membuka isinya. Aku yakin itu dan ini akan berhasil, aku sudah mempersiapkannya dari tadi "
"Aku harus mengecek isinya apa dulu, jangan sampai ini malah akan membuat aku jelek di depan Freya. Aku benar-benar tak mau semuanya gagal"
"Tidak jangan dibuka. Kalau dibuka harus dibungkus lagi pokoknya kamu percaya saja kalau kado yang ada di dalam ini akan membuat Freya senang dan akan lebih membuat Freya menimbang-nimbang semuanya lagi. Ayolah jangan ragu dengan ide ide ku ini. Aku yakin ini berhasil dan akan membuka sedikit hati Freya, Freya itu memang seperti ini akan sulit dibujuk tapi aku yakin semua yang kita lakukan akan berhasil, aku akan membantumu sampai berhasil"
"Aku tidak percaya denganmu Dimas. Aku tidak mau tertipu lagi, aku tadi mengikuti kata-katamu tapi apa pada akhirnya aku gagal kan tidak mendapatkan Freya, bahkan Freya tak ada menghubungi aku, dia tak ada datang kemari "
"Ya maka ini aku memberikan lagi padamu solusi yang baru. Kamu harus menemui Freya dan memberikannya atau mungkin kamu meminta seseorang untuk mengantarkannya agar Freya menerimanya"
Amar sekarang dibuat bingung apakah dia harus mengikuti apa kata-kata dari Dimas. Amar sangat takut sekali, takut nanti hubungannya akan gagal lagi. Amar benar-benar tak mau membuat kesalahan lagi.
"Baiklah akan aku berikan pada Freya, tapi kalau sampai ini gagal maafkan aku, aku akan memecat mu dan kamu tak bisa bekerja lagi disini sampai kapan pun. Bagaimana apakah kamu setuju "
__ADS_1
"Jangan bawa-bawa pekerjaan. Aku di sini memang ingin membantumu tapi jangan jadikan pekerjaanku ini adalah sebuah jaminan, kamu tahu sendirikan aku begitu sulit untuk mendapatkan pekerjaan ini, jadi tolong jangan itu yang lain saja "
"Kamu tahu sendiri kan istriku sedang mengandung, aku beri makan apa dia dan juga anakku kelak kalau kamu sampai memecat aku. Aku benar-benar ingin membantumu, aku tidak mau menjerumuskan kamu atau menghancurkan kalian berdua malahan aku ingin melihat Freya bahagia denganmu. Aku tahu kebahagiaannya ada di tanganmu apalagi Helena yang akan sangat senang sekali, dia pasti akan sangat bahagia sekali mendapatkan Ayahnya lagi "
"Baiklah aku tidak akan membawa-bawa tentang pekerjaan, aku akan mengikuti saran yang satu ini dengan memberikan kadonya pada Freya"
Amar jadi kasihan dengan Dimas, ya sudahlah Amar tak akan menjadikan pekerjaan Dimas sebagai jaminan. Semoga saja ide yang ini berhasil dan Amar bisa mendapatkan Freya lagi.
"Aku yakin semuanya tidak akan gagal kamu berikan dulu saja pada Freya. Kamu akan lihat nanti perubahan Freya, dia pasti akan tersenyum senang"
Amar hanya mengganggukan kepalanya dan dia pergi meninggalkan Dimas. Sedangkan Dimas sendiri akan fokus bekerja lagi. Nanti juga dia sebentar lagi akan pulang sih ingin membawa istrinya makan di luar agar tidak marah-marah terus.
Dimas tidak mau sampai Gea curiga tentang apa yang sedang dia lakukan. Dimas tidak mau semuanya gagal, pokoknya semua ini harus berhasil. Dimas ingin melihat Helena tersenyum kembali seperti dulu.
Dimas tidak akan pernah bisa mendapatkan kesempatan dari anaknya. Tapi tak masalah Dimas ingin anaknya selalu tersenyum dan bahagia sekali. Dimas akan melakukan apapun demi kebahagian mereka.
...----------------...
Irsyad membuka pintu dan melihat ada seorang kurir, lalu kurir itu memberikan sebuah kotak pada Irsyad.
"Untuk siapa ya"
__ADS_1
"Di sini tertulis untuk Freya, boleh tanda tangan di sini"
Irsyad langsung saja tanda tangan di tempat yang ditunjukkan oleh kurir tadi, lalu berjalan masuk ke dalam dan memberikan pada mamanya yang baru saja keluar dari dalam kamar.
"Dari siapa Irsyad"
"Di sini tertulis dari Paman Amar mah, coba saja buka mungkin ada hal penting yang Paman Amar buat untuk mama"
Setelah memberikan itu Irsyad kembali bersiap-siap, dia juga membantu adiknya untuk siap-siap agar cepat pergi mereka.
Freya yang penasaran langsung membawa kado itu dan membukanya dengan perlahan, alangkah kagetnya saat melihat sebuah album foto dan di sana ada foto Irsyad, Helena dan juga dirinya serta Amar saat mereka liburan pokoknya semuanya di sini lengkap.
Kenapa Amar sampai kefikiran seperti itu. Dirinya saja tak pernah berfikir jauh seperti ini, bagus sekali apalagi diberi hiasan lagi dalam album ini makin cantik saja.
Freya tersenyum senang ternyata selama ini Amar mencetak semua fotonya dan membuatkannya album. Sepertinya Freya harus menimang-niman lagi tentang Amar. Amar sudah sangat berjuang banyak untuknya. Amar tak pernah menyerah dari dulu sampai sekarang.
"Lihatlah Mama Amar memberikan album ini, di sini banyak sekali fotoku, Helena, Irsyad. Dia benar-benar berjuang untukku, Amar sudah membuktikan segalanya Ma"
"Apa kata Mama, Amar itu pasti akan selalu berjuang buat kamu, ga mungkin dia tiba-tiba aja lepasin kamu nanti kamu coba bicara deh sama Amar. Kamu seharusnya pertahankan Amar juga Freya, karena dia adalah laki-laki yang pantas bersama kamu "
Freya hanya menganggukan kepalanya dia setuju, nanti dia akan coba bertemu dengan Amar. Freya juga ingin melihat foto-foto mereka yang banyak ini, begitu tebalnya album ini sampai-sampai Freya keberatan nanti setelah makan malam Freya akan melihat semua foto yang ada di dalam sini.
__ADS_1
Freya rasannya tak sabar sekali, tapi mereka harus makan malam dulu. Freya menyimpan album itu dengan baik-baik, jangan sampai album foto ini rusak.
seharusnya dari awal saya tidak boleh terlalu keras seperti ini pada Amar titik yang tidak merestui hubungannya kan neneknya bukan Amar. malahan Amar sudah berjuang begitu susah payah tapi Freya tidak memberikannya kesempatan terus