
Sampai pesta selesai dan juga keluarga semua pulang Dimas masih belum ada entah kemana perginya Dimas. Freya tentu saja sangat khawatir dengan keadaan suaminya itu takut kenapa-napa. Saat di dalam mobil Freya terus saja menelpon suaminya tapi apa nyatanya tidak ada tidak diangkat sama sekali.
"Sebenarnya ke mana Dimas Freya. Kenapa tiba-tiba dia bisa pergi begitu saja, apa kalian sempat bertengkar tadi "
Freya yang memang sedang menyetir menatap Mama mertuanya sekilas "Aku juga tidak tahu ke mana dia, aku sudah mencoba meneleponnya tiba-tiba saja Dimas pergi ma aku juga nggak tahu. Aku juga ga berantem sama Dimas"
"Mama ga usah cari ayah lebih baik Mama fokus aja sama kerja Mama dan juga kehidupan Mama. Kita harus bisa terbiasa dengan sikap Ayah yang seperti ini "celetuk Irsyad masih fokus dengan ponselnya.
"Maksud kamu gimana sayang"
"Iya Mama jangan terlalu hiraukan Ayah, ayah akan terus menghilang seperti ini. Lebih baik Mama pikirin tentang kesehatan mama saja tidak usah memikirkan ayah"
Freya menatap Ibu mertuanya, mereka lalu menggelengkan kepalanya tidak tahu dengan apa yang dimaksud oleh Irsyad, tapi mereka juga tidak mau bertanya lebih dalam lagi.
Terlihat kalau wajah Irsyad itu sedang sedih sekali, jadi mereka tidak mau menambah kesedihannya. Freya juga sebenarnya ingin banyak bertanya pada anaknya tentang keadaannya ini, tapi Freya tahu kalau Irsyad mau bercerita dia pasti akan bercerita nanti. Freya tidak mau memaksa anaknya untuk bercerita.
...----------------...
Dimas dan juga Gea saling tersenyum bahagia, Gea memeluk tubuh polos Dimas. Ini adalah sesuatu yang selalu dia bayangkan dulu Gea pernah membayangkan akan berhubungan dengan Dimas ya melakukan seperti ini dan Gea bahagia sekali setelah memberikannya pada Dimas.
"Apa kamu menyesal telah melakukan ini bersamaku "tanya Gea sambil menundukkan kepalanya, dia hanya ingin tahu respon dari Dimas seperti apa.
"Tidak, aku sama sekali tidak menyesal yang ada aku sangat senang sekali aku bahagia sekali Gea bisa melakukannya bersamamu "
"Apakah kamu tidak jijik denganku. Aku sudah disentuh oleh banyak pria, bahkan tak terhitung berapa orang yang telah menyentuhku ini "
__ADS_1
"Itu juga bukan keinginanmu kan, kamu hanya sedang dimanfaatkan oleh ayah tirimu itu. Jadi semua itu tidak masalah untukku yang terpenting sekarang kamu hanya untukku saja tidak untuk yang lain. Aku akan selalu menjaga mu agar laki-laki yang ingin denganmu tak akan bisa mendekati mu lagi "
Gea makin mempererat pelukannya itu. Dimas juga sama halnya memeluk Gea dengan erat. Meskipun di dalam hati Dimas ada rasa menyesal karena telah menghianati Freya, tapi ya mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi.
Waktu tidak bisa diulang, mau bagaimanapun Dimas menyesal semuanya sudah terjadi toh Freya pun tidak tahu, tidak ada orang yang tahu kan semuanya aman. Jadi Dimas yak perlu khawatir akan ada yang berbicara dengan Freya.
"Kalau aku hamil bagaimana, apa kamu mau langsung menikahiku atau kamu akan menceraikan Freya dulu"
"Aku tidak akan pernah bisa menceraikan Freya, dia adalah istriku dan akan tetap menjadi istriku. Aku begitu berat kalau harus melepaskan Freya tak akan bisa aku melakukan itu "
Gea langsung mendongakan kepalanya kaget dengan jawaban Dimas. Dia kira Dimas akan melepaskan Freya "Memangnya Freya mau diduakan. Memangnya dia mau kalau aku masuk dalam kehidupan kalian, kurasa dia tak akan pernah mau Dimas "
"Mau tidak mau Freya harus menerimanya. Freya pasti akan menerima semua ini apalagi kamu adalah sahabatnya, tidak akan mungkin dia menolak aku yakin itu "
"Tentu sayang "
Dimas mencium kening Gea dan kembali mereka melakukan hubungan terlarang itu. Memang kalau yang dosa-dosa itu selalu membuat ketagihan sampai-sampai mereka berdua tak peduli.
...----------------...
Dimas saat melihat Irsyad yang sedang menonton TV segera mendekatinya. Dimas duduk di samping anaknya biasanya Irsyad akan memeluknya tapi sekarang sama sekali tidak hanya diam dan fokus menonton tv.
"Ayah pulang Irsyad, kamu tak mau memeluk Ayah "
"Oh ya"
__ADS_1
Dimas yang mendapatkan jawaban yang sangat singkat sekali dari anaknya mengerutkan keningnya, biasanya anaknya ini akan banyak tanya. Tapi ini hanya menjawab seperti itu saja.
"Apa yang membuatmu kesal apa Ayah telah membuat kamu marah ? "
"Pikir saja sama ayah sendiri, kenapa aku bisa seperti ini. Lain kali hati-hati Ayah kalau mau melakukan apa-apa jangan sampai lupa menutup pintu"
Dimas menatap ke arah pintu depan sudah ditutup "Maksudnya apa pintu rumah sudah Ayah tutup coba kamu lihat Irsyad "
Irsyad hanya mengangkat bahunya saja, Dimas juga melihat ada raut kecewa dari anaknya itu. Tapi Irsyad langsung melangkah pergi meninggalkan ayahnya sendirian di sana. Dimas bingung ada apa dengan anaknya itu.
Daripada terus memikirkan itu lebih baik masuk ke kamar saja, hari ini Dimas sangat lelah sekali dan ingin istirahat. Besok Dimas masih bicara dengan anaknya menanyakan tentang keanehan yang terjadi pada Irsyad.
Saat pintu dibuka ternyata Freya belum tidur, padahal ini sudah cukup malam "Kamu ini dari mana aja, sampai pesta berakhir kamu nggak ada. Sebenarnya ada masalah apa sampai-sampai kamu pergi gitu aja. Aku khawatir tahu ga sih sama keadaan kamu. Tadinya aku mau lapor polisi tapi sekarang kamu sudah ada dihadapan aku "
Dimas mendekati istrinya dan memeluknya juga, lalu mencium keningnya "Maaf ya tadi aku harus ke rumah sakit ada operasi mendadak. Aku tadi nggak sempet kabarin kamu aku juga nggak sempat buat telepon kamu, ini darurat banget. Maaf kalau aku tiba-tiba ngilang kayak gitu aja, lagi banyak pasien aku nggak bisa kan tinggalin gitu aja sayang. Kamu tahu kan aku ini kerja "
Freya melepaskan pelukan suaminya, Freya mencium ada parfum lain di kemeja Suaminya "Sejak kapan kamu ganti parfum, aku rasa bukan ini parfum kamu, kenapa begitu menyengat "
Dimas mencium pakaiannya sendiri "Oh ini parfum temanku tadi aku mencobanya sedikit, ingin ganti parfum aku makanya aku menanyakan padanya parfum apa yang cocok" bohong Dimas.
"Begitu ya, tapi lain kali kalau bisa kamu hubungin dulu aku ya biar aku nggak pusing cari kamu kemana-mana. Tadi saat di pesta aku udah cari kamu kemana-mana tapi kamu nggak ada jangan buat aku khawatir ya Dimas"
"Iya aku minta maaf, ya udah aku mau istirahat ya aku capek banget. Aku benar-benar capek banget badan aku lemes aku pengen tidur"
Dimas pergi begitu saja ke arah tempat tidur, dia sama sekali tidak mengganti pakaiannya Dimas langsung membaringkan tubuhnya dan menutup kedua bola matanya ingin cepat-cepat tidur. Sedangkan Freya sendiri masih melihat tingkah suaminya yang seperti itu. Parfum ini mengingatkan Freya pada seseorang.
__ADS_1