
Dimas tiba tiba saja merasakan pusing. Dimas rasannya tak kuat menghadapi semua ini. Hidupnya tiba-tiba saja hancur. Dalam sekejap saja hidupnya bisa hancur seperti ini.
"Kenapa hidupku bisa hancur seperti ini. Aku tidak mengharapkan semua ini. Aku tidak mau hancur aku tidak mau semua ini terjadi padaku, aku ingin keluargaku"
Tiba-tiba saja ada yang menabrak Dimas dari belakang, tapi orang itu langsung pergi meninggalkan Dimas begitu saja, kepala Dimas berdarah, Dimas hanya bisa terkapar tak bisa melakukan apa-apa di sini sangat sepi sekali tidak akan ada yang membantunya.
Dimas tiba-tiba mengigat wajah Freya yang begitu kecewa padanya, lalu anaknya ibunya semuanya terngiang-ngiang dalam kepala Dimas, tapi tiba-tiba saja ada wajah Gea juga.
"Dimas apa yang terjadi denganmu aku akan membantumu aku akan membantumu. Kenapa bisa berdarah seperti ini "
Gea langsung berteriak dan meminta bantuan pada siapa saja, Gea tidak menyangka dia akan bisa bertemu dengan Dimas. Padahal dia tadi sedang berjalan untuk pulang tapi malah bertemu dengan Dimas. Tentu saja dia sangat khawatir Gea bahkan sampai menangis dan memangku kepala Dimas yang berdarah itu.
...----------------...
Freya hanya bisa menangis di dalam kamar sendirian. Freya mengurung diri benar-benar mengurung diri. Astuti bersama Irsyad juga ada di ruang tamu mereka juga saling diam tapi air mata mereka terus saja mengalir.
"Nenek kalau aku bersama mama pergi dari sini nenek tidak masalah kan,"
Astuti langsung melihat ke arah cucunya itu "Kenapa kamu harus pergi dari sini, ini adalah rumah kamu kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu. Jangan pernah katakan itu lagi ingat nenek tidak suka "
"Di sini akan sangat banyak kenangan nenek dan ibu pasti akan terus mengingat semuanya. Aku tahu ibu sangat hancur aku juga tahu ibu sangat-sangat sedih dengan apa yang Ayah lakukan, kami berdua harus pergi dari sini. Aku pun sama begitu hancur atas kelakuan Ayah "
__ADS_1
Astuti langsung menggelengkan kepalanya "Tidak kamu tidak boleh kemana-mana, kalian berdua harus tetap di sini nenek tidak akan melepaskan kalian berdua begitu saja "
Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu. Astuti segera berjalan ke arah pintu ternyata itu Dimas yang di papah oleh Gea, tidak ada rasa malu sekali perempuan itu datang ke rumah. Astuti begitu marah sekali.
Setelah Gea mendudukkan Dimas yang masih pusing dan setengah sadar itu, Astuti langsung menarik tangan Gea keluar rumah bahkan Astuti sampai mendorongnya "Masih berani kemari kamu ini, benar-benar tidak tahu malu sekali ya dasar perempuan murahan pergi dari sini. Jangan pernah ada disini pergi kamu aku tak suka melihat wajah polos mu ini, padahal kamu ini berbahaya selalu menusuk temannya dari belakang "
"Aku hanya menolong Dimas saja, tadi dia ada yang menabrak makanya aku mengantarkan dia kemari, aku tidak bermaksud apa-apa. Aku sungguh minta maaf atas apa yang telah aku lakukan "
"Aku tidak peduli apapun yang terjadi dengan Dimas, kamu untuk apa datang ke rumah ini apa kamu tidak malu sudah ditolong, tinggal di sini, rumah dibelikan, tapi kamu masih saja berani mengambil suami Freya otak kamu itu di mana sebenarnya"
Gea malah menangis dimarahi oleh ibunya Dimas "Kamu itu benar-benar perempuan jahat Gea, diberi hati minta jantung benar-benar perempuan tidak tahu diri. Menantuku saja terlalu baik padamu rasanya aku muak melihat wajahmu. Wajah polos mu itu sangat tidak cocok denganmu"
"Seharusnya dari awal Freya itu membiarkanmu saja membusuk bersama ayah tirimu, mau kamu diperlakukan apapun itu oleh Ayah tirimu seharusnya Freya tidak menolongmu. Karena kamu memang tidak pantas untuk ditolong kamu itu hanya memanfaatkan Freya saja. Dari awal aku sudah punya firasat buruk dengan kamu, wajahmu saja yang polos tapi perilakumu bejat sama seperti apa yang pernah tersebar dalam video kamu itu memang perempuan murahan"
Gea mengusap air matanya. Dia berjalan dengan lunglai dan rasanya hancur hidupnya, semua orang mencaci makinya. Semua orang tidak mau mendengarkan apa alasannya melakukan ini kenapa tidak ada yang mengerti dirinya.
Selalu saja masa lalunya yang dibawa-bawa, itu bukan keinginannya. Gea juga tidak mau dijual seperti itu. dia juga tidak mau tiba-tiba videonya tersebar seperti itu.
Kenapa bahagianya hanya sebentar hanya beberapa bulan saja. Kenapa kebahagiaannya itu harus selalu direnggut dengan cepat. Padahal dia ingin bahagia seperti orang lain, apa salah dia ingin merasakan apa yang Freya rasakan disayangi oleh suami, dimanjakan semua apapun dibelikan itu yang ingin dia rasakan, tapi orang-orang malah mencaci makinya seperti ini.
Tiba-tiba ada yang bertepuk tangan "Bagaimana rasanya dihina oleh masyarakat senang, sudah kubilang kan hidupmu tidak akan pernah bahagia kalau tidak denganku Gea. Kamu malah akan menderita "
__ADS_1
Gea menatap Ayah tirinya yang ada di hadapannya. "Hidupku akan terus bahagia malahan aku tidak akan pernah bahagia kalau terus bersamamu, untuk apa lagi kamu menemuiku"
"Aku sama sekali tidak menemuimu jangan terlalu percaya diri, aku hanya kebetulan lewat sini saja ingin melihat kehancuran kalian bertiga, dan aku sudah melihatnya hebat juga kamu Gea bisa menghancurkan rumah tangga sahabatmu sendiri, aku sudah mewanti-wanti Freya kan untuk tidak menolongmu tapi dia dengan bodohnya menolongmu, kamu itu bukan perempuan baik-baik aku sudah berbicara dengannya tapi dia tetap saja menolongmu"
"Stop aku juga menjadi perempuan seperti ini gara-gara kamu, semua ini ulah mu "
"Tidak aku sama sekali tidak membuatmu seperti ini, kamu lupa Ibumu juga pernah merebut seorang laki-laki dari istri sahnya. Mungkin itu turun temurun. Oh ya bagaimana rasanya berhubungan dengan suami orang, apakah dengan yang ini lebih enak apakah dengan yang ini tidak terpaksa. Pasti tidak dong ini kamu berikan dengan gratis "
Gea langsung menarik kemeja Ayah tirinya itu. Gea muak dengan semua kata-katanya. Dia tidak suka terus di sudutkan seperti ini oleh semua orang, semuanya menyudutkan Gea tidak ada yang membelanya satupun tidak ada mereka terus menyalahkan Gea.
"Wow wow sekarang sudah berani ya, seorang Gea berani melakukan ini, hebat sungguh hebat sekali. Aku bangga dengan kemajuanmu ini anakku "
Gea melepaskan cengkeramannya di baju kemeja Ayah tirinya itu. Gea menatap Ayah tirinya itu dengan benci "Aku tidak suka denganmu, aku benci padamu gara-gara dirimu hidupku ini hancur kalau saja aku dulu tidak ikut denganmu mungkin aku sudah bahagia dengan laki-laki lain, aku tidak akan merebut suami Freya aku tidak akan terlena dengan semua ini"
"Jangan pernah menyalahkan takdir, semua itu pilihan Gea kalau kamu memang tahan dan bisa mengendalikan semuanya ini semua tidak akan pernah terjadi. Kamu tidak akan pernah tergoda oleh Dimas dan hubungan ini tidak akan pernah ada. Hanya kamu nya saja yang terlalu lemah dan memang sudah tertarik dengan Dimas dari awal, jadi saat Dimas tertarik padamu bukannya menjauh kamu malah mendekat dan ingin terus bersamanya. Jadi jangan pernah salah kan takdirmu itu, ini hanya tentang dirimu saja yang terlalu gampang untuk didapatkan oleh suami orang lain"
"Sudah cukup aku tidak suka kamu terus berbicara seperti ini"
Gea berjalan meninggalkan Ayah tirinya itu, lagi-lagi air matanya mengalir entah kenapa dia gampang sekali untuk menangis. Sekarang harus bagaimana pulang ke apartemen dan pergi atau tetap diam dan menunggu keputusan Dimas.
Gea juga ingin minta maaf dengan Freya, dia tidak mau tiba-tiba pergi begitu saja tanpa maaf dari Freya kalau misalnya nanti ada apa-apa siapa yang akan menolongnya, hanya Freya saja yang bisa menolongnya.
__ADS_1