Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 122 Entah bagaimana


__ADS_3

Freya datang ke rumah dengan keadaan yang begitu kacau pikirannya benar-benar dibuat kacau oleh neneknya Amar, pernikahan ini akan segera dilaksanakan tapi pilihan itu membuat Freya tidak bisa memilih diantara salah satu itu tidak mungkin Freya mengorbankan salah satunya.


Helena yang melihat ibunya datang langsung memeluknya dengan erat. Freya yang sedang melamun langsung tersadar dan menatap anaknya lalu mengusap rambutnya.


Freya melihat senyum bahagia di wajah Helena, bagaimana kalau nanti Helena hidup tanpa Amar. Apakah Helena akan baik-baik saja, apakah Helena tak akan murung nantinya. Freya begitu memikirkan bagaimana dengan Helena nantinya.


Helena begitu menyayangi Amar, bahkan Helena lebih dekat dengan Amar dibandingkan dengannya. Freya benar-benar ada didalam pilihan yang sangat sulit sekali.


"Mama tidak lupakan besok kita akan pergi bersama ayah, kita sudah janjian akan pergi menonton film bertiga apa Mama tidak lupa aku akan menelpon ayah sekarang. Aku akan memberitahu ayah, takutnya ayah nanti lupa dengan janjinya itu "


Helena sudah berlari akan menelpon ayahnya Amar, tapi Freya segera menahannya "Bagaimana kalau kita jalan-jalan berdua. Mama sudah lama tidak menghabiskan waktu denganmu atau mungkin kita bertiga bersama kakak Irsyad kita pergi jalan-jalan. Kita sudah lama tak menghabiskan waktu "


"Lalu Ayah bagaimana, kita sudah membuat janji kan bersama ayah, tidak mungkin kalau tiba-tiba kita membatalkannya kasihan ayah dia sudah sangat setuju dengan kita yang akan pergi bersama-sama menonton film besok Mama "


"Mama lupa memberitahu kamu kalau Ayah sekarang sedang sibuk, makanya dia tidak bisa menemani kita. Kita jalan bertiga saja bersama kakak bagaimana kamu setuju kan, ayah sedang banyak pekerjaan kasian dia kalau terus kita ganggu "


"Baiklah aku setuju, nanti kita bisa jalan-jalan bersama ayah "


Helena segera berlari ke arah kamarnya setelah tadi melepaskan pelukan dari mamanya. Helena lebih baik bermain dulu saja dengan boneka dari ayahnya yang sangat besar dan empuk sekali.


Freya menghembuskan nafasnya, dia tenang kalau anaknya sekarang tidak merengek untuk menelpon Amar atau besok pergi dengan Amar. Masalah ini sangat besar Amar tidak mungkin menemuinya. Amar pasti sedang berbicara dengan keluarganya itu.


Freya duduk diikuti oleh Astuti "Bagaimana apa keputusannya, apakah semuanya baik-baik saja Freya, mama dari tadi terus saja kefikiran "

__ADS_1


Freya malah menangis. Astuti makin bersalah saja ini juga gara-garanya "Ada apa kenapa, ceritakan pada Mama, apa yang terjadi Freya"


"Aku sangat bingung sekali bagaimana dengan neneknya Amar, aku harus memilih, aku tidak bisa. Kenapa dia begitu keras kepala kalau dia sudah menerima kenapa sekarang dia menjadi ragu hanya karena Dimas datang kemari, padahal aku sudah menjelaskan segalanya tapi kenyataannya apa dia tak mau tahu dengan semua itu "


"Mama yakin pasti Amar akan memperjuangkan kamu, Amar pasti akan mengatur semuanya dan kalian pasti akan cepat menikah kalian pasti akan bersama. Amar itu sangat mencintai kamu Freya, kalian tak akan bisa terpisahkan "


"Mustahil mah, itu tidak akan pernah terjadi neneknya Amar itu sangat keras sekali dia benar-benar ingin Amar dengan aku tidak ada hubungan lagi. Dia memang ingin menghancurkan aku mah, dia tidak mau kalau cucunya menikah dengan aku perempuan yang sudah mempunyai anak"


"Mama yakin Amar akan mengurus semuanya, dia akan terus berjuang untuk kamu Freya. Dimas sudah mengejar kamu selama ini, mana mungkin dia langsung meninggalkan kamu kan "


Astuti memeluk tubuh Freya dengan erat. Kenapa juga neneknya Amar harus datang kalau saja dia tidak datang mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Semuanya akan segera dilaksanakan pernikahan tanggal sudah ditentukan masa tiba-tiba akan batal begitu saja.


...----------------...


"Masalah apa sih mah, kalau boleh tahu Dimas itu masalah apa siapa tahu Dimas bisa bantu, disini kan ga ada laki-laki dewasa nya Dimas pasti bisa kok menyelesaikan semuanya "


"Udahlah Dimas kamu kan bukan lagi bagian dari keluarga ini. Mama tidak mau kamu ikut dalam permasalahan ini, biarkan semua ini diselesaikan oleh Mama dan juga Freya. Kamu pulang urus istri kamu itu dia pasti akan banyak bertanya ke mana kamu "


"Tapi kan Dimas masih anak Mama, kenapa Mama tiba-tiba berbicara seperti itu. Bukannya kita akan saling memaafkan Ma"


"Iya kita akan saling memaafkan, tapi sekarang bukan waktunya kita untuk bicara nanti akan ada saatnya kita bicara berdua. Sekarang biarkan Mama mengurus semua masalah kamu ga usah ikut campur kamu nggak tahu masalah ini"


Dimas yang tak mau memaksa mamanya akhirnya hanya diam saja. Dimas juga tak mau tiba-tiba Mamanya mengusirnya dan tak jadi berhubungan lagi, Dimas kan ingin mendekati Freya lagi.

__ADS_1


"Freya sudah pulang mah "


"Udah mau apa kamu tanya Freya, dia udah pulang dari tadi "


"Engga aku cuman tanya aja kenapa rumah sepi sekali begitu Ma, ga ada maksud apa-apa kok. Aku hanya ingin tahu saja "


"Ya udah Mama mau masuk dulu, kamu pulang aja dulu nanti mama telfon kamu kalau mau ketemu dan kamu juga jangan banyak kesini ya kita nanti ketemuan di tempat lain aja "


"Kenapa mah, tadi mama ga larang tapi sekarang tiba-tiba aja larang Dimas untuk datang kemari, Dimas juga ga akan lakuin apa-apa kok disini "


"Ya intinya kamu jangan kesini aja. Nanti mama yang akan tentuin tempatnya di mana. Jadi kamu ngerti kan nggak usah terus mama jelasin. Apa alasannya, kalau kamu ingin baik-baik aja dengan mama kembali seperti semula maka ikuti kata-kata Mama ini"


"Iya iya Mama ini kenapa sih emosian terus, besar banget ya masalahnya sampai-sampai mama takut banget"


"Dimas "


"Iya Dimas ga akan tanya lagi"


Dimas langsung saja pergi meninggalkan Mamanya itu, tidak mendapatkan apa-apa ya sudahlah nanti juga mamanya akan keceplosan, dan berbicara apa yang terjadi sebenarnya.


Dimas tak sabar menunggu hal itu, pasti ini bersangkutan dengan Freya dan juga Amar.


Astuti sendiri yang sudah melihat anaknya pergi langsung saja pergi masuk kedalam rumah. Ingin menemui Freya lagi, Astuti juga binggung harus melakukan apa, sedangkan Freya tak berbicara apa yang dibicarakan oleh neneknya Amar itu. Freya seperti menyembunyikannya saja padannya.

__ADS_1


__ADS_2