
Dimas saat ini hanya dimana saja, pandangan Dimas terus saja terarah ku pada anaknya yang sedang menyusu.
"Dimas mama akan pulang, mama doakan kamu akan selalu baik-baik saja mama tak bisa terlalu lama disini, kamu baik-baik yang disini "
"Kenapa ma kita tidak satu rumah, seharusnya mama dan aku satu atap lagi seperti dulu "
"Tak masalah Dimas, mama pulang dulu ya. Kamu bersama Gea diam saja dirumah, mama mau pulang dulu banyak yang akan Mama urus"
Dimas menganggukan kepalanya, mama Astuti bergegas membereskan barang-barangnya. Mama Astuti tidak mau sampai menginap dan tidur disini mama Astuti tidak mau sampai dipusingkan juga dengan pertengkaran mereka berdua.
Mama Astuti pulang dengan tenang karena anaknya sudah baik-baik saja. Mama Astuti juga ingin berbicara dengan Freya, Kenapa Freya begitu kasar tadi.
Sedangkan didalam mobil Helena begitu binggung dengan tingkah Ayahnya yang hanya diam saja, biasannya ayahnya akan berbicara dengan mamanya atau dengan dirinya ini.
"Ayah apakah kamu baik baik saja "
__ADS_1
Amar sebentar menatap anaknya yang duduk dibelakang, tapi Amar kembali fokus lagi menyetir dan menjawab pertanyaan anaknya ini.
"Ya ayah baik-baik saja sayang, kenapa kamu bertanya seperti itu "
"Emm, karena ayah dari tadi diam saja aku begitu khawatir melihatnya. Biasannya ayah tak seperti ini, apakah ayah tadi bertengkar "
"Ayah baik baik saja dan ayah juga tak bertengkar. Ayah hanya sedang fokus menyetir sayang "
"Tapi aku tadi melihat ayah seperti marah-marah pada paman Dimas, wajah kalian begitu menyeramkan tadi, kalian saling tatap dengan wajah yang begitu tegang"
"Hemm begitu ya, aku kira kalian bertengkar karena kalian tadi seperti bertengkar. Aku tak berani mendekati kalian, aku begitu takut Ayah "
"Kami baik-baik saja "
"Hemm, baiklah Ayah kalau kalian baik-baik saja aku tenang mendengar semua ini "
__ADS_1
Amar hanya menganggukan kepalanya, sedangkan Freya yang dari tadi duduk disamping suaminya mengusap tangan suaminya.
Amar tentu saja langsung menatap sang istri. Amar melihat istrinya yang tersenyum pada dirinya.
"Kamu jangan marah lagi ya karena aku akan tetap ada di samping kamu aku tidak akan pernah pergi, dan aku juga tidak akan pernah tergoda dengan tawaran apapun, jadi jangan pernah takut aku tidak mau melihat kamu bertengkar lagi seperti tadi" bisik Freya.
Freya dari tadi begitu ketakutan, saat melihat suaminya yang begitu marah dan berkelahi dengan Dimas. Freya takut suaminya akan kenapa-napa.
Pasti di rumah sekarang mama Astuti akan banyak bertanya pada Freya, di rumah mama Astuti akan menanyakan banyak hal padanya. Freya yakin itu Mama Astuti tidak akan tinggal diam apalagi anaknya tadi sampai dipukul begitu.
"Iya sayang, aku percaya dengan kamu. Kamu tak akan mungkin ninggalin aku, aku yakin kamu akan selalu ada disamping aku, kamu tak akan pergi kemana-mana "
Amar juga memasang senyum manisnya itu, Amar tak mau membuat istrinya khawatir dengan keadaannya ini. Amar hanya marah dan kesal pada Dimas bukan berati Amar akan melampiaskan semuanya pada anak dan juga istirnya.
Freya menganggukan kepalanya dan mempererat pegangannya pada suaminya. Freya bahagia sekali suaminya bisa tenang seperti ini dan tak marah padannya.
__ADS_1