Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 111 Kehamilan Gea


__ADS_3

Dimas yang baru pulang dikagetkan dengan Gea yang tiba-tiba saja memeluknya "Dimas aku punya kabar bahagia lihatlah ini" sambil memperlihatkan testpack ke arah Dimas, Gea begitu bahagia saat memberitahu Dimas.


Dimas mengambil testpack itu dan menatap kembali Gea" Tapi kamu yakin kamu hamil, kamu lagi nggak bohongin aku kan. Kamu lagi ga buat masalahkan sama aku Gea, jangan buat aku marah nanti sama kamu cuman gara-gara ini "


"Enggak aku lagi nggak bohongin kamu, buat apa aku bohong aku benar-benar hamil kamu nggak percaya kalau aku hamil, kamu ga percaya gitu sama istri kamu sendiri. Kenapa sih Dimas kamu ini malah jadi kayak gini. Aku marah sama kamu "


Gea melipat tangannya dengan kesal, Gea padahal sedang memberi kabar baik tapi suaminya malah seperti ini. Tadinya Gea mau pura-pura hamil tapi malah jadi kenyataan ini adalah kabar yang membuatnya bahagia kan.


"Ya sudah kita cek kerumah sakit sekarang, aku ingin yang lebih akurat saja, takutnya kamu salah Gea "


"Baik ayo, siapa takut aku akan mengeceknya dan memperlihatkannya padamu kalau aku ini benar-benar hamil untuk apa juga aku berbohong padamu, seharusnya kamu senang loh Dimas, aku hamil dan kamu akan punya anak, tapi respon kamu malah biasa aja kayak gini "


Dimas malah duduk dan menatap istrinya Gea dengan lekat, Dimas masih tak percaya saja apakah benar Gea ini sedang hamil. Mereka sudah menunggu selama 7 tahun lamanya tapi baru sekarang dan saat Dimas akan menceraikan Gea, aneh saja kan.


Apakah benar Gea hamil olehnya, takutnya Gea selingkuh darinya kan dan yang ada didalam kandungannya itu anak orang lain.


"Apa sih yang sedang kamu fikirkan Dimas, ayo aku sudah siap untuk kita pergi kedokter tapi kamu malah duduk seperti itu. Kamu pasti tak mengharapkan anak ini ya, makannya kamu malah diam seperti itu "


"Tapi kita pergi ke tempat temanku bekerja, dokternya adalah temanku. Aku sangat mengharapkan buah hati dari kamu, jangan berbicara sembarangan Gea. Dia adalah rezeki dari Allah mana mungkin aku tak mengharapkannya " ini adalah satu-satunya cara untuk Dimas percaya, Dimas tak mau dibohongi lagi oleh Gea. Gea benar-benar sudah memecahkan kepercayaannya.


Dimas sudah tak percaya lagi dengan semua kata-kata dari istrinya ini. Istrinya sudah membuat dirinya kecewa terlalu dalam.


"Baiklah kenapa tidak, aku mau-mau saja aku tak akan menolaknya siapa takut. Aku tak pernah takut mau dokter yang mana pun aku siap, karena memang aku benar-benar sedang mengandung. Untuk apa juga aku bohong padamu Dimas, aku tak selicik itu ya"


"Baiklah segera bersiap, ganti pakaian mu jangan yang itu aku tidak suka, pakai pakaian yang lebih sopan seperti Freya yang selalu menutup tubuhnya dengan pakaian tertutup, hanya dirumah saja dia memakai pakaian terbuka" lagi-lagi Dimas jadi membandingkan.


Dimas masuk kedalam kamar dengan lunglai, ingin hati menceraikannya tapi malah seperti ini. Kenapa coba bisa kebablasan sampai hamil seperti ini. Dimas benar-benar tidak mau dengan Gea lagi, dia sudah membuat dimas kecewa.


"Sayang menurutmu bagus yang mana " Gea meminta pendapat pada suaminya yang hanya diam saja, Gea mendekatinya dan memukul tantangnya. Meskipun tadi sempat dibandingkan tapi Gea tak peduli yang terpenting apa suaminya tak menceraikan dirinya.


"Kamu ini gimana sih aku tuh minta pendapat sama kamu bagus yang mana pakaiannya, aku harus pakai yang mana, apakah ini sudah tertutup seperti apa yang kamu mau Dimas "


"Biasanya juga kamu nggak minta pendapat aku p,akai aja yang mana yang terpenting tertutup saja, kita pergi ke rumah sakit dan kita lihat kandungan kamu. Aku sudah sangat penasaran sekali "


"Kamu itu kayak yang nggak percaya sama aku, kamu tuh seperti anggap aku bohong sampai-sampai kamu seperti itu, menyebalkan sekali tahu kamu ini Dimas";


"Apa kamu akan terus protes seperti ini, aku tidak mau kita bertengkar. Hanya akan pergi ke rumah sakit saja cepatlah, jangan banyak drama yang kamu buat "

__ADS_1


Gea mengambil salah satu pakaian dengan kasar, lalu dia memakainya di hadapan Dimas tapi Dimas masih saja acuh dan tak menghiraukannya. Gea sungguh curiga dengan isi kepala Dimas.


Pasti dalam kepala Dimas itu banyak sekali rencana rencana yang ingin menghancurkannya seperti mungkin menceraikannya, tapi tenang saja semua itu tak akan pernah terjadi.


Karena sekarang Gea sedang mengandung, jadi Dimas tak akan bisa pergi kemana pun. Gea akan menghancurkan setiap apa yang akan Dimas lakukan. Gea akan kembali menghasut suaminya itu agar benci pada Freya.


Sekarang ancamannya bukan anaknya Dimas saja, tapi Freya juga. Suaminya ini sepertinya ingin kembali pada masa lalunya. Gea tak akan membiarkan semua itu terjadi. Enak saja kalau sampai itu terjadi.


...----------------...


Saat di rumah sakit semuanya sudah dicek dan benar Gea sudah mengandung baru 2 bulan, tapi Gea tidak merasakan kalau dirinya sudah mengandung. Padahal Gea sudah datang ke sana kemari. Pokoknya Gea lelah sekali tapi untungnya kandungannya bertahan dan ini membuatnya mempunyai senjata agar terus mengikat Dimas.


Berarti mulai sekarang Gea tak boleh stres, tapi Gea harus memikirkan alasan agar suaminya tetap memanjakannya dan mau membelikan apapun yang Gea mau.


Setelah keluar dari rumah sakit Gea makin manja pada suaminya itu "Aku ingin makan sesuatu. Berikan aku makanan yang enak apa kamu tidak kasihan dengan anak yang ada di perutku ini. Dia kelaparan dia ingin makan, kita juga sudah lama tak makan, makanan enak kapan lagi kan, sekalian untuk merayakan kehamilan aku ini Dimas "


"Kamu mau makan apa, kita cari sekarang juga " jawab Dimas dengan suara yang begitu lesu.


"Makanan yang enak. Memangnya kamu sudah gajian, tapi kalau sudah gajihan kenapa kamu tak membagi uangnya dengan aku. Seharusnya aku yang memegang semua yang kamu Dimas, agar tak kamu gunakan untuk hal yang aneh-aneh "


"Ga cuman aku diberi pinjam oleh Jordi uang pegangan untuk sehari-hari nanti saat gajihan aku akan menggantinya, ini juga untuk makan kita. Untuk yang sekarang biar aku dulu saja yang mengatur nanti kalau sudah gajih full baru kamu "


Dimas hanya menganggukkan kepalanya saja, mereka benar-benar pergi ke sebuah restoran, Dimas tidak memesan apa-apa hanya diam saja, yang memesan Gea. Gea banyak memesan berbagai macam makanan Dimas hanya menatap istrinya yang lahap makan.


"Apa kamu tidak mau ini, aku suapi biasanya juga kamu mau kalau aku suapi, kamu juga akan lahap makannya. Ayo buka mulutmu sayang buka yang lebar "sambil mengacungkan sendoknya yang berisi makanan ke arah Dimas, tapi dengan tangannya Dimas mendorong dengan perlahan. Dimas benar-benar tak mau makan.


"Tidak kamu saja yang makan, aku sedang tidak berselera makan kamu saja habiskan semuanya. Bukannya kamu yang mau kan aku sedang tidak mau makan apa-apa, nanti aku makan dirumah saja, yang ada dirumah nanti aku makan. Sekarang kamu saja yang makan. Buat perutmu itu kenyang Gea "


Gea menyimpan sendok dan juga garpunya begitu saja, lalu cemberut ke arah suaminya" Kamu ini kenapa sih kamu nggak bersyukur ya aku mengandung, aku lagi hamil kamu nggak suka ya keadaan aku kayak gini, kamu cuman mau anak dari Freya saja kan, tidak mau dari aku, aku yakin saat dulu Freya mengandung kamu sangat memanjakannya. Aku juga dimanjakan oleh suamiku aku sendiri "


Dimas yang sedang lelah dengan pekerjaan dan juga pikirannya menyadarkan badannya di kursi. Kenapa sih harus ada pertengkaran, padahal tinggal makan apa susahnya sih. Kenapa para perempuan itu menyulitkan diri sendiri.


"Tolong jangan buat masalah dan jangan bertengkar di tempat umum seperti ini. Aku senang kamu mengandung, aku sedang lelah aku ingin istirahat kamu tahu kan aku bekerja hampir 24 jam jadi makanlah dengan lahap. Aku sedang tidak mau makan nanti juga kalau aku mau makan aku pasti akan makan, ayo cepat habiskan aku ingin cepat-cepat istirahat Gea, aku nanti pagi harus bekerja lagi "


"Tapi sikapmu ini mencerminkan kalau kamu tidak mau aku mengandung anakmu, sungguh aku kesal dengan kamu Dimas, seharusnya kamu itu senang tersenyum bukannya seperti itu, kamu seperti tak ada respon apa-apa. Kamu benar-benar membuat aku kecewa tahu dengan sikap kamu itu "


"Kamu seharusnya mencium aku saat tahu aku mengandung, lalu kamu juga mengendong aku, seharusnya banyak yang kamu lakukan untuk aku. Tapi ini kamu malah diam saja seperti semuanya tak terjadi apa-apa, seperti hal ini menurut kamu biasa saja, sungguh menyebalkan sekali tahu"

__ADS_1


"Gea mau tetap makan atau kita pulang, aku bisa saja langsung menyeret kamu pergi dari sini. Jangan terus sulut emosi aku ini, aku bukanlah orang yang sabar dalam menghadapi sikap kamu itu "


"Baiklah aku masih mau makan aku tidak mau kemana-mana, kamu juga jangan terus mikirin Freya dia itu mau nikah sama Amar, mereka berdua itu mau bahagia, ya kita kita ya mereka mereka. Jadi kamu nggak usah mikirin dia. Kalau kamu mau temuin Helena ajak aku, siapa tahu aku bisa membujuk hati anak kecil itu, aku akan mencoba untuk meluluhkan hati Helena, aku yakin dia akan suka dengan aku. Ayahnya saja bisa suka dengan aku apalagi anaknya"


"Yah nanti saja, aku juga harus dapetin hati Helena dulu dia nggak akan mungkin terima aku saat ada Amar. Amar sudah dianggap Helena sebagai ayahnya sendiri, jadi aku tidak mungkin bisa masuk begitu saja ke dalam ke kehidupan anak itu aku harus berjuang lebih keras lagi. Aku tak bisa gegabah apalagi ada Irsyad yang sangat membenci aku, dia pasti akan melakukan berbagai cara untuk menjauhkan aku dari adiknya itu "


"Tapi kalaupun kamu tidak mendapatkan Helena. Aku sedang mengandung kan ada bayi dalam perutku ini jadi kamu tidak usah khawatir, ada gantinya tenang saja, anak ini akan menerima kamu dan tak akan membuat kamu pusing sayang "


"Iya iya iya ayo habiskan semua makanannya, kita harus segera pulang Gea "


Gea kembali menyantap makanannya, sedangkan Dimas kembali melamun Dimas yang akan mengejar Freya semuanya harus putus saat mendengar Gea sedang mengandung seperti ini.


Gea pasti akan melakukan berbagai macam hal untuk menggagalkan semuanya, padahal Dimas sudah menyiapkan surat cerainya, sudah menghubungi pengacaranya untuk mengurus semuanya dan Dimas juga sudah menyiapkan sebuah harta untuk Gea nantinya.


Ya meskipun tak seberapa, tapi bisa mengganti semua perhiasan yang pernah Gea jual untuk hidup mereka. Dimas sudah meminjam uang pada Jordi, dan akan dicicil.


Tapi semuanya malah kacau, keadaan Gea yang hamil seperti ini tidak mungkin Dimas menceraikannya kan Gea. Baru setelah anak ini lahir bisa, tapi apakah nanti Freya akan mau mengurus anak Gea.


Karena Dimas sudah tidak betah dengan Gea. Dimas sudah muak dengannya, Dimas tidak mau satu atap lagi dengan perempuan seperti Gea, pembohong dan Gea juga sudah dipakai oleh berbagai macam pria.


Seharusnya dari awal Dimas itu sadar, Gea itu sudah dijual oleh ayahnya pada banyak pria, seharusnya Dimas tidak suka jijik. Tapi waktu itu Dimas mau saja kenapa juga pikirannya waktu itu pendek sekali.


Sampai tidak berpikir ke arah bagaimana kalau Gea mempunyai penyakit dan menular padanya, sungguh Dimas yang dulu memang bodoh Dimas yang dulu memang sudah dibutakan dengan cinta, Dimas padahal sudah punya istri tapi dirinya malah melakukan hal seperti itu.


Memang saat sedang dimasa jaya godaan adalah seorang perempuan, seharusnya Dimas bisa tahan tapi ini malah tergoda begitu saja.


Andai semuanya bisa diulang mungkin Dimas tidak akan pernah mau disuruh untuk membantu Gea oleh Freya, tidak mau memakan masakan dari Gea, membantah semua pujian-pujian dari istrinya mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi kan.


"Halo Dimas kamu ini kenapa, aku sudah selesai makan apa kamu mau menginap di sini. Ayo pulang katanya kamu mau istirahat, tapi sekarang malah betah "


Dimas mengusap wajahnya dengan lelah, dia menganggukan kepalanya dan mengambil tas kerjanya, Dimas seharusnya menyimpan tas kerjanya tadi tapi malah membawanya juga, karena fikirannya sedang kacau seperti ini "Baiklah maaf aku sedang banyak pikiran, kita pulang "


"Iya aku tahu laki-laki yang sedang banyak pikiran, memikirkan mantan istrinya itu. Aku tidak suka ya kalau kamu terus memikirkan Freya apalagi sampai nanti malam kamu memimpikan perempuan itu. Aku tidak terima, akan aku langsung pukul kamu "


"Kita pulang"


"Tentu pulang memang kita mau menginap di sini. Kamu bayar dulu aja sana "

__ADS_1


Dimas menganggukan kepalanya, dia pergi ke kasir dan tak lama kembali, Dimas kembali lagi ke arah istrinya Gea langsung menggandeng tangan suaminya, meski Dimas ingin melepaskannya tapi Gea tidak akan pernah melepaskan pegangan tangannya itu. Harus terus seperti ini.


__ADS_2