
Freya dan keluarganya yang baru saja akan makan mendengar teriakan itu, tentu saja Freya kaget ada apa ini kenapa tiba-tiba ada pertengkaran. Tadi baik-baik saja tapi sekarang sepertinya sedang kacau sekali.
Freya melongok sedikit dan melihat kalau Gea sedang menunjuk-nunjuk seorang pelayan. Freya yang memang sangat kasihan dengan pelayan itu segera menghampiri mereka, pelayan itu sudah sangat ketakutan sekali.
Kalau melihat orang yang ditindas seperti ini Freya kadang tak bisa diam, pasti Freya akan selalu membelanya apalagi kalau dia tak salah dan sudah minta maaf juga seharusnya sudah dimaafkan.
"Ada apa ini "tanya Freya dengan baik-baik
Gea yang memang sedang marah dan kesal sekali dengan pelayan ini langsung menatap Freya dengan sangat benci, Gea tak ada santai-santainya sama sekali.
"Mau apa kamu ke sini, tidak usah ikut campur ini masalahku dan juga pelayan ini. Kembalilah pada mejamu sendiri, kamu tak tahu apa-apa jangan selalu ikut campur kalau orang sedang ada masalah "
"Kenapa kamu kasar sekali, hanya masalah kecil kan yang terjadi kenapa harus memarahi pelayan ini dengan habis-habisan seperti itu. Bukannya dia sudah minta maaf padamu, aku mendengar tadi semuanya kalau dia sudah meminta maaf beberapa kali sama kamu "
"Tidak cukup, tidak cukup hanya minta maaf saja dia itu harus mengganti pakaianku, lihat kotor. Aku baru saja sampai di sini tapi dia sudah menyiram aku dengan sebuah sop memangnya aku ini apa, aku ini adalah seorang pembeli seharusnya aku ini dilayani dengan baik "
"Sepertinya semuanya bisa dibicarakan baik-baik, kenapa harus dibesar-besarkan seperti ini apa kamu tidak malu lihat orang-orang yang ada di sini sedang makan, risih dengan kamu yang berteriak dari tadi Gea. Bahkan aku pun yang ada di ujung sana risih mendengar kamu terus berteriak seperti itu. Kamu ini seperti tidak punya sopan saja Gea, berhenti dan nikmati makanan kamu ini "
Gea langsung melipat tangannya dan menata Freya dari atas sampai bawah lalu menatap suaminya juga "Atau mungkin kalian berdua ini memang sudah sekongkol ya ingin bertemu di sini dan pelayanan ini adalah suruhan kalian berdua untuk menumpahkan sup ini di pakaianku dan kalian bisa menghabiskan waktu berdua kan. Iya kan jujur padaku pasti kalian berdua punya hubungan, pasti kalian sudah menyembunyikan sesuatu dibelakang aku "
"Gea Kamu ini bicara apa sih, jangan asal bicara mana buktinya" ucap Dimas dengan pelan, tiba-tiba merambat ke sana aneh sekali Gea ini.
__ADS_1
"Kenapa yang aku katakan benar kan, kalian berdua ini memang ingin bertemu, kalian ini kan keluarga yang bahagia apalagi di sini ada Helena, Irsyad, Mama kalian ini memang ingin berkumpul kan tanpa aku, kalian ini memang sudah merencanakan semua ini. Aku yakin itu, tebakan aku ini tak akan mungkin salah "
Freya yang sudah muak dengan pertengkarannya dengan Gea hanya bisa menghela nafasnya dan mencoba untuk sabar saja. Kenapa pikiran Gea harus sampai ke sana padahal Freya sama sekali tidak tahu kalau Dimas akan pergi ke sini ke tempat ini.
"Aku tidak pernah tahu kalau kalian akan pergi ke restoran ini, kalau aku tahu mungkin aku akan mencari restoran yang lain bersama mama. Jangan asal bicara Gea, kamu juga jangan asal nuduh suami kamu kayak gitu. Memangnya ada bukti kalau aku dan Dimas akan bertemu dan berkumpul keluarga. Memangnya anakku Irsyad mau bersama Dimas, tentu saja dia tak akan pernah mau"
"Kalian ini kan punya 1000 akal untuk membohongi aku, aku yakin kalian ini sudah merencanakan sesuatu, rencana yang sangat besar sekali dan bahkan kalian juga pasti ingin menyingkirkan aku kan dari hidup kalian berdua. Aku tahu aku ini tidak punya pekerjaan. Aku ini bukan sepertimu Freya yang bisa segalanya bahkan mandiri, aku ini memang tidak bisa melakukan apa-apa tidak sepertimu yang hebat. Kamu ini kan bisa segalanya sedangkan aku sama sekali tidak bisa "
"Kenapa malah jadi membahas ke sana, aku hanya ingin menyuruhmu untuk diam dan membicarakan masalah ini dengan baik-baik. Pelayanan ini juga sudah minta maaf kan padamu beberapa kali, ini hanyalah sebuah pakaian dan kamu bisa membersihkannya di kamar mandi memakai tisu, ini masih bisa dibersihkan dan kamu masih bisa makan enak di sini. Tak usah sampai marah-marah dan menganggu pengunjung yang lain, kamu ini berisik sekali tahu "
"Kenapa aku tidak boleh membesar-besarkan masalah kecil, terserah aku lah, ini adalah hidupku mau aku memaafkan dia atau tidak ini adalah urusan ku. Kamu saja susah kan memaafkan aku, jadi jangan menceramahi orang kalau kamu sendiri masih belum bisa memaafkan kesalahan aku ini "
Freya langsung melangkah pergi dari sana. Tapi ucapan Gea ada yang menyenggol Freya, sampai-sampai Freya harus membalikkan badannya lagi dan menatap Gea. Memang Gea ini ingin membuat masalah lagi dengannya.
"Seharusnya kamu tidak berbicara seperti itu Gea, aku di sini yang kamu sakitin, bukan kamu yang aku sakitin. Seharusnya kamu sadar diri, seharusnya kamu itu malu dengan apa yang pernah kamu lakuin sekarang dengan tanpa bukti kamu nuduh aku gitu aja, kalau aku selingkuh sama Dimas memangnya aku mau balik sama Dimas gila aja kalau sampai aku balik lagi sama mantan suami yang pernah aku ceraikan untuk apa, kalau aku mau itu mungkin dari dulu aku sudah mempertahankannya, aku tak akan pernah mengambil sesuatu yang sudah aku buang ingat itu "
Saat Gea akan berbicara Dimas langsung membekap mulut istrinya itu. Lalu Dimas meminta maaf pada pelayan itu atas sikap istrinya yang seperti ini. Dimas langsung membawa Gea keluar dari restoran.
Sedangkan Freya sendiri kembali pada mejanya dan menatap keluarganya yang juga kesal dengan tingkah Gea yang seperti itu, Gea benar-benar sudah membuat semua orang kesal dengan tingkahnya itu.
Banyak yang berbisik-bisik di sana, masalahnya restoran ini banyak sekali orang yang datang dan Gea berteriak-teriak dengan suara yang sangat kencang dan mungkin bisa saja terdengar sampai luar. Itu sangat menganggu sekali kan.
__ADS_1
"Freya ayo cepat duduk kita kan di sini mau makan, ayo biarkan saja dia saja sudah pergi. Kenapa juga kita bisa bertemu ya dengan Gea "
"Rasanya aku sudah tidak mau makan lagi Mah, sudah tidak enak saja sudah mendengar kata-kata dari perempuan itu. Kenapa juga kita bisa satu restoran dengannya" Freya juga sampai binggung kenapa bisa sama restorannya dari sekian banyak restoran.
"Yang sabar, yang sabar ya, ayo makan lagi sayang kita udah pesen banyak makanan loh"
Freya hanya bisa menganggukkan kepalanya. Freya melihat Irsyad dan juga Helena yang terlihat tegang. Freya mencoba untuk tersenyum di depan anak-anaknya, Freya tak mau membuat anak-anaknya malah takut, terutama Helena.
"Emm, baiklah ayo kita makan sekarang maaf ya tadi mama malah ikut campur ke sana soalnya Mama sangat terganggu sekali dengan suara teriakannya itu, sampai-sampai mengganggu kita di sini ayo makanan kita sudah sampai sekarang kita tinggal makan saja. Semuanya juga sudah disiapkan "
"Iya mah ga masalah, yang terpenting Mama ga usah urusan lagi deh sama tante Gea. Irsyad kalau ga banyak orang mungkin Irsyad yang akan maju karena memang Irsyad juga di sini terganggu dengan teriakannya. Tapi ya udahlah dia udah pergi sekarang dan kita bisa melanjutkan makan malam ini, kita nggak akan pulang kan mah dengan perut kosong hanya karena tingkah mereka berdua saja "
"Enggak dong Irsyad masa sih makan malam kita akan hancur karena sebuah pertengkaran kecil seperti tadi. Mereka juga udah pergi kan kita tinggal makan aja. Mama juga sayang kalau harus tinggalin makanan ini "
Irsyad tersenyum senang, sebenarnya Irsyad juga tadi kesal saat melihat ada wajah ayahnya dan dan juga perempuan itu. Kenapa juga harus satu restoran apakah dunia ini sangat kecil sampai-sampai mereka harus makan di tempat yang sama.
Ya meskipun meja mereka berbeda tapi tetap saja suasananya menjadi tidak enak, seperti ada yang ingin meledak-ledak saja dalam diri Irsyad ini saat melihat wajah ayahnya dan juga perempuan itu.
Irsyad sangat marah sekali, kemarahannya tidak bisa dipendam begitu saja ya maksudnya Irsyad selalu saja meledak kalau melihat orangnya langsung. Irsyad masih saja menyimpan rasa marah itu, Irsyad benar-benar tak bisa melupakan segalanya sampai kapan pun itu.
Meskipun sudah beberapa tahu berobat tapi tetap saja hasilnya belum terlihat, atau mungkin karena Irsyad belum merelakan semuanya saja makannya seperti ini.
__ADS_1