
Dimas pulang dengan lunglai, Gea yang baru saja selesai memasak tentu saja kaget melihat suaminya tiba-tiba pulang dan masih siang dan keadaannya seperti itu.
Gea begitu khawatir dengan keadaan suaminya ini, takut suaminya kenapa-kenapa atau sampai dipecat dari pekerjaannya.
Gea segera menghampirinya dan menepuk bahunya "Ada apa Dimas. Sepertinya kamu sedang sangat terpukul sekali, apa ada yang terjadi, coba kamu ceritakan padaku. Siapa tahu aku bisa membantunya Dimas, jangan memendamnya sendirian "
Dimas malah menangis, Dimas benar-benar menangis di hadapan istrinya. Dimas menyesal atas apa yang telah terjadi dengan kehidupan Freya, Dimas merasa kalau dirinyalah yang sudah menghancurkan segalanya.
Dimas tak kuat saat mendengar Freya menangis dan berbicara seperti itu. Kalau saja Dimas tadi tidak mendengar kata-kata dari telepon. Mungkin Dimas sekarang akan merasa kalau dirinya lah yang disakiti tapi ternyata yang paling sakit adalah Freya.
Freya disini yang paling terluka, apalagi Helena mengatakan sesuatu yang membuat Freya sakit. Helena kehilangan seorang ayah karena keegoisan dirinya ini.
"Ada apa dengan kamu ini, kenapa tiba-tiba menangis seperti ini jelaskan padaku. Aku tidak akan tahu apa yang terjadi dengan kamu Dimas, jangan menangis seperti ini dan jangan buat aku khawatir. Aku sangat ketakutan sekali kalau kamu seperti ini tahu "
"Aku sudah membuat Freya hancur. Aku sudah membuatnya seperti itu, seharusnya aku tidak kembali lagi seharusnya aku tidak pantas menemuinya lagi. Aku seharusnya tak ikut campur lagi dalam keluarga itu"
"Maksud kamu bagaimana, apa sih Dimas kenapa jadi bawa-bawa Freya, kenapa bawa bawa perempuan itu Dimas. Aku tidak suka dengannya jangan bawa-bawa nama Freya lagi. Aku muak mendengarnya, jangan bicarakan Freya dengan aku "
"Sudahlah kamu memang tidak akan mengerti, kamu ini memang tidak pernah mengerti perasaan aku Gea. Aju salah karena dulu telah menyakiti Freya. Aku adalah laki-laki yang tidak berguna, aku adalah laki-laki jahat yang meninggalkan istriku sendiri demi perempuan lain. Apalagi Freya sedang mengandung anakku "
Gea yang dibentuk seperti itu seperti biasa langsung menangis, Gea mundur dan menjauhi suaminya "Kenapa sih kamu menyesal ya menikah denganku, kamu tak bersyukur menikah dengan aku Dimas. Kamu jahat sekali padaku tak memikirkan bagaimana perasaan aku ini "
Dimas menghapus air matanya, lalu menatap istrinya yang menangis. Dimas tidak mau berbicara banyak dengan Gea lebih baik dia masuk ke dalam kamar saja.
Kalau berbicara dengan istrinya, malah pertengkaran yang akan terjadi. Bukan ada solusi malah akan ada bencana nantinya. Dimas sedang tak mau bertengkar dengan istrinya ini.
__ADS_1
...---------------...
Freya yang akan pulang ke rumah melihat Amar berdiri tak jauh di mobilnya. Freya tidak mau berurusan dengan Amar lagi. Sudah cukup semuanya.
Freya segera mengambil kunci mobilnya dan akan membukanya, tapi tiba-tiba ada anak perempuan sambil membawa sebuah kertas dan tulisannya itu.
'Maafkan aku, mau kan kamu menikah denganku. Kita akan menjadi keluarga yang bahagia, terimalah aku Freya'
Freya menatap Amar yang masih berdiri sambil memegang buket bunga mawar merah di tangannya, Freya kembali menatap anak kecil itu dan mengusap rambutnya "Kembalilah aku tidak bisa"
Setelah mengatakan itu, Freya kembali membuka kunci mobilnya, Amar yang ketakutan Freya akan pergi berlari dengan kencang. Amar tidak tengok kanan kiri sampai-sampai ada mobil yang melaju dengan kencang melaju kearahnya.
Freya sudah berteriak untuk Amar menyingkir tapi Amar tak mendengarnya hanya fokus menatap Freya dan akhirnya Amar malah tertabrak.
Freya yang khawatir langsung berlari ke arah Amar dan melihat keadaannya, buket bunga itu sudah berhamburan tidak tentu arah.
Amar yang sedang kesakitan malah tersenyum dan menatap Freya "Karena aku tidak mau kehilanganmu lagi Freya. Aku ingin kita menikah dan melanjutkan semuanya, aku ingin kita seperti semula lagi "
Freya langsung mengalihkan pandangannya. Freya langsung berteriak dan meminta bantuan pada satpam dan juga pada orang-orang yang lainnya. Freya segera membawa Amar ke rumah sakit.
Selama di perjalanan mereka juga saling diam. Freya tidak mau terlalu banyak bicara dengan Amar dan nanti malah terjadi pertikaian lagi di antara mereka berdua.
Freya sudah ada di rumah sakit Amar ingin ditemani Freya, mau tidak mau Freya mengikutinya. Freya tidak mau membuat kegaduhan di rumah sakit.
Kaki Amar sampai diperban. Freya menatap Amar yang hanya biasa-biasa saja saat diobati seperti itu, seperti menganggap semuanya baik-baik saja.
__ADS_1
"Kamu itu harus hati-hati tidak boleh ceroboh seperti tadi Amar bagaimana kalau nyawa kamu yang melayang, apakah kamu tak sayang dengan nyawa kamu itu "
"Aku rela mati 100 kali untuk kamu Freya, aku rela yang terpenting kita selalu bersama"
Freya tersenyum kecil "Aku berkata benar-benar aku tidak main-main Amar, jangan membuat lelucon "
"Aku juga tidak main-main Freya. Mana mungkin aku main-main. Aku benar-benar rela melakukan apapun demi kamu asalkan kita bisa bersama, asalkan kita bisa menikah "
"Kamu harus khawatir dengan diri kamu sendiri Amar. Kamu tidak boleh seperti ini lagi tidak boleh ceroboh seperti ini"
"Kenapa Freya kamu tidak bisa melihat hatiku yang sakit hatiku yang patah. Aku begitu sakit hati dengan kamu yang tiba-tiba memutuskan pernikahan kita ini, aku sudah bermimpi akan hidup bahagia denganmu, dengan Irsyad dan juga Helena. Aku sudah menyusun segalanya tapi kamu kenapa tiba-tiba saja memutuskan segalanya aku berjuang untuk kalian. Aku ingin semuanya kembali baik-baik saja "
Freya menundukan kepalanya dan dia segera bangkit dari kursi, saat Freya akan pergi Amar tentu saja langsung menahannya kapan lagi mereka akan berbicara.
Tidak akan pernah ada waktu untuk mereka, apalagi Freya selalu saja menyibukkan dirinya di kantor.
"Akkhh sakit Freya, aduh kakiku sakit sekali Freya tolong bantu aku "
"Apa sakit yang mana yang mana, aduh kenapa bisa sakit lagi "
Freya langsung saja khawatir. Dia sampai-sampai memegang tangan Amar, dia juga melihat kaki Amar yang diperban itu.
"Mana yang sakit Amar yang mana. Biar aku panggilkan dokter lagi ya, yang mana katakan padaku"
"Ini Freya yang sakit ini. Lihatlah jangan tinggalkan aku Freya "
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, nenek dan juga mamanya Amar datang ke sana. Freya yang mendengar ada suara langkah kaki langsung mengalihkan pandangannya, dan kaget saat melihat keluarga Amar. Sedangkan Freya dan juga Amar masih berpegangan tangan.