Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 25 Gantian


__ADS_3

Gea yang sedang melamun dikagetkan dengan Ayah tirinya yang tiba-tiba saja muncul sangat mengagetkan sekali.


"Jangan melamun terus nanti kamu kesurupan. Memangnya mau kamu sampai kesurupan "


Gea mengalihkan pandangan rasanya muak melihat wajah laki-laki brengsek ini. Gea marah pada laki-laki tua ini, tapi sulit sekali rasannya untuk mengungkapnya yang ada nanti malah dirinya yang dipukul serba salah sekali kan.


"Tidak ada yang sedang aku pikirkan, memangnya aku harus melakukan apa"


"Kalau begitu siapkan makanan untukku. Aku ini pulang kerja capek. Bukannya kamu layani malah seperti itu. Kamu ini hidup nyaman sekali ya"


"Akan aku buatkan "


Gea yang tidak mau bertengkar akhirnya mengalah saja, pergi ke arah dapur dan menyiapkan makanan seadanya yang ada di dalam kulkas. Gea memasak dengan cepat dan menyajikannya dimeja makan.


Ayahnya itu langsung duduk dan menunggu Gea untuk menyiapkan segalanya. Setelah itu dia mencobanya tapi makanan itu langsung dimuntahkan dan mengenai kaki Gea.


"Kamu ini sebenarnya bisa masak tidak, ini makanan terlalu banyak minyak. Kamu ingin membunuhku dengan cepat. Makananmu ini tidak enak sekali Gea. Bagaimana kamu ini hanya diam di rumah belajar-belajar masak jangan membuat aku terus marah aku ini capek di tempat kerja, ditambah saat pulang malah dibuat marah-marah seperti ini"

__ADS_1


Gea sudah kebal dengan semua celotehan Ayah tirinya ini. Setiap dia masak selalu saja disalahkan, selalu saja dibilang ga enak padahal menurut Gea enak-enak saja. Ini Ayah tirinya hanya sedang mencari kesalahannya saja.


"Akan aku buatkan lagi "


"Tidak usah, tidak usah kamu buatkan lagi yang ada kamu hanya akan menghambur-hamburkan makanan yang ada di rumah ini. Aku ini membeli semua bahan makanan itu dengan mahal dengan uang. Lebih baik aku makan di luar saja, daripada harus menunggumu masak dan nanti hasilnya tidak enak lagi tidak enak lagi. Lebih baik kamu habiskan makanan ini, lihat saja aku pulang tidak habis akan aku sumpalkan ke mulutmu itu semua makanan ini"


Ayah tirinya menyimpan garpu dan sendok dengan kasar. Tapi Gea tak peduli. Biarkan saja dia pergi daripada dirumah membuat pusing saja.


Gea tiba-tiba merasa mual, dia membekap mulutnya dan berlari ke arah kamar mandi rasanya ada yang ingin keluar dari mulutnya ini, tapi tidak ada hanya mual saja pastinya bawaan dari bayinya. Bagaimana ini dia harus bagaimana takut kalau anak ini makin besar dan akan menjadi masalah nantinya.


...----------------...


"Kamu tahu Freya aku sangat tidak suka saat kamu menangis. Apalagi tadi aku tidak bisa mencium mu seperti ini " sambil mencium kening istrinya. Freya langsung tersenyum dengan perlakuan suaminya, selalu saja suaminya ini bisa membuatnya tersenyum.


"Apakah kamu tidak suka kalau aku terus bekerja, sibuk dengan dokumen-dokumen itu. Kalau kamu memang tak mengizinkannya aku akan keluar aku tak akan membantah lagi, aku akan menjadi ibu rumah tangga saja "


"Aku tanya padamu apakah kamu bahagia dengan semua itu yang kamu lakukan, saat bekerja kamu bagaimana apakah merasakan kebahagian "

__ADS_1


"Tentu aku bahagia, aku bisa punya banyak teman, aku bisa mengobrol sana-sini aku juga bisa membantumu. Aku tak ingin terlalu memberatkan kamu "


"Maka kalau begitu aku lebih bahagia lagi kalau kamu bahagia, maafkan aku yang egois karena pernah melarangmu untuk tidak bekerja. Aku tahu kamu suka dengan pekerjaan itu. Aku tidak mungkin melarangmu lagi, kmu bekerjalah dengan fokus. Aku tidak akan rewel lagi aku tidak akan melarangmu lagi dan aku juga akan mencoba untuk tidak cemburu saat melihat kamu dengan bosmu itu"


Freya mencium pipi suaminya "Baiklah jika kamu sekarang sudah lebih tenang dan membiarkan aku untuk bekerja lagi, aku kan jadi tidak banyak pikiran lagi. Aku dan juga bosku hanya sekedar rekan kerja saja tidak ada hubungan apa-apa"


"Ya tetap saja aku merasa takut. Mau aku buatkan susu atau mungkin mau aku bawakan sesuatu, aku akan siap membawakannya untukmu sayangku "


"Boleh apapun yang kamu bawa pasti aku akan makan dan aku minum. Aku tak akan menolaknya sayang "


"Baiklah sayang tunggu aku sebentar, aku akan dengan cepat kembali lagi "


Dimas bergegas keluar dari kamar, Freya menyandarkan tubuhnya dan tersenyum senang. Akhirnya suaminya bisa mengerti, akhirnya suaminya tidak melarangnya untuk bekerja bukan apa-apa Freya ingin membantu Dimas untuk lebih cepat membuka kliniknya.


Membuka klinik itu kan butuh uang yang besar, maka Freya harus bisa membantu mewujudkan apa yang suaminya inginkan. Selama ini Dimas selalu membuatnya bahagia, sekarang Freya akan melakukan apapun untuk suaminya.


Freya juga ingin membuat suaminya selalu bahagia dan selalu tersenyum. Apalagi ini adalah keinginan pertama suaminya membuka klinik, maka Freya garus selalu mendukungnya meskipun awalnya Freya tidak rela suaminya keluar dari rumah sakit itu dan meninggalkan jabatannya.

__ADS_1


Tapi kan suaminya itu punya pilihan dia yang melakukan pekerjaan kan Dimas. Jadi dia yang lebih tahu maka sekarang Freya hanya perlu mendukungnya saja tidak usah banyak melarang nanti yang ada Dimas malah akan kesal padanya dan berpaling lagi, tidak jangan sampai itu terjadi Freya tidak mau itu terjadi.


__ADS_2