Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 199 drama barunya terjadi lagi


__ADS_3

Gea pulang ke rumah bukannya makan membersihkan dirinya, dia malah melamun di dalam kamar Gea menatap foto saat dia menikah dengan Dimas apakah dia harus memberikan foto itu agar suaminya bisa melihatnya.


Agar suaminya bisa ingat dengannya kalau dibiarkan terus seperti ini bagaimana nanti ke depannya. Gea tidak mau merusak rumah tangga Freya dan juga Amar yang baru saja terjalin, mereka itu pengantin baru masa harus memikirkan masalah ini, masa mereka harus sudah lagi sih.


Gea ingin Freya bahagia, Gea tidak mau kejadian yang dulu yang pernah Gea lakukan menghancurkan Freya dan juga Dimas terulang lagi suaminya sekarang hilang ingatan, tapi kalau misalnya tadi langsung dikenalkan kalau dirinya ini adalah istrinya Dimas juga pasti akan menerima.


Tapi kenapa Mama Astuti malah memutuskan untuk berbohong dan tidak mengatakan apa-apa, malah seperti memberi harapan palsu pada Dimas. Mama Astuti juga belum berbicara pada Freya kan tentang semua ini.


Bagaimana nanti respon Freya, dia pasti akan marah dan kesal dengan keputusan Mama Astuti ini. Gea sudah bisa menebak semuanya.


"Nyonya kenapa pulang tidak makan, aku sudah menyediakan semua makanan untuk Nyonya, semua makanan kesukaan nyonya sudah aku buatkan, kalau dingin tak akan enak nyonya "


Gea menatap art-nya dia menggelengkan kepalanya "Aku tidak ingin makan, aku tidak mau makan aku sedang memikirkan suamiku, aku tanpa suamiku begitu lemah, aku tak bisa melakukan apa-apa tanpa suamiku, aku ingin dia ada disampingku lagi, mengingat aku lagi dan mencintaiku lagi "


"Tapi Nyonya tidak boleh seperti itu, nyonya harus tetap makan. Nyonya tidak boleh membiarkan perut nyonya kosong. Bagaimana dengan bayi yang ada di dalam kandungan nyonya, nyonya harus memikirkan yang ada di dalam kandungan jangan egois seperti itu nyonya "


Gea baru ingat, dia mengusap perutnya sebentar lagi akan melahirkan tapi suaminya malah seperti ini. Kenapa cobaan hidupnya ini tak pernah berhenti pasti selalu saja ada, tak pernah ada beresnya. Kapan Gea akan bahagia seperti orang lain, Gea ingin hidupnya ini tanpa masalah.


"Nanti aku akan ke ruang makan sebentar lagi aku akan makan"

__ADS_1


"Baik nyonya akan segera aku siapkan semuanya"


Gea menganggukan kepalanya dia segera mengganti pakaiannya terlebih dahulu, rasanya untuk mandi pun malas. Gea masih memikirkan tentang suaminya bagaimana nanti kedepannya, hidupnya ini bagaimana nanti masalah apa yang akan mereka hadapi kedepannya juga Gea benar-benar memikirkan semuanya.


Makanan sudah disajikan, Gea makan dengan pelan sekali bahkan sesekali hanya mengaduk-aduk nya saja, tapi kembali Gea ingat dengan anak yang ada di dalam kandungannya kembali. Fikiran Gea terus saja tertuju pada suaminya, kepalanya ini penuh dengan Dimas Dimas Dimas dan Dimas, hanya Dimas saja tak ada yang lain.


...----------------...


Sore harinya Freya dan juga Amar berkeliling lagi ingin melihat pemandangan saat senja, biasanya mereka akan melihat dari balkon tapi sekarang ingin langsung jalan-jalan saja agar lebih enak.


Baru saja mereka beberapa langkah dari villa tiba-tiba saja mereka mendengar ada yang memanggil Amar, otomatis mereka berhenti dan melihat siapa orang itu dan ternyata kalian bisa tahu sendiri lah siapa itu.


"Jalan-jalan " jawab Amar dengan datar.


Freya langsung memeluk tangan suaminya, Freya ingin memperlihatkan pada perempuan ini kalau Amar ini adalah miliknya, perempuan ini kenapa sih tidak mengerti-mengerti juga padahal di hadapannya ada Freya tapi dia masih saja berani seperti itu.


"Aku ikut ya kamu mau jalan-jalan ke mana. Biar aku tunjukkan tempat-tempat yang bagus di sini. Aku punya tempat-tempat rekomendasi untuk kamu pasti kamu akan senang dan akan kembali lagi ke sini aku temani ya, sekalian kita mengobrol juga "


Freya dan juga Amar saling tatap, mereka bingung mau menolak tapi di sini banyak warga yang berlalu-lalang dan mendengarkan ucapan dari Indah tadi, bukan hanya satu atau dua orang tapi banyak.

__ADS_1


Freya rasanya ingin pulang saja tadinya yang mau jalan-jalan jadi tidak, kalau sudah ada yang mau ikut seperti ini tidak enak saja kan menganggu.


Dan akhirnya mau tidak mau ya mereka membawa Indah juga mengikutinya, tapi dia malah berjalan di samping Amar, sesekali juga Indah selalu menatap wajah Amar sambil senyum-senyum malu.


Amar dan juga Freya terus saja berbicara berdua, mereka benar-benar membiarkan Indah, tapi Indah terus saja mencoba untuk mengajak Amar berbicara, dia terus saja melakukan bermacam cara untuk bisa berbincang-bincang dengan Amar "Kamu pulang kapan apa masih lama di sini nya, apa akan berbulan-bulan atau mungkin kamu akan beli rumah di sini kak Amar"


Freya mencium pipi suaminya saat suaminya itu memasangkan bunga di telinganya "Belum tahu lihat saja nanti "Freya yang menjawab kembali.


Freya berbicara dengan suaminya itu, rasanya Freya kesal sekali yang dari tadi diajak bicara itu Amar seperti dirinya ini memang tidak ada. Indah menganggap dirinya ini tidak ada padahal jelas-jelas ada di samping suaminya, tapi yang diajak bicara terus saja suaminya terlihat sekali kan kalau perempuan itu memang sedang mengincar suaminya ini.


Indah tiba-tiba saja menghalangi jalan mereka berdua lalu membenarkan rambutnya menyelipkan rambut yang lepas dari kepangan nya "Aku juga mau dong. Coba selipkan bunga itu di telingaku seperti kamu menyelipkannya pada perempuan itu aku juga mau"


Amar langsung menarik tangannya yang tadi tiba-tiba saja ditarik oleh Indah, Amar benar-benar risih dengan perempuan ini, tidak hilang akal Indah kembali di samping Amar dan akan menyenderkan kepalanya tapi Amar langsung menjauhkan badannya untuk tidak mengenainya.


Indah langsung terhuyung saat Amar melakukan itu, Freya yang melihatnya tentu saja tertawa bahkan Indah sampai-sampai terjatuh, salah sendiri kenapa ganjen pada suami orang lain berani-beraninya dia melakukan itu kan pada Amar jelas-jelas di sampingnya ada istrinya.


Saat ada warga yang datang tiba-tiba saja Indah menangis bahkan menjerit-jerit seperti orang kesurupan saja. Freya dan juga Amar kaget melihat tingkah Indah yang seperti itu sangat menakutkan sekali.


Para warga langsung menatap ke arah mereka berdua harus segera diluruskan ini, kalau dibiarkan nanti malah akan makin punya masalahnya dan akan makin panjang sungguh perempuan ini banyak drama sekali. Tak ada habisnya drama ini entah akan sampai kapan.

__ADS_1


__ADS_2