Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 200 Benar-benar berbahaya


__ADS_3

"Aduh, akan saya panggilkan dulu Pak RT" salah satu warga langsung berlari.


Amar dan juga Freya hanya diam saja sebenarnya akan ada drama apa perempuan ini, memang selain tukang pengganggu ternyata juga pembuat drama juga. Tadinya mau menjelaskan tapi ya sudahlah biarkan saja Amar dan Freya ingin lihat akan seperti apa nanti kedepannya.


Orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, Pak RT datang ke hadapan mereka dan Indah masih saja menangis dengan histeris, bahkan sekarang sampai sesenggukan seperti anak kecil saja, Freya sampai berpikir kalau indah ini memiliki gangguan jiwa yang parah.


Sekarang liburannya bener-bener tidak menyenangkan. Semuanya benar-benar hancur tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan, kalau tahu begini lebih baik tadi tidak jalan-jalan saja melihat seperti biasanya di balkon saja.


"Maaf Pak, lain kali jangan terlalu disuruh keluar seperti itu, dia benar-benar mengganggu liburan saya bersama istri saya. Saya di sini ingin senang-senang dia dari tadi terus mengikuti kami berdua mengganggu pokoknya"


Pak RT sepertinya sedikit tersulut emosinya karena kata-kata dari Amar itu, tapi memang pada kenyataannya kalau Indah itu mengganggu. Kalau dia bisa seperti warga-warga yang lain itu tidak akan membuat Amar dan juga Freya tidak nyaman. Tapi ini perempuan ini sangat menganggu sekali bahkan sampai ingin mendekati Amar.


"Baik saya akan menjaganya, tapi saya tidak bisa menjaganya 24 jam karena saya juga banyak pekerjaan saya tidak bisa terus mengawasi Indah"


"Atau Pak RT mungkin punya orang untuk menjaga keponakan Bapak ini, agar tidak mengganggu orang yang sedang berlibur di sini. Kalau terus seperti ini tidak akan ada yang datang ke sini Pak, saya minta tolong sama bapak untuk perhatikan lagi ya Indahnya"


"Iya iya saya akan perhatikan keponakan saya ini, kamu tenang saja dia tak akan menganggu kamu lagi. Saya akan menjaganya "


Pak RT langsung membawa Indah pergi dari sana, tangisnya masih terdengar dan para warga juga langsung bubar Freya dan juga Amar tidak menjelaskan apa-apa.


Freya dan juga Amar kembali lagi ke villa mereka benar-benar tidak jadi berkeliling, mereka sudah tidak punya mood yang bagus lagi setelah diikuti seperti itu.

__ADS_1


...----------------...


Suasana sudah kembali menjadi hangat, saat mereka sudah kembali lagi ke villa mereka benar-benar menghabiskan waktu berdua lagi, tidak akan ada Indah yang mengganggu mereka lagi.


Semoga saja dia tidak datang kemari dan membuat masalah, dan semoga saja benar-benar Pak RT bisa menjaga Indah, seharusnya kalau orang seperti Indah sudah berlebihan seperti itu Pak RT harus menyewa seseorang untuk menjaganya agar tidak kejadian pada orang lain.


Bagaimana kalau misalnya ada tamu yang lain datang kemari, yang berlibur orangnya temperamental atau bagaimana bisa-bisa Indah malah disakiti atau mungkin akan diapa-apakan setiap orang berbeda kan tidak sama.


Freya memegang coklat panasnya semenjak di sini minumannya itu "Kenapa coklat panasnya ini sangat enak, kamu membeli coklat yang seperti apa sih "


Amar memperlihatkannya pada istrinya, Freya yang sudah tahu coklat apa itu langsung mencarinya di internet dan memesannya. Pokoknya nanti saat di rumah pun Freya akan meminumnya karena ini benar-benar enak Helena juga pasti akan suka.


"Bagaimana kalau dia tiba-tiba datang kemari" Freya malah ingat lagi dengan Indah.


"Tidak mungkin dia tidak mungkin masuk lagi kemari, aku juga tadi sudah mengunci pagar, pintu, jendela semuanya sudah aku kunci dia tidak akan pernah bisa masuk lagi ke dalam villa ini, aku juga takut terjadi apa-apa kalau dia terus masuk kemari dan nanti kalau terjadi sesuatu dengan Indah malah kita yang disalahkan karena kita di sini hanyalah tamu "


"Baiklah aku hanya khawatir saja"


Mereka menghabiskan makannya dengan cepat. Setelah itu mereka membereskan dapur sama-sama. Setelah semuanya selesai Amar dan juga Freya pergi ke arah kolam renang mereka belum mendatangi tempat itu karena kalau misalnya pagi-pagi ke sana dingin sekali.


Mereka duduk-duduk di sana sambil menatap pemandangan gunung dan juga pohon-pohon rindang, belum lagi angin yang sejuk.

__ADS_1


"Ternyata enak juga ya diam di sini udaranya sangat sejuk sekali, kita sampai melupakan satu tempat ini"


Freya juga membawa selimut mereka pindah ke tempat bersantai dan membaringkan tubuh mereka berdua di sana. Amar lebih dulu tidur sedangkan Freya masih menatap sekitar saat melihat kalau semuanya akan baik-baik saja Freya langsung menutup matanya.


Amar yang sedang tertidur merasa berat, Amar terbangun tapi matanya terhalangi sebuah tangan siapa ini Amar sangat tahu ini bukan tangan istrinya, tiba-tiba saja ada sebuah suara " Ternyata enak juga ya duduk seperti ini, aku suka seperti ini "Amar mengenal suara itu kurang ajar.


Amar langsung mengumpulkan tenaganya dan menepis tangan perempuan itu tidak lupa dia juga langsung bangun dan perempuan itu langsung terjatuh dari tubuhnya. Amar sampai memelototkan matanya saat melihat Indah memakai pakaian minim.


Dia tadi menindih tubuhnya dengan pakaian seperti ini, gila perempuan ini Amar benar-benar tidak menyangka akan diganggu oleh perempuan sakit seperti Indah, Amar malah jijik melihatnya.


Bahkan Freya saja bangun karena mendengar suara terjatuh itu Freya mengucek matanya "Ada apa Amar kenapa"


Tapi Amar tidak bicara dia langsung menggendong istrinya dan membawanya keluar dari sana, Freya yang masih bingung melihat ke arah belakang ternyata ada Indah yang memakai pakaian yang sangat minim, dia hampir saja jatuh ke kolam renang. Kenapa ada dia tadi kan hanya berdua bersama suaminya.


Freya sudah ada di depan pagar, barulah Amar menurunkan Freya padahal Freya masih pusing kepalanya pusing "Tunggu disini"


Amar langsung berjalan ke arah rumah Pak RT, Amar sudah sangat marah sekali ini sudah sangat keterlaluan sekali perempuan itu benar-benar gila sudah tidak waras. Dia lewat mana kenapa bisa masuk ke dalam villa ini.


Amar berteriak-teriak di depan rumah Pak RT cukup lama Amar menunggu Pak RT keluar. Amar sudah tidak sabar ingin mengeluarkan kata-kata mutiaranya ini. Kesabarannya sudah habis dia tidak bisa menahan lagi.


Amar benar-benar sudah muak dengan semua ini, dengan sandiwara yang sepertinya memang dilakukan oleh Pak RT dengan kebohongan yang dia berikan, perempuan itu benar-benar berbahaya.

__ADS_1


__ADS_2