Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 57 Menyakiti yang halal demi yang haram


__ADS_3

Dimas yang sudah sampai di stasiun melihat Gea, dia langsung menarik tangan Gea tidak peduli dengan orang-orang yang melihatnya. Dimas membawa Gea ke suatu ruangan sepi dan Dimas langsung memeluk Gea dengan erat. Dimas juga mencium beberapa kali kening Gea.


Gea langsung mendorong dada Dimas dan menjauh darinya "Apa yang kamu lakukan tolong jangan seperti ini, lebih baik kamu pergi dan kembali pada Freya. Kembali sama istri dan anakmu jangan hiraukan aku "


Dimas langsung menggelengkan kepalanya "Kamu selalu ada di mana-mana, pikiranku selalu tertuju padamu hatiku juga hanya tertuju padamu. Aku bingung harus bagaimana aku sudah mencoba untuk melupakanmu tapi kenapa begitu sulit sekali"


Gea sudah berkaca-kaca mendengar semua ucapan Dimas. Gea tidak menyangka Dimas akan berkata seperti itu "Cinta kita datang di waktu yang salah. Aku juga tidak bisa menghilangkan semua ini, tapi aku juga tidak mau menghianati Freya. Aku tidak mau membuat dia sakit hati, aku tidak mau sampai Freya kecewa lagi padaku. Tapi aku tidak bisa memungkiri semua ini kalau aku sudah benar-benar tertarik pada kamu Dimas, aku tidak bisa menghilangkan rasa cintaku ini padamu, cinta ini sudah terlalu besar bahkan sulit untuk dilupakan sampai kapanpun. Ini terlalu indah untuk dilupakan"


"Aku tidak bisa mundur Gea, sampai kapanpun aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Kalau aku sampai mundur yang ada aku akan menyesal tidak pernah memperjuangkan mu. Dengarkan aku, aku benar-benar mencintaimu Gea, sampai-sampai aku tidak bisa melihat ke sana kemari. Ini terlalu besar dan ini terlalu sulit untuk aku lupakan aku tidak bisa"


Gea langsung terpaku mendengar semua ucapan dari Dimas. Dimas menarik tangan Gea beserta kopernya dan mereka keluar dari sana. Dimas membawa Gea kembali untuk pulang, pulang ke apartemennya dan Gea juga tidak ada bantahan ataupun perlawanan sedikit sama sekali.


Dia hanya mengikuti langkah Dimas, apakah langkah yang ini benar apakah keputusannya ini akan benar, akan ada hati lagi yang dia sakiti dan untuk kedua kalinya mungkin dia akan melukai Freya, tapi bagaimana lagi cinta tidak bisa dibohongi dan cinta tidak bisa dilupakan terlalu sulit.


Mereka kembali lagi ke apartemen itu, bahkan Dimas yang membukanya. Gea masih diam dari tadi saat sudah ada dalam apartemen barulah mereka berpelukan kembali. Dimas menciumi kening Gea juga "Mulai sekarang aku akan selalu ada di sampingmu, aku akan selalu ada untukmu kamu hanya perlu diam disampingku "

__ADS_1


Gea mendongakkan kepalanya dan tersenyum kecil ke arah Dimas "Lalu bagaimana dengan istri dan anakmu, apakah kamu tidak memikirkan mereka. Pasti mereka sedang menunggu kedatangan kamu "


Dimas langsung menyimpan jarinya di bibir Gea "Diam di sini hanya ada kita, kita berdua saja tidak ada Freya dan juga Irsyad hanya kita berdua. Ini adalah kisah kita jadi jangan bawa-bawa yang lain"


Gea kembali tersenyum lebar dan memeluk erat Dimas, rasanya hatinya lega pikirannya juga menjadi terbuka. Kebahagiaannya mulai kembali Gea bisa tersenyum lagi dengan lebar dan impiannya untuk mendapatkan pria yang baik dan juga perhatian sekarang sudah terkabulkan. Gea begitu bahagia sekali.


Sedangkan Freya sendiri di rumahnya dia sedang bingung ke mana suaminya. Kenapa tidak bisa dihubungi Freya terus saja menghubungi nomor telepon suaminya, tapi tidak diangkat sama sekali. Freya sudah pucat sekali takut terjadi sesuatu dengan suaminya, Dimas ini jadi sangat sulit sekali dihubungi.


"Di mana kamu sebenarnya Dimas, kamu sudah terlalu banyak mengelabui aku "


Tiba-tiba saja foto keluarga terjatuh, foto Dimas Irsyad dan juga dirinya. Freya mengambil foto itu dan menatap ada sebuah retakan di antara wajah mereka.


Freya menyimpan foto itu di meja lalu Freya diam dan melamun memikirkan rumah tangganya. Harus berubah bagaimana lagi Freya ini, dia sekarang sudah mulai berubah kan sudah mengurangi jam kerjanya. Sekarang klinik itu sudah jadi jadi Freya tidak usah bekerja dengan keras lagi.


"Semoga saja firasatku tidak benar, semoga saja kamu akan tetap setia padaku dan tidak akan pernah berpaling pada siapapun. Aku percaya kamu pasti tidak akan mungkin menghianatiku, kamu pasti akan selalu ada untukku kita akan selalu bersama-sama. Aku yakin ini kita akan selalu bersama-sama tak boleh sampai ada yang memisahkan kita berdua "

__ADS_1


Freya mencoba untuk berpikir positif, berpikir kalau suaminya itu tidak akan pernah mungkin mengkhianatinya. Freya tidak mau tiba-tiba berpikir suaminya selingkuh tanpa ada bukti sedikitpun.


...----------------...


Dimas mengusap rambut Gea yang panjang, mereka sedang ada di tempat tidur mereka sedang saling berpelukan, Gea menatap wajah Dimas dan mengelusnya dengan perlahan "Aku bahagia kita bisa bersama seperti ini. Aku senang akhirnya selama ini yang selalu aku pikirkan, yang selalu aku inginkan terjadi juga"


"Aku juga bahagia, aku sekarang tenang saat sudah mengungkapkan semuanya. Saat itu aku begitu bingung aku stress memikirkan semuanya, tapi setelah bersamamu ternyata lebih ringan dan indah. Mulai sekarang kita jalani semuanya ya, kita pasti bisa kita pasti akan bersama terus "


Gea mencium tangan Dimas dan menganggukkan kepalanya "Ya aku yakin kita akan bersama dan Freya juga akan menerima hubungan kita ini. Dia pasti akan mengizinkan kita untuk menikah nanti"


Dimas kembali memeluk erat Gea, sekarang hatinya sedang berbunga-bunga. Sekarang Dimas sedang jatuh cinta bahkan Dimas idak ingat dengan keluarganya, tidak memikirkan perasaan istrinya ibunya ataupun anaknya yang terpenting cintanya sudah tercapai apa yang dia inginkan selama ini sudah tercapai.


Sama halnya dengan Gea, awalnya dia takut untuk menghianati Freya lagi tapi nyatanya dia bisa kembali untuk menghianati Freya yang kedua kalinya. Dia tidak peduli Freya akan marah membencinya atau apapun itu.


Karena Gea tahu Freya itu orangnya pemaaf, dia akan memaafkan Gea meskipun Gea melakukan masalah apapun. Freya akan kembali padanya dan kembali membantunya apapun yang terjadi Freya akan memaafkannya.

__ADS_1


Gea tahu bagaimana Freya, jadi Gea juga sekarang tidak menyesal menjalin hubungan dengan suaminya Freya. Seharusnya dari awal seperti ini mungkin dia tidak akan menangis, tidak akan terpuruk ataupun memikirkan bagaimana melupakan Dimas.


Seperti ini ternyata lebih menyenangkan dan dia yakin Freya akan membiarkan suaminya bersamanya. Freya kan sangat mencintai suaminya dia pasti akan menerima bila cinta suaminya terbagi dua. Freya pasti akan merestui hubungan mereka berdua ini. Jadi Gea tak perlu takut lagi.


__ADS_2