Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 128


__ADS_3

Freya yang menatap kerumunan langsung mendekatinya, dia melihat anaknya yang sedang ketakutan, Helena yang melihat mamanya langsung memeluknya.


"Mama aku tidak sengaja menyenggol Bibi jahat itu, aku benar-benar tidak sengaja dia tiba-tiba jatuh. Padahal tadi aku mau berlari pergi untuk menghindarinya, dia terus saja menghina mama. Dia benar-benar tak suka dengan Mama "


Freya langsung menatap Gea yang sedang terbatuk-batuk. Freya mencoba mendekatinya dengan Helena yang terus memeluknya.


"Jika ingin menjahati ku maka aku saja, tidak usah pada anakku. Sampai kapanpun kamu akan menjelek-jelekkan aku di hadapan anakku itu tidak akan pernah mempan Gea. Hiduplah dengan kehidupanmu sendiri, jangan pernah mengganggu hidup orang lain atau sampai jangan iri dengan apa yang orang lain punya. Bukannya kamu sudah punya segalanya lalu kenapa sekarang menganggu punya orang lain "


"Kamu ini kenapa sih bukannya minta maaf karena Helena itu udah senggol aku sampai jatuh tapi kamu responnya malah seperti ini, apakah kamu tidak merasa bersalah atas apa yang sudah anak kamu lakukan sama aku "


"Aku benar-benar tidak sengaja mama bibi itu benar-benar tidak baik, dia itu selalu mengatakan kata-kata yang kurang baik apalagi tentang mama. Dia itu sangat jahat sekali Mama"


Orang-orang yang ada di sana hanya berbisik-bisik mereka binggung siapa yang benar dan siapa yang salah.


"Untuk apa aku berbicara tidak baik padamu Helena. Kamu ini kenapa sih sangat membenciku apa karena aku adalah istri kedua ayahmu, jangan benci aku seperti itu, aku juga tidak mau seperti itu "


Freya yang tidak terima anaknya di pojokan seperti itu langsung berjongkok dan berhadapan dengan Gea, enak saja tiba-tiba memojokkan anaknya. Gea ini benar-benar ya.


"Padahal Helena tidak tahu loh kalau kamu itu pelakor. Helena tidak tahu kalau kamu lah perempuan yang dinikahi oleh ayahnya sepertinya memang kamu sengaja ingin memojokkan anakku dan memberitahu anakku. Tidak usah menyalahkan anak kecil dan memojokkannya seperti itu hanya untuk membela dirimu saja Gea"


"Ternyata dari dulu kamu tidak ada berubahnya. Ya tetap saja seperti ini bisanya hanya memojokkan orang lain dan membuat orang lain ketakutan, kamu selalu saja membuat drama yang bagus tidak di sekolah tidak di kehidupan nyata kamu benar-benar hebat"

__ADS_1


Freya langsung bangkit dan menggandeng tangan anaknya "Helena lebih baik kita pulang saja biar mama perkenalkan sekarang, ini adalah tante Gea dia dulu sahabat mamah tapi dia merebut suami Mama. Agar kamu tahu saja jika bertemu dengan dia jangan terlalu banyak berbicara nanti sesuatu yang kamu punya akan dia rebut, akan dia ambil juga sangat menakutkan sekali. Dia suka dengan apa yang dipunya orang jadi harus hati-hati "


Saking marahnya Freya jadi berbicara seperti itu pada anaknya. Freya langsung membawa anaknya pergi tidak jadi berenang, Freya benar-benar sudah muak dengan kelakuan Gea.


"Huuh ternyata pelakor, kalau tahu gitu nggak usah di tolongin biar aja dia tenggelam. Dasar ga tahu diri"


Orang-orang langsung pergi meninggalkan Gea, lagi-lagi hanya bisa menangis Gea. Entah kenapa Gea hanya bisa menangis kalau sedang ada masalah seperti ini, dia tidak bisa membela dirinya sendiri apalagi kalau berhadapan dengan Freya. Sudahlah habis dirinya ini tidak akan pernah ada yang membela atau tidak akan pernah menang.


...----------------...


Amar hanya diam saja di kamarnya melamun, dia terus menghubungi Freya tapi apa daya Freya tidak mengangkatnya Freya sama sekali tidak mau merespon teleponnya.


Dari semalam Amar terus saja menghubungi Freya, tapi hasilnya apa tetap saja sama tak diangkat. Padahal Amar ingin sekali berbicara dengan Freya.


"Pasti dia sudah membatalkan pertunanganmu itu kan dia juga membatalkan pernikahan, nenek sudah bisa menebaknya. Apa kata nenek perempuan itu tak akan pernah benar "


Amar langsung menatap ke arah neneknya "Puas"


"Ya tentu aku puas, dia tidak akan pernah bisa berkomitmen. Freya itu perempuan yang akan terus terngiang-ngiang dengan masa lalunya, dia tidak bisa memilih keluarga kita Amar, dia hanya akan terus memilih masa lalunya dan akan kembali lagi pada masa lalunya. Akan terus seperti itu"


"Nenek hanya memintanya untuk memilih salah satu keluarga, mantan suaminya atau kita tapi dia tidak bisa memilihnya dan sekarang nenek sudah tahu keputusannya. Kalau dia lebih memilih hubungan bersama mantan suaminya itu, bersama keluarga mantan suaminya. Kalau kamu menikah dengan perempuan seperti itu ke depannya tidak akan pernah baik Amar. Malah akan sia-sia saja "

__ADS_1


"Jangan sok tahu nek, karena sampai kapanpun aku akan tetap mengejar Freya. Mungkin sekarang dia membatalkan pertunangan kami, mungkin dia sekarang tidak mau menikah denganku. Tapi suatu saat Freya akan menjadi milikku. Freya akan menikah denganku nek, ingat itu Freya akan ada disampingku nanti "


"Amar kenapa kamu ini keras kepala sekali, perempuan itu sudah tidak mau denganmu. Kenapa kamu terus saja mengejarnya lepaskan dia lepaskan dia "teriak neneknya Amar dengan sangat melengking. Amar saja sampai kaget dengan teriakan neneknya itu tidak biasanya neneknya berteriak kan.


"Perasaan ini tidak akan pernah bisa dipaksakan nek, mau bagaimanapun aku beralih pada perempuan lain aku tidak akan pernah bisa. Hubungannya tidak akan pernah baik aku akan terus mengingat Freya, aku sudah mengejarnya selama 6 tahun dan aku tidak akan melepaskan Freya begitu saja nek. Aku akan terus berjuang-berjuang dan berjuang ingat itu nek kata-kataku "


Neneknya terduduk dengan lemas, wajahnya sudah sangat sedih sekali menatap cucunya itu" Kenapa kamu sangat mencintainya apa kelebihannya dari perempuan-perempuan lain, apa Amar"


"Kelebihannya banyak sekali. Bahkan aku tidak bisa memberitahu Nenek, karena nenek tidak akan pernah percaya dan tidak akan pernah mengerti nanti pasti akan terus membantahku"


"Yang pasti adalah Freya sangat berbeda dengan perempuan-perempuan lain yang pernah aku temui, bahkan dengan perempuan yang sering nenek jodohkan denganku, sangat berbeda jauh Nek. Aku akan bahagia hanya jika menikah dengan Freya, jika menikah dengan perempuan lain aku tidak akan pernah bahagia sampai kapanpun, toh aku pun tidak akan pernah mau dipaksa oleh nenek untuk menikah dengan perempuan mana pun "


"Aku akan terus berjuang untuk Freya, mau apapun itu rintangannya aku akan tetap mengejarnya. Aku tidak akan pernah lelah untuk mengejar Freya aku akan tetap mempertahankan segalanya"


Neneknya malah menangis mendengar semua itu. Tapi Amar sama sekali tidak iba sudah biasa neneknya seperti ini, dulu saja saat Amar tidak mau bertunangan dengan salah satu perempuan yang neneknya pilih, neneknya menangis seperti ini dan akhirnya Amar menerimanya.


Pada kenyataannya apa, perempuan itu tidak benar hanya ingin menguras harta Amar dan keluarganya saja, dan ternyata dia sudah punya pasangan dia sudah mau menikah dengan laki-laki lain.


Dia hanya ingin memiliki uang Amar saja, tapi neneknya tidak pernah berpikir ke sana lagi apa yang pernah neneknya lakukan itu hampir saja membuat Amar kehilangan segalanya.


"Jangan menangis seperti ini Nek, aku tidak akan pernah percaya lagi dengan nenek. aku sudah pernah bertunangan dengan perempuan yang nenek mau tapi apa hasilnya tidak benar kan perempuan itu bukanlah perempuan yang benar. Jadi biarkan aku pilih jodohku sendiri jangan buat aku pergi dari kehidupanmu'"

__ADS_1


Neneknya tidak menjawab Dia hanya terus saja menangis.


__ADS_2