
"Irsyad aku ingin bicara sama kamu, aku belum puas berbicara dengan kamu. Aku ingin kita terus begini berdua, kapan lagi kita akan seperti ini Irsyad"
"Ga malu emang"
"Aku ga mau menikah dengan Brian, aku ga mau sama dia Irsyad. Kenapa hidup ini ga adil buat aku kenapa"
"Terus aku peduli"
"Kenapa kamu dingin banget sih sama aku. Aku cuman mau nikah sama kamu, aku cuman mau sama kamu aja. Emangnya kamu ga mau perjuangin aku, aku aja mau perjuangin kamu loh"
"Tapi aku nggak mau"
"Tapi aku maunya sama kamu, hari ini aku nikah emangnya kamu nggak mau datang gitu gantiin Brian. Kamu akan hidup bahagia sama aku, aku jamin itu semua "
"Ga mau"
"Irsyad jangan gitu dong, jawab yang panjang. Kenapa cuma sedikit-sedikit aja. Aku tuh butuh kamu bicara dengan kata-kata yang panjang tidak sedikit-sedikit seperti itu, kamu biasakan dong sama aku ini ramah baik dan ga gitu "
"Aku maunya segini, cukup padat dan jelas "
"Kamu bener-bener nggak mau sama aku ? "
"Gak mau harus aku tulis di jidat kamu, atau perlu aku tulis di bibir kamu aja "
__ADS_1
"Ga usah aku juga punya telinga dan dengar, ga usah kamu lakuin hal seperti itu "
"Ya udah kalau punya telinga dan dengar. Kenapa juga harus diulang-ulang. Aku nggak mau nikah sama kamu ataupun punya hubungan apa-apa sama kamu, kamu nikah aja sama Brian dia yang hamilin kamu, tapi nuduh aku lebih baik sekarang pulang"
"Ga mau aku nggak mau nikah sama dia, aku bener-bener ga akan sanggup dan aku juga ga akan pernah bahagia"
"Masa bodo"
Ada yang mengetuk pintu lagi, mama Astuti membuka pintu ternyata itu orang tua Laila dan juga Brian, mereka tentu saja langsung diperbolehkan masuk Freya dan juga Amar kebetulan baru saja pulang berbelanja untuk pernikahan mereka.
Mereka juga kaget tiba-tiba saja di rumahnya penuh dengan orang. Akhirnya Ayahnya Laila menjelaskan kenapa dia sampai datang kemari mereka berkumpul di ruang tengah dengan Layla yang masih menundukkan kepalanya.
Tidak lupa dengan air matanya yang terus saja menetes. Laila sangat takut dengan tatapan ayahnya yang begitu tajam sekali padanya, terlihat sekali kalau Ayahnya ini marah padanya.
"Saya selaku orang tuanya Laila meminta maaf atas kelakuan anak saya ini, telah menuduh Irsyad anak Ibu menghamilinya. Saya benar-benar tidak tahu mungkin Ibu kalau ada di posisi saya juga akan seperti itu kan, akan langsung marah pada laki-laki yang menghamili anak saya sekali lagi saya satu keluarga minta maaf atas apa yang telah dilakukan anak kami ini "
"Dan saya juga sudah buat klarifikasi kalau Irsyad tidak salah, kalau bukan Irsyad yang telah menghamili anak saya, saya sudah melakukan itu dan saya mau masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan saja. Jangan sampai dibawa pada pihak berwajib kita selesaikan saja semuanya secara kekeluargaan seperti ini "
Freya menatap ke arah anaknya, Irsyad juga mengganggukan kepalanya. Freya hanya bisa mengikuti keinginan anaknya. Mungkin dia tidak mau masalah ini nanti malah makin panjang, yang terpenting sudah klarifikasi kan dan semua orang tahu kalau Irsyad bukan pelakunya bukan orang yang telah menghamili Laila.
Apalagi Freya juga akan menikah jangan sampai nanti nenek tahu tentang masalah ini, bisa masalah lagi.
"Baiklah Pak saya satu keluarga akan memaafkan apa yang terjadi dengan anak bapak ini, karena telah memfitnah anak saya tapi ke depannya saya minta untuk Laila tidak datang ke rumah lagi, apalagi sekarang sepertinya dia akan menikah dan malah kabur ke rumah saya, saya tidak mau hal semacam ini terjadi kembali "
__ADS_1
"Lalu mengganggu anak saya meminta pertanggungjawaban, meminta inilah, meminta itulah saya tidak mau mendengar itu lagi dan jika sampai nanti Laila datang lagi maka kasus ini akan saya usut lag. Pokoknya saya tidak mau Laila mengganggu anak saya lagi itu saja. Anak saya punya kesibukan sendiri dan tidak bisa diganggu terus-menerus dia akan risih dan akan terganggu sekali "
"Tentu saya akan menjaga anak saya dengan baik, apalagi sekarang dia akan menikah dan nanti ada Brian yang akan menjaganya suaminya ini. Jadi ibu bapak semuanya bisa tenang Laila tidak akan pernah datang lagi ke mari dan tidak akan pernah mengganggu Irsyad lagi, kalau begitu kami sekeluarga permisi dan mohon maaf atas semua kegaduhan yang telah Laila lakukan pada keluarga kalian"
Freya hanya menganggukkan kepalanya saja, Laila langsung ditarik begitu saja oleh orang tuanya untuk keluar dari dalam rumah. Brian juga menatap Irsyad.
"Maaf ya Irsyad selama ini aku udah manfaatin semuanya dan buat kamu malah jadi tanggung jawab kayak gitu, tapi aku tahu semuanya pasti akan terbongkar karena orang yang aku hadapi itu bukan orang sembarangan, maaf sekali lagi karena udah libatkan kamu dalam masalah ini dan udah buat nama kamu sampai tercoreng, aku tak akan pernah seperti ini lagi"
"Aku akan jaga Laila, aku janji Laila tidak akan pernah menemui kamu lagi kalau begitu aku permisi dulu. Maaf menganggu waktu kalian semua "
Brian langsung mengejar calon mertuanya itu. Brian sudah bulat sekarang untuk menikahi Laila mungkin ini sudah tujuan hidupnya, sudah jalan hidupnya mereka tidak bisa merubahnya dia harus tetap tanggung jawab dan mengurus anak yang ada di kandungan Layla.
Meskipun Laila tidak mencintainya tapi Brian akan mencoba untuk membimbingnya dan juga mengurus segalanya. Kalaupun Laila tetap tak bisa mencintainya tak masalah, yang terpenting nanti bayi yang ada dalam kandungan itu bisa dirinya urus.
Freya dan semua keluarganya lega mereka langsung berpelukan, akhirnya satu persatu masalah berakhir juga sekarang tinggal kebahagiaan mereka yang harus mereka raih pernikahan akan segera dilaksanakan.
Dan semoga saja masalah tidak datang lagi dan datang lagi. Semuanya harus diakhiri nenek Amar sudah mau menerima Freya, Irsyad masalahnya sudah selesai pokoknya mereka tinggal bersenang-senang saja tidak akan ada yang mengganggu kesenangan mereka lagi semuanya sudah selesai.
"Akhirnya semuanya selesai, nenek bahagia sekali. Nenek begitu terharu dengan kalian semua yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan berakhir bahagia seperti ini, kita harus terus bersama seperti ini, jangan sampai terpisahkan "
Kembali mereka berpelukan lagi "Ini ada apa kenapa Helena tak dibawa berpelukan "
Amar langsung memangku Helena yang baru saja bangun tidur dan memeluknya juga.
__ADS_1